Anda di halaman 1dari 55

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Contoh-contoh Sumber Pencemaran

Pencemaran Lingkungan
Industri Dan Pencemaran Lingkungan
Teknologi Industri bagai pedang yang bermata ganda, di satu sisi
dapat menguntungkan dan disisi yang lain teknologi industri adalah
mebunuh secra pelan, dan tidak terasa.

Temperatur udara maksimal dan Terjadinya penurunan kualitas air


minimal sering berubah-ubah permukaan di sekitar daerah-
Sumber daya alam yang dimiliki daerah industri.
bangsa Indonesia terasa semakin Kelangkaan air tawar semakin
menipis, seperti minyak bumi dan terasa, khususnya di musim
batu bara yang diperkirakan akan kemarau, sedangkan di musim
habis pada tahun 2020. penghujan cenderung terjadi banjir
yang melanda banyak daerah yang

berakibat merugikan akibat


kondisi ekosistemnya yang telah
rusak.
Manusia dan Lingkungan
Aktivitas Manusia yang Berkaitan dengan Perusakan/Pencemaran
Lingkungan
a. Penggundulan Hutan
Alasan terjadinya penggundulan hutan :
Pemukiman
Cocok tanam
Peternakan
Kayu
Serat
Dampak kerusakan akibat penggundulan hutan :
Erosi tanah
Banjir
Lahan terbuka dan kering
Teras Individu

Kemiringan asli

Teras individu
Perilaku Masyarakat Yang Tidak Seharusnya
Air Buangan industri buang air besar
tanpa pengolahanan sembarangan Jamban yang
Sampah di saluran (open defecation)
drainase asal-asalan

pembuangan lumpur
tinja secara liar

mencuci dan mandi di


sungai tercemar

7
b. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan masuknya substansi-substansi
berbahaya ke dalam lingkungan sehingga kualitas
lingkungan menjadi berkurang atau fungsinya tidak sesuai
dengan peruntukkannya, disebabkan oleh aktivitas manusia
maupun oleh proses alami
Pencemaran akibat aktivitas manusia dipengaruhi 2 faktor
pertumbuhan populasi manusia yang semakin
meningkat dan perkembangan teknologi.
Polutan makhluk hidup, zat energi, atau komponen lain
yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila jumlahnya melebihi
jumlah normal, berada pada waktu yang tidak tepat, dan
berada pada tempat yang tidak tepat.
DEFINISI (Undang-undang Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982):
Polusi atau pencemaran lingkungan :
masuknya /dimasukkannya makhluk hidup, zat
energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan,
atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak
dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya
POLUTAN
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan
pencemaran disebut polutan.

Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila


keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap
makhluk hidup. Contohnya, CO2 dengan kadar
0,033% di udara bermanfaat bagi tumbuhan, tetapi
bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek
merusak.
Berdasarkan tempat kejadiannya, pencemaran lingkungan terbagi atas :
1. Pencemaran udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur
yang mengotori udara.
1. Polutan berupa gas hasil dari pembakaran bahan bakar fosil
karbon dioksida, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen
oksida dan timah
Karbon dioksida (CO2)
Gas CO2 dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi
toleransi dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, gas CO2 yang
terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga
suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat CO2 disebut juga
sebagai efek rumah kaca. dan dapat mengganggu sistem pernapasan.

Chloroflourocarbon (CFC).
CFC terdapat pada penggunaan AC dan kulkas yang dapat
menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.
ii. Karbon monoksida (CO)
Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau,
bersifat racun, merupakan hasil pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup.
Hemoglobin memiliki daya ikat (afinitas) yang tinggi terhadap
CO, sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan darah
untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Kadar gas CO lebih
dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf
dan dapat menimbulkan kematian.

iii. Sulfur dioksida (SO2) dan Nitrogen oksida (NO2)


(SO2) dan (NO) dilepaskan ke udara ketika terjadi pembakaran
bahan bakar fosil dan pelelehan biji logam. Peningkatan
konsentrasi di udara menyebabkan gangguan kesehatan pada
manusia bronkitis, radang paru-paru (pneumonia) dan gagal
jantung. SO2 dan NO2 di atmosfer dapat menimbulkan hujan
asam hujan, embun, salju dan presipitasi (kandungan
kelembaban udara yang berbentuk cairan atau bahan padat) lain
yang tercemar asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan
gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian.
Partikel yangmencemari udara dapat berasal
dari pembakaran bensin.

Bensin yang digunakan dalam kendaraan


bermotor biasanya dicampur dengan senyawa
timbal agar pembakarannya cepat sehingga
mesin berjalan lebih sempurna.

Timbal (Pb) akan bereaksi dengan klor dan


brom membentuk partikel PbClBr. Partikel
tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan
melalui knalpot ke udara sehingga akan
mencemari udara.
PENCEMARAN UDARA
POLUSI / PENCEMARAN UDARA

Asap cerobong pabrik.


Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia,
hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih, korosi.
2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair :
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam
bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair
berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat
menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam
paru-paru.

3) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Padat :


Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu
atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal
dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus,
serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati.
Partikel-partikel tersebut merupakan sumber
penyakit yang dapat mengganggu kesehatan
manusia.
iv. Timah
ditemukan di udara, air, dan makanan, bila terdapat dalam
konsentrasi tinggi akan meyebabkan tubuh kehilangan kontrol
terhadap tangan dan kaki, kram, koma, dan kematian.
PENCEMARAN AIR
2. Pencemaran air
Pencemaran dapat terjadi pada sungai, danau dan laut
Penyebab pencemaran
i. Limbah rumah tangga (sisa deterjen)
ii. Limbah anorganik = buangan industri
Limbah ini meliputi logam, logam beracun, seperti merkuri, tembaga,
seng dan kadmium dpt terakumulasi dan bersifat racun
iii. Pupuk
Pupuk yang tidak diserap tumbuhan dapat terbawa oleh air hujan,
masuk ke sungai atau kolam menyebabkan perairan itu kaya akan
nutrien eutrofikasi (ditandai dengan adanya tumbuhan air yang
tumbuh secara tidak terkendali). Eutrofikasi menyebabkan
terhalangnya sebagian cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan ,
menimbulkan pendangkalan sungai, waduk atau danau sebagai akibat
pengendapan ganggang dan tumbuhan air yang mati di dasar perairan.
POLUSI AIR
Limbah industri Limbah industri
iv. Pestisida
senyawa kimia beracun yang digunakan oleh manusia
untuk mengontrol hama.
Pestisida meliputi :
Herbisida untuk mengontrol atau mematikan biji-bijian
tumbuhan pengganggu. Herbisida dapat menyebabkan tumor
dan kanker
Fungisida untuk memberantas jamur patogen, sangat
beracun (metil merkuri)
Insektisida untuk membunuh serangga hama, contoh
DDT. DDT spesifik untuk serangga dan terakumulasi dalam
tubuh serangga. DDT berpengaruh dalam pembentukan
cangkang telur tipis dan mudah pecah
Salah satu bahan pencemar di laut
adalah tumpahan minyak bumi,
akibat kecelakaan kapal tanker
minyak yang sering terjadi.

Bila terjadi pencemaran di air, maka


terjadi akumulasi zat pencemar pada
tubuh organisme air. Akumulasi
pencemar ini semakin meningkat
pada organisme pemangsa yang lebih
besar.
Akibat PENCEMARAN tumpahan minyak bumi
PENCEMARAN TANAH
PENCEMARAN TANAH
Pencemaran tanah disebabkan oleh
beberapa jenis pencemaran berikut ini :
a. Sampah anorganik, yaitu sampah-sampah
plastik yang sukar hancur, botol, karet
sintesis, pecahan kaca, dan kaleng
b. Sampah Organik, yaitu sampah yang
berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti
dedaunan, bangkai binatang, dan kertas.
Penumpukan sampah di sekitar lokasi gg. Irian
c. Detergen yang bersifat non bio
degradable (secara alami sulit
diuraikan)
d. Zat kimia dari buangan
pertanian, misalnya penggunaan
pupuk kimia dan insektisida yg tak
terkendalikan
Pencemaran Berdasarkan Macam Bahan Pencemar

1. Kimiawi
zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan
Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan
minyak.
2. Biologi,
mikroorganisme patogen, misalnya Escherichia
coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik,
kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
Limbah
Limbah materi atau energi yang timbul akibat kegiatan
produksi, umumnya tidak dapat diikutsertakan lagi dalam
proses produksi tersebut.
Jenis-jenis limbah :
1. Limbah organik berasal dari bahan organik, baik tumbuhan
maupun hewan.
2. Limbah anorganik jenis limbah yang berasal dari alam,
tergolong limbah yang sulit atau tidak dapat diuraikan
3. Limbah berbahaya jenis limbah yang berasal dari bahan kimia.
Pemanfaatan Limbah Secara Langsung
limbah yang dapat dimanfaatkan secara langsung (tanpa
mengalami proses daur ulang).
Contoh : ampas tahu makanan ternak, eceng gondok
pembuatan barang kerajinan, dan sampah organik pupuk
Pemanfaatan Limbah melalui Daur Ulang
Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau
barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk lain yang
bermanfaat.
Tujuan daur ulang :
menghindari pencemaran atau kerusakan lingkungan
melestarikan kehidupan makhluk hidup yang terdapat di suatu
lingkungan tertentu
menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di
dalam lingkungan
mengurangi sampah anorganik
mendapatkan tambahan penghasilan
mendapatkan sumber energi alternatif
mendapatkan bahan baku untuk beberapa produk
Langkah-langkah daur ulang :
Pemisahan pemisahan material yang dapat didaur ulang dengan yang harus
dibuang
Penyimpanan penyimpanan material kering yang sudah dipisahkan ke
penimbunan limbah
Pengiriman atau penjualan barang-barang bekas yang sudah terkumpul ke pabri
atau pemulung
Limbah yang Dapat Didaur ulang dan produk hasilnya
kertas ----kertas baru

gelas-----membuat botol, gelas, atau piring yang baru

aluminium------kaleng pengemas

baja------------bahan baku pembuatan baja baru

plastik------------bahan pembungkus untuk berbagai keperluan (tas,


botol minyak pelumas, botol minuman dan botol shampoo)
TINGKATAN PENCEMARAN

1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan


iritasi (gangguan) ringan pada panca indra
dan tubuh serta telah menimbulkan
kerusakan pada ekosistem lain.
Misalnya gas buangan kendaraan bermotor
yang menyebabkan mata pedih.
2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan
reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit
yang kronis.
Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di
Minamata Jepang yang menyebabkan kanker
dan lahirnya bayi cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat
pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan
sakit atau kematian dalam lingkungan.
Misalnya pencemaran nuklir.
PARAMETER PENCEMARAN
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas,
fosfor, dan logam-logam berat.

b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD
(Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah
oksigen dalam air dan COD (Chemical
Oxygen Demand). BOD dan COD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar
organik.
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur,
warna, rasa, bau, kekeruhan, dan
radioaktivitas.

d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau
tidaknya mikroorganisme, misalnya,
bakteri coli, virus, dan plankton.
DAMPAK POLUSI
1. Terjadinya efek rumah kaca, yang
menyebabkan adanya PEMANASAN
GLOBAL
2. Terjadinya hujan asam, yang
menyebabkan tanah, danau, atau air sungai
menjadi asam. Keadaan itu akan
mengakibatkan tumbuhan dan
mikroorganisme yang hidup di dalamnya
terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan
berpengaruh terhadap keseimbangan
ekosistem dan kehidupan manusia.
3. Defisiensi oksigen dalam tubuh dapat
menyebabkan seseorang sakit kepala dan
pusing. Udara yang tercemar gas karbon
monoksida (CO) jika dihirup seseorang akan
menimbulkan keracunan, jika orang tersebut
terlambat ditolong mengakatkan kematian.
Kandungan karbon monoksida yang mencapai
0.1.% di udara dapat mengakibatkan kematian.
4. Penipisan lapisan ozon dapat
menyebabkan terjadinya kanker kulit
(terutama untuk orang yang berkulit
putih) dan kerusakan mata (katarak).

5. Limbah rumah tangga yang dibuang


ke sungai dapat menimbulkan berbagai
macam penyakit, diantaranya ialah
penyakit kulit, kolera, dan disentri.
6. Ketika menghirup udara yang tercemar
timah, maka timah dapat terabsorpsi kedalam
darah dan terakumulasi di dalam hati, ginjal, dan
tulang yang akan mengganggu proses
metabolisme tubuh, bahkan dapat menimbulkan
kematian.
7. Konsentrasi merkuri tertinggi terdapat di
ginjal, hati, dan otak, sehingga dapat
menyebabkan manusia mengalami kehilangan
sensasi, menjadi buta yang berasal dari ikan
yang dikonsumsi dari teluk Minamata di Jepang,
bahkan dapat menyebabkan cacat janin pada
ibu hamil yang mengkonsumsi ikan tersebut.
8. Kadmium yang masuk ke tubuh
manusia melalui udara (pernafasan)
menyebabkan kerusakan ginjal dan
meningkatnya tekanan darah
(hipertensi).
Upaya Penanggulangan Pencemaran
Lingkungan
1. Membuang sampah pada tempatnya
2. Penanggulangan limbah industri
3. Penanggulangan pencemaran udara
4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar
5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama
tanaman yang sesuai
6. Pengurangan pemakaian CFC
Apa yang bisa kita lakukan?
memaksimumkan layanan ekologi lingkungan dan
meningkatkan penggunaan bahan baku.
Pelaksanaannya misalnya dengan, Meningkatkan
pemanfaatan sumberdaya tak terbaharukan (air dan sinar
matahari). Dengan demikian akan mengurangi kebutuhan
energi BBM dan listrik PLN. Penggunaan energi tak
terbaharukan itu dapat mengurangi anggaran belanja
subsidi pemerintah dan bersifat bersih (tidak
mencemarkan).
Penggantian CFC dengan teknologi yang tidak merusak
ozon.
Menggunakan predator alami untuk membasmi hama
tanaman.
Pemberdayaan taman kota
Dalam rumah tangga dibiasakan melakukan penghematan
energi dan mengurangi sampah.
Memperbanyak dan memperbaiki kualitas kendaraan
umum sehingga mengurangi keberadaan kendaraan pribadi
Membiasakan bersepeda seperti yang telah diterapkan di
Jepang, Jerman dan Belanda.
PARAMETER KUALITAS LIMBAH
PENCEMARAN LINGKUNGAN
1. Pengukuran fisik dapat dilakukan dengan
memperhatikan warna, bau, dan rasa air sungai,
kecepatan laju air dengan bola pingpong, penetrasi
cahaya, dalam dan lebar sungai dan lainnya.
2. Parameter kimia kualitas air yang perlu diketahui
antara lain adalah BOD (kebutuhan oksigen oleh
bakteri untuk menguraikan zat organik), COD (,
kebutuhan oksigen oleh bakteri untuk menguraikan
zat anorganik) DO (jumlah oksigen terlarut diair), dan
pH.
3. Pengukuran biologi dilakukan dengan
menghitung indeks keanekaragaman dan
kelimpahan organisme air seperti plankton,
benthos, bakteri patogen, serangga air,
moluska, ikan dan lainnya.
Aktivitas Manusia yang berkaitan dengan Pelestarian
Lingkungan
1. Etika Lingkungan
Etika lingkungan penerapan etika yang didasarkan
pada tanggung jawab moral terhadap lingkungan
Tujuan tidak hanya sebatas mengkhawatirkan
masalah lingkungan, tetapi juga melahirkan rasa
tanggung moral kita terhadap lingkungan
Hubungan manusia yang menekankan keselarasan
lingkungan mengandung tiga nilai etis, yaitu :
a. Etika pengembangan SDA dikembangkan dan dijaga
kelestariannya
b. Etika pengawetan seluruh kehidupan harus dihormati,
diawetkan dan dilindungi
c. Etika keseimbangan penggunaan dan pengawetan
SDA didasarkan pada peneglolaan yang bijaksana.
Nilai-nilai yang terkandung :
Manusia bukanlah sumber dari segala nilai
Manusia seharusnya menjadi penyangga dan pengelola SDA
yang bijaksana bagi generasi masa mendatang
Pengelolaan SDA tidak bertujuan untuk memproduksi dan
mengkonsumsi tapi juga pelestarian yg berkesinambungan
Perbaikan mutu kehidupan
SDA bersifat terbatas
Hubungan alam dengan manusia harus saling
menguntungkan
Memelihara kestabilan dan mutu kehidupan
Tujuan ideal manusia berbagi dan memperhatikan
2. Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan beberapa
cara, yaitu mencegah terjadinya pencemaran,
pengawetan tanah, dan pengaturan tata guna lahan
dan air.
Prinsip dasar yang dapat dilakukan untuk menjaga
kelestarian, mencegah, dan menanggulangi
pencemaran, yaitu sebagai berikut :
a. Penanggulangan secara administratif
Pemerintah menerbitkan peraturan dan perundang-undangan untuk
mencegah pencemaran dan eksploitasi yang berlebihan terhadap
sumber daya alam, yaitu :
Pelarangan pembuangan limbah industri ke lingkungan secara langsung
Setiap pabrik harus memiliki cerobong asap dengan saringan udara
Produk industri harus bersifat ramah lingkungan
Setiap industri harus melakukan studi AMDAL
Pembangunan pabrik atau industri harus jauh dari daerah pemukiman
Menerbitkan buku panduan baku mutu lingkungan dan sosialisasi konsep
pembangunan berkelanjutan (sustainable development)
b. Penanggulangan secara teknologi
Setiap industri harus memiliki unit pengolah limbah beserta
peralatannya. Cara lain adalah dengan membuat jalur hijau dan
taman kota di daerah perkotaan atau perindustrian dengan tujuan
agar CO2 yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan
bermotor, mesin pabrik, serta pernafasan makhluk hidup yang
diserap oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis
c. Penanggulanan secara edukatif
Penanggulangan secara edukatif dapat dilakukan dengan mengadakan
penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka
dalam menjaga kelestarian lingkungan. Beberapa bentuk usaha
pengawetan tanah, yaitu :
Menghindari terjadinya erosi dengan membuat sengkedan pada tanah
pertanian yang miring dan melakukan reboisasi pada lahan yang kritis
Mengembalikan kesuburan tanah dengan pemupukan, rotasi tanaman
dan penghijauan
Mengatur tata guna lahan dan air