Anda di halaman 1dari 33

Al Quran & Hadist tentang Amal usaha

muhammadiyah, berbisnis, berbangsa &


bernegara, lingkungan, teknologi

Kelompok 2
1. Tulus Dwi H NIM J210140062
2. Sari Handayani NIM J210140064
3. Yossi Ilham P B NIM J210140065

Keperawatan S1
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Surakarta
2017
KEHIDUPAN DALAM MENGELOLA AMAL USAHA

Pengelola amal usaha berkewajiban untuk melaksanakan


misi utama Muhammadiyah itu sebaik-baiknya sebagai
misi dakwah.




Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat
yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang beruntung. (QS.Ali Imran : 104)





















Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah
dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya
Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka;
di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran :
110)
Karena itu, setiap pimpinan dan pengelola amal usaha
Muhammadiyah di berbagai bidang dan tingkatan berkewajiban
menjadikan amal usaha dan pengelolaannya secara keseluruhan
sebagai amanat umat yang harus dutunaikan dan
dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal


saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang
di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya;
mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami
masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.(QS. Ali-
Imran : 57)
Pimpinan amal usaha Muhammadiyah diangkat dan diberhentikan
oleh Pimpinan Persyarikatan dalam kurun waktu tertentu.
Dengan demikian pimpinan amal usaha dalam mengelola amal
usahanya harus tunduk kepada kebijaksanaan Persyarikatan dan
tidak menjadikan amal usaha itu terkesan milik pribadi atau
keluarga, yang akan menjadi fitnah dalam kehidupan dan
bertentangan dengan amanat77.








Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati
Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu
mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui.(QS.Al-Anfal : 27)
KEHIDUPAN DALAM BERBISNIS
mereka yang memperoleh keuntungan dianjurkan untuk menolong orang yang
merugi. Kesuksesan janganlah mendorong untuk berlaku sombong








Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena
sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali
kamu tidak akan sampai setinggi gunung.(QS.Al-Isra : 37)







Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)
dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan
diri.(QS. Luqman : 18)
dan ingkar akan ni'mat Tuhan,






Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika
kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat
pedih".(QS.Ibrahim : 7)

sedang kegagalan atau bila belum berhasil janganlah membuat diri


putus asa dari rahmat Allah.






Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan
saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(QS. Yusuf :
87)






55. Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira
kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-
orang yang berputus asa".
56. Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari
rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat".(QS. Al-Hijr :
55 56)







Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.(QS.Az-Zumar : 53)
Kinerja bisnis saat ini sedapat mungkin harus selalu lebih
baik dari masa lalu dan kinerja bisnis pada masa
mendatang harus diikhtiarkan untuk lebih baik dari
masa sekarang.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan


hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.(QS.Al-Hasyr : 18)
KEHIDUPAN DALAM MENGEMBANGKAN
PROFESI
1. Profesi merupakan bidang pekerjaan yang dijalani setiap orang sesuai
dengan keahliannya yang menuntut kesetiaan (komitmen), kecakapan (skill),
dan tanggung jawab yang sepadan sehingga bukan semata-mata urusan
mencari nafkah berupa materi belaka.
2. Setiap anggota Muhammadiyah dalam memilih dan menjalani profesinya di
bidang masing-masing hendaknya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai
kehalalan (halalan) dan kebaikan (thayyiban), amanah, kemanfaatan, dan
kemaslahatan yang membawa pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
3. Setiap anggota Muhammadiyah dalam menjalani profesi dan jabatan dalam
profesinya hendaknya menjauihkan diri dari praktik-praktik korupsi, kolusi,
nepotisme, kebohongan, dan lain-lain yang bathil lainnya yang menyebabkan
kemudlaratan dan hancurnya nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan kebaikan
umum.
4. Setiap anggota Muhammadiyah di manapun dan apapun profesinya
hendaknya pandai bersyukur kepada Allah di kala menerima nikmat dan
bersabar dan bertawakal kepada Allah manakala memperoleh musibah
sehingga memperoleh pahala dan terhindar dari siksa.
5. Menjalani profesi bagi setiap warga Muhammadiyah hendaknya
dilakukan dengan sepenuh hati dan kejujuran sebagai wujud
menunaikan ibadah dan kekhalifahan di muka bumi ini.
6. Dalam menjalani profesi hendaknya mengembangkan prinsip
bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan serta tidak
bekerja sama dalam dosa dan permusuhan.

Setiap anggota Muhammadiyah hendaknya menunaikan kewajiban


zakat (termasuk zakat profesi) maupun mengamalkan shadaqah,
infaq, wakaf, dan amal jariyah lain dari penghasilan yang
diperolehnya serta tidak melakukan helah (menghindarkan diri
dari hukum) dalam menginfaqkan sebagian rizki yang
diperolehnya itu.
KEHIDUPAN DALAM BERBANGSA DAN
BERNEGARA
Beberapa prinsip dalam berpolitik harus ditegakkan dengan
sejujur-jujurnya dan sesungguh-sungguhnya yaitu menunaikan
amanat






Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di
antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah
adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.An-Nisa : 58)

dan tidak boleh menghianati amanat,






Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS.Al-Anfal : 27)
Ketaatan kepada pemimpin sejauh sejalan dengan
perintah Allah dan Rasul ,


















Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang
demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS.
An-Nisa : 59)











Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada
Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah
untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-
orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya
harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja
di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka
tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah sangat keras hukuman-Nya.(QS. Al-Hasyr : 7)
mempedomani al-Quran dan as-Sunnah,









mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari
Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka
menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridai. Dan adalah Allah Maha
Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.(QS.An-Nisa : 108)

mementingkan kesatuan dan persaudaraan umat manusia,







Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di
antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS.Al-Hujurat : 13)





Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas


kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan
sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu
bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena
takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan
kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-
perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun
yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang
diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu
(sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh
Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).(QS. Al-
Anam : 151)
tidak mengambil hak orang lain,

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri,


potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang
mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS.Al-Maidah : 38)
memelihara keselamatan umum




Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu
sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin.(QS.At-Taubah:128)

hidup berdampingan dengan baik dan damai








Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil
terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan
tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berlaku adil.(QS. Al-Mumtahanah : 8)
mementingkan ukhuwah Islamiyah

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan


janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh
musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah
kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan
kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.(QS.Ali-Imran : 103)
KEHIDUPAN DALAM MELESTARIKAN
LINGKUNGAN
Lingkungan hidup sebagai alam sekitar dengan segala isi
yang terkandung di dalamnya merupakan ciptaan dan
anugerah Allah yang harus diolah / dimakmurkan,
dipelihara, dan tidak boleh dirusak.










(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah
perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan
Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat
kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang
rugi.(QS.Al-Baqarah : 27)











Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu
Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu
memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap
suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)
Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah
kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.(QS.
Al-Baqarah : 60)







yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan
perbaikan".(QS. Asy-Syuara : 152)







Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat
dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS.Al-Araf : 56)














Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS. Al-Qashsash : 77)









Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang
memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di
muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau
dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau
dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu
(sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di
akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,9QS.Al-Maidah : 33)






Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan
kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah
tidak menyukai kebinasaan..(QS.Al-Baqarah : 205)






Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat
kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS.Al-Araf : 56)





Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari
(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang
benar).(QS.Ar-Rum : 41)
Memasyarakatkan dan mempraktikkan budaya bersih, sehat, dan indah
lingkunagn disertai kebersihan fisik dan jasmani yang menunjukkan
keimanan dan kesalihan

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka
basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan
(basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka
mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat
buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air,
maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan
tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia
hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya
kamu bersyukur.(QS.Al-Maidah : 6)


Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah


di setiap (memasuki) mesjid, makan dan
minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang berlebih-lebihan. (QS.Al-Araf : 31)













Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syiar
Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan
(mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id,
dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah
sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila
kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan
janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena
mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah,
sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(QS. Al-Maidah :2)
KEHIDUPAN DALAM MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN
DAN TEKNOLOGI

Setiap warga Muhammadiyah wajib menguasai dan memiliki


keunggulan dalam kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai sarana kehidupan yang penting untuk mencapai
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat





Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki
yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada
orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak
mengetahui,(QS.An-Nahl : 43)



Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi


semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-
tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk
memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk
memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah
kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga
dirinya.(QS.At-Taubah : 122)
Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki sifat-sifat ilmuwan,
yaitu; kritis






Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya.(QS.Al-Isra : 36)

terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya







yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling
baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi
Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai
akal.(QS.Az-Zumar : 18)
Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
merupakan bagian tidak terpisahkan dengan iman dan
amal shaleh yang menunjukkan derajat kaum muslimin112,










Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.(QS. Al-Mujadilah : 11)





Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu.


Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-
pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat.
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada
kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang
mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-
cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya
melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya
berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat,
semuanya itu dari isi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil
pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
berakal.(QS.Ali-Imran : 7)
Setiap warga Muhammadiyah dengan ilmu pengetahuan
yang dimiliki mempunyai kewajiban untuk
mengajarkan kepada masyarakat, memberikan
peringatan, memanfaatkan untuk kemashlahatan dan
mencerahkan kehidupan sebagai wujud ibadah, jihad
dan dakwah




Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami
kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara
kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan
menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-
Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang
belum kamu ketahui.(QS. Baqarah : 151)