Anda di halaman 1dari 33

Vertigo Central

Oleh
Dian anggun cesasmi
11310098
VERTIGO
DEFINISI
Vertigo berasal dari bahasa Latin VERTERE yang artinya
memutar merujuk pada sensasi berputar
Vertigo merupakan adanya sensasi gerakan atau rasa gerak
dari tubuh atau lingkungan sekitarnya dengan gejala lain
yang timbul, terutama dari jaringan otonomik yang
disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh oleh
berbagai keadaan atau penyakit.
Vertigo merupakan suatu ilusi gerakan, biasanya berupa
sensasi berputar yang akan meningkat dengan perubahan
posisi kepala.
VERTIGO
SISTEM KESEIMBANGAN
Batang otak,
SENTRAL serebelum,
VESTIBULER serebrum

Labirin dan
PERIFER saraf vestibula

Retina : otot
VISUAL DAN bola mata
NON VESTIBULER SOMATOKINETI
K
Kulit, sendi,
otot
VERTIGO
PENYEBAB UMUM
Berdasarkan anatominya :
1. Vertigo non-sistematis
Yaitu vertigo yang disebabkan oleh kelainan sistem saraf
pusat, bukan oleh kelainan sistem vestibular perifer.
Kelainan dapat terjadi pada : mata, propioseptik, sistem
saraf pusat, kelaina endokrin, kelainan psikoneurosis
2. Vertigo sistematis
Yaitu vertigo yang disebabkan oleh kelainan sistem
vestibular (yaitu labirin, nervus VIII atau inti vestibularis).
Kelainan dapat terjadi pada telinga, N.VIII, inti vestibularis
VERTIGO
PENYEBAB UMUM
Keadaan lingkungan
Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)
Obat-obatan (alkohol, gentamisin)
Kelainan sirkulasi
Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena
berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri
vertebral dan arteri basiler
Kelainan di telinga
Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam
telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional
vertigo)
Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri
Herpes zoster
Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)
VERTIGO
PENYEBAB UMUM
Peradangan saraf vestibuler
Penyakit Meniere
Kelainan neurologis
Sklerosis multipel
Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin,
persarafannya atau keduanya
Tumor otak
Tumor yang menekan saraf vestibularis.
System saraf pusat
Trauma
Epilepsy
Hipoksia serebri : anemia, arteriosklerosis, hipertensi kronis, dll
Infeksi : meningitis, encephalitis, dll
VERTIGO
PATOFISIOLOGI
Rasa pusing atau Vertigo disebabkan oleh gangguan alat
keseimbangan tubuh mengakibatkan ketidakcocokan antara
posisi tubuh yang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi
oleh susunan saraf pusat.
Teori
Overstimulasi

Teori Konflik Teori Neural


sensori Missmatch

Patofisiologi

Teori
Teori Sinap
Otonomik

Teori
Neurohumoral
VERTIGO
PATOFISIOLOGI
Teori Overstimulasi :
Rangsang yang berlebihan hiperemi kanalis semisirkularis
fungsinya terganggu vertigo, nistagmus, mual dan muntah.
Teori Neural Mismatch :
Pengembangan teori konflik sensorik.
Otak mempunyai memori/ ingatan tentang pola gerakan
tertentu;
Jika pada suatu saat dirasakan gerakan yang aneh/ tidak sesuai
dengan pola gerakan yang telah tersimpan, timbul reaksi dari
susunan saraf otonom.
Tapi lama kelamaan akan terbiasa.
Jika pola tersebut dilakukan berulang-ulang akan terjadi
mekanisme adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi
timbul gejala
VERTIGO
PATOFISIOLOGI
Teori Neurohumoral :
Di antaranya teori histamin (Takeda), teori dopamin (Kohl)
dan terori serotonin (Lucat) yang masing-masing
menekankan peranan neurotransmiter tertentu dalam mem-
pengaruhi sistim saraf otonom yang menyebabkan
timbulnya gejala vertigo.

Teori Otonomik :
Menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom
sebagai usaha adaptasi gerakan/ perubahan posisi; gejala
klinis timbul jika sistim simpatis terlalu dominan, sebaliknya
hilang jika sistim parasimpatis mulai berperan.
VERTIGO
PATOFISIOLOGI
Teori Konflik Sensori :
Terjadi ketidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari
berbagai reseptor sensorik perifer yaitu antara mata/visus,
vestibulum dan proprioseptik, atau ketidakseimbangan/asimetri
masukan sensorik dari sisi kiri dan kanankebingungan
sensorik di sentralnistagmus (usaha koreksi bola mata),
ataksia atau sulit berjalan (gangguan vestibuler, serebelum),
berputar (berasal dari sensasi kortikal)
VERTIGO
Perbedaan Klinis Vertigo Vestibular dan Non Vestibular
Vertigo Vastibuler Vertigo Non-
vastibuler
Sifat vertigo Rasa berputar(True Rasa melayang,
vertigo) sempoyongan
Sifat serangan Episodik Kontinyu
Mual muntah + -
Gangguan +/- -
pendengaran
Gerakan pencetus Gerakan kepala Gerakan obyek visual

Situasi pencetus - Ramai orang, lalu lintas


macet, sibuk, pasar
swalayan

Letak lesi Sistem Vastibular Sistem visual,


somatosensorik
(propioseptif)
VERTIGO
Perbedaan Klinis Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral

Vertigo Vastibuler Vertigo Vastibuler


Perifer Sentral
Bangkitan vertigo Mendadak Rasa melayang,
sempoyongan
Intensitas Berat Ringan
Pengaruh gerakan + -
kepala
Gerakan otonom ++ +/-
Gangguan + -
pendengaran
Membedakan nystagmus sentral dan
perifer adalah sebagai berikut

Membedakan nystagmus sentral


dan perifer adalah sebagai berikut
:
VERTIGO
Vertigo Berdasarkan Gejala Klinis

Vertigo Paroksimal : Serangan mendadak, beberapa menit


atau hari, hilang sempurna, bisa muncul kembali, diantara
serangan bebas sama sekali
Vertigo jenis ini antara lain:
1. Vertigo dengan keluhan telinga.
Sindroma Meniere, tumor fossa kranii posterior, kelainan
gigi/odontogen.
2.Vertigo tanpa keluhan telinga.
Epilepsi, lesi lambung, vertigo pada anak (vertigo de L
enfance), labirin picu (Trigger Labyrinthyh).
3.Perubahan posisi.
Vertigo posisional paroksismal yang laten
Vertigo posisional paroksismal benigna
VERTIGO
Vertigo Berdasarkan Gejala Klinis
Vertigo Kronis : Menetap lama, konstan tidak ada serangan
akut.
1. Disertai keluhan telinga : Otitis Media Kronika,
Meningitis TBC.
2. Tanpa keluhan telinga : Kontusio serebri, Ensefalitis
pontis, Sklerosis multiple.
3. Dipengaruhi posisi : Hipotensi orthostatik, Vertigo
servikalis.

Vertigo Akut : Berangsur-angsur berkurang, tidak bebas total.


1. Dengan keluhan telinga : Trauma labirin, Herpes Zoster
Otikus, Labirinitis akuta, Perdarahan labirin, Neuritis N.
VIII, Cedera a. auditiva interna, a. vestibulokohlearis.
2. Tanpa keluhan telinga : Neuronitis vestibularis
VERTIGO
Penegakan Diagnosis

ANAMNESIS :
1. Bentuk vertigo (melayang, goyang, berputar, tujuh
keliling, rasa naik perahu, dsb.
2. Keadaan yang memprovokasi timbulnya vertigo.
(perubahan posisi kepala dan tubuh, keletihan,
ketegangan)
3. Profil waktu (timbulnya akut, perlahan-lahan, hilang
timbul, kronik, progresif/membaik).
4. Keluhan lain (keluhan pada telinga, pandangan kabur,
mual muntah,dsb).
VERTIGO
Penegakan Diagnosis
PEMERIKSAAN FISIK :
Umum
kemungkinan kelainan sistemik yang dicurigai mendasari
timbulnya vertigo seperti hipotensi ortostatik.
Neurologi
untuk mengevaluasi apakah kelainannya di sentral atau
perifer.
VERTIGO
Penegakan Diagnosis (Neurologis)
1. Uji Romberg :
Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan,
mula-mula dengan kedua mata terbuka
kemudian tertutup.
Biarkan pada posisi demikian selama 20-30
detik.
Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat
menentukan posisinya (misalnya dengan
bantuan titik cahaya atau suara tertentu).
Pada kelainan vestibuler hanya pada mata
tertutup badan penderita akan bergoyang
menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi,
pada mata terbuka badan penderita tetap
tegak.
Sedangkan pada kelainan serebeler badan
penderita akan bergoyang baik pada mata
terbuka maupun pada mata tertutup.
VERTIGO
Penegakan Diagnosis (Neurologis)
1. Uji Romberg :
Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan,
mula-mula dengan kedua mata terbuka
kemudian tertutup.
Biarkan pada posisi demikian selama 20-30
detik.
Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat
menentukan posisinya (misalnya dengan
bantuan titik cahaya atau suara tertentu).
Pada kelainan vestibuler hanya pada mata
tertutup badan penderita akan bergoyang
menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi,
pada mata terbuka badan penderita tetap
tegak.
Sedangkan pada kelainan serebeler badan
penderita akan bergoyang baik pada mata
terbuka maupun pada mata tertutup.
VERTIGO
Penegakan Diagnosis (Neurologis)
2. Uji Tandem Gait :
Penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/ kanan diletakkan
pada ujung jari kaki kanan/ kiri ganti berganti. Pada kelainan
vestibuler perjalanannya akan menyimpang, dan pada kelainan
serebeler penderita akan cenderung jatuh.

3. Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan :


Pada kelainan vestibular posisi penderita akan menyimpang ke arah
lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram, kepala dan
badan berputar ke arah lesi, kedua tangan bergerak ke arah lesi
dengan lengan pada sisis lesi turun dan yang lainnya naik. Keadaan
ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi
VERTIGO
Penegakan Diagnosis (Neurologis)
4. Uji Unterberger:
Berdiri dengan kedua lengan lurus
horisontal ke depan dan jalan di tempat
dengan mengangkat lutut setinggi
mungkin selama satu menit.
Pada kelainan vestibuler, posisi penderita
akan menyimpang/ berputar ke arah lesi
dengan gerakan seperti orang melempar
cakram; kepala dan badan berputar ke
arah lesi, kedua lengan bergerak ke arah
lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan
yang lainnya naik.
Keadaan ini disertai nistagmus dengan
fase lambat ke arah lesi.
VERTIGO
Penegakan Diagnosis (Neurologis)
5. Past-Pointing Test (Uji Tunjuk Barany):
Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus
ke depan, penderita disuruh mengangkat
lengannya ke atas, kemudian diturunkan
sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa.
Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata
terbuka dan tertutup.
Pada kelainan vestibuler akan terlihat
penyimpangan lengan penderita ke arah lesi.
6. Uji Babinsky-Weil :

Pasien dengan mata tertutup berulang kali


berjalan lima langkah ke depan dan lima
langkah ke belakang selama setengah
menit; jika ada gangguan vestibuler
unilateral, pasien akan berjalan dengan
arah berbentuk bintang.
VERTIGO
Penegakan Diagnosis (Neurologis)
7. Tes Menulis Vertikal:
Penderita duduk didepan meja, tangan dan tubuh penderita tidak
boleh menyentuh meja, tangan yang satu diatas lutut yang lainnya
disuruh menulis huruf A,B,C dst bersusun kebawah. Mula-mula
dengan mata terbuka kemudian tertutup. Bila ada deviasi dari
deretan huruf-huruf yang paling atas terhadap yang paling bawah
lebih besar dari 10 derajat berarti ada kelainan labirin unilateral.
Bila tulisan tidak teratur atau makin lama huruf makin besar
(makrografi) berarti ada kelainan serebellum.
8. Tes dismetria:
Adalah gangguan kemampuan untuk mengelola kecepatan,
kekuatan dan jangkauan gerakan.
Tes yang sering digunakan dalam klinik adalah :
tes telunjuk hidung
tes hidung-telunjuk hidung
tes telunjuk-telunjuk
VERTIGO
Pemeriksaan Penunjang
Rontgen foto tengkorak, leher, Stenvers.
Neurofisiologi :
Elektroensefalografi (EEG), Elektromiografi (EMG),
Brainstem Audiotory Evoked Potential (BAEP)
Neuroimaging :
CT Scan, Arteriografi, Magnetic Resonance Imaging
(MRI)
VERTIGO
Penatalaksanaan

TERAPI

TERAPI TERAPI
TERAPI
REHABILITATI KAUSAL
SIMTOMATIK
F (bedah)

VESTIBULAR EPLEY MANUVER LATIHAN BRAND


ANTIEMETIK
SUPRESSANT SEMONT MANUVER DARROFT

ANTIKOLINERGIK,
ANTIHISTAMIN,
BENZODIAZEPIN.
VERTIGO
Penatalaksanaan (simptomatik)
VERTIGO
Penatalaksanaan
VERTIGO
Penatalaksanaan (rehabilitasi)
Seseorang menetap pada posisi supine selama 30 detik dan pada posisi duduk
tegak selama 1 menit.
Dengan demikian siklus ini membutuhkan waktu 2 menit.
Pada dasarnya 3 siklus hanya mengutamakan untuk beranjak tidur, sangat
baik dilakukan pada malam hari daripada pagi atau siang hari, karena jika
seseorang merasa pusing setelah latihan ini, dapat teratasi sendiri dengan
tidur.
VERTIGO
Penatalaksanaan (rehabilitasi)
Latihan CRT / Epley maneuver
Seseorang menetap pada posisi supine selama 30 detik dan pada posisi duduk
tegak selama 1 menit.
Dengan demikian siklus ini membutuhkan waktu 2 menit.
Pada dasarnya 3 siklus hanya mengutamakan untuk beranjak tidur, sangat
baik dilakukan pada malam hari daripada pagi atau siang hari, karena jika
seseorang merasa pusing setelah latihan ini, dapat teratasi sendiri dengan
tidur.
VERTIGO
Penatalaksanaan (rehabilitasi)
Metode Brandt Daroff
Pasien duduk tegak ditepi tempat tidur dengan kedua tungkai tergantung.
Lalu dengan kedua mata tertutup baringkan tubuh dengan cepat kesalah satu
sisi, pertahankan selama 30 detik, setelah itu duduk tegak kembali.
Setelah 30 detik baringkan dengan cepat kesisi lain, pertahankan selama 30
detik, lalu duduk tegak kembali.
Lakukan latihan ini 3 kali pada pagi hari sebelum bangun tidur, dan 3 kali pada
malam hari sebelum tidur, sampai 2 hari berturut-turut tidak timbul vertigo lagi.
VERTIGO
Pencegahan
Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi
Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu
sebelum kita berdiri dari tempat tidur
Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk
mengambil suatu benda dari ketinggian
Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam
posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi
mendongak.
Makan secara teratur, tidak berlebihan atau kekurangan
dan mengandung gizi yang lengkap
Mengurangi beban pikiran (stress psikis) & Istirahat yang
cukup (tidur pulas)
THANK YOU

DRIVE
HOME
SAFELY