Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KASUS

G1 hamil 42 minggu JPKTH, Serviks belum matang, belum inpartu, Air


Ketuban berkurang tanpa ketuban pecah, HDK dd/PEB
Di bimbing oleh :
dr. Botefilia, Sp.OG (K)

Disusun oleh :
Adinda Hana Satrio 1610221112
Eka Sulistyowati 1610221143
Reza Febiardi 1310221052

Kepaniteraan Klinik Departemen Obstetri dan Ginekologi


Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan
Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta
Periode 3 Juli 9 September 2017
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Ny. FS
No. RM : 2313986
Tanggal Lahir : 22 April 1988
Umur : 29 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Duren Sawit, Jakarta Timur
Tanggal masuk RS : 20 Agustus 2017
ANAMNESIS
Keluhan Utama:
Kehamilan lewat bulan.
Keluhan Tambahan:
Tidak ada
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD RSUP Persahabatan mengaku hamil 10 bulan. HPHT 29
Oktober 2016, taksiran persalinan 5 Agustus 201742 minggu. Pasien ANC
dengan dokter spesialis kebidanan secara rutin. USG terakhir (10/8/2017)
dikatakan 40 minggu, TBJ 3300 gram, ICA 9.7, kondisi janin baik. Selama
kehamilan tidak ada tekanan darah tinggi. Saat ini pasien tidak merasakan
mulas, keluar air-air (-), lendir darah (-), gerak janin aktif. Nyeri kepala
disangkal. Pendangan mata kabur disangkal. Nyeri ulu hati disangkal. Mual
dan muntah disangkal.
Riwayat Kehamilan Saat ini
HPHT = 29-10-2016
HTP = 5-8-2017
Usia Kehamilan = 42 minggu

Riwayat Menstruasi
Menarche umur 12 tahun, siklus 28 hari, durasi 5-7 hari, 3-4x/hari ganti pembalut, nyeri saat
haid tidak ada.

Riwayat Pernikahan
Suami nikah pertama kali. Istri menikah pertama kali pada Tahun 2015.

Riwayat Obstetri
G1P0A0
I. Hamil ini
Riwayat Penyakit Dahulu

Tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi sebelum hamil. DM disangkal. Asma disangkal.
Penyakit jantung disangkal. Gangguan pembekuan darah disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga

HT (-) DM (-) Asma (-) Penyakit jantung (-)

Riwayat Sosial Ekonomi

Suami Engineer, Istri Karyawan Swasta (Admin)

Riwayat KB

Belum pernah menggunakan KB

Riwayat Alergi

Riwayat alergi makanan dan obat disangkal


PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran Compos Mentis

TD : 140/90 mmHg
Nadi : 92x/menit

Tanda Vital
RR : 20x/menit
S : 36,6 C
BB : 72 kg
TB : 153 cm
BMI : 31,23
Status Generalis
Kepala: tidak ada kelainan
Mata: konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/-
Hidung: secret (-), deviasi septum (-)
Telinga: serumen (+) membrane timpani intak
Mulut: bibir sianosis (-), uvula di tengah, faring hiperemis (-), tonsil T1-T1
Leher: KGB dalam batas normal
Thorax
Paru: Vesikular (+), Ronkhi (-), Wheezing (-)
Jantung: BJ 1 BJ 2 Reguler, Murmur (-), Gallop (-)
Abdomen: Membuncit sesuai usia kehamilan
Extremitas Superior et Inferior: Akral hangat, CRT <2 detik, edema +/+
Status Obstetri

Abdomen Genital

Inspeksi: Membuncit sesuai usia Inspeksi: vulva/uretra tenang


kehamilan. striae gravidarum (+) Io: Portio licin, OUE terbuka, Fluksus (-),
Palpasi: Fluor (-), Valsava (-)
Leopold I: Teraba bulat, lunak. TFU = VT: Portio lunak, pembukaan 1 cm, tebal
31 cm, TBJ klinis = 3000 gram 2 cm, Hodge I-II, ketuban (-), presentasi
Leopold II: Punggung kanan kepala, UUK anterior
Leopold III: Teraba bulat, keras Pelvimetri klinis: Promontorium tidak
Leopold IV: Divergen, kepala sudah teraba, linea inominata 1/3 - 1/3,
masuk pintu atas panggul. 4/5 sacrum konkaf, Distensia interspinarum
>9,5, spina tajam, kesan adekuat pelvis.
Auskultasi: DJJ 135 dpm
Pemeriksaan penunjang
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
DARAH PERIFER SGOT 19 5-34 u/l
LENGKAP
SGPT 13 0-55 U/L
Hb 12,6 12,0-14,0 g/dL
Albumin 3,4 L 3,5-5,2 g/dL
Ht 38,3 37,0-43,0 %
Ureum darah 19 15-40 mg/dL
Eritrosit 4,71 4,00-5,00 juta/uL
Kreatinin darah 0,9 0,6-1,2 mg/dL
Leukosit 11.040 H 5000-10000 /uL
Glukosa sewaktu 86 70-200 mg/dL
Trombosit 345.000 150.000-400.000 /uL
Asam Urat 4,7 2,6 6,0 mg/dL
MCV 81,3 L 82-92 fL
LDH 222 H 100-190 U/L
MCH 26,8 L 27-31 g/dL
MCHC 32,9 32-36 g/dL
HITUNG JENIS
Basofil 0,8 0-1 %
Eosinofil 4,1 H 1-3 %
Neutrophil 62,2 52,0-76,0 %
Limfosit 20,6 20-40 %
Monosit 12,3 H 2-8 %
RDW-CV 20,5 H 11,5-14,5 %
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

Urin Lengkap
Warna Kuning muda Kuning
Kejernihan Agak keruh Jernih
Leukosit 0-1 0-5/LPB
Eritrosit 1-3 0-2/LPB
Silinder Negatif Negatif
Epitel +1
Kristal Amorf +1
Bakteria Negatif Negatif
Berat Jenis 1,005 1,005-1,030
pH 6,0 4,5-8,0
Albumin Negatif Negatif
Glukosa Negatif Negatif
Keton Negatif Negatif
Darah/Hb +3 Negatif
Bilirubin Negatif Negatif
Urobilinogen 3,4 3,4-17 mol/L
Nitrit Negatif Negatif
Leukosit Esterase Negatif Negatif
USG

Interpretasi :
Janin presentasi kepala, aktivitas janin normal
Plasenta fundus, Maturasi grade III
BPD 96/AC 33,8/HC 34.8/FL 7,45
EFW : 3477 gram
ICA :7
SDAU : 2,6
Lilitan tali pusat 1x
CTG

Interpretasi :
Baseline : 126 dpm
Variabilitas : 5-20 dpm
Deselerasi : Tidak ada
Akselerasi : >2x/10
Kontraksi : Tidak ada
Gerak janin: 4x/10
RESUME

Ny. FS, 29 tahun, G1 hamil Pada pemeriksaan fisik


42 minggu, datang didapatkan tekanan darah
dengan keluhan pasien 140/90 mmHg. Status
hamil lewat bulan. Pasien generalis dalam batas
Pemeriksaan penunjang
tidak merasakan mules, normal. Status obstetric
USG dalam batas normal.
keluar lendir darah didapatkan tinggi fundus
Dari hasil pemeriksaan
disangkal, keluar air-air uteri 31 cm. Pada saat
laboratorium yang
disangkal. Gerakan janin melakukan inspeksi pada
bermakna didapatkan
masih aktif. Nyeri kepala genital vulva dan uretra
leukositosis 11.040 dan
disangkal. Pendangan tenang, disertai
hipoalbumin 3,4.
mata kabur disangkal. pembukaan 1 cm saat
Nyeri ulu hati disangkal. pemeriksaan VT. Kepala di
Mual dan muntah hodge I-II, dan tidak
disangkal. adanya his.
DIAGNOSIS

G1 hamil 42 minggu JPKTH, serviks belum


matang, belum inpartu, air ketuban berkurang
tanpa ketuban pecah, HDK dd/PEB
PENATALAKSANAAN

Observasi keadaan umum, tanda vital, dan denyut jantung


janin. Terminasi kehamilan secara pervaginam dengan
induksi misoprostol 25 mcg/6 jam.
PEMBAHASAN
Pasien mengaku hamil 10 bulan,
HPHT 29 Oktober 2016. Taksiran
persalinan 5 Agustus 2017~ H42
minggu, dengan siklus menstruasi
ACOG merekomendasikan definisi
teratur setiap bulannya (setiap 28
kehamilan postterm sebagai
hari). Menurut rumus Naegle,
Pada kasus ini diagnosa kehamilan penuh dalam 42 minggu
yaitu tanggal+7, bulan-3, dan
kehamilan postterm (294 hari) atau lebih dari hari pertama
tahun +1, maka taksiran partus
ditegakkan berdasarkan haid terakhir (HPHT). Kehamilan
(TP)-nya adalah tanggal 5/8/17.
anamnesa, pemeriksaan fisik antara 41 minggu 1 hari dan 41
Saat itu, pasien memeriksakan
dan pemeriksaan penunjang. minggu 6 hari, meskipun termasuk 42
diri ke RSUP Persahabatan pada
minggu adalah bukan 42 minggu
tanggal 20/8/17, sehingga
penuh sampai hari ke-7 terlewati.7
berdasarkan HPHT tersebut
didapatkan umur kehamilan
pasien ini adalah 42 minggu.
Terminasi kehamilan Hal ini berdasarkan dari
secara pervaginam Bishop score, yaitu < 5
dengan induksi sehingga diputuskan
misoprostol 25 mcg/6 untuk menggunakan
jam. misoprostol.

Konsistensi
Pembukaan Penipisan Station
serviks 1 cm serviks
serviks Posisi axial
Hodge I-II Skor 4
Lunak

Skor 1 Skor 0 Skor 2 Skor 1 Skor 0


TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
American College of Obstetricians
Menurut WHO
and Gynecologists
kehamilan postterm adalah Kehamilan postterm adalah
kehamilan yang berlangsung kehamilan yang berlangsung
lebih dari 42 minggu (294 hari) lebih dari 42 minggu (294 hari)
yang terhitung sejak hari yang terhitung sejak hari
pertama siklus haid terakhir pertama siklus haid terakhir
(HPHT) menurut rumus Naegele (HPHT).
dengan siklus haid rata-rata 28
hari.
Penyebab pasti dan poses terjadinya kehamilan
ETIOLOGI postterm sampai saat ini masih belum diketahui
dengan pasti.

Teori progesteron
Teori oksitosin
Teori kortisol/ACTH janin
Teori saraf uterus
Teori heriditer
Teori progesteron Teori oksitosin Teori kortisol Teori saraf uterus Teori herediter

Kelainan letak, tali


Masih Rendahnya Pada cacat bawaan
pusat pendek, masih
berlangsungnya pelepasan oksitosin janin (anensefalus,
tingginya bagian
pengaruh dari neurohipofisis hypoplasia adrenal)
terbawah janin
progesteron
Tidak adanya Tidak ada tekanan
kelenjar hipofisis ganglion servikalis
janin dari fleksus
frankenhauser

Kortisol janin tidak


Tidak ada kontraksi
di produksi
uterus

Kehamilan post term


Patofisiologi kehamilan post term
Perubahan pada plasenta Oligohidramnion Perubahan pada janin

Fungsi plasenta mencapai Jumlah cairan amnion mencapai Berat janin berat janin
puncaknya pada 38 minggu, puncak pada usia 38 minggu = bertambah terus sesuai
mulai menurun pada 42 minggu 1000 ml, menurun pada usia 40 bertambahnya usia kehamilan
Rendahnya fungsi plasenta minggu = 800 ml Sindrom postmaturitas
peningkatan kejadian gawat Berlangsung terus menjadi 480 Stadium 1: Kulit kehilangan
janin dengan risiko 2-4 kali ml, 250 ml, hingga 160 ml pada verniks kaseosa dan maserasi
Penimbunan kalsium usia kehamilan 42,43, dan 44 berupa kulit kering, rapuh, dan
menurunkan metabolism minggu mudah mengelupas.
transport plasenta hambatan Penurunan jumlah cairan Stadium 2: Gejala di atas disertai
pertumbuhan janin dan amnion berhubungan dengan pewarnaan mekonium pada
penurunan berat janin produksi urin janin (karena ada kulit.
hambatan aliran darah arteri Stadium 3: Pewarnaan
renalis janin) kekuningan pada kuku, kulit, dan
oligohidroamnion kompresi tali pusat.
tali pusat gawat janin
Diagnosis
Riwayat pemeriksaan
antenatal
Riwayat haid (HPHT) Tes kehamilan Tinggi fundus uteri
Gerak janin
Djj

USG Pemeriksaan laboratorium


Keakuratan usia kehamilan Sitologi cairan amnion
Tromboplastin cairan amnion
Trimester 1 = 4 hari perbandingan kadar lesitin-
Trimester 2 = 7 hari spingomielin
Trimester 3 = 3,6 minggu Sitologi vagina
Komplikasi
Pada ibu Pada bayi

Korioamnionitis Hipoksia

Laserasi perineum Hipovolemia

Perdarahan post partum Asidosis

Endometritis Sindrom gawat nafas

Penyakit tromboemboli Hipoglikemia

Hipofungsi adrenal
Penatalaksanaan
Saat usia kehamilan mencapai 42 minggu, pada 70% penderita
didapatkan serviks belum matang dengan skor Bishop rendah
tingkat keberhasilan induksi rendah
Pengelolaan secara aktif induksi
Pengelolaan secara ekspektatf Pemantauan kesejahteraan janin

Tes tanpa beban


Pemeriksaan gerakan nafas janin
Pemeriksaan gerakan janin
Pemeriksaan tonus janin
Pemeriksaan volume cairan amnion
Induksi

Induksi persalinan adalah suatu tindakan terhadap ibu hamil yang belum inpartu, baik secara
tindakan atau medisinal, untuk merangsang timbulnya kontraksi uterus.

Pematangan serviks adalah tindakan farmakologik atau cara lain untuk memperlunak atau
meningkatkan dilatasi serviks dengan tujuan untuk meningkatkan keberhasilan induksi persalinan

Penilaian pematangan serviks dapat dilakukan dengan menggunakan skor Bishop

(1) dilatasi serviks,


(2) penipisan serviks/effacement,
(3) konsistensi serviks,
(4) posisi serviks, dan
(5) station dari bagian terbawah janin.
Skor Bishop >8 keberhasilan induksi tinggi
Skor Bishop 4 serviks belum matang
membutuhkan pematangan serviks secara farmakologis
Induksi

Skor Bishop 5
Skor Bishop > 5 induksi misoprostol 25 mcg per
dengan infus oksitosin vaginam pada forniks
posterior vagina

Evaluasi 6 jam

Skor Bishop > 5 Skor Bishop 5

Misoprostol 25 mcg per


Infus oksitosin vaginam pada forniks
posterior vagina
Induksi persalinan
Indikasi Kontraindikasi

Ketuban pecah dini Disproporsi sefalopelvik (CPD)


Kehamilan lewat waktu Plasenta previa
Oligohidroamnion Gemeli
Korioamnionitis Polihidroamnion
Preeklamsia berat Riwayat sc klasik
Hipertensi akibat kehamilan Malpresentasi atau kelainan letak
IUFD Gawat janin
Pertumbuhan janin terhambat Vasa previa
Insufisiensi plasenta Hidrosefalus
Perdarahan antepartum Infeksi herpes genital aktif
Umbilical abnormal arteri doppler
Persyaratan
Tidak ada CPD

Sebaiknya serviks uteri sudah matang, yakni serviks


sudah mendatar dan menipis, jika kondisi tersebut
belum terpenuhi pematangan serviks

Presentasi harus kepala, tidak ada kelianan letak janin

Sebaiknya kepala janin sudah mulai turun kedalam


rongga panggul
Komplikasi induksi persalinan

Atonia uteri Hiperstimulasi Fetal distress Prolaps tali pusat

Rupture uteri Solusio plasenta Hiperbilirubinemia Hiponatremia

Perdarahan post Kelelahan ibu dan


Infeksi intrauterin
partum krisis emosional