Anda di halaman 1dari 116

PEMERIKSAAN

JEMBATAN
DISAMPAIKAN PADA DESIMINASI
TOT bidang Pengawasan
dan pemeliharaan jembatan
DI RIAU , AGUSTUS 2013

Oleh:
Andi Indianto, Drs. Ir . MT.

KEMENTRIAN PEKERJAAN UMUM


DIREKTORAT JENDRAL BINA MARGA
DIREKTORAT BINA TEKNIK
Jakarta, Agustus 2013
ACUAN
Pedoman Pemeriksaan Jembatan
No. 005-01 / P / BM / 2011
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
Februari 2011

ARTI PEMERIKSAAN
Pemeriksaan adalah proses
pengumpulan data phisik dan kondisi
struktur j embatan.
ISI BUKU PEDOMAN
1: BMS (BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM ):
kegiatan manajemen jembatan mulai dari:
- pemeriksaan,
- rencana dan program,
- perencanaan teknis pelaksanaan pemeliharaan.

2: MIS (Management Information System )


- pemeriksaan jembatan secara berkala.
- menganalisa data dengan komputer.
.
Dengan bantuan BMS - MIS ini, kondisi jembatan dapat dipantau dan
dapat ditentukan beberapa tindakan yang diperlukan untuk
meyakinkan bahwa jembatan dalam keadaan aman dan layan.

BMS - MIS dihubungkan dengan Interurban Road Management System


(IRMS) dengan Local Area Network (LAN) di dalam Direktorat Jenderal
Bina Marga
BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM ( BMS)
TUJUAN UMUM PEMERIKSAAN JEMBATAN
Untuk meyakinkan bahwa:
1. Fungsi jembatan, aman / tidak
2. Perlu tindakan pemeliharan. dan perbaikan /tidak

TUJUAN KHUSUS PEMERIKSAAN JEMBATAN:


1. Memeriksa keamanan jembatan pada saat layan
2. Menjaga terhadap ditutupnya jembatan
3. Mencatat kondisi jembatan
4. Menyediakan data bagi personil perencanaan teknis, konstruksi dan
pemeliharaan;
5. Memeriksa pengaruh dari beban kendaraan dan jumlah kendaraan;
6. Memantau keadaan jembatan secara jangka panjang;
7. Menyediakan informasi mengenai dasar dan pada pembebanan jembatan.
KAPAN DILAKUKAN
Dari awal sejak jembatan tersebut masih baru
,berkelanjutan selama umur jembatan.

LUARAN HASIL PEMERIKSAAN


1. Data administrasi : nama jembatan, Cabang Dinas, Nomor
Jembatan dan Tahun pembangunannya;
2. Data dimensi jembatan : panjang total dan jumlah bentang;
3. Data teknis : jenis konstruksi, kondisi komponen utama setiap
bentang , dan data elemen jembatan.
JENIS JENIS PEMERIKSAAN
1. Pemeriksaan Inventarisasi;
dilakukan (selesai konstruksi).

2. Pemeriksaan Rutin.;
dilakukan (setiap tahun).

3. Pemeriksaan Detail.
dilakukan (setiap 5 tahun).

4. Pemeriksaan Khusus
(rekomendasi dari pemeriksaan detail / laporan lainnya)
SKEMA KEGIATAN PRESERVASI DALAM
SISTEM MANAJEMEN JEMBATAN

Pemeriksaan Jembatan

Pemeriksaan Inventarisasi Pemeriksaan Rutin Pemeriksaan Detail

DATABASE JEMBATAN

Nilai Kondisi Nilai Kondisi Nilai Kondisi Nilai Kondisi Nilai Kondisi
0 dan 1 2 3 4 5

Pemeliharaan Penggantian
Pemeliharaan Perbaikan dan Perkuatan atau
Rutin atau penanga-
Berkala atau perkuatan penggantian
nan besar

Pemeriksaan Khusus
Hanya untuk program
peningkatan kapasitas
perkuatan
URUTAN
PEMERIKSAAN JEMBATAN

1. Pastikan lokasi jembatan dan data


administrasi
2. Periksalah jembatan sesuai prosedur dan
periksa komponen jembatan
3. Bila diperlukan tindakan darurat, catat
alasannya
4. Bila diperlukan pemeliharaan khusus, catat
alasannya
ALUR
PEMERIKSAAN JEMBATAN
awal

sungai
Aliran
akhir

Atas jembatan
Arah Arah
jalan jalan
Atas jembatan

Bawah Bawah
sungai
Aliran

jembatan jembatan
BAB 2

PEMERIKSAAN
JEMBATAN
PEMERIKSAAN JEMBATAN
Pemeriksaan Inventarisasi

Pemeriksaan yang dilakukan saat awal untuk mendaftarkan


setiap jembatan ke dalam database.

Pengumpulan data dasar administrasi, geometri, material, dan


data-data tambahan lainnya pada setiap jembatan

Pada jembatan baru yang belum pernah dicatat, pemeriksaan


inventarisasi dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan
detail.
Pemeriksaan inventarisasi dilakukan oleh inspektur dari
Dinas/Sub Dinas atau Cabang Dinas Bina Marga
PEMERIKSAAN INVENTARISASI

Hal-hal yang dilakukan dalam pemeriksaan inventarisasi:


Mencatat nomor, nama, dan lokasi jembatan
Mengukur dan mencataa dimensi
Mencatat batas muatan dan data fungsional lain
Mencatat pengaruh lebar terhadap arus lalu lintas
Mencatat data tinggi banjir tertinggi yang diketahui
Mencatat apakah jembatan terlaksana (As-Built
Drawing) dan merupakan jenis standar
Pemeriksaan Rutin
1. Pemeriksaan rutin dilakukan paling tidak setiap tahun
sekali
2. Untuk memeriksa apakah pemeliharaan rutin
dilaksanakan dengah baik atau tidak
3. Untuk mengetahui apakah harus dilaksanakan tindakan
darurat atau perbaikan untuk memelihara jembatan
supaya tetap dalam kondisi aman dan layak.
4. Pemeriksaan rutin dilaksanakan oleh inspektur jembatan
dari cabang Dinas Bina Marga
Pemeriksaan Detail
1. Dilakukan untuk mengetahui kondisi jembatan dan
elemennya guna mempersiapkan strategi penanganan untuk
setiap individual jembatan dan membuat urutan prioritas
jembatan sesuai dengan jenis penanganannya

2. Pemeriksaan Detail juga dilakukan setelah dilaksanakan


pekerjaan rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar
jembatan.

3. Pemeriksaan detail mendata semua kerusakan pada elemen


jembatan, dan ditandai dengan nilai kondisi untuk setiap
elemen

4. Pemeriksaan detail ini dilaksanakan oleh Inspektur jembatan


dari Dinas/Sub Dinas Bina Marga
NILAI KONDISI
JEMBATAN SECARA UMUM

DIBAGI DALAM 6 TINGKATAN :

0 : BAIK SEKALI
1 : BAIK
2 : RUSAK RINGAN
3 : RUSAK
4 : RUSAK KRITIS
5 : RUNTUH / TIDAK BERFUNGSI
Pemeriksaan Khusus

1. Pemeriksaan khusus dilakukan apabila ada kerusakan


jembatan yang tidak terdeteksi akibat sulitnya medan

1. Masukan oleh pemeriksa jembatan pada waktu


pemeriksaan detail karena pemeriksa merasa kurangnya
data, pengalaman, atau keahlian untuk menentukan kondisi
jembatan.

2. Dilakukan oleh seorang sarjana yang berpengalaman


dalam bidang jembatan atau oleh staf teknik yang
mempunyai keahlian dalam bidang jembatan.
Hasil Pemeriksaan Jembatan
Usulan Penanganan

Paramete
Nilai Kategori Penanganan
r

0-2 Baik sampai rusak ringan Rutin/Berkala


Kondisi 3 Rusak berat Rehabilitasi
4-5 Kritis atau runtuh Penggantian

Rutin
Lalu 0 Cukup lebar
Duplikasi/Penggantian/Peleba
Lintas 5 Terlalu sempit
ran

0 Cukup kuat Rutin


Beban
5 Tidak memenuhi standar Perkuatan/Penggantian

Perangkingan berdasarkan pada aspek ekonomi dan jenis penanganannya.


INSPEKTUR JEMBATAN

Inspektur
jembatan di propinsi bertanggung jawab
pada Kepala Seksi Perencanaan di Dinas/Sub
Dinas Bina Marga.

Palingsedikit di tiap propinsi ditunjuk 2 orang


inspektur jembatan yang sudah bersertifikat.
Tugas Inspektur Jembatan

1. Membantu menyiapkan program pemeriksaan jembatan;


2. Mengatur dan melaksanakan semua jenis pemeriksaan;
3. Memasukkan atau mengawasi pemasukan data ke
dalam komputer BMS dan data file BMS;
4. Berhubungan dengan Cabang Dinas Bina Marga dalam
persiapan program pemeriksaan dan memimpin
pelaksanaan pemeriksaan;
5. Mengajarkan cara pemeriksaan kepada staf Cabang
Dinas dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten;
6. Memelihara kendaraan dan peralatan guna Pemeriksaan
Jembatan .
BAB 3

SISTEM
PENOMORAN
JEMBATAN
SISTEM PENOMORAN JEMBATAN

1. Nomor jembatan menunjukkan urutan posisi jembatan sepanjang


ruas jalan .
2. Dua angka pertama menunjukkan Propinsi.
3. Tiga angka berikutnya menunjukkan Ruas Jalan.
4. Tiga angka berikutnya manunjukkan Nomor Unit Jembatan.
5. Jembatan diberi nomor secara unit, dimulai dari jembatan yang
paling dekat dengan awal dari Ruas Jalan yang diberi Nomor Unit
Jembatan 001.
6. Angka terakhir dalam kesembilan angka pada nomor jembatan
tersebut (Akhiran) menunjukkan jembatan tambahan yang sudah
dibangun,
LOKASI JEMBATAN
Jembatan dibangun dari Kota Asal yang merupakan awal
dari suatu Ruas Jalan.
Setiap Kota Asal diberi Kode abjad berjumlah tiga huruf,
misalnya, JKT, BDG,.
Jarak diukur dalam kilometer, dengan menggunakan
odometer kendaraan.

Gambar 3.6 Lokasi Jembatan


PENOMORAN KOMPONEN UTAMA JEMBATAN
Tiga komponen utama digunakan untuk membantu menentukan lokasi
elemen dan elemen yang cacat.
Ketiga komponen tersebut adalah kepala jembatan, pilar dan benteng,
yang diberi kode abjad-angka misalnya, Al, P1, B2,
. PENOMORAN ELEMEN
Penomoran Elemen digunakan hanya untuk menemukan elemen-elemen
yang rusak menurut Pemeriksaan Detail.
Individual elemen-elemen gelagar, kolom dan rangka, dan bagian-bagian dari
elemen seperti batang tepi atas atau bawah dan batang diagonal, diberi
nomor secara memanjang, melintang, dan vertikal.
Elemen-elemen ini secara berturut-turut diberi nomor pada sumbu X, Y, dan
Z seperti yang terlihat dalam Gambar 3.8.
. PENOMORAN ELEMEN
Elemen-elemen dalam arah memanjang dan vertikal diberi
nomor secara unit, dimulai dari elemen yang terdekat
dengan kepala jembatan 1 (Al) seperti terlihat dalam
Gambar 3.9.
. PENOMORAN ELEMEN
Elemen-elemen dalam arah melintang diberi nomor dari
kiri ke kanan bila dilihat dari arah meninggalkan Al seperti
terlihat dalam Gambar 3.10.
URUTAN PEMERIKSAAN

Gambar 3.12
Urutan Pemeriksaan
BAB 4

PEMERIKSAAN
INVENTARISASI
DETAIL PEMERIKSAAN INVENTARISASI
Semua jembatan, lintasan kereta api, lintasan bawah, lintasan ferry, dan
gorong-gorong yang memiliki panjang dua meter atau lebih harus dicatat.

Secara lebih khusus, Pemeriksaan Inventarisasi dilakukan untuk :


Mencatat jembatan dalam BMS dengan Nomor dan Lokasi Jembatan;
Mengukur dan mencatat dimensi keseluruhan dari jembatan.
Menunjukkan jenis jembatan, komponen utama dan tgl konstruksi.
Menilai kondisi komponen utama bangunan alas dan bangunan bawah.
Mencatat batasmuatan atau pembatasan fungsional lain pada jembatan
Menafsirkan dan mencatat pengaruh lebar jembatan terhadap lalu lintas.
Mencatat rincian mengenai detour (jalan memutar) yang ada bilamana
terjadi penutupan jembatan;
Mencatat data banjir tertinggi, tanggal terjadinya.
Mencatat apakah terdapat gambar jembatan terlaksana dan apakah
jembatan merupakan j enis standar.
PERALATAN DAN MATERIAL
Para inspektur memerlukan peralatan berikut untuk
melaksanakan Pemeriksaan Inventarisasi:
formulir laporan pemeriksaan inventarisasi;

kertas , pena :untuk gambar atau catatan;

kendaraan dengan odometer yang berfungsi;

Meteran 30 m, /Laser meter 120 m

Alat pembersih (sekop, parang)

kalkulator;

kamera digital

papan tulis putih dan sepidol non permanen (untuk


menampilkan nama dan nomor jembatan dalam foto).
ACUAN
Buku Pegangan Pemeriksaan Jembatan di
Lapangan,
Peta yang memperlihatkan ruas jalan propinsi (Peta
Peranan Jalan),
Laporan data Lalu Lintas dan Ruas Jalan IBMS-IRI
untuk Propinsi yang bersangkutan.
URUTAN PEMERIKSAAN
Periksa dan catat data nama jembatan, lokasi, cabang,
dan seterusnya, pada Hal 1 dan 3.
Kelilingi jembatan untuk mengetahui tata letak umum dari
struktur;
Catat jenis lintasan dan catat data geometrik pada Hal.3
(jmlh bentang, pjg keseluruhan, sudut miring).
Ukur dan catat dimensi bentang (panjang, lebar antara
kerb, lebar tempat pejalan kaki, dan seterusnya)
Catat jenis material, (kondisi dari komponen utama pada
bangunan atas dan bangunan bawah).
Catat data pelengkap jembatan pada Halaman 4.
(keadaan lalu lintas, detour dan pemindahan jalan).
URUTAN PEMERIKSAAN
catat apakah dianjurkan Tindakan Darurat dan alasannya;
pada Halaman 1.
Selama pemeriksaan berlangsung inspektur harus
mengambil photo struktur jembatan yang memperlihatkan:
1. ketinggian sisi jembatan;
2. lantai jembatan yang diphoto dari as jalan;
3. jembatan yang diambil dari sudut 45 dari titik pusat jalan;
4. hal-hal menarik lainnya termasuk kerusakan dan masalah
yang membutuhkan perhatian.
5. Bila perlu, buat gambar agar laporan lebih jelas.
PROSEDUR PEMERIKSAAN INVENTARISASI
Data Administrasi

Nama Jembatan mungkin tertera pada suatu pelat nama yang tetanam di
parapet tepi atau lonengan atau mungkin dapat diperoleh dart survai-survai
sebelumnya, Bila tidak diketahui, nama jembatan dapat ditentukan dengan
menanyakannya pada penduduk setempat.
JENIS LINTASAN DAN DATA GEOMETRIS

Jenis Lintasan dicatat dengan menggunakan


salah satu kode berikut :
S Sungai
KA Kereta Api
JN Jalan
L Lain
PENGUKURAN PANJANG TOTAL DAN
PANJANG BENTANG PADA JEMBATAN

Gambar 4.3
Pengukuran Panjang Total dan Panjang Bentang pada Jembatan
PENGUKURAN PANJANG TOTAL DAN
PANJANG BENTANG PADA JEMBATAN

Gambar 4.4
Pengukuran Panjang Total dan Panjang Bentang Jembatan Pelengkung
PENGUKURAN PANJANG TOTAL DAN PANJANG
BENTANG PADA JEMBATAN

Gambar 4.4
Pengukuran Panjang Total dan Panjang Bentang Jembatan Pelengkung
PENGUKURAN PANJANG TOTAL DAN
PANJANG BENTANG PADA JEMBATAN

Gambar 4.4
Pengukuran Panjang Total dan Panjang Bentang Jembatan Pelengkung
PENGUKURAN PANJANG TOTAL DAN
PANJANG BENTANG PADA JEMBATAN
Bila suatu jembatan berupa busur lengkung dibangun di atas
tikungan, jembatan tersebut bukan jembatan miring dan
dicatat sebagai jembatan busur dalam tikungan atau BK.

Gambar 4.6 memperlihatkan suatu jembatan busur ditikungan.


DATA BENTANG DAN KOMPONEN UTAMA
DATA BENTANG
Panjang Bentang (m) diukur dari expansion joint pada kep
jemb. sampai exp joint pada pilar, atau dari as pilar ke as
pilar. Panjang bentang diukur dengan ketelitian 0,1 meter.
Lebar antar Kerb(m) diukur dengan toleransi sampai 0,1
meter terdekat (Gb.4.8).
Lebar Trotoar (m) adalah lebar total dari kedua trotoar (bila
lebih dari satu),
RUANG BEBAS LALU LINTAS VERTIKAL

Ruang Bebas Lalu Lintas Vertikal adalah jarak vertikal dari


permukaan jalan ke penghalang di atas kepala yang diukur
dengan toleransi sampai 0,1 meter terdekat
JENIS KOMPONEN DAN DATA MATERIAL
TYPE STRUKTUR BANGUNAN ATAS
TYPE STRUKTUR BANGUNAN ATAS
PENGGABUNGAN KODE JENIS
Penggabungan Material dan Sumber menjadi kode yang
terdiri atas 3 huruf yang menunjukkan jenis bangunan
jembatan atau jenis lintasan untuk digunakan dalam
laporan BMS
KEPALA JEMBATAN DAN PILAR
DATA KONDISI KOMPONEN
Kondisi komponen jembatan ditentukan secara subyektif,,
inspektur menggunakan penilaian dan pengalaman, untuk
menentukan kondisi keseluruhan dari kelima komponen
utama bangunan atas dan bawah dalam setiap bentang
Pedoman Pemberian Nilai Kondisi Inventarisasi
NILAI KRITERIA KONDISI JEMBATAN

Jembatan dalam keadaan baru, tanpa kerusakan cukup jelas, elemen jembatan berada
0 dalam
. kondisi baik

Kerusakan sedikit (Kerusakan dapat diperbaiki melalui pemeliharaan rutin, dan tidak
1 berdampak pada keamanan atau fungsi jembatan).
Contoh : scouring sedikit, karat pada permukaan, papan kayu yang longgar.

Kerusakan yang memerlukan pemantauan atau pemeliharaan pada masa yg akan datang.

2 Contoh : pembusuk an sedikit pada struktur kayu, penurunan mutu pada elemen pasangan batu,

penumpukan sampah atau tanah di sekitar perletakan -
- kesemuanya merupakan tanda-tanda yang membutuhkan penggantian.
Kerusakan yang membutuhkan perhatian (kerusakan yang mungkin menjadi serius
dalam 12 bulan).
Contoh : Struktur beton dengan sedikit retak, rangka kayu yang membusuk, lubang pada
3 permukaan lantai kendaraan, adanya gundukan aspal pada permukaan lantai
kendaraan dan pada kepala jembatan, scouring dalam jumlah sedang pada
pilar/kepala jembatan, rangka baja berkarat
.
Kondisi Kritis (kerusakan serius yang membutuhkan perhatian segera).
4 Contoh : Kegagalan rangka, keretakan atau kerontokan lantai beton, pondasi yang terkikis,
kerangka beton yang memiliki tulangan yang terlihat dan berkarat, sandaran.
Elemen runtuh atau tidak berfungsi.
5 Contoh : bangunan atas yang runtuh, timbunan tanah yang hanyut.
BAB 5

PEMERIKSAAN
DETAIL
TUJUAN PEMERIKSAAN DETAIL

mengenali dan mendata semua kerusakan penting


elemen jembatan;
menilai kondisi elemen dan sekelompok elemen jembatan,
dengan secara obyektif menentukan suatu Nilai Kondisi;
melaporkan apakah Tindakan Darurat dibutuhkan dan
alasannya;
melaporkan apakah suatu Laporan Khusus dibutuhkan
dan alasannya;
melaporkan apakah pemeliharaan rutin yang balk sedang
berlangsung.
PERALATAN

Formulir Laporan Pemeriksaan Detail;


Alat tulis, alat hitung dan alat gambar

kamera digital dan alat ukur, busur derajat, penggaris

kendaraan dengan odometer

Teropong dan lampu center

Alat pembantu(sekop, parang,palu,obeng, sikat baja,


sapu kecil, pisau saku, pahat,kunci pas, linggis, tangga,
penopang, perahu,
pelampung dan batu duga

pengukur lebar retak

sepatu bot tinggi dan tahan air

Peralatan K3
BAHAN ACUAN
Buku Pegangan Pemeriksaan Jembatan;
Peta yang memperlihatkan ruas jalan propinsi (Peta
Peranan Jalan);
Laporan Data Lalu Lintas dan Ruas Jalan IBMS-IRI
untuk Propinsi yang bersangkutan;
Paket Laporan Pemeriksaan secara Rinci IBMS-DI2
yang mencantumkan semua jembatan yang akan
diperiksa;
Laporan Data Inventarisasi Jembatan terakhir IBMS-BD3
untuk setiap jembatan yang akan diperiksa;
Laporan Data Pemeriksaan secara Detail IBMS-BD3
sebelumnya untuk setiap jembatan yang akan diperiksa.
URUTAN PEMERIKSAAN

konfirmasikan lokasi jembatan dan catat data pada Hal 1


(nama jembatan, lokasi, Cabang)
Periksa Data Inventarisasi, dan catat ketepatan atau
ketidaktepatannya pada Hal 1 ,lakukan koreksi bila perlu.
Kelilingi jembatan. Dapatkan kesan mengenai strukturnya.

periksa secara sistematis seluruh jembatan

catat data lain pada Halaman 3

ambil dari Nilai Kondisi dan catat pada Hal 3

catat pada Hal 2 dan Laporan Pemeriksaan hal-hal apa


yang membutuhkan Pemeliharaan Rutin
catat pada Halaman 1 dari Laporan apakah dibutuhkan
suatu Pemeriksaan Khusus atau Tindakan Darurat dan
alasannya.
CONTOH HIERARKI DAN KODE ELEMEN
CONTOH HIERARKI DAN KODE ELEMEN

Elemen-elemen tersebut kemudian dibagi lebih lanjut


menjadi kelompok elemen pada Level 4, misalnya:

Untuk elemen-elemen pada Level 5 tidak ada daftarnya karena elemen-


elemen tersebut hanya merupakan hal-hal individual dari elemen-
elemen Level 4,

Bila perlu membedakan antara elemen-elemen pada Level 4, elemen


yang rusak dilaporkan pada Level 5 dan lokasi yang bersangkutan
harus dicatat.
KODE KERUSAKAN
Kode Kerusakan dibuat dengan 3 angka
Kerusakan biasanya berkaitan dengan material atau dengan elemen.

Contoh kerusakan yang berkaitan dengan material :

kerontokan pada beton (Kode 201)


pengaratan dalam baja (Kode 302)
pembusukan dalam kayu (Kode 401)

Contoh kerusakan yang berkaitan dengan bagian/elemen

scour dalam aliran sungai (Kode 503)


scour dalam timbunan tanah (Kode 515)
pergerakan dalam kepala jembatan (Kode 601)
PENILAIAN ELEMEN
Setiap nilai diberi angka 0 atau 1
PENILAIAN ELEMEN
KONDISI JEMBATAN SECARA UMUM

DIBAGI DALAM 6 TINGKATAN :

0: BAIK SEKALI
1: BAIK
2: RUSAK RINGAN
3: RUSAK
4: RUSAK KRITIS
5: RUNTUH / TIDAK BERFUNGSI
PROSEDUR PEMERIKSAAN SECARA DETAIL
Data Administrasi dan Inventarisasi

Struktur jembatan dibagi atas hierarki elemen yang terdiri


atas 5 level.

Level 1, Data jembatan itu sendiri.


Level 2, Data struktur ( Atas, Bawah, Sungai)
Level 3, Data Elemen utama jembatan
Level 4, Dat kelompok elemen
Level 5, yaitu elemen kecil secara individual dan bagian-
bagian jembatan.
DAFTAR ELEMEN YANG RUSAK
Jembatan harus diperiksa secara sistematis terhadap setiap elemen yang rusak
LOKASI ELEMEN YANG RUSAK
Lokasi elemen yang rusak ditentukan sesuai dengan Sistem Nomor Elemen
PEMBERIAN NILAI KONDISI
Pemberian Nilai Kondisi pada Level 3
BAB 6

PEMERIKSAAN
RUTIN
TUJUAN
memastikan bahwa jembatan stabil dan aman.
menentukan apakah Pemeliharaan Rutin diperlukan
menentukan apakah dibutuhkan Tindakan Darurat.
Pemeriksaan Rutin dilaksanakan paling kurang setahun sekali, tapi dapat
lebih sering tergantung pada situasi dan kondisi atau keinginan masing-
masing Propinsi.

Pemeriksaan dilakukan pada komponen utama jembatan:


Aliran Air Timbunan Tanah/Pondasi
Kepala Jembatan dan Pilar
Bangunan Atas
Lantai / Lapis Permukaan
Sandaran
PERALATAN
Formulir Laporan Pemeriksaan Rutin
Formulir Pemeriksaan Inventarisasi (untuk jembatan yang
telah dicatat sebelumnya)
peralatan tulis menulis,pena warna merah dan hitam
kendaraan dengan odometer yang berfungsi
meteran pengukur 5 m dan 30 m
kamera digital
kalkulator
papan tulis putih kecil dan supidol bukan permanen
BAHAN ACUAN
Buku Pegangan Pemeriksaan Jembatan di Lapangan
Peta yang memperlihatkan ruas jalan propinsi (Peta
Peranan Jalan)
Laporan Data Lalu Lintas dan Ruas Jalan IBMS-IR1 untuk
Propinsi yang bersangkutan
Laporan Paket Pemeriksaan Detail IBMS-D11 yang
mencantumkan semua jembatan yang akan diperiksa
Laporan Data Inventarisasi Jembatan terakhir IBMS-BD1
untuk setiap jembatan yang akan diperiksa.
PEMILIHAN JEMBATAN UNTUK
PEMERIKSAAN RUTIN
Pemeriksaan Rutin pada suatu tahun tertentu dapat ditemukan
dalam Paket Laporan Pemeriksaan Rutin IBMS-D11.

Jembatan yang tidak akan menjalani Pemeriksaan Rutin diberikan


kode-kode berikut:
TAK : pemeriksaan tidak diperlukan (jembatan panjangnya
kurang dari 6 meter)

DET : pemeriksaan tidak diperlukan (jembatan termasuk dalam Paket


Pemeriksaan Detail)

PGM : pemeriksaan tidak diperlukan (jembatan termasuk dalam Program


Penggantian yang sedang dilakukan)

Semua jembatan lainnya wajib menjalani Pemeriksaan Rutin dalam


tahun berjalan.
URUTAN PEMERIKSAAN

tentukan identitas jembatan dan catat Nomor Jembatan


dan Data Administrasi dalam kotak yang tersedia.

berjalan mengelilingi jembatan dan dapatkan suatu kesan


mengenai kondisi komponen utama dan komponen besar
dan jembatan

catat bila dibutuhkan Tindakan Darurat dan alasannya

catat bila dibutuhkan Pemeliharaan Rutin dan alasannya


PROSEDUR PEMERIKSAAN
Amati lendutan dan getaran yang berlebihan;
periksa apakah ada rangka yang rusak, hilang, berubah
bentuk, karat.
periksa perletakan dan seismic buffer (penahan gempa);
Periksa retak dan keropos pada lantai.
Periksa lapis permukaan lantai dan expansion joint.
periksa drainase pada permukaan lantai oprit.
periksa sandaran (rusak, longgar, hilang atau berkarat)
Periksa perlengkapan jembatan lain seperti rambu-rambu,
utilitas,
periksa apakah ada scouring di sekitar tanah timbunan,
kepala jembatan dan pilar;
periksa apakah ada penurunan, longsor atau settlement
di tanah timbunan;
periksa kondisi tiang pancang apakah ada pengaratan,
retak, atau penurunan;
periksa apakah terjadi pergerakan sebelumnya atau
penurunan pada kepala jembatan;
periksa apakah ada retak dalam beton dan dinding sayap
pasangan batu kali, kepala jembatan dan pilar;
TINDAKAN DARURAT
Tindakan darurat dibutuhkan dalam keadaan berikut ini :
scouring sekitar tanah timbunan, kepala jembatan atau pilar.
Sampah yang menyangkut pada.
Plar atau balok jembatan yang rusak, hilang, berubah bentuk, berkarat
sehingga ada kemungkinan runtuh;
lubang pada permukaan lantai jembatan.
penurunan atau gerakan pada kepala jembatan dan pilar.
longsor pada daerah jalan pendekat dekat kepala jembatan.
PEMELIHARAAN RUTIN
Bila dibutuhkan suatu Pemeliharaan Rutin, aspek-aspek khusus yang
diperhatikan harus dicatat, seperti yang terlihat dalam Gambar 6.2.
BAB 7

PEMERIKSAAN
KHUSUS
TUJUAN
manganalisa material atau memantau kinerja komponen
tertentu yang dideteksi memiliki kerusakan, atau pergerakan
menjangkau lokasi yang biasanya tidak dapat diperiksa oleh
inspektur dengan metode visual atau pengukuran.
melengkapi suatu Pemeriksaan secara Detail

PERSONIL
Dilaksanakan oleh sarjana teknik yang berpengalaman dalam bidang
jembatan dan memiliki pengetahuan perencanaan ,pelaksanaan
jembatan, dan perbaikan.
Perlu bimbingan dari Sub. Direktorat Perencanaan Teknik Jembatan.
Bantuan dari PUSLITBANG JALAN dalam Pemeriksaan dan uji coba.
TEKNIK PEMERIKSAAN KHUSUS
TEKNIK PEMERIKSAAN KHUSUS
CONTOH PEMERIKSAAN KHUSUS
PADA JEMBATAN BETON BERTULANG

Persiapan pemeriksaan khusus


PENGUKURAN
DIMENSI
Uji Kuat tekan beton dilapangan
( Hammer test )
PENGUKURAN KEDALAMAN RETAK
( PUNDIT TEST)
PENGUKURAN KEDALAMAN RETAK
( PUNDIT TEST)
PENGUIKURAN TEBAL SELIMUT, DIAMETER TULANGAN
DAN JARAK TULANGAN
(BAR TRACKER )
Penguikuran Tebal selimut, Diameter tulangan
dan jarak tulangan
(Bar Tracker )
UJI LENDUTAN
UJI LENDUTAN
PENGUKURAN
LEBAR RETAK
UJI
PEMBEBANAN
UJI
PEMBEBANAN
CONTOH KERUSAKAN
CONTOH KERUSAKAN
CONTOH KERUSAKAN
CONTOH KERUSAKAN

L1.avi

L1. av i
CONTOH KERUSAKAN
CONTOH HASIL PEMERIKSAAN
CONTOH HASIL PEMERIKSAAN
CONTOH PEMERIKSAAN DETAIL
PADA JEMBATAN BETON BERTULANG
CONTOH PEMERIKSAAN DETAIL
PADA JEMBATAN BAJA
PENYISIRAN STRUKTUR ATAS
PENGUKURAN VERTIKAL
PENGUKURAN HORIZONTAL
PENYISIRAN STRUKTUR BAWAH
PENGUKURAN
KOROSI DAN
KETEBALAN PIPA
BAJA
PENGUKURAN
TENSILE
STRENGTH