Anda di halaman 1dari 29

KASUS INFEKSI TORCH

PADA KEHAMILAN

Kelompok 1 Askeb Kegawatdaruratan Maternal Neonatal


KASUS
Kasus 1 (TORCH)
Seorang ibu bernama Ny. Eli usia 40 tahun hamil anak kelima datang ke
bidan praktik mandiri untuk berkonsultasi dengan memeriksakan
kehamilannya. Tanggal pemeriksaannya adalah 22 Febuari 2013.
Hasil anamnesa diperoleh bahwa ibu mengatakan sekarang keluar darah
dari jalan lahir sejak kemarin sore dan sedikit mulas. HPHT tanggal 15
Desember 2012. Ibu mengatakan lemas dan badan panas. Ibu
mengatakan mempunyai riwayat keguguran 4 kali ketika usia kandungan
menginjak 3 bulan. Pola nutrisi tidak ada masalah, ibu menyukai daging
dan sayuran mentah. 2 tahun yang lalu ibu pernah diperiksa labolatorium
dengan hasil igM toxsoplasmosis (+).
Hasil pemeriksaan ditemukan: TD 100/70 mmHg, nadi 80x/menit, respirasi
22x/menit, suhu 38,8o. Muka tidak ada odema, konjungtiva merah, sklera
putih. Leher terdapat pembesaran kelenjar limfe. Dan payudara dalam
batas normal. Abdomen : TFU belum teraba. Ekstremitas atas dalam batas
normal, ekstremitas bawah : odema tungkai negatif kiri dan kanan, tidak
ada varices refleks patela ada kiri kanan.
Pemeriksaan penunjang : Hb 12 gr%
PERTANYAAN
1. Apa kemungkinan diagnosis/masalah pada
klien diatas?

G5P0A4 kemungkinan hamil 9 minggu 5 hari


dengan kemungkinan toksoplasmosis dan rubella.
2. Apa data dasar penegakan diagnosis atau
masalah pada kasus diatas?

a. Anamnesa: Ibu mengatakan sekarang keluar darah


dari jalan lahir sejak kemarin sore dan sedikit
mulas. Ibu mengatakan lemas dan panas badan.
Ibu mengatakan riwayat keguguran 4x saat
menginjak usia kehamilan 3 bulan.
b. Riwayat kesehatan ibu : 2 tahun yang lalu ibu
pernah diperiksa labolatorium dengan hasil igM
toxsoplasmosis (+).
c. Pemeriksaan fisik: Suhu 38,8 oC, konjungtiva merah,
Leher terdapat pembesaran kelenjar limfe.
3. Sebutkan apa saja diagnosis banding pada
kasus di atas!

Abortus Septik.
4. Data dasar (obejktif) atau tanda gejala apa saja
yang bisa ditemui pada klien dengan diagnosis
atau masalah tersebut? (baik diagnosis yang terjadi
maupun diagnosis banding)

Pemeriksaan fisik: Suhu 38,8 oC, konjungtiva merah,


Leher terdapat pembesaran kelenjar limfe.
5. Data dasar (subjektif/keluhan) apa saja yang bisa
ditemukan pada klien dengan diagnosis atau
masalah tersebut?

Ibu mengatakan sekarang keluar darah dari jalan


lahir sejak kemarin sore dan sedikit mulas. Ibu
mengatakan lemas dan panas badan. Ibu
mengatakan riwayat keguguran 4x saat menginjak
usia kehamilan 3 bulan.
6. Apa riwayat yang bisa dikaji pada klien tersebut
berhubungan dengan masalah diagnosisnya?

Riwayat kesehatan ibu, riwayat obstetrik lalu,


riwayat obstetri sekarang,
7. Apa data dasar (pemeriksaan) yang
memastikan diagnosis klien diatas?

Pemeriksaan fisik: Suhu 38,8 oC, konjungtiva merah,


Leher terdapat pembesaran kelenjar limfe.
8. Apa kemungkinan diagnosis potensial atau masalah
potensial baik ibu maupun janin yang muncul dari klien
tersebut baik dalam kehamilan atau persalinan?

Diagnosa potensial: abortus habitualis, kelainan


kongenital (syndrom rubella kongenital, defek pada
jantung, katarak, retinitis dan ketulian), kelahiran
premature, IUGR, IUFD, retardasi mental,
Masalah potensial: kemungkinan terjadi infeksi akibat
ibu sering makan sayuran mentah, terganggunya
psikologis ibu karena telah mengalami 4x abortus,
9. Apa masalah atau diagnosa potensial yang
berhubungan dengan diagnosis banding?

Abortus habitualis, syok septik, dan kematian ibu


janin
10. Bagaimana asuhan yang akan anda berikan pada
klien tersebut (peran bidan di BPM)?

Mengidentifikasi perdarahan sesuai dengan jenis


dan jumlah perdarahan. Anjurkan ibu untuk
melakukan pemeriksaan USG sebagai pemeriksaan
penunjang untuk menegakkan diagnosa dan
melakukan tes laboraturium ulang.
Melakukan tindakan pra rujukan berupa memasang
infus jika terjadi perdarahan hebat/syok
11. Bagaimana penatalaksanaan kasus tersebut secara
komprehensif (di Rumah Sakit/dokter)?

Bidan melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan


di laboraturium untuk melakukan penilaian kadar igG
tokso, jika diduga terinfeksi dan secara klinis
mendukung adanya dugaan adanya infeksi atau
terpapar maka ulangi uji igG. Jika tidak ada
perubahan, pantau ketat uji igG berkala dan lanjutkan
asuhan antenatal. Jika hasil uji ulang igG meningkat >
4x maka dilakukan sabin-feldman dye-test. Jika hasil
test negatif lanjutkan asuhan ANC namun jika postif >
1: 256 diberikan konseling kehamilan dlanjutkan
(dengan terapi spesifik) atau terminasi kehamilan.
12. Apa saja pendidikan kesehatan yang
diberikan pada klien tersebut?

a. Hindari makan daging dan sayuran mentah.


b. Membersihkan sayuran dan buah-buahan sebelum
dimakan dengan benar.
c. Bila membersihkan tempat sampah, jangan lupa
menggunakan sarung tangan.
d. Kucing peliharaan sebaiknya diberi makanan
matang. Sebaiknya menghindari kucing.
e. Menganjurkan ibu melakukan skrining serologik
pramarital yang dilanjutkan skrining bulanan
selama kehamilan.
f. Membersihkan tangan dengan sabun setelah
memegang daging mentah dan menutup makanan
yang sudah matang agar tidak terjamahi lalat.
g. Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan
lab.
13. Bagaimana penatalaksanaan kasus lainnya yang
berkaitan dengan TORCH (diagnosa banding)?

a. Memberikan terapi cairan IV untuk menyeimbangkan


cairan didalam tubuh
b. Melakukan pemeriksaan darah dan cairan fluor
yang keluar pervaginam
c. Memberikan antibiotik sesuai dengan hasil kultur
dan sensitifitas kuman yang diambil dari darah dan
cairan fluor yang keluar pervaginam. Untuk tahap
pertama, dapat diberikan penicillin 4 x 1,2 juta unit
atau ampicillin 4 x 1 gram ditambah gentamicin 2 x
80 mg dan metronidazole 2 x 1 gram. Selanjutnya
antibiotik dsesuaikan dengan hasil kultur.
d. Tindakan kuretase dilaksanakan bila keadaan
tubuh sudah membaik minimal 6 jam setelah
antibiotik diberikan. Pada saat tindakan, uterus
harus dilindungi dengan uterotenika.
e. Antibiotik dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam
dan bila dalam waktu 2 hari pemberian tidak
memberikan respon, harus diberikan antibiotik
yang lebih sesuai.
14. Untuk antisipasi pada kehamilan berikutnya, apa
yang harus direncanakan atau dilakukan atau
diberikan pada klien tersebut?
a. Melakukan pemeriksaan kadar IgG dan IgM.
b. Jika hasil pemeriksaan positif, maka ibu diberikan
terapi terlebih dahulu untuk menyembuhkan
penyakitnya.
c. Jika hasil pemeriksaan negatif, ibu diberikan
konseling mengenai persiapan menuju kehamilan
yang sehat.
15. Bagaimana kemungkinan persalinan klien
tersebut? Apa alasan anda?

Persalinan dengan sectio caesarea. Karena bila ibu


mendapat infeksi selama kehamilan, organisme
dapat menyebar secara hematogen ke plasenta.
Bila hal ini terjadi, infeksi dapat ditularkan ke janin
secara parenteral atau selama persalinan
pervaginam.
16. Masalah atau komplikasi apa yang bisa muncul
pada saat persalinan pada klien tersebut baik
yang berhubungan dengan diagnosis atau masalah
ataupun diagnosa banding baik ibu maupun bayi?

a. Disporposi kepala panggul yang disebabkan oleh


hidrosepalus.
b. Ruptura uteri yang disebabkan oleh trauma uterus
akibat aborsi yang berulang.
17. Dokumentasikan hasil asuhan yang
diberikan pada klien tersebut secara
lengkap!
DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN

Tgl pemeriksaan 22-2-2013


A. SUBJEKTIF
1. Identitas
Nama : Ny. Eli
Usia : 40 tahun
2. Anamnesa
Ibu mengatakan sekarang keluar darah dari jalan lahir
sejak kemarin sore dan sedikit mulas. Ibu mengatakan
lemas dan panas badan. Ibu mengatakan riwayat
keguguran 4x saat menginjak usia kehamilan 3 bulan.
3. Riwayat Obstetri sekarang
HPHT : 15-12-2012
TP : 22-9-2013
UK : 9 minggu
4. Riwayat Obstetri lalu
Ibu mengatakan pernah mengalami keguguran 4x pada
usia kehamilan 3 bulan.
5. Riwayat kesehatan ibu
2 tahun yang lalu ibu pernah diperiksa labolatorium
dengan hasil igM toxsoplasmosis (+).
6. Pola nutrisi
tidak ada masalah, ibu menyukai daging dan sayuran
mentah.
B. OBJEKTIF

1. TTV:
TD 100/70 mmHg
nadi 80x/menit
respirasi 22x/menit
suhu 38,8o
2. Pemeriksaan Fisik:
Muka: tidak ada odema,
Mata: konjungtiva merah sklera putih.
Leher: terdapat pembesaran kelenjar limfe.
Payudara: dalam batas normal.
Abdomen : TFU belum teraba.
Ekstremitas atas dalam batas normal
Ekstremitas bawah : odema tungkai negatif kiri dan kanan,
tidak ada varices refleks patela ada kiri kanan.

3. Pemeriksaan penunjang : Hb 12 gr%


C. ANALISA
1. Diagnosa : G5P0A4 kemungkinan hamil 9 minggu 5
hari dengan kemungkinan toksoplasmosis dan rubella.
2. Diagnosa potensial : abortus habitualis, kelainan
kongenital (syndrom rubella kongenital, defek pada
jantung, katarak, retinitis dan ketulian), kelahiran
premature, IUGR, IUFD, retardasi mental.
3. Masalah : a. Ibu makan daging dan sayuran mentah.
b. Ibu telah mengalami 4x abortus.
4. Masalah potensial : a. kemungkinan terjadi infeksi.
b. terganggunya psikologis ibu.
D. PENATALAKSANAAN
1. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu. E: ibu
mengerti dengan keadaannya.
2. Mengidentifikasi perdarahan sesuai dengan jenis dan
jumlah perdarahan.
3. Anjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan USG
sebagai pemeriksaan penunjang untuk menegakkan
diagnosa dan melakukan tes laboraturium ulang. E:
ibu bersedia melakukan pemeriksaan USG.
4. Melakukan tindakan pra rujukan berupa memasang
infus jika terjadi perdarahan hebat/syok.
5. Merujuk ibu ke rumah sakit agar mendapatkan
penanganan lanjut.