Anda di halaman 1dari 30

Standar Pelayanan Minimal

Puskesmas
H. Deden Mulyadi, SH, S.Sos., M.Si
Kabag Organisasi Setda Kota
Tasikmalaya
Puskesmas
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT)
dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota yang
bertanggungjawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di satu atau sebagian
wilayah kecamatan.

1. Sarana pelayanan kesehatan (perorangan dan


masyarakat) strata pertama.
2. Unit pelaksana teknis menyelenggarakan
pembangunan kesehatan kabupaten/kota.
Sebagai organisasi publik, puskesmas
diharapkan mampu memberikan pelayanan
kesehatan yang bermutu kepada masyarakat.

Untuk menjamin terlaksananya pelayanan


kesehatan yang bermutu setiap puskesmas
perlu mengembangkan Standar Pelayanan
Minimal.
1. Standar Pelayanan Minimal adalah Ketentuan tentang
jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan
urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap
warga negara secara minimal;
2. Indikator SPM adalah tolak ukur prestasi kuantitatif
dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan
besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam
pencapaian suatu SPM tertentu, berupa masukan,
proses, hasil, dan/atau manfaat pelayanan;
3. Jenis Pelayanan adalah pelayanan publik yang mutlak
dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang
layak dalam kehidupan;
4. Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang
mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan,
pemerintahan.
PENETAPAN KEBIJAKAN
PUSKESMAS
Membuat peraturan-peraturan yang berlaku
sesuai dengan kondisi atau keadaan yang ada di
puskesmas tersebut
Mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati
segala peraturan puskesmas.
Mensyaratkan bahwa pasien harus mentaati
segala instruksi yang diberikan dokter kepadanya.
Mendapat jaminan dan perlindungan hukum.
Mendapatkan imbalan jasa pelayanan yang telah
diberikan kepada pasien.
Kewajiban Puskesmas
Mematuhi peraturan dan perundangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
Memberikan pelayanan pada pasien tanpa membedakan golongan dan status
pasien.
Merawat pasien sebaik-baiknya dengan tidak membedakan kelas perawatan (Duty
of Care).
Menjaga mutu perawatan tanpa membedakan kelas perawatan (Quality of Care).
Menyediakan sarana dan alat-alat medik sesuai dengan standar yang berlaku.
Menjaga agar semua sarana dan alat-alat senantiasa dalam keadaan siap pakai.
Merujuk pasien ke RS lain apabila tidak memiliki sarana, prasarana, alat-alat dan
tenaga yang diperlukan.
Melindungi dokter dan memberikan bantuan administrasi dan hukum bilamana
dalam melaksanakan tugas dokter tersebut mendapatkan perlakuan tidak wajar
atau tuntutan hukum dari pasien atau keluarganya.
Mengadakan perjanjian tertulis dengan para dokter yang bekerja di puskesmas
tersebut.
Membuat standar dan prosedur tetap untuk pelayanan medik, penunjang medik,
maupun non medik.
Mematuhi kode etik puskesmas
Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Standar Pelayanan Minimal adalah suatu standar dengan
batas-batas tertentu untuk mengukur kinerja
penyelenggaraan kewenangan wajib daerah yang berkaitan
dengan pelayanan dasar kepada masyarakat yang
mencakup jenis pelayanan, indikator dan nilai (benchmark).

Standar Pelayanan Minimal adalah ketentuan tentang jenis


dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib
daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.
Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 dan diatur kembali dalam pasal 18 Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan
Daerah sebelumnya, telah ditetapkan SPM untuk 15
Urusan Wajib termasuk di dalamnya urusan kesehatan.
Namun, dengan berlakunya Undang-Undang Nomor
23/2014, SPM hanya akan berlaku bagi 5 urusan wajib
yang berkaitan dengan pelayanan dasar yaitu :
1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Pekerjaan Umum dan penataan ruang
4. Perumahan Rakyat dan Kawasan permukiman
5. Ketentraman dan Ketertiban Umum dan perlindungan
masyarakat
6. Sosial
SPM mengenai Kesehatan diatur dalam
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1457/Menkes/SK Tahun 2002 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota. Selanjutnya, SPM bidang
kesehatan ditetapkan dalam Peraturan
Walikota Nomor 73 Tahun 2011 tentang
Rencana Pencapaian dan Penerapan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan
Kota Tasikmalaya.
Dalam konteks pelayanan BLUD, Standar
Pelayanan Minimal juga merupakan spesifikasi
teknis tentang tolak ukur pelayanan
minimum yang diberikan oleh Badan layanan
Umum terhadap masyarakat. SPM dalam
konteks ini merupakan penjabaran SPM
urusan wajib yang ditetapkan sebelumnya.
Fungsi
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas

Menjamin terselenggaranya mutu pelayanan


dasar kepada masyarakat secara merata.
Menjamin tercapainya kondisi rata-rata minimal
yang harus dicapai pemerintah sebagai penyedia
pelayanan kepada masyarakat.
Pedoman pengukuran kinerja penyelenggaraan
bidang kesehatan.
Acuan prioritas perencanaan daerah dan
pembiayaan APBD bidang kesehatan dalam
melakukan pengevaluasian dan monitoring
pelaksanaan pelayanan kesehatan.
Tujuan
Standar Pelayanan Minimal Puskesmas
Pedoman bagi Puskesmas dalam penyelenggaraan
layanan kepada masyarakat.
Terjaminnya hak masyarakat dalam menerima suatu
layanan.
Dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan
alokasi anggaran yang dibutuhkan.
Alat akuntabilitas Puskesmas dalam penyelenggaraan
layanannya.
Mendorong terwujudnya checks and balances.
Terciptanya transparansi dan partisipasi masyarakat
dalam penyelenggaraan puskesmas.
PENYAMAAN PEMAHAMAN
Standar Pelayanan Minimal (SPM) ini
bertujuan untuk menyamakan pemahaman
tentang definisi operasional, indikator kinerja,
ukuran atau satuan rujukan, target nasional
tahunan, cara perhitungan, rumus,
pembilangan, penyebut, standar, satuan
pencapaian kinerja, dan sumber data.
Prinsip Penyusunan Standar Pelayanan Minimal
Puskesmas
Di dalam menyusun Standar Pelayanan Minimal (SPM)
telah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Konsensus
Sederhana
Nyata
Terukur
Terbuka
Terjangkau
Akuntabel
Bertahap
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM
SEBAGAIMANA DIBAWAH INI
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 1. Cakupan Ibu hamil yang
Kesehatan Dasar kunjungan Ibu mendapatkan
Hamil K- 4. pelayanan
antenatal sesuai
standar paling
I. sedikit empat kali,
triwulan ketiga
umur kehamilan.
2. Cakupan Komplikasi
komplikasi kebidanan pada
kebidanan yang kehamilan,
ditangani. persalinan, nifas.

3. Cakupan Proses pelayanan


pertolongan persalinan dimulai
persalinan oleh pada kala I
tenaga kesehatan sampai dengan kala
yang memiliki IV persalinan.
kompetensi
kebidanan.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 4. Cakupan pelayanan kepada
Kesehatan Dasar Pelayanan Nifas ibu nifas sedikitnya
3 kali, pada 6 jam
pasca persalinan s.d
3 hari; pada minggu
I. ke II, dan pada
minggu ke VI
termasuk persiapan
dan/atau
pemasangan KB
Pasca Persalinan
5. Cakupan Bayi berumur 0
Neonatus dengan 28 hari, dengan
komplikasi yang penyakit dan
ditangani kelainan yang dapat
menyebabkan
kesakitan,
kecacatan, dan
kematian
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 6. Cakupan Setiap bayi
Kesehatan Dasar Kunjungan Bayi memperoleh
pelayanan
kesehatan minimal
4 kali yaitu
I. 1 kali pada umur 29
hari-3 bulan, 1 kali
pada umur 3-6
bulan, 1 kali pada
umur 6-9 bulan,
dan 1 kali pada
umur 9-11 bulan.
7. Cakupan Desa/ imunisasi dasar
Kelurahan Universal secara lengkap
Child Immunization pada bayi (0-11
(UCI) bulan), Ibu hamil,
WUS dan anak
sekolah tingkat
dasar.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 8. Cakupan Mencakup
Kesehatan Dasar pelayanan anak Pemantauan
balita pertumbuhan dan
Pemantauan
perkembangan
I. setiap anak usia 12-
59 bulan
dilaksanakan
minimal 2 kali
pertahun (setiap 6
bulan)
9. Cakupan Pemberian
pemberian makanan
makanan pendamping ASI
pendamping ASI pada anak usia 6
pada anak usia 6 24 Bulan dari
24 bulan keluarga miskin
keluarga miskin selama 90 hari.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 10. Cakupan balita balita gizi buruk
Kesehatan Dasar gizi buruk yang ditangani di
mendapat sarana pelayanan
perawatan kesehatan sesuai
tatalaksana gizi
I. buruk di satu
wilayah kerja pada
kurun waktu
tertentu.
11. Cakupan pemeriksaan
penjaringan kesehatan umum,
kesehatan siswa SD kesehatan gigi dan
dan setingkat mulut siswa kelas 1
SD dan Madrasah
Ibtidaiyah yang
dilaksanakan oleh
tenaga kesehatan
bersama guru,
dokter kecil.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 12. Cakupan Pasangan suami
Kesehatan Dasar peserta KB aktif Isteri, yang istrinya
berusia 15 49
tahun. Angka
Cakupan Peserta KB
I. aktif menunjukkan
Tingkat
pemanfaatan
kontrasepsi di
antara para
Pasangan Usia
Subur (PUS).
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 13. Cakupan a. Acute Flacid
Kesehatan Dasar Penemuan dan Paralysis (AFP)
Penanganan rate per
Penderita Penyakit. 100.000
penduduk < 15
I. tahun
b. Penemuan
Penderita
Pneumonia
Balita
c. Penemuan
pasien baru TB
BTA Positif
d. Penderita DBD
yang ditangani
14. Cakupan Jumlah pasien
pelayanan masyarakat miskin
kesehatan dasar di puskesmas pada
pasien masyarakat kurun waktu
miskin tertentu.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Pelayanan 15. Cakupan Rawat Jalan
Kesehatan Rujukan pelayanan Tingkat Lanjut
kesehatan rujukan meliputi rawat inap
pasien masyarakat di sarana kesehatan
II. miskin strata dua dan
strata tiga
16. Cakupan tempat pelayanan
Pelayanan Gawat gawat darurat yang
Darurat level 1 yang memiliki Dokter
harus diberikan Umum on site 24
jam dengan.
General Emergency
Life Support.
Advance Trauma
Life Support.
Advance Cardiac
Life Support.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Penyelidikan 17. Cakupan Upaya untuk
Epidemiologi dan Desa/kelurahan menemukan
Penanggulangan mengalami KLB penderita atau
KLB yang dilakukan tersangka
penyelidikan penderita,
epidemiologi < 24 penatalaksanaan
III. jam Penderita,
pencegahan
peningkatan,
perluasan dan
menghentikan
suatu KLB.
No. Jenis Pelayanan Indikator Keterangan
Promosi Kesehatan 18. Cakupan Desa desa yang
dan Pemberdayaan Siaga Aktif mempunyai Pos
Masyarakat Kesehatan Desa
(Poskesdes) atau
UKBM lainnya
berfungsi sebagai
pemberi pelayanan
IV. kesehatan dasar,
penanggulangan
bencana dan
kegawatdaruratan,
surveilance
berbasis
masyarakat yang
meliputi
pemantauan
pertumbuhan (gizi),
penyakit,
lingkungan dan
TARGET CAPAIAN SPM BIDANG KESEHATAN
BERDASARKAN PERWALKOT NOMOR 73 TAHUN 2011
BATAS
WAKTU UNIT
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TARGET TAHUNAN KERJA/
JENIS PELAYANAN PENCAPA
NO IAN LEMB.PEN
DASAR
.
NIL SATU JAWAB
INDIKATOR TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014 2015
AI AN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
A. Pelayanan Kesehatan
Dasar
DINAS
1. Pelayanan Ibu Hamil Cakupan Kunjungan BUMIL K-4 95 % 2015 - 84 87 90 93 95
KESEHATAN

2. Pelayanan Komplikasi Cakupan Komplikasi Kebidanan DINAS


80 % 2015 - 72 74 76 78 80
Kebidanan yang ditangani KESEHATAN

Cakupan Pertolongan Persalinan


DINAS
3. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan yang 90 % 2015 - 82 84 86 88 90
KESEHATAN
memiliki kompetensi kebidanan

DINAS
4. Pelayanan Nifas Cakupan Pelayanan Nifas 90 % 2015 - 82 84 86 88 90
KESEHATAN

Cakupan Neonatus dengan


5. Pelayanan Neonatus DINAS
komplikasi yang 80 % 2010 70 80
dengan Komplikasi KESEHATAN
ditangani

DINAS
6. Pelayanan Bayi Cakupan Kunjungan Bayi 90 % 2010 85.9 90
KESEHATAN
BATAS
WAKTU UNIT
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TARGET TAHUNAN KERJA/
JENIS PELAYANAN PENCAPA
NO IAN LEMB.PEN
DASAR
.
NIL SATU JAWAB
INDIKATOR TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014 2015
AI AN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Cakupan Desa / Kelurahan UCI
DINAS
7. Pelayanan Imunisasi Anak (Universal Child 100 % 2010 100 100
KESEHATAN
Immunization)

DINAS
8. Pelayanan Balita Cakupan Pelayanan Anak Balita 90 % 2010 97.1 90
KESEHATAN

Cakupan Pemberian MAKANAN


9. Pemberian Makanan Pendamping DINAS
100 % 2010 100 100
Pendamping ASI ASI pada anak usia 6-24 bulan KESEHATAN
keluarga miskin

10. Pelayanan Gizi Buruk Cakupan Balita Gizi Buruk DINAS


100 % 2010 100 100
Balita Mendapat Perawatan KESEHATAN

Cakupan Penjaringan Kesehatan


11. Penjaringan Kesehatan DINAS
Siswa SD dan 100 % 2010 97 100
Siswa SD KESEHATAN
Setingkat

DINAS
12. Pelayanan KB Cakupan Peserta KB Aktif 70 % 2010 70 70
KESEHATAN
BATAS
WAKTU UNIT
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TARGET TAHUNAN KERJA/
JENIS PELAYANAN PENCAPA
NO IAN LEMB.PEN
DASAR
.
NIL SATU JAWAB
INDIKATOR TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014 2015
AI AN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Cakupan Penemuan dan
13. Pelayanan Penderita DINAS
Penanganan Penderita 100 % 2010 78.7 100
Penyakit KESEHATAN
Penyakit

14. Pelayanan Dasar Cakupan Pelayanan Kesehatan DINAS


100 % 2015 - 100 100 100 100 100
Masyarakat Miskin Dasar Masyarakat Miskin KESEHATAN

Cakupan pelayanan Kesehatan


B. Pelayanan Kesehatan DINAS
Rujukan Pasien 100 % 2015 - 100 100 100 100 100
Rujukan KESEHATAN
Masyarakat Miskin
Cakupan Pelayanan Gawat
Darurat Level 1 yang Harus
100 % 2015 - 100 100 100 100 100 RSUD
diberikan Sarana Kesehatan (RS)
di Kab/ Kota
C.Penyelidikan
Epidemiologi dan Cakupan Desa / Kelurahan
Penanggulangan mengalami KLB yang DINAS
100 % 2015 - 100 100 100 100 100
Kejadian Luar dilakukan penyelidikan KESEHATAN
Biasa /KLB Epidemiologi < 24 jam

D. Promosi Kesehatan
dan DINAS
Cakupan Desa Siaga Aktif 80 % 2015 - 65 68 75 77 80
Pemberdayaan KESEHATAN
Masyarakat
KRITERIA PENILAIAN DOKUMEN SPM PUSKESMAS
BERDASRKAN SE MENDAGRI 900/2759/ SJ TAHUN
2008 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN BLUD
No. INDIKATOR UNSUR YANG DINILAI
1. SPM SESUAI DENGAN JENIS DAN 1. FOKUS
MUTU PELAYANAN 2. TERUKUR
3. DAPAT DICAPAI
4. RELEVAN DAN DAPAT
DIANDALKAN
5. KERANGKA WAKTU
3 KELENGKAPAN DAN KESESUAIAN JENIS Kelengkapan jenis pelayanan
DAN TARGET KINERJA sesuai dengan SPM yang
diberlakukan
4 ADANYA KETERKAITAN ANTARA SPM Kaitan antara SPM dengan
DENGAN RENCANA STRATEGIS BISNIS Rencana Strategis Bisnis dan
anggaran tahunan
5 ADANYA PENGESAHAN KEPALA DAERAH Legitimasi Kepala Daerah
Terima Kasih