Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENGKAJIAN MASALAH EVALUASI PROGRAM

KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS


KECAMATAN MENTENG
PERIODE JUNI JULI 2017

Disusun Oleh :

KELOMPOK 3
Entin Kartikasari (110.2012.076)
M. Khoirul Anwar (110.2012.151)
Rannissa Puspita J. (110.2012.225)
Siti Saradita (110.2012.283)

Pembimbing :
dr. Citra Dewi, M.Kes, DipIDK
BAB I GAMBARAN UMUM

Letak Wilayah Kecamatan Menteng

Utara : Kecamatan Gambir


Barat : Kecamatan Tanah Abang Jumlah
Batas Wilayah Penduduk :
Timur: Kecamatan Matraman
85.840
Selatan: Kecamatan Setiabudi

653,46 Ha
Luas Wilayah RW : 38
RT : 424
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang


menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerjanya (Permenkes No. 75 tahun 2014).
Wilayah Kerja Pelayanan Kesehatan

Satu kecamatan atau sebagian Promotif


dari kecamatan Preventif
Kuratif
Rehabilitatif
Visi

Tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat.

Misi

Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.


Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya.
Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
yang diselenggarakan.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta
lingkungannya.
Fungsi Puskesmas

Penyelenggaraan Unit Kesehatan Masyarakat/UKM tingkat


pertama di wilayah kerjanya.

Penyelenggaraan Unit Kesehatan Perorangan/UKP tingkat


pertama di wilayah kerjanya

Wahana pendidikan tenaga kesehatan.


Upaya Kesehatan Wajib: Upaya Kesehatan
Pengembangan:
1. Program Promosi Kesehatan
2. Program Kesehatan 1. Program Kesehatan Sekolah
Lingkungan 2. Program Kesehatan Olahraga
3. Program Kesehatan Ibu dan 3. Program Perawatan
Anak Kesehatan Masyarakat
4. Program Keluarga Berencana 4. Program Kesehatan Kerja
5. Program Perbaikan Gizi 5. Program Kesehatan Gigi &
Masyarakat Mulut
6. Program Pencegahan dan 6. Program Kesehatan Jiwa
Pengendalian Penyakit 7. Program Kesehatan Mata
Menular. 8. Program Kesehatan Usia
Azas Puskesmas :
Lanjut
1. Pertanggung jawaban wilayah 9. Program Pembinaan
2. Pemberdayaan Masyarakat Pengobatan Tradisional
3. Keterpaduan
4. Rujukan
Gambaran Umum Puskesmas Menteng

LANTAI 1
LANTAI 2
LANTAI 3
LANTAI 4

LANTAI 5
Jumlah Pegawai Puskesmas Menteng
NO JENIS TENAGA PENDIDIKAN PNS NON PNS
1 Kepala Puskesmas S1 1
Kepala Sub Bagian Tata
2 S1 1
Usaha
3 Dokter Umum S1 9 9
4 Dokter Gigi S1 6 2
5 Apoteker S1 2 4
6 Asisten Apoteker SLTA / D3 4 2
7 Perawat S1 3
8 Perawat SLTA / D3 5 17
9 Perawat Gigi D3 1
10 Bidan D3 5 9
12 Analis Laboratorium D3 1 6
13 Radiografer D3 1
14 Kesehatan Lingkungan S1 1
15 Kesehatan Masyarakat S1 2
16 Kesehatan Lingkungan D3 1
17 Perekam medik D3 1
18 Administrasi S1 2 3
19 Administrasi D3 1 4
20 Administrasi SLTA 3 8
21 Pengemudi SLTA 6
JUMLAH 48 72

Sumber: Profil Puskesmas Kecamatan Menteng 2016


Struktur Organisasi
KESEHATAN LINGKUNGAN

Definisi
Program kesehatan lingkungan di Puskesmas
Kecamatan Menteng tahun 2017 meliputi :
Menurut WHO (World
Health Organization), 1) Pembinaan TTU
kesehatan lingkungan adalah 2) Pembinaan TPM
suatu keseimbangan ekologi 3) Pemantauan Kualitas Air Bersih
yang harus ada antara 4) Pengendalian Vektor
manusia dan lingkungan agar
dapat menjamin keadaan
sehat dari manusia.
Laporan Angka Bebas Jentik (ABJ) Bersumber Jumantik Kelurahan di Kecamatan
Menteng Bulan Januari April 2017

Hasil pemantauan
Jumlah Rumah/ Bangunan
Puskesmas Rumah
Bangunan yang diperiksa ABJ (%)
bebas jentik

Menteng 5322 4753 4705 98,99%


Cikini 3349 1331 1225 92,06%
Gondangdia 880 612 571 93,22%
Pegangsaan 5317 5298 5266 99,39%
Kebon Sirih 2331 1799 1753 97,44%
Total 17199 13793 13520 96,22%
Hasil Kegiatan Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kecamatan
Menteng

IDENTIFIKASI MASALAH RUMUSAN MASALAH

Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes pada
Tatanan Pemukiman di Wilayah Puskesmas tatanan pemukiman di wilayah Puskesmas
Kelurahan Cikini Periode Januari 2017 April 2017 Kelurahan Cikini periode Januari 2017 April 2017
sebesar 92,06%. sebesar 92,06% sehingga kurang dari target yaitu
95%.
Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes Pada Cakupan Angka Bebas Jentik Nyamuk Aedes pada
Tatanan Pemukiman di Wilayah Puskesmas tatanan pemukiman di wilayah Puskesmas
Kelurahan Gondangdia Periode Januari 2017 Kelurahan Gondangdia periode Januari 2017
April 2017 sebesar 93,22%. April 2017 sebesar 93,22% sehingga kurang dari
target yaitu 95%.
BAB II

PENETAPAN PRIORITAS MASALAH DAN PENYEBAB MASALAH


Menetapkan Kriteria
Memberikan bobot masalah.
Menentukan skoring tiap masalah.

Non-Scoring Technique

Metode Delbeq Metode Delphi


Dilakukan melalui diskusi dan Masalah masalah didiskusikan oleh
kesepakatan sekelompok orang, sekelompok orang yang
namun yang tidak sama mempunyai keahlian yang sama
keahliannya. melalui pertemuan khusus.
Scoring Technique
Metode Bryant Metode Matematik PAHO

1. Prevalence 1. Magnitude

2. Seriousness 2. Severity

3. Manageability 3. Vulnerability
4. Community concern 4. Community and political concern
5. Affordability

Metode MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment)


1. Emergency
Bobot 5 : paling penting
2. Greatest member Bobot 4 : sangat penting sekali
3. Expanding Scope Bobot 3 : sangat penting
Bobot 2 : penting
4. Feasibility Bobot 1 : cukup penting
5. Policy
Metode MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment)
Penentuan Score Emergency Terhadap Masalah
Kesehatan Lingkungan yang Terdapat di Wilayah
1. Emergency Kerja Puskesmas se-Kecamatan Menteng Periode
Skala Score Emergency pada Evaluasi Program Januari April 2017
Kesehatan Lingkungan pada Besar
Proxy Proxy +
Puskesmas Kecamatan Menteng Januari April 2017 Masalah
(IR DBD Besar
No MASALAH (Target (%) SCORE
2017 Masalah
Pencapaian
Range Score (%)) (%)
(%))
0-7% 1 Angka Bebas Jentik
pada Kelurahan
8-14% 2 Gondangdia pada
1 Periode Januari-April 1,78 21,93 23,71 4
15-21% 3 2017 yaitu 93,22%
kurang dari target
22-28% 4 >95%.
Angka Bebas Jentik
pada
Kelurahan Cikini
pada
2 2,94 20,63 23,57 4
Periode Januari-April
2017
Yaitu 92,06% kurang
dari target >95%.
2. Greatest member Penentuan Score Greatest Member pada Evaluasi Program
Kesehatan Lingkungan pada Puskesmas Kecamatan Menteng
Skala Score Greatest Member Evaluasi Januari - April 2017
Program Kesehatan Lingkungan se-
Kecamatan Menteng Januari - April Besar Masalah
Besar Masalah
2017 (Target (%)
No MASALAH x Jumlah SCORE
Pencapaian
Penduduk
Range Score (%))
Angka Bebas Jentik pada
0-5.000 1
Kelurahan
5.001-10.000 2 Gondangdia pada periode
1 1,78 17.249 3
Januari-April 2017 yaitu
10.001-15.000 3
93,22% kurang dari target
>95%.
Angka Bebas Jentik pada
Kelurahan
2 Cikini pada periode Januari- 2,94 13.406 3
April 2017 yaitu 92,06%
kurang dari target >95%.
3. Expanding Scope

Skala Score Expanding Scope Berdasarkan Keterpaduan


Skala Luas Wilayah pada Evaluasi Lintas Sektor pada Kecamatan Menteng Periode Januari -
Program Kesling pada April 2017
Puskesmas Kecamatan Menteng Januari
April 2017
Keterpaduan Lintas
Score
Sektor
Luas Wilayah (Ha) Score Tidak ada 1
0-50 1 Ada, melibatkan 2
51-100 2 sektor 2
101-150 3 Ada, melibatkan 3
151-200 4 sektor 3
201-250 5 Ada, melibatkan >3
sektor 4
Total score Expanding Scope Berdasarkan Luas Wilayah dan Keterpaduan
Lintas Sektor pada Evaluasi Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas
Menteng Periode Januari - April 2017

Luas
Keterpaduan
No MASALAH Wilayah SCORE
lintas sector
(Ha)
Angka Bebas Jentik pada Kelurahan
Gondangdia pada periode Januari-April
1 3 3 6
2017 yaitu 93,22% kurang dari target
>95%.
Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Cikini
2 pada periode Januari-April 2017 yaitu 2 3 5
92,06% kurang dari target >95%.
4. Feasibility

Penentuan Score Feasibility pada Evaluasi Program Kesehatan Lingkungan


Puskesmas Kecamatan Menteng Periode Januari - April 2017

NO MASALAH SDM FASILITAS DANA SCORE


ALAT TEMPAT

1 Angka bebas jentik pada 1 3 3 3 10


kelurahan Gondangdia pada
periode Januari-April 2017 yaitu
93,22% kurang dari target
>95%.
2 Angka bebas jentik pada 3 3 3 3 12
kelurahan Cikini pada periode
Januari-April 2017 yaitu 92,06%
kurang dari target >95%
5. Policy

Penentuan Score Policy pada Evaluasi Program Kesehatan


Lingkungan Puskesmas Kecamatan Menteng Periode
Penentuan Nilai Policy Terhadap Kegiatan
Januari - April 2017
di Wilayah Puskesmas Kecamatan
No MASALAH SCORE
Menteng periode Januari April 2017
Angka Bebas Jentik pada Kelurahan
Gondangdia pada
No. Parameter Score 1 periode Januari-April 2017 yaitu 93,22% 4
1 Tidak ada 1 kurang dari
2 Ada, tidak ada sosialisasi 2 target >95%.
3 Ada, ada sosialisai 3 Angka Bebas Jentik pada Kelurahan
Ada, ada sosialisasi dan Cikini pada periode
4 4 2 4
hukuman Januari-April 2017 yaitu 92,06% kurang
dari target >95%.
Penentuan Masalah menurut Metode MCUA pada Evaluasi Program
Kesehatan Lingkungan di Kecamatan Menteng Periode Januari April
2017
MS1 MS2
No Parameter Bobot
N BN N BN
1 Emergency 5 4 20 4 20
2 Greatest Member 4 3 12 3 12
3 Expanding Scope 3 6 18 5 15
4 Feasibility 2 10 20 12 24
5 Policy 1 4 4 4 4

Jumlah 74 75

Keterangan :
MS-1 : Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Gondangdia pada periode Januari-April 2017
yaitu 93,22% kurang dari target >95%.
MS-2 : Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Cikini pada periode Januari-April 2017 yaitu
92,06% kurang dari target >95%.
Berdasarkan perhitungan tabel MCUA dari masalah di atas,
didapatkan prioritas masalah hasil diskusi, argumentasi dan
justifikasi karena adanya keterbatasan sumber daya, tenaga, waktu
dan dana yaitu:

Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Gondangdia pada periode Januari-


April 2017 yaitu 93,22% kurang dari target >95%.
Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Cikini pada periode Januari-April
2017 yaitu 92,06% kurang dari target >95%.
Menentukan Kemungkinan Penyebab Masalah

Input yaitu sumber daya atau masukan Proses adalah semua kegiatan sistem untuk
yang diperlukan oleh suatu sistem. mengubah input menjadi output. Pada proses, menurut
Sumber daya sistem adalah: (Azwar Azrul, 1996). George R. Terry, terdiri dari:
1. Planning (perencanaan)
Man : Sumber daya manusia 2. Organizing (pengorganisasian)
Money : Dana 3. Actuating (penggerak pelaksanaan)
Material : Sarana 4. Controlling (monitoring)
Method : Cara 5. Evaluating (evaluasi)
Menentukan Penyebab Masalah yang Paling Dominan
METHOD MATERIAL MONEY MAN

Metode pengumpulan Jumlah kader yang tidak


dan pengolahan data Peralatan PSN yang Program tidak dapat sebanding dengan jumlah
yang belum seragam digunakan kurang dilaksanakan secara rumah yang diperiksa
lengkap maksimal
Kurangnya pengetahuan
petugas kader tentang Terbatasna warga yang
terbatasnya dana
cara pencatatan data Peralatan sering ada menjadi kader
untuk melaksanakan
yang baik yang tertingal
program

Kurangnya petugas Dana dari pemerintah Warga tidak


Kader memiliki memahami
untuk melatih digunakan untuk
kesibukan lain pentingnya PSN
pengelolaan data program lain

Adanya selisih pada


Data ABJ yang Perencanaan
Banyak rumah yang Pengawasan data pelaporan dengan
dikirim ke kecamatan program berjalan
masih terdapat program yang yang sebenarnya
tidak bersamaan kurang baik
penampungan air tidak berkala dan
menyeluruh Tidak semua rumah
Program tidak dapat
dapat diperiksa oleh
masyarakat kurang kader Luas wilayah kerja dilakukan secara
Terdapat kegiatan dari tiap kader dalam
peduli tentang jentik menyeluruh dan
lainnya yang menurut mengumpulkan data
nyamuk petugas yang harus
serentak
Tidak semua warga berbeda-beda
dilakukan bersedia rumahnya
Kurangnya diperiksa
lingkungan sekitar
kesadaran Kurangnya SDM untuk tempat tinggal kader
masyarakat Kader punya mengkoordinasi data
Warga tidak tahu jumantik berbeda-beda
mengenai kesibukan lain ABJ
pentingnya PSN
pentingnya PSN

ENVIRONMENT CONTROLLING ACTUATING ORGANIZING PLANNING


METHOD MATERIAL MONEY MAN

Penilaian ABJ yang Jumlah kader yang tidak


dilakukan hanya sebanding dengan yang
beberapa rumah Peralatan yang digunakan Program tidak harus diperiksa
kurang lengkap berjalan maksimal
Terbatasnya waktu dan
tenaga kader untuk
memeriksa seluruh rumah Alat yang di gunakan Kurangnya dana Terbatasnya warga yang
terkadang ada yang untuk menjalankan menjadi kader
sudah rusak program
Penilaian ABJ yang dilakukan
tidak menyeluruh
Banyaknya fokus Masyarakat yang
Alokasi dana dari
pekerjaan petugas kurang paham
kurangnya strategi kerja pemerintah untuk
sehinga persiapan tentang
yang tepat program lain
kurang pentingnya PSN
Fishbone Angka Bebas Jentik di Kelurahan Cikini Pada Bulan Januari April 2017
Kurangnya minat warga Kurangnya Perencanaan program
untuk mendukung Pengawasan tidak koordinasi antar
Pemeriksaan rumah yang kurang baik
terlaksananya program dilakukan secara kader
maksimal yang tidak sistematis
PSN

Kurangnya Kurangnya koordinasi


Kurangnya Pembagian tugas antar petugas
pengetahuan warga Pembagian wilayah
petermuan antar kerja yang tidak jelas
tentang PSN kerja yang tidak jelas
kader secara berkala

Kurangnya Banyaknya Banyaknya fokus Kurangnya Kurangnya


penyuluhan pekerjaan lain kerja petugas pelatihan kerja komunikasi
tentang yang harus di sehingga sulit PSN dari petugas antar petugas
pencegahan selesaikan untuk briefing untuk ketua kader
demam berdarah
ENVIRONMENT CONTROLLING ACTUATING ORGANIZING PLANNING
BAB III MENETAPKAN ALTERNATIF CARA PEMECAHAN MASALAH

Kriteria dalam penetapan alternatif masalah yang terbaik adalah :


1. Mudah dilaksanakan, nilai 3 adalah yang paling mudah, nilai 1 adalah yang paling sulit
2. Murah biayanya, nilai 3 adalah yang paling murah, nilai 1 adalah yang paling mahal
3. Waktu penerapan sampai masalah terpecahkan tidak lama, nilai 3 adalah yang paling
cepat, nilai 1 adalah yang paling lama penyelesaiannya
4. Ketersediaan sumber daya, nilai 3 adalah ketersediaan sumber daya yang cukup, nilai 1
adalah ketersedian sumber daya yang sangat kurang
Kemungkinan Penyebab Masalah dengan Menggunakan Fishbone (Diagram Tulang Ikan)
Angka Bebas Jentik Kelurahan Cikini pada periode Januari April 2017 yaitu 92,06 %

Akar Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah


Kurangnya kesediaan warga untuk menjadi kader Merekrut masyarakat untuk menjadi kader PSN
(Man Quantity). (man quantity)
Kurangnya SDM untuk mengkoordinasi data Melakukan advokasi kepada pihak puskesmas
ABJ (Organizing). kelurahan agar memberikan pengarahan kepada
warga dan kader PSN sehingga kegiatan PSN dapat
berjalan dengan baik(Organizing).
Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai Memberikan informasi dan edukasi berupa
pentingnya PSN (Environment). penyuluhan kepada masyarakat mengenai
pentingnya pelaksanaan PSN guna pencegahan
penyakit Demam Berdarah (Environtment)
Dari hasil penetapan alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan
metode MCUA, berdasarkan peringkat didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Membuat program penyuluhan PSN secara berkala kepada masyarakat
sekitar (Enviroment)
2. Memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai
pelaksanaan PSN agar banyak yang tergerak untuk peduli dan mau menjadi
kader dalam kegiatan PSN (Man Quantity)
3. Melakukan advokasi kepada puskesmas kelurahan agar dapat hadir pada
pelaksanaan PSN sehingga dapat memberi pengarahan mengenai
pelaksanaan PSN yang sesuai. (Organizing)
BAB IV RENCANA PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH

Rencana Usulan Kegiatan Meningkatkan Cakupan Angka Bebas Jentik pada Kecamatan Menteng
Juli Desember 2017
VOLUME
NO KEPUTUSAN RENCANA KEGIATAN TARGET KEGIATA BIAYA
N

1. Memberikan informasi
pentingnnya kader PSN dan
Menambah petugas dan kader untuk merekrut masyarakat Tercapainya target angka Saat Rp.
1 melaksanakan program PSN (Man menjadi kader PSN bebas jentik secara optimal dibutuhka 750.000
Quantity) 2. Mengusulkan untuk dan teliti n
mengadakan penambahan
petugas

Melakukan advokasi kepada


Memberikan pengarahan Setiap kader
puskesmas kelurahan agar dapat
tentang pembagian wilayah dan mengetahui tugas
hadir pada pelaksanaan PSN sehingga
2 junlah rumah yang harus masing-masing dan 3 x/tahun
dapat memberi pengarahan mengenai dikunjungi setiap kader atau lebih optimal juga
pelaksanaan PSN yang sesuai petugas fokus dalam berkerja
(Organizing)

Melakukan penyuluhan Masyarakat sadar akan


mengenai pentingnya pentingnya pelaksanaan Rp.
6x/tahun
Memberikan komunikasi, informasi dan pelaksanaan PSN dalam PSN dalam pencegahan 600.000,-
edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyakit DBD penyakit DBD Masyarakat
3
pentingnya pelaksanaan PSN dalam sadar akan pentingnya
pencegahan penyakit DBD (Environment) pelaksanaan PSN dalam
pencegahan penyakit DBD
Rencana Pelaksanaan Pemecahan Masalah Peningkatan Cakupan
Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Cikini
Juli - Desember 2017
Bulan
Kegiatan Juli Agustus September Oktober November Desember
No
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Merekrut petugas baru
1 dan kader baru X

Melakukan advokasi
2
kepada puskesmas
kelurahan agar dapat hadir X
pada pelaksanaan PSN
sehingga dapat memberi
pengarahan mengenai X
pelaksanaan PSN yang
sesuai
3 Melakukan penyuluhan
X X
mengenai pentingnya X
pelaksanaan PSN dalam
pencegahan penyakit DBD
BAB V
Kesimpulan

Akar penyebab masalah dominan Angka Bebas Jentik pada Kelurahan Cikini
pada periode Januari April 2017:

Kurangnya kesediaan warga untuk menjadi kader (Man Quantity).


Tidak adanya pengarahan dari petugas kelurahan (Organizing).
Kurangnya penyuluhan pencegahan demam berdarah di masyarakat
(Environment).