Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN RISIKO

Oleh :
Maulizar, SE, M. Si
PENDAHULUAN
Setiap aktivitas bisnis yang dilakukan selalu akan
bertemu dengan ketidakpastian.
Ketidakpastian dalam bisnis akan menimbulkan resiko
dalam bisnis.
Resiko akan memberikan ancaman (biaya, kerugian,
dll) bagi perusahaan
Setiap resiko yang terjadi di dalam aktivitas bisnis
harus senantiasa diminimalisasi
Risiko adalah peluang terjadinya hasil yang tidak
diinginkan.
Risiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu
peristiwa.
Risiko adalah penyimpangan hasil aktual dari hasil
yang di harapkan.
Risiko adalah probabilitas sesuatu hasil yang berbeda
Macam-macam risiko
1. Menurut sifatnya risiko dapat dibedakan :
a. Risiko yang tidak disengaja (Risiko Murni) adalah
risiko yang apabila terjadi akan menimbulkan
kerugian dan terjadinya tanpa di sengaja, misalnya
terjadi kebakaran, bencana alam, pencurian, dan
pengelapan
b. Risiko yang disengaja (Risiko Spekulatif) adalah
risiko yang sengaja ditimbulkan, agar terjadinya
ketidakpastian memberi keuntungan, seperti
hutang-piutang, membeli saham, perdagangan
berjangka.
c. Risiko fundamental adalah risiko yang
penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada
seseorang dan yang menderita tidak hanya satu
atau beberapa orang saja, seperti banjir angin
topan dan sebagainya
d. Risiko khusus adalah risiko yang bersumber
pada pristiwa yang mandiri dan umumnya
mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal
kandas, pesawat jatuh dan tabrakan mobil
e. Risiko dinamis adalah risiko yang timbul
karena perkembangan dan kemajuan
masyarakat di bidang ekonomi, tehnologi, seperti
risiko ke usangan, risiko diluar angkasa. Kebalikan
risiko statis, seperti hari tua, kematian
2. Dapat tidaknya risiko dialihkan kepada pihak lain, dapat
dibedakan :
a. Risiko yang dapat dialihkan kepada pihak lain,
dengan mempertangguhkan suatu objek yang
akan terkena risiko kepada pihak asuransi
b. Risiko yang tidak dapat dialih kan pada pihak lain
3. Menurut sumber/penyebab timbulnya risiko
dapat dibedakan :
a. Risiko intern yaitu risiko yang berasal dari
dalam perusahaan sendiri, seperti
kecelakaan kerja, kerusakan aktiva karena
karyawan, mismanajemen dsb
b. Risiko ekstern yaitu risiko yang berasal dari
luar perusahaan, seperti penipuan,
persaingan, fluktuasi harga, perubahan politik
.
KONSEP RESIKO
Istilah dalam manajemen risiko :

Hazard adalah keadaan bahaya yang dapat


memperbesar kemungkinan terjadinya peril
(bencana). Misal : Jalan licin, tikungan tajam
adalah keadaan dan kondisi jalan yang
memperbesar kemungkinan terjadinya
kecelakaan di tempat tersebut.
Hazard Ada 2 :
1. PHYSICAL HAZARDS
Adalah Risiko yang berkaitan dengan keadaan fisik misalnya objek yang
diasuransikan berupa rumah atau pabrik dengan konstruksi kelas I, kelas
II, atau kelas III, tidak terawat atau cukup terawat, keadaannya bagus
atau kurang bagus. Risikonya dari segi fisik tinggi atau rendah.
2. MORAL HAZARDS
adalah Risiko yang menyangkut sifat atau karakter manusia, misalnya
sifat tertanggung pemarah, pemabuk, mempunyai hutang, pelit dan
sebagainya. Risikonya dari segi moral yang bersangkutan cukup tinggi
atau rendah.
Peril adalah suatu peristiwa/kejadian yang dapat
menimbulkan kerugian atau bermacam kerugian. Misalnya
: kebakaran, pencurian, kecelakaan
Exposure: Adalah sumber-sumber risiko yang
kemungkinan besar disebabkan oleh peristiwa yang sudah
terjadi, atau pengulangan kejadian yang sama.
Probability: Adalah kemungkinan bahwa suatu peristiwa
akan terjadi.
Pengertian Manajemen Risiko
Manajemen Risiko adalah penerapan fungsi-fungsi
manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama
risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan,
keluarga dan masyarakat
Fungsi Pokok Manajemen Risiko
Fungsi Manajemen Risiko pada pokoknya mencakup :
a. Menemukan kerugian potensial
Artinya berupaya untuk menemukan/mengidentifikasi
seluruh risiko murni yang dihadapi oleh perusahaan, yang
meliputi :
1. Kerusakan phisik dari harta kekayaan perusahaan
2. Kehilangan pendapatan atau kerugian lainnya akibat
terganggunya operasi perusahaan
3. Kerugian akibat adanya tuntutan hukum dari pihak
lain
4. Kerugian-kerugian yang timbul karena : penipuan,
tindakan-tindakan kriminal lainnya, tidak jujurnya
karyawan dan sebagainya.
5. Kerugian-kerugian yang timbul akibat karyawan
yang meninggal dunia, sakit atau menjadi cacat
b. Mengevaluasi Kerugian Potensial
Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua kerugian
potensial yang dihadapi oleh perusahaan. Evaluasi dan penilaian ini
akan meliputi perkiraan mengenai :
1. Besarnya kemungkinan frekuensi terjadinya kerugian, artinya
memperkirakan jumlah kemungkinan terjadinya kerugian selama
suatu periode tertentu atau berapa kali terjadinya kerugian tersebut
selama suatu periode tertentu (biasanya 1 tahun).
2. Besarnya kegawatan dari tiap-tiap kerugian, artinya menilai
besarnya kerugian yang diderita, yang biasanya dikaitkan dengan
besarnya pengaruh kerugian tersebut, terutama terhadap kondisi
finansial perusahaan.
MANFAAT MANAJEMEN RISIKO
Membantu perusahaan menghindari semaksimal
mungkin biaya-biaya yang terpaksa harus dikeluarkan.
Membantu manajemen untuk memutuskan apakah
rIsiko yang dihadapi perusahaan akan dihindari atau
diambil.
Jika penaksiran risiko dilakukan secara akurat maka
dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan.
Kedudukan Manajer Risiko
Di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan belum ada perusahaan yang
mempunyai manajer atau bagian yang khusus menangani pengelolaan
risiko secara keseluruhan yang dihadapi oleh perusahaan.
Yang sudah ada umumnya baru seorang Manajer Asuransi, yang
fungsinya hanya mengurusi masalah-masalah yang berhubungan
dengan perusahaan asuransi, dimana perusahaan menjalin hubungan
pertanggungan, yang meliputi antara lain :
mengurusi penutupan kontrak-kontrak asuransi, mengurusi ganti rugi
bila terjadi peril dan sebagainya. Kedudukan dari manajer ini
umumnya hanya setingkat Kepala Seksi (Manajer tingkah bawah).
Di negara-negara yang telah maju, terutama di Amerika Serikat
perusahaan-perusahaan besar, umumnya telah memiliki Manajer
Risiko, dengan berbagai nama jabatan seperti : Manajer Risiko, Manajer
Asuransi, Direktur Manajemen Risiko dan sebagainya, yang
kedudukannya umumnya setingkat dengan Manajer tingkat
menengah.
Tugas mereka umumnya mencakup : mengidentifikasi dan mengukur
kerugian dari exposures, menyelesaikan klaim-klaim asuransi,
merencanakan dan mengelola jaminan tenaga kerja, ikut serta
mengontrol kerugian dan keselamatan kerja. Dengan demikian mereka
merupakan bagian penting dalam tim manajemen perusahaan
HUBUNGAN MANAJEMEN RISIKO DENGAN FUNGSI-
FUNGSI LAIN DALAM PERUSAHAAN
1. Hubungan dengan fungsi akunting
Yaitu kegiatan-kegiatan terutama yang berkaitan dengan upaya
mengurangi penggelapan dan pencurian oleh karyawan sendiri ataupun
pihak lain. Misalnya :
Mengurangi kesempatan karyawan untuk melakukan penggelapan,
melalui internal control dan internal audit.
Melalui rekening asset untuk mengidentifikasi dan mengukur kerugian
karena exposures terhadap harta.
Melakukan penilaian terhadap rekening piutang mengukur risiko
terhadap piutang dan mengalokasikan cadangan bagi kerugian
exposures piutang.
2. Hubungan dengan fungsi keuangan
Terutama berkaitan dengan upaya untuk mendapatkan informasi tentang
: kerugian, gangguan terhadap cash-flow dan sebagainya. Misalnya :
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
turunnya keuntungan dan cash-flow.
Menganalisis risiko murni terhadap pembelian alat-alat produksi tahan
lama (yang mahal) atau investasi baru.
Menganalisis risiko yang berkaitan dengan pinjaman yang
menggunakan harta milik perusahaan sebagai jaminan.
3. Hubungan dengan marketing
Terutama yang berkaitan dengan risiko tanggung-gugat, artinya risiko
adanya tuntutan dari pihak luar/pelanggan, karena perusahaan
melakukan sesuatu yang tidak memuaskan mereka. Misalnya :
Kerusakan barang akibat pembungkusan yang kurang baik
Penyerahan barang yang tidak tepat waktu
Juga upaya-upaya melakukan distribusi barang-barang dengan
memperhatikan keselamatan, dalam rangka mengurangi kecelakaan.
Contoh : Adanya peringatan/slogan pada mobil pengangkut rokok
dari PT. Gudang Garam yang berbunyi Utamakan Selamat.
4. Hubungan dengan bagian produksi
Mencakup upaya-upaya yang berkaitan dengan :
Pencegahan terhadap adanya produk-produk yang cacat, yang tidak
memenuhi syarat kualitas.
Pencegahan terhadap pemborosan pemakaian bahan baku, bahan
pembantu maupun peralatan.
Pencegahan terhadap kecelakaan kerja, dengan penerapan aturan-
aturan dari Undang-undang Kecelakaan Kerja dan sebagainya
5. Hubungan dengan engineering dan maintenance
Bagian ini adalah yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan perawatan gedung, pabrik serta peralatan-
peralatan lainnya, yang kesemuanya sangat vital guna
mencegah, mengurangi frekuensi maupun kegawatan dari
suatu kerugian/peril.
SUMBANGAN MANAJEMEN RISIKO TERHADAP
PERUSAHAAN,KELUARGA DAN MASYARAKAT

Terhadap Perusahaan
1. Manajemen risiko mungkin dapat mencegah
perusahaan dari kegagalan
2. Manajemen risiko menunjang secara langsung
peningkatan laba, dengan pengurangi pengeluaran
dengan mengurangi resiko kerugian
3. Manajemen risiko dapat menyumbang laba
dengan cara :
- Keberhasilan mengelolah risiko murni menimbulkan
keyakinan dan kedamaian pada pimpinan perusahaan
sehingga meningkatkan kemampuannya untuk
menganalisis dan mengambil keputusan yang bersifat
spekulatif
- Karena dapat mengurangi fluktuasi laba tahunan dan
aliran kas
4. Manajemen risiko melindungi perusahaan
dari resiko murni, karena kreditur pelanggan
dan pemasok menyukai perusahaan yang di
lindungi
Terhadap Keluarga :
1. Manajemen risiko akan mampu melindungi keluarga
dari kerugian-kerugian yang parah sehingga
keluarga terhindar dari musibah
2. Manajemen risiko memungkinkan keluarga untuk
mengurangi pengeluaran asuransi tanpa mengurangi
sifat perlindungannya
3. Manajemen risiko dapat melindungi keluarga
terhadap kematian, kesehatan, kehilangan
atau kerusakaan harta benda,sehingga lebih
berani menanggung resiko dalam investasi

4. Manajemen risiko dapat menyembukan keluarga


dari tekanan fisik dan mental sehingga dapat
menolong orang lain
Terhadap Masyarakat
Manajemen risiko membuat masyarakat sekitar
perusahaan akan ikut menikmati, baik secara
langsung maupun tidak langsung terhadap hasil
penanggulangan risiko yang dilakukan perusahan.
misalnya masyarakat tidak terganggu akibat
pemogokan kerja, demo karyawan serta terhindar dari
pencemaran lingkungan