Anda di halaman 1dari 25

HEPATITIS

2
KEPERAWATAN ENDOKRIN
KELOMPOK 2:
ZAKIAH NUR SURAYA (131111007)
QUMAIRY LUTFIAH (131111014)
DOSEN PEMBIMBING: DIAN AGUSTIN (131111021)
YULIS SETIYA DEWI, S.KEP., NS., M.NG
HAKIM ZULKARNAIN (131111031)
YOSEPHIN NOVA (131111036)
INAS ALIFI KARIMA(131111043)
ILMI FIRDAUS. A (131111051)
RIZKY ZULFIA RAHMA (131111059)
LATAR BELAKANG
Hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada hati yang disebabkan oleh infeksi
atau toksin termasuk alkohol (corwin, 2001).

Sekitar 2 miliar penduduk dunia pernah terinfeksi virus hepatitis b dan 360 juta
orang di antaranya terinfeksi kronis yang akan berpotensi menjadi sirosis dan
karsinoma hepatoselular dengan angka kematian sebesar 250.000 per tahun.
Diperkirakan 170 juta penduduk dunia merupakan pengidap hepatitis virus C (HVC).
Infeksi HVC akut akan berlanjut menjadi kronis sekitar 85% sedangkan 20% akan
berakhir dengan sirosis dan karsinoma hepatoselular

Di indonesia infeksi HVA banyak mengenai anak usia kurang dari 5 tahun dan
biasanya tanpa gejala (depkes RI). Kelompok pengidap hepatitis kronis yang ada di
masyarakat, 90% diantaranya mengalami infeksi saat masih bayi.
ANATOMI HEPAR
Hati merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang
sekitar 2% berat tubuh total atau sekitar 1,5 kg pada rata-
rata manusia dewasa.
Batas hati sejajar dengan ruang intercostalis V kanan dan
batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga
VIII kiri.
Pasokan darah ke hati sangat kaya, 20-25% dari cairan
darah ke hati berasal dari arteri hepatika, 75-80% dari
1. Ligamentum coronarium vena porta. Pada hati normal, ratio oksigen arteri hepatik
2. Lobus hepatis dextra dan vena porta adalah 50%:50%, bila terjadi sirosis
3. Vesica biliaris berubah menjadi 75%:25%. Pasokan darah hepar
4. Diafragma sebagian besar dari arteri hepatik, hanya darah untuk
5. Lobus hepatis sinistra
bagian tepi berasal dari vena porta.
6. Ligamentum falciforme
(Guyton & Hall,
2007).
Gambar 1. Hepar tampak
anterior
FISIOLOGI HEPAR
Hepar merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20%
serta menggunakan 20 25% oksigen darah. Ada beberapa fungsi hepar yaitu :
Fungsi hepar sebagai metabolisme karbohidrat
Fungsi hepar sebagai metabolisme lemak
Fungsi hepar sebagai metabolisme protein
Fungsi hepar sehubungan dengan pembekuan darah
Fungsi hepar sebagai metabolisme vitamin
Fungsi hepar sebagai detoksikasi
Fungsi hepar sebagai fagositosis dan imunitas
Fungsi hemodinamik
DEFINISI HEPATITIS
Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada
jaringan hati yang dapat disebabkan oleh berbagai
macam jenis organisme seperti virus, bakteri ataupun
parasit, dimana masing-masing dapat memberikan
gejala dan kelainan yang berbeda-beda.
Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus
disertai nekrosis dan klinis, biokimia serta seluler yang
khas (smeltzer, 2001)
KLASIFIKASI HEPATITIS
Hepatitis virus akut: Hepatitis Virus Kronik:
Hepatitis A Hepatitis kronik persisten
Hepatitis B (HBV) Hepatitis kronik Lobular
Hepatitis C (HCV) Hepatitis kronik aktif
Hepatitis D (HDV) Dikenal dua tipe hepatitis kronik aktif yaitu:
Hepatitis E (HEV) a. Tipe berat
Hepatitis F b. Tipe ringan
Hepatitis G
ETIOLOGI HEPATITIS
Hepatitis Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) terdiri dari RNA
berbentuk bulat tidak berselubung berukuran 27 nm. Ditularkan

a
melalui jalur fekal oral (feses, saliva), sanitasi yang jelek, kontak
antara manusia, penyebarannya melalui air dan makanan.

Hepatitis Virus hepatitis b (hbv) merupakan virus yang berkulit ganda


bercangkang ganda yang memiliki ukuran 42 nm. Ditularkan melalui
darah atau produk darah, saliva, semen, sekresi vagina. Ibu hamil

b
yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi
selama proses persalinan.

Hepatitis Virus hepatitis c (hcv) merupakan virus rna kecil, terbungkus lemak
yang diameternya 30 60 nm. Ditularkan melalui jalur parenteral
(darah) pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. 80%

c
kasus hepatitis terjadi akibat transfusi darah. Jarang terjadi penularan
melalui hubungan seksual.
ETIOLOGI HEPATITIS
Hepatitis d
Virus hepatitis D atau virus Delta adalah virus yang unik yang tidak lengkap dan
untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularanmnya melalui
hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah,.

Hepatitis e
Virus hepatitis E ini merupakan penyebab dari timbulnya penyakit hepatitis
E. Penyebarannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh
virus.

Hepatitis f
Virus dari hepatitis F diketahui berbentuk bulat dengan ukuran sekitar 27-37 nm
dan dikenal sebagai Virus-Like Partikel (VLP). Ini adalah jenis virus yang
mengandung DNA berantai ganda dengan 20 bk. Ada agen virus yang sama
terdeteksi pada kotoran manusia dengan hepatitis F. Virus ini juga terlihat dalam
sitoplasma dari hepatosit.

Hepatitis g
Virus Hepatitis G (HGV) adalah virus terbawa darah yang baru ditemukan. HGV
tampaknya berhubungan dengan hepatitis C, namun tidak diketahui menyebabkan
penyakit.
PATOFISIOLOGI HEPATITIS
Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat
disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik
terhadap obat-obatan dan bahan-bahan kimia. Seiring
dengan berkembangnya inflamasi pada hepar, pola
normal pada hepar terganggu. Gangguan terhadap suplai
darah normal pada sel-sel hepar ini menyebabkan
nekrosis dan kerusakan sel-sel hepar. Setelah lewat
masanya, sel-sel hepar yang menjadi rusak dibuang dari
tubuh oleh respon sistem imun dan digunakan oleh sel-sel
hepar baru yang sehat. Oleh karenanya, sebagian besar
klien yang mengalami hepatitis sembuh dengan fungsi
hepar normal.
MANIFESTASI KLINIS HEPATITIS
Hepatitis virus akut Berdasar jenisnya:
Hepatitis bacterial
Hepatitis A
Hepatitis obat-obatan
Hepatitis B
Berdasar stadium terjadinya icterus: Hepatitis C
Stadium pra ikterik Hepatitis D
Stadium ikterik Hepatitis E
Stadium post 1 (rekovalensi) Hepatitis F
Hepatitis G
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK HEPATITIS

Laboratorium
Pemeriksaan pigmen
Pemeriksaan proteinusg
Usg
Radiologi
Pemeriksaan tambahan
Laparoskopi
Biopsi hati
WOC
PENATALAKSANAAN HEPATITIS
Tirah baring selama fase akut dengan diet yang cukup bergizi merupakan
anjuran yang lazim.
Diet tktp, pemberian makanan intravena mungkin perlu selama fase akut bila
pasien terus-menerus muntah
Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi hingga gejala-gejala mereda dan tes
fungsi hati kembali normal.
Terapi obat-obatan sesuai instruksi dokter.
Jaga kebersihan perorangan dan lingkugan.
Alat-alat makan disterilkan
PENCEGAHAN HEPATITIS
Upaya pencegahan hepatitis secara umum:
Hindari penggunaan jarum suntik bekas.
Hati-hati dalam menerima transfusi darah ( perlu adanya uji lab yang teliti)
Orang yang menjalani dialisis ginjal berada pada risiko tinggi dan alasan untuk ini adalah bahwa mereka
menggunakan jarum secara rutin untuk membersihkan darah dan ini adalah alasan paling umum untuk penularan
hepatitis.
Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat menyebabkan hepatitis pada janin
Pria dan wanita yang sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan badan berada pada risiko yang sangat
tinggi untuk tertular virus hepatitis.
Melakukan hubungan seks dalam satu jenis kelamin (antara laki-laki dan lelaki lainnya )
Pria atau wanita yang berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi virus hepatitis b juga dapat tertular virus
ini.
Semen laki-laki, darah dan air liur yang terkontaminasi virus merupakan media perantara penularan penyakit ini.
Virus hepatitis juga dapat ditularkan ketika cairan bersentuhan dengan bagian kulit atau selaput dari orang yang
terinfeksi.
Membuat tato atau gambar tubuh dengan menggunakan jarum yang tidak steril bisa menyebabkan penyakit
hepatitis ini.
KOMPLIKASI HEPATITIS

Komplikasi hepatitis yang paling sering dijumpai adalah perjalanan penyakit


yang memanjang hingga 4 samapai 8 bulan. Keadaan ini dikenal sebagai
hepatitis kronis persisten.
Setelah hepatitis virus akut sejumlah kecil pasien akan mengalami hepatitis
agresif atau kronik aktif dimana terjadi kerusakan hati seperti digerogoti (picce
meal). Akhirnya satu komplikasi lanjut dari hepatitis yang cukup bermakna
adalah perkembangan karsinoma hepatoseluler.
PROGNOSIS HEPATITIS
Hepatitis A seringkali mempunyai prognosis baik kecuali yang fulminan,
sedangkan hepatitis B prognosisnya semakin buruk bila infeksi terjadi semakin
dini.
KASUS
Tn.X mengatakan sering sakit perut yang disebabkan karena sering telat
makan. Tn. X juga mengatakan mual, muntah, pusing, tidak bisa BAB, disertai
badan panas sehingga badannya lemas dan tidak kuat berjalan sehingga
mengganggu aktivitas. Tn. X juga mengatakan tidak mau makan dan sesak
nafas. Nyeri pada perut bagian kanan atas dan dirasakan menjalar kebagian
kiri atas. Tn. X mengatakan nyeri pada perut seperti ditusuk - tusuk. Sakit perut
yang dirasakan pasien sudah terjadi sejak 1 bulan yang lalu dan 2 hari yang
lalu. Tn.X merasa perutnya semakin sakit dan mengalami demam tinggi 39oc
keluarga tn.X membawanya ke rumah sakit.
PENGKAJIAN

Indentitas
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat psikososial
PEMERIKSAAN FISIK
B1 (breathing) : Biasanya dalam batas normal
B2 (blood) : Bradikardi (nadi normal 88x/menit), ikterik pada sclera, ikterik pada kulit
dan membran mukosa
B3 (brain) : Letargi, sakit kepala, asteriksis
B4 (bowel) : Nyeri tekan pada abdomen kuadran kanan atas, kram abdomen,
teraba pembesaran hepar dan limpa, feses berwarna tanah liat (pekat), anorexia,
mual, muntah, penurunan berat badan atau meningkat (edema) dan asites serta
diare/konstipasi.
B5 (bladder) : Urin kuning pekat seperti teh
B6 (bone) : Kulit tampak kuning dan kering, kelemahan, malaise
ANALISA DATA MASALAH
NO DATA ETIOLOGI
KEPERAWATAN
1 DS : Klien mengeluh pusing disertai demam Inflamasi hepar Invasi agent dalam sirkulasi Hipertermi
tinggi darah perubahan suhu meningkat
DO : hipertermi
Klien tampak lemah, Suhu 390C , TD : 130/80
mmHg, N : 88x/menit, RR : 28x/menit
2 DS : Klien mengeluh mual dan muntah serta Inflamasi virus hepatitis pada hati Terjadi Gangguan
kepala terasa pusing. nekrosis pada hati Duodenum menjadi asam Pemenuhan
DO: Mual dan muntah merangsang syaraf reseptor Kebutuhan
Klien tampak sering muntah, Porsi makan habis yang menghantarkan ke nukleoventromedio Nutrisi.
porsi, Klien tampak lemah hipotalamus Nafsu makan berkurang
HB : 8,2 Kebutuhan nutrisi terganggu.
3 DS: Klien mengeluh nyeri pada perut bagian Infasi virus hepatitis pada hepar Nekrosis pada Nyeri
kanan atas heparSekresi hormon neurotranmiter
DO : Ketika ditekan perut bagian kuadaran Bradikinin dan serotonindihantarkan ke
kanan atas klien tampak meringis hypothalamusRespon nyeri pada coretex
cerebri
klien mengeluh nyeri.
4 DS : klien mengatakan sering Inflamasi virus hepatitis pada hepar Resiko tinggi defisit volume
haus. nekrosis pada hepar duodenum cairan
Do : menjadi asam mual dan muntah
Tampak keluar keringat cairan tubuh banyak keluar atau
Klien selalu mengeluh haus. terbuangdefisit cairan dalam tubuh
Klien sering muntah
Suhu 390C

5 Ds : Situasi kritis penyakit hepatitis keluarga Kurangnya pengetahuan klien


Keluarga mengatakan tidak tahu kurang mendapat informasi tentang dan keluarga
harus bagaimana saat melihat penyakit kurang pengetahuan
pasien menderita menaknisme koping inadekuat
Keluarga menanyakan terus Cemas
tentang kondisi pasien
Do :
Keluarga tampak menangis dan
bingung
Keluarga banyak bertanya
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.D anoreksia, mual dan
muntah.
Nyeri b.D infasi virus pada hepar
Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.D kehilangan cairan berlebih akibat
muntah dan diare.
Defisit pengetahuan b.D kurangnya informasi tentang kondisi, prognosis dan
pengobatan penyakitnya.
INTERVENSI KEPERAWATAN
TOUCH ME
SEKIAN

WASSALAMUALAIKUM WR. WB

ANY QUESTIONS?????