Anda di halaman 1dari 31

Manajemen Penampungan dan Uji Kualitas

Semen
Kelompok 2:
1. Kholiyah Pridiawati 155050100111024
2. Fathilah Ica Assodiqiyah 155050100111026
3. Rovita Putri Kesintan 155050100111027
4. Fardha Ad Durrun Nafis 155050100111028
5. Eka Fajar Kharisma 155050100111032
6. Murni Kurniawati 155050100111037
7. Hidayatun Nisa 155050100111043

Faculty of Animal Husbandry


Outline:

1. Penjadwalan penampungan semen sesuai kebutuhan produksi semen beku


2. Peralatan yang dibutuhkan untuk penampungan
3. Teknik-teknik penampungan semen pada berbagai ternak
4. Uji kualitas semen secara rutin dan untuk kajian/penelitian

Faculty of Animal Husbandry


Penjadwalan penampungan semen sesuai
kebutuhan produksi semen beku

Faculty of Animal Husbandry


Tujuan Penampungan Semen: untuk memperoleh semen yang jumlah
(volume)-nya banyak dan kualitasnya baik untuk diproses lebih lanjut
untuk keperluan inseminasi buatan.

Faculty of Animal Husbandry


Faktor Penampungan Semen

Faktor internal :
1. Hormon
2. Metabolisme
3. Keturunan
4. Makanan
5. Umur
6. Kesehatan pejantan

Faculty of Animal Husbandry


Faktor eksternal :
1. Lingkungan
2. Tempat penampungan
3. Manajemen
4. Penampung
5. Cuaca
6. Sarana penampungan seperti teaser

Faculty of Animal Husbandry


Persiapan Penampungan Semen

1. Lokasi penampungan harus bersih

2. Ternak dimandikan

3. Prenulum preputium dibersihkan

4. Dilakukan fals mounting 3-5 kali

Faculty of Animal Husbandry


Frekuensi Koleksi atau Penampungan Semen

Sapi Semen ditampung 2-3 kali perminggu

Domba dan kambing Domba jantan dapat ditampung beberapa kali karena mempunyai
cadangan di epididymis. Jumlah ejakulasi pada kambing lebih
sedikit daripada domba

Babi Jumlah spermatozoa yang dihasilkan banyak, juga karena adanya


ketersediaan di epididymis.
Tidak direkomendasi untuk ditampung setiap hari, sebaiknya 2-5
hari sekali
Kuda Sama dengan babi, jumlah spermatozoa banyak dan
direkomendasikan 2-3 hari selang penampungannya.

Faculty of Animal Husbandry


Peralatan yang dibutuhkan untuk
penampungan semen

Faculty of Animal Husbandry


Penampungan Semen dengan Vagina Buatan
Alat yang digunakan adalah :
1. Satu set vagina buatan
2. Termos untuk air hangat
3. Tabung penampung
4. Vaselin atau jelly
5. Thermometer
6. Gelas piala 800 ml

Faculty of Animal Husbandry


Penampungan Semen dengan Teknik Pengurutan

Alat yang digunakan adalah:

1. Penampung semen

2. Vaselin atau jelly

3. Alkohol 70%

4. Gloove

Faculty of Animal Husbandry


Peralatan Penampungan Semen dengan Teknik
Elektroejakulator
Alat yang digunakan adalah:

1. Elektroejakulator

2. Vaselin atau jelly

3. Pisau cukur

4. Tabung Penampung Semen

5. Gloove

Faculty of Animal Husbandry


Teknik-teknik penampungan semen pada
berbagai ternak

Faculty of Animal Husbandry


a) Teknik Vagina Buatan
Alat yang digunakan untuk menampung spermatozoa dimana alat tersebut akan
dikondisikan sebagaimana vagina asli dari ternak tersebut. Paling efektif diterapkan pada ternak
besar (sapi, kuda, kerbau) dan ternak kecil (domba, kambing, babi) yang normal dan libidonya
bagus.

Kelebihan:
Semen yang dihasilkan lebih bersih
Kualitas semen baik, maksimal dan spontan keluar

Kekurangan :
Ternak harus terlatih ditampung

Faculty of Animal Husbandry


Faculty of Animal Husbandry
Prosedur Penampungan Semen dengan Vagina Buatan

Licinkan selubung Teaser atau ternak


Vagina buatan
dalam dengan sedikit pemancing disiapkan
disiapkan dengan baik
vaselin lebih dahulu

Dilakukan fals Pejantan mulai Pejantan yang akan


mounting sebanyak 3- didekatkan dengan ditampung dibersihkan
5 kali teaser terlebih dahulu

Semen ditampung

Faculty of Animal Husbandry


b) Teknik Pengurutan
Teknik yang dilakukan adalah dengan cara memasukkan tangan sepanjang 18 25 cm
ke dalam rektum kemudian dilakukan pengurutan pada bagian kelenjar vesicularis dan ampulae
dari bagian depan ke belakang. Pengurutan ini dilakukan selama dua menit dan biasanya akan
dihasilkan semen. Penampungan semen dengan teknik pengurutan hanya bisa diterapkan pada
pejantan jenis tertentu dan kondisi tertentu. Teknik pengurutan ini paling baik diterapkan pada
ternak ayam atau kalkun.

Kelebihan :
Lebih Murah

Kekurangan :
Perlu ketrampilan khusus dan pengalaman
Resiko kontaminasi urine dan jasad renik cukup tinggi
Semen yang dihasilkan berkualitas rendah

Faculty of Animal Husbandry


c) Teknik Elektroejakulator

Faculty of Animal Husbandry


Apabila penampungan semen tidak bisa dilakukan dengan
metode vagina buatan karena ternak tidak cukup terlatih untuk
ditampung, maka perlu dilakukan penampungan dengan menggunakan
alat elektroejakulator.

Metode ini lebih banyak diterapkan pada pejantan yang memiliki kualitas
genetik tinggi namun tidak mampu melakukan perkawinan secara alam akibat
gangguan psikis ataupun fisik.

Faculty of Animal Husbandry


Kelebihan:

Tidak memerlukan ternak yang terlatih untuk ditampung

Volume yang didapatkan dua kali lebih besar daripada vagina buatan

Kekurangan:

Kurang steril bila dibandingkan dengan metode vagina buatan

Faculty of Animal Husbandry


Prosedur Penampungan Semen dengan Elektroejakulator

Pejantan di ikat di kandang jepit untuk meminimalkan pergerakannya

Probe yang sudah diberi pelicin dimasukkan dalam rectum secara


perlahan-lahan

Preputium dicuci dan dikeringkan

Rangsangan dilakukan secara bertingkat

Hasil ejakulasi umumnya dikumpulkan dalam tabung penampungan


yang diikat pada sebuah corong yang terdiri dari 2 bagian

Faculty of Animal Husbandry


Uji kualitas semen secara rutin dan untuk
kajian/penelitian

Faculty of Animal Husbandry


UJI MAKROSKOPIS UJI MIKROSKOPIS

1. Volume Semen 1. Konsentrasi Sperma

2. Warna Semen 2. Motilitas Spermatozoa

3. pH Semen 3. Persentase Spermatozoa Hidup

4. Konsistensi Semen 4. Persentase Abnormalitas

5. Bau

Faculty of Animal Husbandry


Uji Makroskopis
1. Volume Semen
Volume semen diukur dari garis batas cairan semen setara dengan skala pada
gelas ukur, biasanya semen yang baru ditampung masih terdapat buih maka
perhitungan volume ditambahkan sebanyak separuh dari tebalnya buih.

2. Warna Semen
Warna semen dilihat langsung dari tabung sperma, semen segar dapat
berwarna putih susu, crem, atau kekuningan.
Bila warnanya coklat atau kemerahan berarti semen tersebut telah bercampur
dengan darah atau nanah karena adanya luka pada saluran kelamin.

Faculty of Animal Husbandry


3. pH Semen
Untuk mengukur pH semen dengan cara meletakkan semen pada kertas pH
indikator dan dicocokkan pada warna standar yang tersedia.
Semen yang normal mempunyai pH 6,2-6,8 untuk sapi dan pH 6,4-7 untuk
kambing

4. Konsistensi Semen
Konsistensi semen diketahui dengan memiringkan semen di dalam tabung
dan mengembalikan ke posisi semula sehingga diketahui kecepatan cairan
kembali ke posisi semula.

5. Bau
Semen mempunyai bau yang khas.

Faculty of Animal Husbandry


Uji Mikroskopis
1. Konsentrasi Spermatozoa
Konsentrasi adalah menghitung jumlah spermatozoa dalam satu ml semen.
Konsentrasi sperma dapat diamati dan dihitung dengan menggunakan
Haemocytometer Improved Neubauer.
2. Motilitas Spermatozoa
Penilaian Motilitas Individu ini dilihat berapa spermatozoa yang bergerak
progresif kedepan dan dibandingkan dengan spermatozoa yang diam di
tempat.
Penilaian motilitas individu ini dalam bentuk prosentase spermatozoa yang
bergerak.

Faculty of Animal Husbandry


a. Pergerakan/ motilitas Individu

Pergerakan individu diamati dengan meneteskan semen diatas gelas


objek hangat kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40X10.
Kriteria Penilaian Keterangan
No. Skor

1 0 Kosong (N) Tidak ada gerakan spermatozoa

2 1 Jelek (+) Terlihat progresif bergerak di tempat

3 2 Sedang (++) Terlihat pergerakan progresif sedang

4 3 Baik (+++) Terlihat pergerakan progresif cepat

Faculty of Animal Husbandry


b. Pergerakan/motilitas Massa

Pergerakan massa diamati dengan meneteskan semen diatas gelas obyek


hangat kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10.

Kriteria Penilaian Keterangan


No Skor

1 0 Kosong (N) Tidak ada gerakan

2 1 Jelek (+) Terlihat gelombang lemah (hampir tidak terlihat)


3 2 Sedang (++) Terlihat gerakan gelombang sedang
4 3 Baik (+++) Terlihat gerakan gelombang cepat dan banyak

Faculty of Animal Husbandry


3. Persentase Spermatozoa Hidup

Persentase hidup dan mati dihitung hingga 200 sel spermatozoa

Spermatozoa yang hidup tidak menyerap warna sedangkan yang mati


menyerap warna.

Zat warna eosin akan mewarnai sel spermatozoa menjadi merah atau merah
muda

Faculty of Animal Husbandry


4. Persentase Abnormalitas

Abnormalitas terdiri dari 2 yaitu :

1. Abnormalitas Primer: Terdiri dari kepala besar, kepala kecil, kepala dua,
kepala tak berkembang, kepala bulat, kepala pipih, leher zigzag, leher
bercabang dua, leher patah, ekor bengkok dan ekor melingkar

2. Abnormalitas Sekunder: Terdiri dari ekor terputus, kepala saja, dan


cytoplasmic droplet

Persentase abnormalitas dapat diamati dengan mikroskop perbesaran 40x10

Faculty of Animal Husbandry


TERIMA KASIH

Faculty of Animal Husbandry