Anda di halaman 1dari 29

TUJUAN PEMBELAJARAN

Dapat menjelaskan program kesehatan yang terkait dengan


pemeliharaan kesehatan calon ibu dengan baik sesuai dengan
hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang
terkait dengan perkawinan yang sehat sesuai dengan hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang
terkait dengan keluarga yang sehat sesuai dengan hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang
terkait dengan sistem reproduksi dan masalah sesuai dengan
hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang
terkait dengan penyakit yang berpengaruh terhadap kehamilan
dan persalinan sesuai dengan hand out
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang terkait
dengan sikap dan prilaku pada masa kehamilan dan persalinan
sesuai dengan hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang terkait
dengan pemelihaaraan kesehatan ibu hamil sesuai dengan hand
out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang terkait
dengan pertolongan persalinan di rumah sesuai dengan hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang terkait
dengan asuhan masa nifas dan pasca persalinan sesuai denagn
hand out
Mampu menjelaskan menjelaskan program kesehatan yang terkait
dengan rujukan sesuai dengan hand out
REFERENSI
Mubarak, Wahid Iqbal. 2012. Ilmu Kesehatan
Masyarakat: Konsep Dan Aplikasi Dalam Kebidanan.
Jakarta: Salemba Medika. Hal 265-304
Dewi,Ratna Pudiastuti. 2011. Buku Ajar Kebidanan
Komunitas.. Yogyakarta:Numed
Kusmiran, Eni .2011. Kesehatan Reproduksi Remaja
Dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika
PEMELIHARAAN KESEHATAN IBU

1 pemeliharaan kesehatan calon


6. Sikap dan prilaku pada masa
ibu
kehamilan dan persalinan

2. Perkawinan Sehat
7. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil

3. Keluarga sehat
8. Pertolongan persalinan dirumah

4. Sistem repoduksi dn masalah


9. Asuhan masa nifas dan persalinan

5. Penyakit yang berpengaruh


terhadap kehamilan dan Rujukan
persalinan
1 PEMELIHARAAN KESEHATAN CALON IBU PADA USIA
REMAJA
Defenisi remaja
massa remaja meliputi usia
antara 1120 tahun Adams
dan Gullota (dalam Arro,1997).
Hurlock (1990), masa remaja
terbagi menjadi masa remaja
awal (13 16 tahun), dan
masa remaja akhir (17 18
tahun)
VIDIO PERMASLAHAN REMMAJA
PERMASALAHAN REMAJA

Perubahan fisiologis
Proses Sosialisasi
dan perkembangan
Kepribadian
Pengaruh-pengaruh
luar dan peilaku
reproduksi remaja
ALTERNATIF PENYELESAIAN

Memberdayakan keluarga untuk


meningkatkan ketahanan non fisik
menghadapi arus globalisasi dengan
cara memperkuat sistem agama, nilai
dan norma didalam keluarga.
Penyuluhan reproduksi
Sarana pelayanan kesehatan khusus
remaja; program Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).
2. PERKAWINAN YANG SEHAT
Defenisi perkawinan

Perkawinan ialah ikatan lahir bathin


antara seorang pria dengan seorang
wanita sebagai suami isteri dengan
tujuan membentuk keluarga (rumah
tangga) yang bahagia dan kekal
berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa
(UU perkawinan No. 1 Tahun 1974)
TUJUAN PERKAWINAN

Mencapai kebahagiaan yang


langgeng bersama pasangan hidup
Membentuk keluarga sesuai
dengan tuntunan agama
Melangsungkan keturunan
KELUARGA YANG SEHAT
Menurut Departemen
Kesehatan RI (1988) keluarga
adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan
beberapa orang yang
berkumpul dan tinggal
disuatu tempat dibawah
suatu atap dalam keadaan
saling ketergantungan.
MASALAH DALAM MENJAGA KESTABILAN
RUMAH TANGGA
Saling mencintai
Seiman
Saling percaya
Kehidupan seks yang sehat
Ekonomi
Romantisme
Komunikasi
FASE POLA PERENCANAAN KELUARGA

Fase menghentikan
Fase menunda
Fase menjarangkan dan mengakhiri
atau mencegah
kehamilan kehamilan atu
kehamilan
kesuburan
SISTEM REPRODUKSI DAN MASALAHNYA
Defenisi;
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi
organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan
untuk berkembang biak.
Kesehatan reproduksi adalah kemampuan seorang
wanita untuk memanfaatkan alat reproduksi dan
mengatur kesuburannya (fertilitas), dapat menjalani
kehamilan dan persalinan secara aman serta
mendapatkan bayi tanpa risiko apapun atau well
health mother dan well born baby dan selanjutnya
mengembalikan kesehatan dalam batas normal.
PENYAKIT YANG BERPENGARUH TERHADAP
KEHAMILAN DAN PERSALINAN

Komplikasi
yang tidak
berhubungan
dengan
obstetric

Komplikasi
Obstetri
Tidak
Langsung

Komplikasi Obstetrik
Langsung
PROGRAM PEMERINTAH UNTUK SISTEM
REPODUKSI DAN MASALAH

Mendirikan pusat-pusat kesehatan


Penyebaran bidan di desa
Upaya pencegahan dan diteksi dini
PERUBAHAN PRILAKU YANG TERJADI SELAMA
KEHAMILAN
Cendrung malas atau sebaliknya
Lebih sensitif
Cendrung minta perhatian lebih
Tidak mau dekat-dekat suami
Merasa sebal dan tidak mau menemui mertua
Marah-marah pada pasangan
Merasa cemburu/curiga
PENANGANAN TERHADAP ADANYA
PERUBAHAN PRILAKU SELAMA KEHAMILAN
Selalu menjalin komunikasi
Menyimak seputar informasi
kehamilan
Melakukan kontrol secara teratur
Suami lebih perhatian pada istri
Perhatikan kesehatan
Tetap melakukan aktifitas
Relaksasi
PEMELIHAARAAN KESEHATAN IBU HAMIL
Kebijakan program kunjungan pemeriksaan
kehamilan dilakukan paling sedikit 4 kali
selama kehamilan, sesuai dengan
anjuran WHO
a. Satu kali pada trimester pertama
b. Satu kali pada trimester kedua
c. Dua kali pada trimester ketiga
Dalam upaya mempercepat penurunan AKI
dan AKN, pada tanggal 26 Januari 2012
Sekretaris Jenderal Kementerian
Kesehatan dr. Ratna Rosita, MPHM telah
meluncurkan program Expanding
Maternal and Neonatal Survival (EMAS).
UPAYA PENURUNAN AKI DAN AKN MELALUI
PROGRAM EMAS
1. Meningkatkan kualitas pelayanan emergensi obstetri dan bayi baru lahir
minimal di 150 Rumah Sakit (PONEK) dan 300 Puskesmas/Balkesmas
(PONED).
2. Memperkuat sistem rujukan yang efisien dan efektif antar Puskesmas dan
Rumah Sakit.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, upaya tersebut dilakukan dengan


pendekatan Vanguard, yaitu :
1. Memilih dan memantapkan sekitar 30 RS dan 60 Puskesmas yang sudah
cukup kuat agar berjejaring dan dapat membimbing jaringan Kabupaten
yang lain.
2. Melibatkan RS/RB swasta untuk memperkuat jejaring sistem rujukan di
daerah.
PERTOLONGAN PERSALINAN DI RUMAH

Faktor-Faktor yang mempengaruhi pemilihan persalinan


dirumah oleh ibu bersalin
Melahirkan dirumah sendiri ternyata lebih aman,
hemat dan bermanfaat
Rumah sakit adalah sumber penyakit
Ibu melahirkan dirumah sakit merasakan unsur
diskriminasi
PERSIAPAN PERSALINAN DI RUMAH
Persiapan alat
Persiapan ibu untuk bersalian
Persiapan keluaraga
Persiapan bidan
KEUNTUNGAN & KEKURANGAN

KEUNTUNGAN KEKURANGAN
Ibu terhindar dari perasaan Penolong persalinan
cemas
Bagi keluarga dapat
umumnya hanya satu
menghemat waktu dan biaya Sanitasi, fasilitas,
Bagi aspek Psikologis bayi peralatan yang tersedia
merasa diterima dinantikan
dirundukan oleh seisi rumah mungkin kurang
Ibu da bayi terhindar dari Jika memerlukan
penyakit infeksi silang
Ibu yang mempunyai anak
rujukan diperlukan
sebelumnya tidak perlu disah pengangkutan dan
lama pertolongan pertama
selama perjalanan
RUJUKAN
Rujukan dalam pelayanan kebidanan adalah sebagai
tindakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik
atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik
secara vertikal (dari satu unit ke unit yang lebih
lengkap /Rumah Sakit) maupun horizontal (dari satu
bagian ke bagian lain dalam satu unit) (Muchtar,
1977).
RUJUKAN DAN PELAYANAN KEBIDANAN
Kegiatan ini antara lain berupa :
1. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan
kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap.
2. Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan,
persalinan, dan nifas
3. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia
lainnya, seperti kasus-kasus ginekologi atau
kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis.
4. Pengiriman bahan untuk pemeriksaan
laboratorium dari unit kesehatan yang kecil ke unit
kesehatan yang lebih mampu dam pengiriman hasil
kembali kepada unit kesehatan yang mengiriminya.
KEBIJAKAN PEMERINTAH MENGENAI RUJUKAN
UNTUK ENINGKATKAN KESEHATAN IBU

Program Jaminan Persalian (Jampersal) adalah jaminan


pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan
kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas
termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan
pelayanan bayi baru lahir. Jampersal diperuntukkan
bagi seluruh ibu hamil yang belum memiliki jaminan
persalinan.
SOAL
1. Sebutkan defenisi keluarga dan pernikahan
2. Apa saja upaya untuk menurunkan AKI dan AKN
melalui program emas
3. Jelaskan tindakan saudara sebagai bidan terhadap
permaslahan yang terjadi pada rmaja