Anda di halaman 1dari 18

Drainase

H. Nurdin Mone, SE., ST., MSP


Latar Belakang

Pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk yang cepat


menimbulkan tekanan terhadap ruang dan lingkungan untuk
kebutuhan perumahan kawasan jasa/industri yang selanjutnya
menjadi kawasan terbangun. Kawasan perkotaan yang terbangun
memerlukan adanya dukungan prasarana dan sarana yang baik
yang mejangkau kepada masyarakat berpenghasilan menengah dan
rendah.

Perkembangan perumahan dan permukiman yang sangat pesat


sering kurang terkendali dan tidak sesuai dengan Rencana Tata
Ruang maupun konsep pembangunan yang berkelanjutan,
mengakibatkan banyak kawasan-kawasan rendah yang semula
berfungsi sebagai tempat parkir air (retarding pond) dan bantaran
sungai dihuni oleh penduduk. Kondisi ini akhirnya meningkatkan
volume air permukaan yang masuk ke saluran drainase dan sungai.
Istilah dan definisi
o Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air
permukaan ke badan air atau ke bangunan resapan buatan.
o Drainase perkotaan adalah sistem drainase dalam wilayah
administrasi kota dadaerah perkotaan (urban)
o Pemeliharaan sistim drainase adalah kegiatan yang dilakukan untuk
menjamin fungsi sarana dan prasarana drainase dapat bekerja
sesuai dengan rencana yang ditetapkan
o Prasarana drainase perkotaan adalah seluruh bangunan utama yang
memungkinkan sistim drainase dapat berfungsi
o Sarana drainase perkotaan adalah bangunan atau peralatan yang
mendukung berfungsinya bangunan utama sistim drainase.
Sistem drainase terpisah adalah sistem drainase yang mempunyai
jaringan saluran pembuangan yang terpisah dengan saluran
pembuang air limbah domestik
Istilah dan definisi

Sistem drainase gabungan adalah sistem drainase yang mempunyai


jaringan saluran pembuangan yang sama untuk air hujan dan air
limbah
o Drainase berwawasan lingkungan adalah pengelolaan drainase yang
tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan
Pengendali banjir adalah bangunan untuk mengendalikan tinggi
muka air agar tidak terjadi limpasan dan atau genangan yang
menimbulkan kerugian
o Debit rencana saluran atau bangunan adalah besaran debit yang
direncanakan untuk aliran melalui saluran atau bangunan.
o Bangunan pelengkap adalah bangunan yang ikut mengatur dan
mengendalikan sistim aliran air hujan agar aman dan mudah
melewati jalan, belokan dan daerah curam
Istilah dan definisi

o Daerah genangan adalah lubang tempat masuknya air ke dalam


bangunan gorong-gorong yang letaknya pada bagian hilir gorong-
gorong
o Badan air penerima adalah sumber air permukaan berupa sungai,
laut dan danau; serta di bawah permukaan tanah berupa air tanah
dalam akuifer
o Saluran primer adalah saluran yang ukuran dan kapasitasnya jauh
lebih besar dari saluran sekunder, bisa juga berupa sungai atau kali
yang melintasi dalam kota.
o Saluran sekunder adalah saluran tertutup berada pada lokasi
pemukiman yang padat, daerah perkantoran dan pusat
perdagangan dengan bentuk bulat, persegi atau trapesium.
o Saluran tersier adalah umumnya berupa saluran terbuka, saluran
yang dibuat untuk melayani air permukaan pada lokasi pemukiman
yang kurang padat, badan saluran dapat berupa dinding tanah,
berlapis lining beton, pasangan batu kali atau dinding beton.
Drainase berwawasan lingkungan

Terdapat 2 pola yang dipakai :

Pola detensi (menampung air sementara), misalnya dengan


membuat kolam penampungan

Pola retensi (meresapkan), antara lain dengan membuat sumur


resapan atau taman
Fungsi Drainase

Fungsi dari drainase antara lain adalah:


Membebaskan suatu wilayah terutama pemukiman yang padat dari
genangan air, erosi dan banjir.
Meningkatkan kesehatan lingkungan, bila drainase lancar maka
memperkecil resiko penyakit yang ditransmisikan melalui air (water
borne disease) dan penyakit lainnya.
Dengan sistim drainase yang baik tata guna lahan dapat
dioptimalkan dan juga memperkecil kerusakan-kerusakan struktur
tanah untuk jalan dan bangunan-bangunan lainnya.
Dengan sistim drainase yang terencana maka dapat dioptimalkan
pengaturan tata-air; yang berfungsi mengendalikan keberadaan air
yang berlimpah pada musim penghujan dan kekeringan pada musim
kemarau.
Sistem Jaringan Drainase
berdasarkan fungsi dan pelayanan

Sistim drainase major (utama) adalah sistim saluran yang menampung dan mengalirkan air
dari suatu daerah tangkapan air hujan (Catchment Area). Biasanya sistim ini menampung aliran
yang berskala besar dan luas seperti saluran drainase primer, kanal-kanal atau sungai-sungai.
Pada umumnya sistim drainase mayor ini disebut juga sebagai sistim saluran pembuangan utama.
Sistim drainase lokal adalah sistem saluran awal yang melayani suatu kawasan kota tertentu
seperti kompleks permukiman, areal pasar, perkantoran areal industri dan komersial. Sistem ini
melayani area < dari 10 ha. Pengelolaan sistem drainase lokal menjadi tanggung jawab
masyarakat, pengembang atau instansi lainnya.
Sistem jaringan drainase
Sistem Jaringan Drainase
berdasarkan fisiknya

Sistem saluran primer


Adalah saluran utama yang menerima masukan aliran dari saluran sekunder. Dimensi saluran
relatif besar. Akhir saluran primer adalah badan penerima air.

Sistem saluran sekunder


Adalah saluran terbuka atau tertutup yang berfungsi menerima aliran air
dari saluran tersier dan limpasan air permukaan sekitarnya dan meneruskan
aliran ke saluran primer. Dimensi saluran bergantung pada debit yang
dialirkan.
- sistem saluran tertutup
- sistem saluran terbuka

Sistem saluran tersier


Adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran drainase lokal
Sistem Drainase sekunder

Sistem saluran tertutup


Sistim ini cukup bagus digunakan di daerah perkotaan terutama untuk kota yang tinggi
kepadatannya seperti kota Metropolitan dan kota-kota besar lainnya. Lahan yang tersedia sudah
begitu terbatas dan mahal harganya, sehingga kadang-kadang tidak memungkinkan lagi untuk
membuat sistim saluran terbuka. Walaupun tertutup sifat alirannya merupakan sifat aliran pada
saluran terbuka yang mengalir secara gravitasi

Bentuk saluran drainase tertutup


Sistem saluran sekunder

Sistem saluran terbuka


Dibandingkan dengan sistim saluran tertutup biaya pembuatan sistim saluran terbuka lebih
rendah dan tidak memerlukan teknologi yang begitu rumit sehingga sistim ini cenderung lebih
sering digunakan sebagai alternatif pilihan dalam penanganan masalah drainase perkotaan
mengingat sistim pemeliharaannya relatif mudah dilakukan. Saluran terbuka cocok dipakai apabila
masih tersedia lahan yang cukup. Sistem saluran terbuka ini biasanya direncanakan hanya untuk
menampung dan mengalirkan air hujan (sistim terpisah). Namun kebanyakan sistim saluran ini
berfungsi sebagai saluran campuran (gabungan) dimana misalnya sampah dan limbah penduduk
dibuang ke saluran tersebut.

Berikut adalah bentuk penampang saluran terbuka primer dan sekunder


a. Bentuk Trapesium
Bentuk trapesium adalah bentuk penampang saluran yang terbentuk secara alami dimana
kemiringan talud mengikuti kemiringan dari jenis tanah asli.
Jenis perkuatan yang digunakan:
- saluran trapesium dengan perkuatan talud dengan pasangan batu belah
- saluran trapesium dengan perkuatan plat beton dan balok beton
- saluran trapesium dengan turap kayu
Sistem Jaringan Drainase

b. Bentuk Segi Empat


Bentuk penampang saluran segi empat adalah bentuk yang dibuat, dengan syarat perkuatan
talud.
Jenis perkuatan yang digunakan:
- Saluran segi empat dengan perkuatan talud dari pasangan batu pecah
- Saluran segi empat dengan perkuatan talud dari beton bertulang
- Saluran segi empat dengan perkuatan talud site pile beton bertulang
- Saluran segi empat dengan perkuatan talud dari tiang pancang
Sistem saluran tersier

Saluran Tersier

Saluran tersier di perumahan

- Penampang saluran tersier adalah penampang saluran terkecil dibandingkan dengan saluran lainnya
dan berfungsi mengalirkan aliran air hujan dan air limbah rumah tangga.
- Saluran tersier umumnya dibuat dari pasangan batu bata, batu pecah dan plat beton.
- Bentuk penampang saluran adalah segi empat dengan lantai berbentuk setengah lingkaran atau
trapesium.
Faktor yang mempengaruhi dalam
Perencanaan Drainase kota
Faktor Perencanaan untuk proyek Drainase Perkotaan terdiri dari 5 (lima) pembahasan teknis utama
yaitu:

1. Faktor Penentuan/Pembagian Daerah Layanan (Catchment Area)


2. Faktor Pertumbuhan daerah perkotaan
3. Faktor Medan dan kondisi lingkungan
4. Faktor Hidrolika saluran dan bangunan
5. Faktor Hidrologi
Faktor Penentuan Pembagian Daerah Layanan (Catchment Area)
Catchment area atau daerah tangkapan air adalah kesatuan area dimana air permukaannya mengalir
ke badan air yang sama baik berupa sungai atau danau, mengikuti arah contour topografi area
tersebut.
Penentuan besarnya catchment area sangat tergantung dari beberapa faktor, antara lain :
- Kondisi topografi daerah
- Sarana/prasarana drainase yang sudah ada
- Sarana/prasarana jalan yang sudah ada dan akan dibangun.
- Sarana/prasarana kota lainnya seperti jaringan listrik, air bersih, telepon, dan lain-lain.
- Ketersediaan lahan alur saluran.
Faktor Pertumbuhan daerah perkotaan
Yang berpengaruh dalam faktor ini yaitu Pertumbuhan fisik kota, keseimbangan pembangunan
antarkota dan dalam kota, dan faktor sosial ekonomi budaya
Faktor yang mempengaruhi dalam
Perencanaan Drainase kota
Faktor medan dan kondisi lingkungan

-Topografi....................keberadaan jaringan drainase, sawah dan jalan


- Kestabilan tanah.........masalah longsor
- Pengempangan..........aliran balik

Faktor Hidrolika Saluran dan Bangunan

Hidrolika saluran meliputi: Kapasitas Saluran, Koefisien Kekasaran Manning, Kecepatan Dalam Saluran,
Kemiringan Talud, Tinggi Jagaan (Fre Board), Bentuk Saluran, Radius of Curvatura, Tanggul Inspeksi,
Bentuk Saluran.
Hidrolika bangunan meliputi: Gorong-gorong, Perhitungan Kehilangan Energi,

Faktor Hidrologi

Kriteria Hidrologi meliputi: Data Curah Hujan, Analisa Curah hujan (analisa frekuensi, intensitas curah
hujan, periode ulang, metode analisa curah hujan, debit aliran,
Catchment area