Anda di halaman 1dari 31

Penyakit Gonorrhea pada

Pria Berusia 27 Tahun

KELOMPOK D7
KSATRIA PUTRA AK - 102010213
VERDI DANUTIRTO - 102012018
STEFANIE SH - 102012062
LISA SARI - 102012129
TEMMY - 102012172
NISRINA NINDRIYA - 102012196
CHRISTIN N - 102012274
ADITYA HS - 102012374
YUVIANI - 102012424
Skenario 4

Laki-laki usia 27 tahun datang ke poliklinik dengan


keluhan kencing yang terasa nyeri sejak 3 hari yang
lalu. Pasien belum mengobati keluhan tersebut.
Rumusan Masalah

Seorang laki-laki usia 27 tahun mengeluh kencing


yang terasa nyeri sejak 3 hari yang lalu
Mind Map

Komplikasi Prognosis Anamnesis

Terapi P. Fisik

Manifestasi
Klinik
RM P. Penunjang

Patofisiologi WD

Epidemiologi Etiologi DD
Hipotesis

Seorang laki-laki usia 27 tahun mengeluh kencing


yang terasa nyeri sejak 3 hari yang lalu menderita
gonorrhea
Anamnesis

Identitas : Laki-laki, 27 tahun


KU : BAK nyeri sejak 3 hari yang lalu
RPS
RPK
R. Pengobatan : belum diobati
R. Keluarga
R. Sosial (R. Seksual)
Pemeriksaan Fisik

P. Umum : TTV, kesadaran, keadaan


Pasien diminta tidak BAK 2 jam sebelum
pemeriksaan
P. Wanita :
Pasien dalam posisi litotomi
Periksa kulit lesi +/- indikasi ada PMS lain
Setiap cairan yang keluar harus dijadikan sampel
untuk pemeriksaan
Pemeriksaan uretra diikuti pemeriksaan panggul
lengkap, termasuk kultur serviks
Pemeriksaan Fisik

P. Pria :
Pakaian dalam pasien sekret +/-
Lesi kulit pasien kondiloma akuminata, herpes
simplex, atau sifilis
Preputium yang tidak disirkumsisi lesi & eksudat yg
tersembunyi
Lumen meatus uretra distal lesi/duh tubuh uretra
+/-
Tekan uretra dari pangkal-glans penis lihat cairan yg
keluar dari meatus uretra
Palpasi sepanjang uretra untuk melihat nyeri tekan +/-
Testis bukti massa/inflamasi
Posisi Litotomi
Pemeriksaan Penunjang

Sediaan langsung
Pemeriksaan Penunjang

Kultur
Pemeriksaan Penunjang

Tes Oksidasi dan Tes Fermentasi


Working Diagnosis : Gonorrhea
Differential Diagnosis: NSU

Penyebab : Chlamydia trachomatis (banyak),


Ureaplasma urealyticum, Staphylococcus dan
Mycoplasma genitalium
Pria :
Gejala uretritis 1-3 minggu setelah kontak seksual
Disuria ringan, rasa terbakar
Sering kencing (uretra inflam)
Keluar duh tubuh seropurulen
Rasa tidak enak di uretra saat BAK
Gatal di uretra (ringan berat, hanya di glans penis)
Inflamasi hebat: perasaan ingin kencing + keluar
darah, nokturia
Demam - jarang
Differential Diagnosis: NSU

Wanita :
Sering terjadi di serviks
= gonorrhea asimptomatik, gejala sering tidak
khas/sangat ringan
Keluhan: keluar duh tubuh vagina warna
kekuningan, disuria ringan, sering kencing, nyeri di
daerah pelvis, dan dispareunia
Pemeriksaan serviks tanda2 servisitis & folikel2
kecil yang mudah berdarah (+)
Etiologi : Neisseria gonorrhoeae

GRAM-NEGATIVE DIPLOCOCCI
NONMOTILE
OXIDASE: POSITIVE
AEROBES
Etiologi

Seperti biji kopi


BTA
TIDAK TAHAN:
lama di udara
bebas
kering
suhu > 39oC
zat desifektan
Neisseria gonorrhoeae
Epidemiologi

Ada di seluruh dunia


Afrika Barat & Timur Jauh (endemik) pertama
kali ditemukan NGPP
Filipina 30-40% isolat = NGPP (terutama di PSK)
Indonesia (kota2 besar):
NGPP = 40-60%
TRNG = 90-95%
Patofisiologi
Manifestasi Klinik

Masa tunas: 2-5 hari (pria), <10 hari (wanita)


Pria:
Uretritis gonococcal uretritis anterior akuta
(sering) menjalar ke proksimal komplikasi lokal
Rasa gatal, panas di distal uretra (sekitar orificium
uretra eksternum)
Disuria ( 4 hari setelah infeksi)
Keluar duh tubuh mukopurulen + darah (kadang2)
Nyeri waktu ereksi
Orificium uretra eksternum kemerahan dan edema
Manifestasi Klinik

Wanita:
Asimptomatik, kadang2 nyeri panggul bawah (+)
Serviks merah + erosi & sekret mukopurulen
Duh tubuh vagina (nonspesifik) >banyak
Perdarahan/menstruasi tidak normal
Anorectal tidak nyaman
Disuria
Dispareunia
Komplikasi

Pria: Wanita:
tisonitis salpingitis
parauretritis penyakit radang panggul
orchitis (PRP)
littritis parauretritis
cowperitis bartholinitis
prostatitis perihepatitis (Fitz-Hugh-
vesikulitis
Curtis syndrome)
funikulitis
epididimitis
Komplikasi

Komplikasi pria & wanita:


arthritis (arthritis gonococcal) sering
miokarditis
endokarditis
perikarditis
meningitis
dermatitis
orofaringitis
proktitis
conjunctivitis
Penatalaksanaan

Penisilin G prokain akua 3-4,8 juta unit + 1 gr probenesid


Ampisilin 3,5 gr + 1 gr probenesid injeksi tidak dianjurkan
Amoksisilin 3 gr + 1 gr probenesid
Ceftriaxone (Cephalosporin generasi ke-3) 250mg IM
Cefoperazon 0,5-1,0 gr IM
Cefixim 400mg
Spectinomisin 2 gr IM untuk alergi penisilin & pasien sifilis
Kanamisin 2 gr IM kelebihan = spectinomisin
Tiamfenikol 2,5-3,5 gr - oral
Ofloksasin 400mg
Ciprofloksasin 500mg oral
Levofloksasin (generasi terbaru kuinolon) 250mg per oral
dosis tunggal
PS : Ophthalmia gonococcal dosis tunggal Ceftriaxone 1,0
gr IM
Preventif

Perilaku dijaga, tidak ganti-ganti pasangan


Menunda hubungan seksual
Gunakan alat kontrasepsi kondom
Periksa ulang setelah 3 bulan
Screening & terapi pasangan seksual
Neonatus cegah conjunctivitis gonococcal salep
eritromisin atau obat tetes Ag nitrat (jarang)
Vaksin gonorrhea
Penutup

Prognosis: baik
Laki-laki usia 27 tahun dengan keluhan nyeri saat
BAK sejak 3 hari yang lalu menderita gonorrhea
Hipotesis diterima
Terima Kasih