Anda di halaman 1dari 11

METODELOGI PENELITIAN

O
L
E
H

M U I N Z A H U, S.KM, M.Si
LOGIKA DAN PROSEDUR PENELITIAN
Dalam penelitian, kita membedakan dua hal
yang nampak berbeda tetapi sebenarnya
mempunyai esensi yang sama. Kedua hal
tersebut adalah logika penelitian dan prosedur
penelitian. Logika penelitan mengacu pada
urutan atau disiplin atau sistematika berpikir
yang harus diikuti oleh seorang peneliti dalam
penelitiannya. Sedangkan prosedur penelitian
mengacu pada tahapan-tahapan operasional
dan teknis yang biasa dilakukan oleh seorang
peneliti dalam suatu proyek penelitian.
Logika penelitian mengandung lima aspek yang
secara sistematik berkaitan antara satu dengan
yang lainnya, yaitu ;
1. Perumusan masalah penelitian
2. Perumusan Kerangka teoritik
3. Penentuan metodeloginya
4. Analisis data
5. Penarikan kesimpulan
Sedangkan prosedur penelitan mengandung 20
tahapan utama, seperti tersebut dibawah ini ;
1. Menjelaskan latar belakang permasalahan
penelitian
2. Merumuskan pokok permasalahan
3. Memformulasikan permasalahan
4. Menjelaskan tujuan penelitian
5. Menguraikan manfaat penelitian
6. Mengkaji kepustakaan
7. Mendefinisikan variabel dan indikator penelitian
8. Menjelaskan kerangka teoritik
9. Menentukan metode penelitian
10.Menentukan populasi dan sampel
11.Membuat matriks pengembangan instrument
12.Membuat rancangan pengembangan instrument
13.Membuat instrument
14. Mengumpulkan data
15. Mengolah data
16. Membuat rencana analis data
17. Menganalisis data
18. Menafsirkan data
19. Menarik kesimpulan
20. Menyusun laporan.
Penelitian adalah sebuah kata dan kegiatan yang sangat
populer dewasa ini. Ada banyak alasan mengapa kita
melakukan penelitian?
Sebagian bertujuan untuk memahami suatu kejadian,
situasi, atau keadaan suatu masyarakat. Sebagian yang
lain untuk menjelaskan pola hubungan antara dua atau
lebih hal. Sebagian mencari jalan ke luar untuk
memecahkan beberapa masalah praktis dalam
kehidupan. Apapun alasannya , setiap penelitian harus
mempunyai tujuan. Namun secara filosofis, semua
penelitian sebenarnya hanya mempunyai satu tujuan,
yaitu menemukan jawaban terhadap suatu pertanyaan
yang diajukan oleh seorang peneliti, atau dengan kata lain
semua penelitian sebenarnya dipicu oleh satu hal yang
sama yaitu, rasa ingin tahu .
Jika rasa ingin tahu ini belum terpenuhi maka
manusia itu masih pada tahap belum tahu. Kalau
sudah tahu, manusia itu disebut telah
berpengetahuan,. Sedangkan sesuatu yang
diketahuinya itu disebut pengetahuan
(knowledge). Pengetahuan baik dalam bentuk fakta,
konsep, prinsip atau teori, adalah buah dari rasa
ingin tahu yang telah terpenuhi.
Dalam pemenuhan rasa ingin tahu itu ada dua cara
atau metode yang dimiliki manusai yaitu,
1. Metode Ilmiah ( scientific method)
2. Cara lain-lain
Jika kita menggunakan metode ilmiah untuk
menemukan jawaban maka hasilnya disebut Ilmu
Pengetahuan ( science)
RASA INGIN
TAHU

CARA
PEMUASAN RASA
INGIN TAHU

METODE ILMIAH CARA LAIN

ILMU PENGETAHUAN
PENGETAHUAN ( KNOWLEDGE)
(SCIENCE)
PERMASALAHAN PENELITIAN
Bagi seorang peneliti yang pertama harus ia
tentukan adalah permasalahan penelitian
(research problem) itu sendiri. Permasalahan
penelitian adalah titik berangkat dan menjadi
alasan satu-satunya mengapa suatu penelitian
perlu dilakukan. Pada tahap ini, seorang peneliti
harus memikirkan beberapa hal penting,
misalnya ia mulai bertanya ;
1. Apa yang saya ingin saya teliti ?
2. Mengapa penelitian ini perlu dilakukan
3. Dari sekian banyak masalah yang mungkin
bisa diteliti, apakah semuanya bisa diteliti?. Jika
tidak, apa yang tercakup dalam penelitiian ini ?
Dan apa yang tidak ?
4. Bagaimana memformulasikan permasalahan
ini dalam bentuk yang mudah dipahami?
5. Kalau penelitian sudah rampung apa
manfaatnya.
KERANGKA TEORITIK
Sesudah permasalahan penelitian tuntas
dijelaskan dan diformulasikan,langkah
selanjutnya adalah menguji secara mendalam
setiap aspek yang tercakup dalam penelitiannya.
Kerangka teoritik atau kerangka nerpikir
peneltian,karena pada tahap ini seorang peneliti
harus mengkaji dekumen dan kepustakaan