Anda di halaman 1dari 22

Nama : Saleh Rachman

No. RM : 18349
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 7 tahun
Warga negara : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Karang Kimpul Rt 001 Rw 002
Tambakrejo, Semarang
Pemeriksaan Subjektif
Keluhan Utama
Pasien datang mengeluhkan gigi belakang bawah
kanan berlubang kecil.
Anamnesis
Pasien anak laki-laki berusia 7 tahun datang
mengeluhkan gigi belakang kanan bawah
berlubang kecil pada bagian atas gigi. Pasien tidak
mengeluhkan rasa sakit. Orang tua pasien ingin
gigi anaknya dirawat supaya lubang tidak semakin
dalam. Pasien suka mengkonsumsi coklat dan
permen. Pasien menyikat gigi dua kali sehari.
Penyakit Diabetes Melitus : d.t.a.k
Penyakit Darah Tinggi : d.t.a.k
Penyakit Gastrointestinal : d.t.a.k
Penyakit Jantung : d.t.a.k
Penyakit Liver : d.t.a.k
Penyakit Ginjal : d.t.a.k
Penyakit Kulit : d.t.a.k
Penyakit Paru-paru : d.t.a.k
Riwayar Perdarahan : d.t.a.k
Pemeriksaan Objektif

Kondisi umum pasien : baik


Tekanan Darah : t.d.l
Nadi : - x/menit
Respiration Rate : 20 x/menit
Berat Badan : 22 kg
Tinggi Badan : 100 cm
Temperatur : t.d.l
Riwayat gigi sebelumnya
Pencabutan gigi atas depan
Pencabutan gigi belakang

Kebiasaan buruk
Menghisap jari
-
Pemeriksaan Ekstra Oral: d.t.a.k
Pemeriksaan Intra Oral : d.t.a.k
Pemeriksaan Gigi Geligi (Odontogram)
Pemeriksaan Gigi Geligi
Gigi 21 = erupsi sebagian
Gigi 22 = erupsi sebagian
Gigi 54 = karies profunda kavitas kelas I
Gigi 52 = sisa akar
Gigi 51 = sisa akar
Gigi 62 = missing
Gigi 64 = sisa akar
Gigi 65 = karies media kavitas kelas I
Gigi 75 = karies profunda kavitas kelas II
Gigi 74 = karies superficial kelas I
Gigi 84 = karies superficial kelas I
Pada gigi 84
Terdapat karies kedalaman enamel pada
bagian oklusal
Perkusi : (-)
Sondasi : (-)
Palpasi : (-)
Mobilitas : (-)
CE : (+)
Gambaran Klinis
Gigi 84
Diagnosa

Karies superficial kavitas kelas I


RESTORASI KLAS I AMALGAM
Outline form
merupakan dovetail, termasuk semua fisur,
daerah karies, pit dan developmental groove,
ujungnya dibulatkan.
Penampang melintang (internal)
1. Dinding kavitas konvergen ke arah oklusal,
ketebalan kavitas 0,5 - 1 mm ke dalam dentin
2. Semua line angle dibulatkan, untuk
mengurangi tekanan internal dan memudahkan
kondensasi.
3. Dasar kavitas agak datar.
4. Sudut cavo surface tajam jelas (90) untuk
membantu pada waktu carving, polis dan
mengurangi kemungkinan kerusakan tepi
tambalan.
Prosedur restorasi Amalgam Kelas I
Membuka kavitas menggunakan round bur.
Preparasi pada daerah yang rentan karies dan
dibersihkan menggunakan fissure bur. Kedalaman
kavitas sampai + 0,5 mm masuk dentin dan dej.
Isolasi gigi dengan cotton roll
Bersihkan dan keringkan kavitas, kemudian aplikasikan semen seng
phospat.

Siapkan amalgam yang baik Mixing menggunakan amalgamator.


Aplikasikan ke dalam kavitas dengan amalgam pistol dan padatkan
dengan amalgam condenser. Tahapan ini diulangi sampai kavitas penuh.
Haluskan dengan burnisher.
Pemeriksaan Subjektif
Anamnesis
Pasien anak laki-laki 7 tahun datang ke RSIGM untuk melanjutkan
perawatan setelah dilakukan penambalan amalgam 3 hari yang lalu.
Pasien tidak mengeluhkan rasa sakit pada giginya.
Pemeriksaan Objektif
Intra oral
terdapat tumpatan amalgam pada bagian oklusal
palpasi = (-)
perkusi = (-)
tumpatan amalgam baik, tidak terdapat step
jaringan periodontal sehat
Terapi
Dilakukan poleshing amalgam
Pemolishan dilakukan setelah 24 jam penumpatan,
untuk mengurangi resiko terjadinya korosi pada
tumpatan amalgam. Pemolishan dilakukan sampai
tumpatan mengkilat dan tidak ada step antara
tumpatan dengan gigi.
Pemeriksaan Subjektif
Anamnesis
Pasien anak laki-laki 7 tahun datang ke RSIGM untuk
melanjutkan memeriksakan giginya kembali setelah
dilakukan penambalan amalgam 8 hari yang lalu. Pasien
tidak mengeluhkan rasa sakit pada giginya.
Pemeriksaan Objektif
Intra oral
Terdapat tumpatan amalgam pada bagian oklusal
Palpasi = (-)
Perkusi = (-)
Tumpatan amalgam masih bagus, tidak terdapat step
Tumpatan mengkilap, jaringan periodontal sehat
Terapi
Kontrol tumpatan amalgam kelas I