Anda di halaman 1dari 10

POTENSI GEOLOGI POSITIF

ZAMAN NEOGEN
Pendahuluan

Potensi geologi positif


Berupa sumberdaya geologi, misalnya bahan tambang yang
sudah atau belum digali, air tanah yang sudah dan belum
dimanfaatkan, tanah yang dapat berfungsi sebagai lahan
pertanian, perkebunan, pemukiman atau sebagai bahan urugan,
baik yang sudah digali maupun yang belum dsb.
Ciri-ciri Endapannya, diantaranya :
1. berkembangnya terumbu-terumbu karbonat yang masif
pada Miosen Atas yang hampir ekivalen secara umur
dengan karbonat Parigi akibat pembukaan dan
penenggelaman cekungan-cekungan
2. terendapkan sesudah Regresi
3. transgresi marin pada kawasan yang luas dimana
terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan
perselingan sekuen batugamping
4. kadar abu dan belerang yang rendah
Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika
terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang
bersifat transgresif, dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen
Tengah (Barber, 1985)
BATU BARA
Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutama terdapat di
Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur), Cekungan
Barito (Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan.
Batu bara Miosen juga secara ekonomis ditambang di Cekungan
Bengkulu.
Potensi Batu Bara di Indonesia
Nilai
Kadar air Kadar air Zat
Perusahaa Kadar abu Belerang energi
Tambang Cekungan total inheren terbang
n (%ad) (%ad) (kkal/kg)(
(%ar) (%ad) (%ad)
ad)
PT Kaltim
Prima Kutai Prima 9.00 - 4.00 39.00 0.50 6800 (ar)
Coal
PT Kaltim
Pinang Kutai Prima 13.00 - 7.00 37.50 0.40 6200 (ar)
Coal
PT Kideco
Roto
Pasir Jaya 24.00 - 3.00 40.00 0.20 5200 (ar)
South
Agung
PT Berau
Binungan Tarakan 18.00 14.00 4.20 40.10 0.50 6100 (ad)
Coal
PT Berau
Lati Tarakan 24.60 16.00 4.30 37.80 0.90 5800 (ad)
Coal
Sumatera
PT Bukit
Air Laya bagian 24.00 - 5.30 34.60 0.49 5300 (ad)
Asam
selatan

Paringin Barito PT Adaro 24.00 18.00 4.00 40.00 0.10 5950 (ad)
Studi Kasus

Karakteristik batubara di Cekungan Bengkulu


Rachmat Heryanto dan Suyoko
Pusat Survei Geologi, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung

Lapisan batubara di Cekungan Bengkulu dijum-pai dalam Formasi Lemau. Formasi Lemau
terdiri atas batulempung, batulempung gampingan, batubara, batupasir, dan konglomerat,
berumur Miosen Tengah Atas, dan terendapkan di daerah transisi sampai laut dangkal.
Formasi Lemau tersingkap baik mulai dari daerah utara di daerah Ketaun sampai dengan
daerah Manna. Lapisan batubara teramati di daerah Ketaun, Bengkulu, dan Seluma.
Kemungkinan keterdapatan hidrokarbon di Cekungan Bengkulu
Rachmat Heryanto
Pusat Survei Geologi, Jln. Diponegoro No. 57 Bandung

Hasil analisis petrografi batuan sedimen dan organik, Scanning Electron


Microscope (SEM) dan geokimia (TOC, rock-eval pyrolysis, dan gas
kromatografi) pada beberapa percontoh batuan terpilih dari singkapan batuan dan
rembesan minyak yang dikoleksi selama pekerjaan lapangan, mengindikasikan
bahwa hidrokarbon mungkin terdapat di Cekungan Bengkulu. Diduga hadir
sebagai batuan sumber/induk adalah batuan sedimen klastika halus karbonan
Formasi Seblat dan Lemau. Sebagai batuan waduk adalah batupasir Formasi Seblat
dan Formasi Lemau serta batugamping Formasi Seblat. Sementara itu sebagai
batuan penutup adalah lapisan batulempung baik dalam Formasi Seblat maupun
Formasi Lemau. Adapun tipe cebakan hidrokarbon yang mungkin terjadi adalah
stratigrafi dan struktur.
Kemungkinan keterdapatan hidrokarbon di Cekungan Bengkulu adalah cukup
besar. Hal ini ditunjukkan oleh keterdapatan batuan induk/sumber hidrokarbon
pada batuan sedimen klastika halus mengandung bahan organik dalam Formasi
Seblat dengan kandungan hidrokarbon buruk sampai sedang dan pada Formasi
Lemau dengan kandungan hidrokarbon buruk sampai sangat baik berkisar
antara belum matang akhir sampai matang awal.