Anda di halaman 1dari 11

MODEL PEMILIHAN MODA

METODE
STATED PREFERENCE & REVEALED PREFERENCE
ALASAN METODE SP
Dapat mengukur preferensi masyarakat terhadap
alternatif baru yang akan dioperasikan berdasarkan
kondisi hipotetik.
Variabel yang digunakan bisa bersifat kuantitatif
dan juga kualitatif
Tidak menduga-duga variabel yang akan digunakan
untuk membangun model
Variabel yang akan digunakan untuk membangun
model telah ditentukan terlebih dahulu yaitu pada
saat menyusun hipotetical condition.
PERBEDAAN SP DAN RP
Data revealed preference memiliki pengertian yang sesuai
dengan perilaku nyata, tetapi data stated preference (SP)
mungkin berbeda dengan perilaku nyatanya.
Metode stated preference (SP) secara langsung dapat
diterapkan untuk perencanaan alternatif yang baru (non
existing).
Pertukaran (trade off) diantara atribut lebih jelas dan
dapat diobservasi dari data stated preference dan nilai
koefisien spesifik individu dapat diperkirakan dari data
stated preference.
Format pilihan respon dapat bervariasi misalnya memilih
salah satu ranking, rating ataupun choice, sedangkan
format pilihan untuk revealed preference hanya choice.
KARAKTERISTIK SP
Stated preference didasarkan pada pernyataan pendapat responden
tentang bagaimana respon mereka terhadap beberapa alternatif
hipotesa.
Setiap pilihan direpresentasikan dari atribut yang berbeda seperti
waktu, ongkos, headway, reliability dan lain-lain.
Peneliti membuat alternatif hipotesa sedemikian rupa sehingga
pengaruh individu pada setiap atribut dapat di estimasi, ini diperoleh
dengan teknik desain eksperimen (eksperimental design).
Alat interview (questionare) harus memberikan alternatif hipotesa
yang dapat dimengerti oleh responden, tersusun rapi dan dapat masuk
akal.
Responden menyatakan pendapatnya pada setiap pilihan (option) dari
sepasang atau sekelompok pertanyaan.
Respon sebagai jawaban yang diberikan oleh individu dianalisa untuk
mendapatkan ukuran secara kuantitatif mengenai hal yang penting
(relatif) pada setiap atribut.
TAHAPAN METODE SP
Identifikasi atribut kunci dari setiap alternatif yang
mengandung pilihan, seluruh atribut penting harus
direpresentasikan dan pilihan harus dapat diterima
dan realistis.
Cara di dalam memilih akan disampaikan pada
responden dan responden diperkenankan untuk
mengekpresikan apa yang lebih disukainya. Bentuk
penyampaian alternatif harus mudah dimengerti,
dalam konteks pengalaman responden dan
dibatasi.
Strategi sampel harus dilakukan untuk menjamin
perolehan data yang representatif.
FUNGSI UTILITAS

U = ao + a1 X1 + a2 X2 + .. + an Xn
dimana:
U = utilitas
Ai = konstanta
Xi = variabel bebas
PENENTUAN NILAI UTILITAS
Menentukan kepentingan relatif dari
atribut.
Menetukan waktu Perjalanan.
Menentukan biaya perjalanan.
Menentukan fungsi utilitas untuk
peramalan model.
DISCRETE CHOICE
Utilitas dipengaruhi oleh beberapa atribut yang diperlakukan
sebagai bentuk acak, sehingga utilitas juga dimodelkan secara
probability terhadap alternatif yang dipilih.Pada kenyataannya
keputusan yang diambil tidak hanya dipengaruhi oleh variabel
rasional tetapi juga faktor irrasional, yang menyebabkan unsur
probabilitas dalam pemilihan moda. Secara matematis dapat ditulis
sebagai berikut:
U (i) = V (i) + e (i) keterangan
U (i) = fungsi pemilihan untuk alternatif (i)
V (i) = fungsi deterministik dari atribut-atribut alternatif
e (i) = bagian acak yang mencerminkan hal tertentu dari
setiap individu, atribut yang tidak teramati, variasi
selera yang tidak teramati, termasuk kesalahan yang dilakukan oleh
pemodel.
PROSES PENGUMPULAN DATA
Sampel
Sampel didefinisikan sebagai sekumpulan unit yang secara khusus
diseleksi untuk mewakili populasi yang lebih besar dengan atribut
tertentu. Metode sampling yang paling banyak diterima adalah
metode sampling yang berbasiskan pada bentuk sampel random.
Metode ini terbagi menjadi metode sampling sederhana, metode
sampling bertingkat, dan metode sampling pilihan.

Data dan sampel


Data biasanya terdiri dari sampel pengamatan yang diperoleh dari
populasi tertentu, dimana menjadi tidak layak secara ekonomis jika
diamati seluruhnya. Masalah dalam data adalah bagaimana
meyakini bahwa sampel tersebut cukup mewakili dan menghasilkan
kesimpulan yang valid dari sampel tersebut.
KARAKTERISTIK DEMAND
Penghasilan (income), penghasilan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap
pemilihan moda
Penghasilan terbatas biasanya memilih moda yang termurah, dibandingkan
dengan orang yang berpenghasilan tinggi akan mempertimbangkan kenyamanan
walaupun akan membayar lebih

Umur, faktor umur akan mempengaruhi pemilihan moda angkutan


Usia yang lanjut akan cendrung memilih angkutan yang lebih nyaman dan kurang
memperhatikan waktu tempuh.
Usia muda yang lebih agresif yang sangat memperhitungkan masalah waktu
tempuh dan keleluasaan.

Jenis kelamin
Secara umum jenis kelamin akan mempengaruhi pemilihan moda antar kereta api
dengan mobil penumpang umumnya laki-laki lebih menyukai mobil penumpang
dibanding dengan wanita.Maksud perjalanan
Hal ini sangat erat kaitannya dengan pemilihan moda, karena maksud perjalanan
akan berhubungan dengan waktu misalnya pedagang,
KARAKTERISTIK PENYEDIAN (Supply)
a. Waktu Tunggu di Terminal (waiting time)
Waktu tunggu (waiting time) diterminal adalah, waktu yang harus disediakan pelaku
perjalanan mulai sampai di terminal sampai bus yang dipilihnya berangkat meninggalkan
terminal menuju tempat tujuan yang dikehendakinya. Lamanya waktu tunggu untuk
masing-masing pelaku perjalanan tidak selalu sama.

b. Waktu tempuh relatif Waktu tempuh relatif antara moda yang bersaing sangat
mempengaruhi pelaku perjalanan dalam pemilihan moda. Untuk menentukan waktu
tempuh relatif masing-masing moda dapat dilakukan dengan menghitung waktu yang
dipakai mulai dari rumah: waktu menunggu kendaraan (waiting time), waktu penggantian
moda, waktu didalam kendaraan, sampai dengan ketempat tujuan.

c. Biaya perjalanan
Biaya perjalanan adalah yang dinyatakan sebagai biaya yang dikeluarkan oleh pelaku
perjalanan mulai dari rumah sampai ketempat tujuan. Besarnya biaya perjalanan akan
mempengaruhi pelaku perjalanan dalam menentukan pemilihan moda angkutan yang
digunakan

d. Tingkat Keamanan, Keselamatan dan Kenyamanan