Anda di halaman 1dari 7

TUMBUHNYA RASA KEBANGSAAN

DAN NASIONALISME
POLITIK ETIS
Pada tahun 1901 Ratu Wihelmina menerapkan
kebijakan baru bagi rakyat Indonesia. Kebijakan
tersebut selanjutnya dikenal dengan politik etis,
yang diterapkan berdasarkan pemikiran van
Deventer. Ratu Wihelmina menunjuk Alexander
Idenburg sebagai gubernur di Indonesia.
Program politik etis meliputi:
A. Irigasi
Sistem pengairan untuk keperluan sawah
dan perkebunan.
B. Migrasi
perpindahan penduduk dari daerah padat
ke daerah yang masih memiliki kemungkinan
untuk di kembangkan.
C. Edukasi
dengan mendirikan berbagai sekolah untuk
kebutuhan pendidikan rakyat Indonesia:
1. Volkschool (1903): merupakan sekolah desa
dengan masa belajar 3 tahun.
2. Vervolgschool (sekolah lanjutan) dengan
masa belajar 2 tahun.
Berdasarkan penggunaan bahasa pengantarnya
sekolah di Indonesia di bagi menjadi 4 kategori:
Sekolah eropa yang mengadopsi model dan
sistem sekolah belanda
Sekolah pribumi yang menggunakan bahasa
belanda sebagai bahasa pengantar
Sekolah pribumi yang menggunakan bahasa
daerah sebagai bahasa pengantar
Sekolah pribumi yang memakai sistem pribumi
PERKEMBANGAN PERS
Pers di Indonesia sudah ada sejak abad ke XVIII.
Penerbitan surat kabar De Bataviase Nouvelles
di Batava tahun 1744, menjadi tonggak awal
kelahiran pers di Indonesia
Pada masa pergerakan nasional, pers
dimanfaatkan sebagai media untuk menyebrkan
sikap dan pandangan para tokoh pergerakan
nasional
Saat ini pers dimanfaatkan sebagai ajang untuk
menyalurka aspirasi masyarakat. Keberadaan
pers dijadikan indikator pelaksanaan demokrasi
dan kebebasan berpendapat dalam masyarakat.
Melalui pers pemerintah dapat
mensosialisasikan kebijaka-kebijakan yang
diterapkan. Adapun bagi masyarakat, pers dapat
digunakan sebagai tempat mengajukan kritik
ataupun saran bagi pemerintah
MODERNISASI DAN REFORMASI ISLAM
Sebagai agama dengan jumlah pemeluk terbesar di Indonesia,
Islam sanagt mempengaruhi segala sendi kehidupa Indonesia. Gerakan
reformasi Islam tidak dapat dilepaskan dari peranan masyarakat
Minangkabau, Sumatra Barat yang diawali dengan kedatangan empat
ulama Minangkabau setelah menuntut ilmu di mekah

Gerakan reformasi Islam juga ditandai dengan berdirinya


sekolah Islam khusus kaum wanita. Pada tahun 1923 Zainuddin Labai
mendirikan sekolah putri pertama di Indonesia yang bernama sekolah
Diniyah Putri