Anda di halaman 1dari 18

Refarat

SYOK ANAFILAKTIK

RSU BALIGE
BALIGE
2015
Pemicu
Seorang laki-laki umur 40 tahun datang ke Puskesmas dengan
batuk-batuk: hasil pemeriksaan Tekanan Darah 140/80 mmHg,
Heart Rate 80 x/mnt, Respiratory Rate 30x/menit. Dan hasil
pemeriksaan Radiologi maka di diagnose TBC.Laki-laki tersebut
tinggal dengan seorang istri yang sedang mengandung dan
sepasang orang anak usia 1 dan 3 tahun.
Learning Issue:
Mahasiswa mengetahui bagian-bagian IKM yang
berkenaan dengan kasus (lebihdari 1, dan jelaskan)
Mahasiswa mengetahui level pencegahan
Mahasiswa mengetahui perilaku kesehatan
Mahasiswa mengetahui tentang alat untuk penilaian
keluarga
Mahasiswa mengetahui tentang hubungan dokter-
pasien
Bila terjadi komplikasi, mahasiswa mengetahui tentang
jenis-jenis rujukan
Cara penularan dan
mencegah penularan
1. Bagian-bagian IKM yang
berkenaan dengan TB Paru
yaitu: Epidemiologi

Kesehatan Lingkungan

Pengawasan menelan obat


(PMO)
Learning Issue 2

Terapi Pencegahan
Diagnosis dan pengobatan TB Paru BTA positif

Anak

1. Anak tanpa gejala tapi (+) riwayat terpapar dengan penderita TB paru BTA
positif dilakukan pemeriksaan.
2. Bila anak mempunyai gejala TBC ha, lakukan pemeriksaan lebih lanjut
sesuai dengan alur deteksi dini TBC anak.
3. Anak balita tidak mempunyai gejala TBC berikan pengobatan
pencegahan dengan Isoniasid (INH ) 5 mg/kgBB/hari selama 6 bulan
Bila anak tersebut belum pernah mendapat imunisasi BCG perlu diberi
BCG setelah selesai pengobatan pencegahan dengan INH
Ibu Hamil

Pada prinsipnya pengobatan TBC wanita hamil tidak berbeda .


Semua Jenis OAT aman kecuali streptomisin (eropa) dan rifampisin (AS)
Streptomisin tidak dapat dipakai pada wanita hamil karena bersifat
permanent ototoxic dan dapat menembus barier
placenta.

Keberhasilan pengobatannya sangat penting


- lancarnya proses kelahiran
- bayi dilahirkannya terhindar dari kemungkinan penularan TBC.
Learning Issue 3

Etika batuk yang benar Pengawasan lingkungan

Memperbaiki pencahayaan dan Mengkonsumsi gizi seimbang


sirkulasi di rumah
Pengawasan lingkungan
Berhenti atau tidak merokok
Perlengkapan untuk melindungi
Tindakan administrative saluran pernafasan
Learning Issue 4

Alat untuk penilaian keluarga:


1. Mempunyai riwayat kontak erat dengan penderita
TBC yang BTA positif
2. Berat badan turun tanpa sebab jelas atau tidak naik
dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan
gizi yang baik (Failure to thrive), ini biasanya terjadi
pada anak-anak
3. Sakit dan demam lama atau berulang tanpa sebab
yang jelas
4. Batuk-batuk lebih dari 3 minggu
5. Tes tuberculin yang positif (10 mm)
Compliance Concordance

Adherency
Penegakan Diagnosa

Anafilaktik dicurigai apabila 3 kriteria berikut dijumpai:


Onset tiba-tiba dan gejala cepat berkembang
Mengancam nyawa, berupa masalah pada jalan nafas, dan/atau pernafasan
dan/atau sirkulasi.
Perubahan kulit dan atau mukosa (flushing, urtikaria, angiodema)
Ada terpapar dengan alergen??? Riwayat anafilaksis, atopi???

Laboratorium:
1. Histamin
2. Triptase
3. Tes IgE
Diagnosa Banding

Reaksi Serangan
Vasovagal Panik ASMA
PENATALAKSANAAN
PROGNOSIS

66% remisi

34% Recurrent

Kematian sgt bergantug


dengan kecepatan terapi

KOMPLIKASI

Komplikasi biasanya jarang terjadi.

Kemungkinan yang muncul


Iskemik miokard (hipotensi dan hipoksia,
allergen ato vasopressor)
Cedera kepala/otak
Aritmia
PENCEGAHAN

Cari trigger

Terapi raawat jalan:


antihistamin dan
kortikosteroid minimal 3 hari

Edukasi ttg:
- triggernya
- hindari faktor yang
memungkinkan pajanan ke triger
- Kemungkinan berulang
- Cara melakukan auto injektor
KESIMPULAN

Anafilaksis adalah suatu keadaan akut, yang berpotensi jadi fatal atau
mengancam jiwa, reaksi pada multiorgan
Penyebabnya: pelepasan mediator kimia dari sel mast dan basofil.
Diagnosis: riwayat alergi dan kontak alergen, gejala, laboratorium.
Curigai bila: onset tiba-tiba dan gejala cepat berkembang,
mengancam nyawa berupa masalah pada jalan nafas, dan/atau
pernafasan dan/atau sirkulasi, perubahan kulit dan atau mukosa
(flushing, urtikaria, angiodema).
Tatalaksana butuh cepat, yang paling utama yaitu jaga patensi jalan
nafas, pernafasan, dan sirkulasi agar tetap terkontrol.
Epinefrin merupakan obat utama pada pasien anafilaksis.
Sebanyak 34% pasien berulang bila terpajan ulang
DAFTAR PUSTAKA

Sjamsuhidajat R, Karnadihardja W, Prasetyono T.O.H, Rudiman Reno. Buku Ajar Ilmu


Bedah. Edisi ke-3. Jakarta: EGC; 2010. h.156-9
Rengganis I, Sundaru Heru, Sukmana N, Mahdi D. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam:
Renjatan anafilaktik. Edisi ke-5, Jilid 1. Jakarta: InternaPublising;2009.h.193-5.
The Resuscitation Council (UK). Guidelines of Emergency and Treatment of
anaphylactic Reaction. The Resuscitation Council (UK).2012.h.1-48
Anaphylaxis. 2015 [diakses pada tanggal 24 October 2015]. Diunduh dari:
http://emedicine.medscape.com/article/135065-overview
Lieberman P et all: The Diagnosis and Management of anaphylaxis practice
parameter: 2010 Update. J Allergy Clin Immunol. 2010. 1063. H 1-46
Mitchell R.N, Kumar V.Penyakit Imunitas. Dalam: Buku Ajar Patologi. Edisi ke-7,
Volume 1. Jakarta: EGC;2007. h.123-7.
Playfair J.H.R dan Chain B.M. Allergy and anaphylaxis. Dalam: Immunology at a
Glance. Edisi ke-7.Oxford:Blackwell Science.2001.h.72-3
Simons F.E.R et all. 2012. World Allergy Organization Guidelines for the Assesment
and Management of Anaphylaxis. World Allergy Organization Journal.

Anda mungkin juga menyukai