Anda di halaman 1dari 21

BAB VIII

TAX PLANNING DAN PENGENDALIAN ATAS


UNSUR-UNSUR BEBAN POKOK
PENJUALAN DAN PENGURANG
PENGHASILAN BRUTO

ROBERT LAMBEY SE. MM. AK.


PPAK FEB UNSRAT MANADO 2017
CAPITAL EXPENDITURE & REVENUE
EXPENDITURE
Dalam pajak, capital expenditure tidak
dapat dibebankan sekaligus dalam suatu
laporan keuangan, harus menggunakan
metode depresiasi atau amortisasi.
Revenue expenditure merupakan biaya
yang dicatat sebagai beban
FOREIGN EXCHANGE LOSS
Sesuai UU pajak penghasilan pasal 6 ayat 1e dan
Surat Edaran Direktur Jenderal pajak Nomor
SE.03/pj.31/1997, kerugian selisih kurs yang terjadi
dicatat sebagai beban
Waktu pembebanan dilakukan sesuai dgn
pembukuan yang dilakukan oleh WP dan taat asas:
(1) Apabila WP menggunakan kurs tetap, maka
pembebanan dilakukan pada saat terjadinya
realisasi atas perkiraan mata uang asing tersebut.
(2) Apabila WP menggunakan kurs tengah BI atau
kurs yg sebenarnya berlaku pada akhir tahun maka
pembebanannya dilakukan pada setiap akhir tahun
berdasarkan kurs tersebut.
PEMILIHAN METODE PERSEDIAAN

Menurut UU Pajak penghasilan pasal 10


ayat (6), ada dua metode yang dapat
digunakan oleh WP dalam menilai
persediaan barang dan pemakaian
persediaan utk HPP yaitu metode FIFO
dan Average
WP harus konsisten memilih salah satu
metod yang dipakai untuk menilai
persediaan barang
Pemilihan Metode Penyusutan

Menurut UU Pajak penghasilan pasal


11, ada dua metode yang dapat
digunakan oleh WP dalam melakukan
penyusutan yaitu metode straight line
(Garis Lurus) dan Saldo Menurun.
WP harus konsisten memilih salah
satu metod yang dipakai untuk
menilai persediaan barang
KERUGIAN PIUTANG TAK TERTAGIH
BIAYA ENTERTAINMENT

Biaya entertainment merupakan salah satu


jenis biaya yang dapat dikurangkan dari
penghasilan bruto sepanjang biaya tersebut
digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan
Untuk dapat dibebankan,WP harus membuat
daftar nominal seperti yang diminta oleh surat
Edaran Dirjen Pajak No. SE 27/PJ.22/1986
tentang biaya entertainment dan sejenisnya
Dalam hal manajemen pajak, WP harus
membuat daftar ini agar seluruh biaya
entertainment yang berhubungan dengan
usaha dapat dibebankan
BIAYA PROMOSI SESUAI ATURAN PERPAJAKAN
BIAYA PROMOSI SESUAI ATURAN PERPAJAKAN
BIAYA PROMOSI SESUAI ATURAN PERPAJAKAN
PENGUJIAN KEBANARAN UNTUK MENGUJI KEBENARAN
BEBAN POKOK PENJUALAN
PENGUJIAN KEBANARAN UNTUK MENGUJI KEBENARAN
BEBAN POKOK PENJUALAN
EKUALISASI BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN
OPERASIONAL DENGAN DPP PPN MASUKAN
Secara teori seharusnya besar nilai pajak masukan yang dimiliki
oleh WP adalah 10% dari total pembelian yang dilakukan.
Dalam prakteknya sering terjadi perbedaan antara Pajak
Masukan dan pembelian yang disebabkan oleh beberapa hal
berikut:
(1) WP tidak sepenuhnya melakukan pembelian dari PKP
sehingga tidak ada faktur pajak yang diterima.
(2) WP telah melakukan pembayaran uang muka kepada
pemasok, namun barang belum dikirim dan belum diterima.WP
telah menerima faktur pajak masukan dari pemasok sesuai
dengan peraturan PPN.
(3) WP menerima Faktur Pajak Masukan selakin dari pemasok
barang dagang, akibat adanya transaksi lain seperti pembelian
asset tetap, pengangkutan barang, dan transaksi lain dengan
pemasok lainnya yang menunjang kegiatan operasional
(4) WP menerima Faktur Pajak cacat sehingga tidak dapat
dikreditkan.