Anda di halaman 1dari 33

PROSTODONTI

KELOMPOK 1
KASUS
Anto mahasiswa co ass bagian prosto dan akan mengerjakan Pak
Andi usia 68 tahun untuk pembuatan gigi tiruan karena gigi tiruan
yang lama longgar. Anto melakukan Pemeriksaan ekstra
oral terlihat deviasi saat gerak buka dan tutup mulut ke kanan serta
wajah terlihat tidak simetris. Pemeriksaan intra oral RA/RB
edentulus, linggir sisa RA dan RB sedang, retromilohyoid
sedang, linggir sisa rahang bawah lebih maju dari rahang
atas, jaringan lunak bergerak pada bagian anterior RA.
Pemeriksaan pada gigi tiruan yang lama, gigi tiruan RA/RB retensi
dan stabilisasi kurang karena adaptasi basis GT kurang, perluasan
basis bagian posterior pendek, Pasien akan dibuatkan gigi tiruan
yang baru. Anto sudah diizinkan dosen pembimbing untuk
melakukan tahap kerja pencetakan anatomis dan fisiologis. Setelah
mendepatkan hasil cetakan benar anto melanjutkan desain
pembuatan basis dengan mempetimbangkan retensi dan stabilisasi.
TERMINOLOGI
retensi adalah kekuatan yang menahan gigi tiruan terhadap gaya yang
arahnya berlawanan dengan arah pemasangan.
Stabilisasi adalahkekuatan menahan dari suatu gigi tiruan terhadap daya
horizontal.
Edontolus adalah dimana hilangnya seluruh gigi asli, kehilangan gigi telah
lama dianggap sebagian proses penuaan.
Retromilohyoid adalah perlekatan otot di antara molar 2 dan molar 3disebelah
lingual, penting untuk retensi gigi tiruan . kaca mulut terbenam lebih dari
setengah berarti daerah retromilohyoidnya dalam dan apabila kaca mulutnya
kurang dari setengah maka daerahnya dangkal.
Simetris adalah persamaan salah satu sisi atau objek baik segi bentuk,
ukuran, dll
Deviasi adalah adanya perubahan / pergerakan saat buka dan tutup mulut.
Pencetakan anatomis adalah cetakan yang tidak menghiraukan tekanan dan
mukosanya.
IDENTIFIKASI MASALAH
1. apakah pemeriksaan yang dilakukan?
2. apakah indikasi dan kontra indikasi GTL?
3. apa diagnose dan rencana perawatan ?
4. bagaimana prosedur mencetak?
5. apakah faktor yang mempengaruhi keberhasilan
mencetak?
6. bagaimana cara mendapatkan basis dengan retensi
dan stabilisasi yang baik?
7. apa saja batas-batas anatomis?
8. bagaimana Anto menjelaskan dan melakukan
pembuatan GTL pada skenario?
SKENARIO
Kerangka konsep KASUS

IDENTIFIKASI KASUS:
1. RUMUSAN
MASALAH
2. ANALISA
MASALAH

PEMERIKSAAN RENACANA
PERAWATAN

SUBJEKTIF OBJEKTIF
RP AWAL RP AKHIR

1. ANAMNESA 1. PEMERIKSAAN
2. KELUHAN EKSTRA ORAL
PASIEN
2. PEMERIKSAAN
INTRA ORAL Mencetak
Hal yang perlu diperhatikan:
a. Faktor keberhasilan
mencetak
b. Cara mendapatkan basis
dgn retensi dan stabilitas
yang baik
Analisis Masalah
cara pemeriksaan
Pemeriksaan Subjektif (Anamnesa)
Identifikasi pasien
Nama : Andi
Umur : 68 tahun
Jenis Kelamin : Laki - laki
Keluhan pasien
Keluhan Utama : gigi tiruan yang dipakai pasien
longgar.
Keluhan tambahan : pasien ingin dibuatkan gigi tiruan
yang baru.
Riwayat Kesehatan Gigi
Menggunakan GTL yang lama.
Pemeriksaan Objektif (intraoral)
Objek Cara pemeriksaannya

Linggir sisa RA/RB. Rahang


bawah lebih maju dari rahang Visual
atas. (normal (klas III)

Retromylohyoid Pemeriksaan dilakukan pada daerah lingual didaerah gigi M2 dan M3 RB dengan kaca
mulut. Apabila kaca mulut yang terbenam diameter kaca mulut berarti sedang.

Palpasi diatas apeks : tekanan dengan jari pada mukosa ronggamulut.


Jaringan lunak bergerak pada
anterior rahang atas.
indikasi dan kontra indikasi
GTL
INDIKASI KONTRAINDIKASI
Adanya kehilangan seluruh gigi Tidak ada perawatan alternatif
karena dicabut atau tanggal
keadaan processus alveolaris masih Pasien belum siap secara fisik dan
baik mental,

kondisi mulut pasien baik Pasien alergi terhadap material gigi


tiruan penuh

keadaan umum pasien baik Pasien tidak tertarik mengganti gigi


yang hilang

pasien bersedia dibuatkan gigi tiruan


lengkap
Diagnosis dan rencana
perawatan
Diagnosis
Linggir sisa RA/RB, rahang bawah lebih
maju (klas III)
Mukosa bergerak pada anterior rahang
atas
Retromilohyoid sedang
Wajah tidak simetris
Pasien kooperatif : kelas 1
Edentolus RA dan RB
Rencana Perawatan
Rencana perawatan awal :
Flabby : Retensi
Rencana Perawatan Akhir
Gigi Tiruan lengkap konvensional
Prosedur Mencetak
Cetak anatomis
Bahan mencetak : Hydrokoloid
irreversible/alginate
Sendok mencetak : Stock tray yang
berlubang dan tanpa sudut
Teknik mencetak : Mukofungsional
Tujuan mencetak :Untuk mendapatkan
model studi dan mendapatkan sendok
cetak fisiologis
Prosedur mencetak
Persiapan alat dan bahan yang akan digunakan
Instruksi pada pasien
Persiapan pasien sperti preparasi dan profilaksis, control
saliva, dan control pasien hipersensitif
Posisi pasien dan operator untuk rahang atas operator
berada di belakang kanan pasien, kepala pasien setinggi
dada operator, mulut pasien setinggi siku operator, dan
kalau rahang bawah operator berada sebelah kanan
depan pasien, mulut pasien setinggi antara bahu dan
siku operator
Try in sendok cetak ke mulut pasien
Aduk bahan cetak dengan perbandingan 1 : 2 hingga
homogen (halus dan mengkilat)
Masukkan bahan ke sendok cetak
Masukkan sendok cetak ke dalam mulut pasien
Mengisi daerah undercut
Sentering
Mengangkat bibir atas atau menurunkan bibir bawah
Menekan sendok cetak, ditekan bagian tengah palatum
supaya bahan mengalir secara merata kemudian baru
tekan bagian posterior dan anterior
Melepas sendok cetak dari rahang
Mengeluarkan sendok cetak dari dalam mulut
Evaluasi hasil cetakan
anatomis:
Hasil cetakan tidak boleh poreus, robek atau
terlipat
Hasil cetakan harus mencakup batas anatomis
Tepi cetakan harus bulat
Tepi sendok cetak tidak boleh terlihat
Semua bagian ridge dan daerah jaringan lunak
sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak
tercetak dengan baik
Pengecoran dengan dental stone (gips tipe III)
Cetak fisiologis
Membuat sendok cetak buatan
Alat dan bahan: self curing akrilik, api spiritus,
scalpel/lecron, bur, malam merah
Gambarl 2 batas pada model studi dengan pensil yiatu
batas untuk muscle triming tepat difornik pada model
dan batas untuk untuk sendok cetak buatan yaitu 2 mm
dari fornik.
Selapis lembar malam merah diatas permukaan jaringan
sebagai wax spacer untuk bahan cetak
Buat lobang pada malam di daerah molar dan caninus
kiri atau kanan untuk stop vertical
Aduk resin akrilik dan letakkan adonan merata di atas
malam dan lubang stop vertical serta meliputi garis tepi
Buat tangkai dari resin, untuk rahang atas cukup satu
ditengah bagian anterior dengan posisi tangkai kearah
bawah supaya tidak mengganggu pada saat muscle
trimming
Setelah resing mengeras lepaskan sendok cetak
perotangan dari model
Sempurnakan tepi sendok cetak
Mencoba sendok cetak perorangan dalam mulut pasien
dan periksa apakah sendok cetak perlu disempurnakan
sebelum dilakukan border molding/muscle trimming
Border molding/muscle trimming
Batas- batas sendok cetak perorangan rahang
atas
Rahang atas
Sayap bukal : dari frenulum bukalis ke distal
mencapai hamular notch, melintasi palatum
lewat sekitar fovea palatine ke hamular notch
sisi lainnya
Sayap labial : mengikuti batas mukosa bergerak
dan tidak bergerak
Lekukan untuk daerah frenulum : labialis, bukal
kanan/kiri
Rahang bawah
Sayap bukal : menutupi bukal shelf dari
frenulum bukalis kedistal retromolar pad
kaknan/kiri
Sayap labial: meliputi batas mukosa bergerak
dan tidak bergerak
Sayap distolingual : lanjutan dari retomolar pad
bawah, biasanya merupakan bagian yang
dalam.
Lekukan untuk frenulum : labialis, bukalis kanan/
kiri dan lingualis.
Teknik
Teknik yang diguanakan dalam muscle
triming adalah teknik kombinasi dimana
teknik ini adalah gabungan dari beberapa
teknik muscle triming yang lainnya.
Rahang atas
Letakkan green stick compound yang telah dipaskan pada tepi
sendok cetak, dari ujung distal atau hamular notch ke frenulum
bukalis.
Panaskan lagi diatas api spiritus kemudian celupkan kedalam air
hangat/tampering. Sendok cetak dengan GSC yang hangat tadi
dimasukkan kedalam mulut pasien yang dibuka lebar, gerakkan
rahang bawah ke kanan, kiri dan protrusive.
Daerah frenulum bukalis secara unilateral, tarik pipi keluar ke bawah
kemudian kedepan, ke belakang, ulangi pada posisi berlawanan.
Lunakkan lagi compound pada frenulum bukalis secara unilateral.
Sayap labial secara unilateral, lunakka compound, tarik bibir keluar
dan kebawah atau pasien diminta melakukan gerakan menghisap.
Lunakkan compound pada frenulum labialis serta tarik bibir atas ke
depan.
Membuat lubang pada sendok
cetak
Teknik pembuatannya:
Setelah sendok cetak dudukan tepat dan tepi sempurna,
maka buatlah lubang pada: di atas puncak ridge molar
atas dan bawah, daerah palatum keras sekitar garis
tengah, daerah mukosa rahang yang mudah bergerak
(flabby) untuk mencegah distorsi jaringan tersebut
Lubang dibuat dengan bur bulat no.8
Berjarak tiap lubang 5mm
Boxing dan Beading
Teknik pembuatannya :
siapkan gulungan lilin atau beading wax setebal lebih 3-5 mm
kemudian dicetakan dibawah ditepi seluruh hasi ceakan.
untuk rahang atas penempelan beading wax berakhir dibelakang
prossesus alveolarbagian posterior sebelah kiri kanan.untuk rahang
bawah meliputi seluruh tepi hasil cetakan bagian labial,bukal dan
lingual.
untuk bagian lingual ,tempat lidah ditutupi dengan selembar wax
yang digabung dengan beading wax yang sudah dicetakan.
dibaguan luar beading wax diletakan untuk memebntuk basis dari
model.
kemudian hasil cetakan yang dilakukan boxing dicor dengan gips
stone untuk mendapatkan model kerja ( model). beading dan boxing
juga menggunakan wax sebelum diisi dengan gips dan metode ini
yang lebih sering digunakanbahan gips pada sendok cetak
menggunakam algianat untuk menstabilkan posisi sendok cetak.
Faktor keberhasilan mencetak
Memelihara linggir sisa adalah tujuan
utama pembuatan gigi tiruan, disamping
mengembalikan sistim stomatonatik.
Member dukungan merupakan ketahan
jaringan pendukung terhadap gaya
mastikasi.
Memberikan penampilan wajah
Stabilisasi dan retensi
Cara mendapatkan basis dengan retensi dan
stabilisasi yang baik

Memelihara linggir sisa adalah tujuan


utama pembuatan gigi tiruan, disamping
mengembalikan sistim stomatonatik.
Member dukungan merupakan ketahan
jaringan pendukung terhadap gaya
mastikasi.
Memberikan penampilan wajah
Stabilisasi dan retensi
Cara mendapatkan basis dengan retensi dan
stabilisasi yang baik
Faktor faktor yang mempengaruhi retensi
gigi tiruan
Adesi adalah gaya tarik menarik antara dua molekul yang berbeda,
yaitu antara molekul mukosa dan saliva, molekul basisi gigi tiruan
dengan saliva.
Kohesi adalah gaya tari menarik antara dua molekul yang sama,
yaitu atara moleku-molekul slaiva.
Tegangan permukaan adalah kombinasi antara adesi dan kohesi
yang terdapat pada permukaan, pertemuan basis gigi tiruan dengan
saliva mukosa, yang sesuai dengan daya tarik kapiler.
Mechanical lock berupa undercut, adalah salah satu pendukung
retensi.
Pengap perifer atau tekanan atmosfir adalah kontak yang rapat
antara tepi basisi gigi tiruan jaringan lunak pendukung gigi tiruan,
termasuk posterior palatal seal, perluasan tepi sayap labia, bukal,
dan lingual
Otot- otot oro facial.
Batas anatomis
Rahang Atas

Frenulum labii superior


Ruggae palatina
Frenulum buccalis
Tuberositas maxillae
Hamular notch
Vibrating line
Processus alveolaris
Incisivus papilae
Fornix
Vovea palatine
Rahang bawah

1. Frenulum labii
inferior
2. Frenulum buccalis
3. Vestibulum buccalis
4. Retromolar pad
5. Frenulum lingualis
6. Processus alveolaris
7. Mylohyoid line
PERTANYAAN
1. Desi ratna sari (14-49)
Teknik mencetak dengan adanya flabby
pada pasien?
2.