Anda di halaman 1dari 54

PEMILIHAN KATA

Suladi

Badan Bahasa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jakarta
Pilihan Kata/Diksi

Diksi mempunyai hub. timbal balik dg


ragam bhs
- Diksi memberi corak pd ragam bhs
- Ragam bhs menentukan diksi
Diksi
Berkaitan dengan pemilihan kata, kelompok
kata, atau ungkapan yg tepat, atau gaya yg
paling baik sesuai situasi.
Kemampuan membedakan secara tepat
nuansa makna dr gagasan yg ingin
disampaikan;
Kemampuan menemukan bentuk yang sesuai
dg situasi dan nilai rasa masyarakat
Dasar Pertimbangan Diksi
Ketepatan
Kebenaran
Kehematan
Kelaziman/kelayakan
Syarat Ketepatan Memilih Kata
Menguasai kosakata
Dapat membedakan denotasi dan konotasi
Dapat membedakan bentuk bersinonim
Dapat membedakan kata-kata yang mirip ejaannya
Dapat memahami kata-kata abstrak
Dapat memakai kt penghubung yg idiomatis
Dapat membedakan kata umum dan khusus
Dapat membedakan makna keseluruhan dan makna
bagian
Menguasai Kosakata
(mengerti dan memahami makna
kata secara tepat)
*Karena mengacuhkan petunjuk panitia,
banyak peserta tidak dpt menyelesaikan
lomba.

Karena mengabaikan petunjuk panitia, banyak


peserta tidak dpt menyelesaikan lomba.
Warga yg mengerti tanda-tanda gempa segera
memberi tahu warga lainnya.
Orang yang pertama kali mengetahui
peristiwa itu sudah melapor ke kantor polisi

Meski diprotes para pemain, wasit


bergeming.
Meski diprotes para pemain, wasit tidak
bergeming.
Dapat membedakan makna denotasi
dan konotasi
Kelompok pencuri menyatroni rumah Abu.
Kelompok remaja mengadakan bakti sosial.

Kawanan pencuri menyatroni rumah Abu.


Gerombolan pencuri menyatroni rumah Abu.
*Kawanan remaja mengadakan bakti sosial
*Gerombolan remaja mengadakan bakti sosial
Jhony dibawa ke meja hijau.
Meja hijau itu dipakai untuk bermain tenis
meja.
Dapat membedakan bentuk
bersinonim
besar, agung, raya, adi, mega, akbar

mati, wafat, meninggal, mangkat, tewas,


mampus, gugur, pulang ke rahmatullah,
modar, koit

cahaya, sinar, nur


Dapat membedakan kata-kata yang
mirip ejaannya
Intensif dan insentif
Kartun dan karton
Preposisi dan proposisi
Kurban dan korban
Lulus dan lolos
Dapat memahami kata-kata
abstrak
Kebaikan
Keadilan
Kebijakan
Kebijaksanaan
Keluhuran
kemuliaan
Dapat memakai kata penghubung yg
idiomatis
a) antara dan
b) antara dengan

a) tidak tetapi
b) tidak melainkan

a) bukan melainkan
b) bukan tetapi
Dapat membedakan kata umum
dan khusus
Bunga mawar, melati, kenanga, dahlia,
anggrek, asoka, cempaka, dsb.

Ikan mujair, gurame, lele, sepat, tuna,


baronang, tawes, dsb.

Unggas ayam, itik, burung, angsa, dsb.


Dapat membedakan makna
keseluruhan dan makna bagian

Pohon batang, akar, daun, dahan, ranting


Tubuh kepala, badan, tangan, kaki
Kepala mata, rambut, telinga, hidung, pipi,
bibir, mulut, dahi
Dapat membedakan bentuk yg hampir
bersinonim
penguji dan peuji
penyuluh dan pesuluh
Penatar dan petatar

dan lain-lain
dan sebagainya
dan seterusnya
Aspek Kebenaran

Pelafalan
Pengejaan sesuai dg EYD
Pembentukan kata
- pengimbuhan
- pengulangan
- pemajemukan
Bentuk berpasangan
Pelafalan
Meminimalkan warna lokal
Berusaha melafalkan sesuai dengan yg
seharusnya

efektif bukan epektip


efisien bukan episien
aktif bukan aktip
izin bukan ijin
Pengejaan
Cara penulisan harus berdasarkan kaidah EYD
(lihat buku Pedoman EYD)
Pembentukan Kata: Pengimbuhan
Prefiks (awalan): meng-, ber-, pe-, per-, di-, ke-
, ter-, se-,
Sufiks (akhiran): -an, -i, -kan, -man,-wan
Infiks (sisipan): -el-,-er-,-em-
Konfiks: per--an; perI; ke--an
Kata yg diawali konsonan k,p,t,s + meng-
luluh

posisi memosisikan
koordinasi mengoordinasi
meng- terjemah menerjemahkan
sukses menyukseskan
sosialisasi menyosialisikan
meng- + kawal mengawal
kenal mengenal
kirim mengirim
kosong mengosongkan
kuras menguras
korban mengorbankan
koordinasi mengoordinasi
kubur mengubur
kultus mengultuskan
kelola mengelola

meng- + kristal mengkristal


kritik mengkritik
klasifikasi mengklasifikasi
klarifikasi mengklarifikasi
pasang memasang
pasok memasok
peras memeras
pesan memesan
pijat memijat
meng- + pinjam meminjam
porot memoroti
poranda memorandakan
pukul memukul
pulih memulihkan
meng- + produksi memproduksi
proklamasi memproklamasikan
proses memproses
prioritas memprioritaskan
prediksi memprediksi
meng- + tawar menawari
tahan menahan
tindas menindas
tikung menikung
tusuk menusuk
tulis menulis
toreh menorehkan
toleh menoleh
taat menaati
telaah menelaah
terjemah menerjemahkan
meng- + tranfer mentransfer
transfusi mentransfusi
transkripsi mentranskripsikan
transliterasi mentransliterasi
meng- + sadap menyadap
saran menyarankan
sihir menyihir
siram menyiram
sulap menyulap
suruh menyuruh
sorong menyorongkan
sukses menyukseskan
simpul menyimpulkan

meng- + struktur menstrukturkan


stimulasi menstimulasikan
meng- + calon mencalonkan *menyalonkan
cangkul mencangkul *menyangkul
cinta mencintai *menyintai
cibir mencibir *menyibir
curang mencurangi *menyurangi
cukup mencukupi *menyukupi
coba mencoba *menyoba
cuci mencuci *menyuci
cium mencium *menyium
canang mencanangkan
*menyanangkan
me-/meN- meng-
me-
mem-
men-
meng-
meny-
menge-
Proses Pembentukan Kata

Kata Asal Kata Turunan


kegiatan/ proses/cara/ pelaku hasil
tindakan perbuatan

tulis menulis penulisan penulis tulisan


lukis melukis pelukisan pelukis lukisan
salin menyalin penyalinan penyalin salinan
catat mencatat pencatatan pencatat catatan
ajar mengajar pengajaran pengajar ajaran
simpul menyimpilkan penyimpulan penyimpul simpulan
pimpin memimpin pemimpinan pemimpin pimpinan
waris mewariskan pewarisan pewaris warisan
timbang menimbang penimbangan penimbang timbangan
tetap menetapkan penetapan penetap tetapan
putus memutus pemutusan pemutus putusan
ubah mengubah pengubahan pengubah ubahan
ubah lindung

mengubah berubah melindungi berlindung

pengubahan perubahan pelindungan


perlindungan

henti hitung

menghentikan berhenti menghitung berhitung

penghentian perhentian penghitungan perhitungan


Perulangan (Reduplikasi)
Menunjukkan makna kejamakan
Tamu-tamu sudah mulai berdatangan.

Menunjukkan makna kemiripan


Meskipun masih muda, dia sudah seperti
kakek-kakek.
Perulangan berdasarkan bentuk
Perulangan utuh
Perulangan salin suara
Perulangan sebagian
Perulangan berimbuhan
Perulangan Utuh
buku buku-buku
rumah rumah-rumah
gedung gedung-gedung
makan makan-makan
jalan jalan-jalan
Perulangan Salin Suara
warna warna-warni
lauk lauk-pauk
gerak gerak-gerik
sayur sayur-mayur
Perulangan Sebagian
rata rerata
tamu tetamu
surat kabar surat-surat kabar
janji palsu janji-janji palsu
rumah susun rumah-rumah susun
bus kota bus-bus kota
Perulangan Berimbuhan
Berkemas berkemas-kemas
Berkejaran berkejar-kejaran
Berciuman bercium-ciuman
Memukul memukul-mukul
Mendorong mendorong-dorong
Menendang menendang-nendang
Pemajemukan
berdasarkan bentuk morfologi
Verba majemuk dasar
Verba majemuk berafiks
Verba majemuk berulang
Adjektiva majemuk (dasar bebas)
Adjektiva majemuk (dasar terikat + bebas)
Nomina majemuk (dasar setara)
Nomina majemuk (dasar bertingkat)
Nomina majemuk (berafiks dan bertingkat)
Verba majemuk dasar
mabuk laut siap tempur
gegar otak pulang pergi
bunuh diri ikut campur
berani mati jual beli
salah dengar temu wicara
Verba majemuk berafiks
menyebarluaskan berkembang biak
berdiam diri mengambil alih
berkacak pinggang bertutur sapa
hilang pikiran berjabat tangan
Verba majemuk berulang

Goyang kaki goyang-goyang kaki


Pulang kampung pulang-pulang kampung
Geleng kepala geleng-geleng kepala
Adjektiva majemuk (dasar bebas)
baik budi hampa udara
peka cahaya bebas bea
kedap suara setia kawan
berat sebelah laik terbang
terang cuaca kurang tenaga
gagal total busung lapar
Adjektiva majemuk
(dasar terikat + bebas)
antarbangsa antiperang
mahabesar purnawaktu
serbaguna superberat
paranormal pascasarjana
swalayan interlokal
tunakarya pramusiwi
dursila nirlaba
Nomina majemuk
(dasar setara)

sawah ladang
suka duka
doa restu
lalu lintas
ibu bapak
anak cucu
Nomina majemuk
(dasar bertingkat)
cetak coba peran serta
ganti rugi sepak bola
uang muka lomba lari
rem angin wajib pajak
tata kota tertib hukum
Nomina majemuk
(berafiks dan bertingkat)
sekolah menengah
orang terpelajar
angkatan bersenjata
pedagang eceran
pekerjaan sambilan
biro perjalanan
Bentuk berpasangan
Mana yang benar!
praktik praktek
apotek apotik
atlet atlit
kuitansi kwitansi
jadwal jadual
zaman jaman
asas azaz
analisisis analisa
ambulans ambulan
balans balan
Februari Pebruari
frekuensi frekwensi
hakikat hakekat
risiko resiko
karier karir
kaidah kaedah
metode metoda
November Nopember
ASPEK KEHEMATAN
Bentuk bersinonim tidak digunakan
dalam satu kalimat
agar supaya
adalah merupakan
lalu kemudian
demi untuk
tersebut di atas
sebab karena
sangat sekali
Dalam kalimat majemuk, subjek yg sama tidak
disebutkan semuanya
Amin belajar matematika sebelum (Amin)
mengantar adiknya ke sekolah.

Dalam sebuah kalimat, penyebutan makna


khusus tidak perlu disertai penyebutan
makna umum.
Ibu membeli mawar dan melati untuk
ditanam di taman.
KELAYAKAN
Kelayakan geografi kelayakan menurut
daerah
Kelayakan temporal kelayakan menurut
waktu atau masa
Kelayakan gramatikal kelayakan menurut
tata bahasa
Kelayakan situasional kelayakan menurut
pemakaiannya
Eufemisme

Eufemisme merupakan kata atau ungkapan yang lebih


halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan
kasar atau dianggap merugikan dan tidak
menyenangkan orang lain.

Eufemisme diperlukan untuk pergaulan yang akrab.


ke belakang membuang hajat
suami istri laki bini
tinja atau kotoran tahi
tunawisma gelandangan
tunasusila pelacur
diamankan ditahan
dirumahkan dipecat
ekonomi lemah miskin
rawan pangan kelaparan
penyesuaian harga kenaikan harga
Dipilih yang berkonotasi atau
bernilai rasa baik
panti werda rumah jompo
waria banci
wisma tunanetra rumah orang buta
malagizi gizi buruk
malapraktik praktik yang buruk
pramusiwi penjaga anak
pramuwisma PRT
tunanetra buta
tunarungu tuli
tunawisma gelandangan
tunagrahita bodoh/gila