Anda di halaman 1dari 119

Fauzi arasj

Uji Chi Kuadrat adalah pengujian


hipotesis mengenai perbandingan antara:
frekuensi observasi/yang benar-
benar terjadi/aktual dengan O

frekuensi harapan/frekuensi
ekspektasi E

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 2


frekuensi observasi nilainya
didapat dari hasil percobaan (o)

frekuensi harapan nilainya dapat


dihitung secara teoritis (e)

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 3


Frekuensi Observasi O
Status Ibu Hamil
Rumah
Anemia Tidak Jumlah
Sakit
Anemia
A O1 O2 (o1+o2)
B O3 O4 (o3+o4)
(O1+03) (O2 + o4) (o1+o2+o3
+04)

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 4


Frekuensi Expectasi E
Status Ibu Hamil
Rumah
Anemia Tidak Jumlah
Sakit
Anemia
A E1 E2 (a+b)
B E3 E4 (c+d)
(a + c) (b + d) (a+b+c+d)

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 5


Kolom
Status Ibu Hamil
Rumah
Anemia Tidak Jumlah
Sakit
Anemia
A A B (a+b)
B C D (c+d)
(a + c) (b + d) (a+b+c+d)

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 6


Chi-Square disebut juga dengan Kai
Kuadrat.
Chi Square adalah salah satu jenis uji
komparatif non parametris yang dilakukan
pada dua variabel, di mana skala data kedua
variabel adalah nominal.
Apabila dari 2 variabel, ada 1 variabel dengan
skala nominal maka dilakukan uji chi square
dengan merujuk bahwa harus digunakan uji
pada derajat yang terendah.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 7
Uji chi-square merupakan uji non parametris
yang paling banyak digunakan.
Namun perlu diketahui syarat-syarat uji ini
adalah:
frekuensi responden atau sampel yang digunakan
besar, sebab ada beberapa syarat di mana chi
square dapat digunakan yaitu:
Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan
atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0
(Nol).
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 8
Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka
tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki
frekuensi harapan atau disebut juga expected
count (E") kurang dari 5.
Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misal 2
x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi
harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih
dari 20%.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 9


Ketentuan Pemakaian Chi-Kuadrat (X2)
Agar pengujian hipotesis dengan chi-kuadrat
dapat digunakan dengan baik, maka hendaknya
memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut :
1. Jumlah sampel harus cukup besar untuk meyakinkan
kita bahwa terdapat kesamaan antara distribusi
teoretis dengan distribusi sampling chi-kuadrat.
2. Pengamatan harus bersifat independen (unpaired).
Ini berarti bahwa jawaban satu subjek tidak
berpengaruh terhadap jawaban subjek lain atau satu
subjek hanya satu kali digunakan dalam analisis.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 10


3. Pengujian chi-kuadrat hanya dapat digunakan
pada data deskrit (data frekuensi atau data
kategori) atau data kontinu yang telah
dikelompokan menjadi kategori.
4. Jumlah frekuensi yang diharapkan harus sama
dengan jumlah frekuensi yang diamati.
5. Pada derajat kebebasan sama dengan 1 (table 2 x
2) tidak boleh ada nilai ekspektasi yang sangat
kecil. Secara umum, bila nilai yang diharapkan
terletak dalam satu sel terlalu kecil (< 5)
sebaiknya chi-kuadrat tidak digunakan karena
dapat menimbulkan taksiran yang berlebih (over
estimate) sehingga banyak hipotesis yang ditolak
kecuali dengan koreksi dari Yates
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 11
Besarnya Derajat Kebebasan
Secara umum rumus untuk menghitung
derajat kebebasan pada pengujian
hipotesis menggunakan chi-kuadrat
adalah sperti berikut.
dk = (jumlah baris 1) (jumlah kolom 1)
atau
dk = ( B 1 ) ( K 1 )

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 12


Menghitung Nilai Ekspektasi
Nilai ekspektasi adalah nilai yang
diharapkan terjadi sesuai dengan hipotesis
penelitian.
Nilai ekspektasi dapat dihitung dengan
perkalian antara nilai marginal kolom dan
baris yang bersangkutan dibagi dengan
jumlah seluruhnya (N) atau grand total
yang terletak pada sudut kanan tabel
kontingensi
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 13
Rumus umum

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 14


Contoh 1
Misalkan, seorang dokter rumah sakit
menyatakan bahwa frekuensi anemia pada
ibu hamil di rumah sakit A sama dengan di
rumah sakit B dan sama denga rumah
sakit C.
Pernyataan tersebut akan diuji pada
derajat kemaknaan 5%.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 15


Pernyataan tersebut diuji dengan
mengambil sampel secara independen pada
ketiga rumah sakit tersebut.
Sampel yang diambil adalah ibu hamil yang
datang memeriksakan diri di ketiga rumah
sakit tersebut, masing masing nya adalah:
rumah sakit A = 50,
rumah sakit B = 40,
rumah sakit C = 60
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 16
Status Ibu Hamil
Rumah
Anemia Tidak Jumlah
Sakit
Anemia
A 20 30 50
B 25 15 40
C 35 25 60
80 70 150

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 17


Status Ibu Hamil
Rumah
Anemia Tidak Jumlah
Sakit
Anemia
A 20 E1 30 E2 50
B 25 E3 15 E4 40
C 35 E5 25 E6 60
80 70 150

Cari nilai ekpektasi E


03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 18
Nilai Ekspektasi sbb:
E1 = (80 X 50) / 150 = 26,6
E2 = (70 X 50)/150 = 23,3
E3 = (80 x 40) / 150 = 21,3
E4 = (70 x 40) / 150 = 18,6
E5 = (80 x 60) / 150 = 32.0
E6 = (60 x 70) / 150 = 28,0

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 19


Cara Uji

O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20
30
25
15
35
25
Jumlah

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 20


Cara Uji

O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 26,6
30 23,3
25 21,3
15 19,3
35 32,0
25 28,0
Jumlah

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 21


Cara Uji

O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 26,6 -6,6
30 23,3 6,7
25 21,3 3,7
15 19,3 -4,3
35 32,0 3
25 28,0 -3
Jumlah

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 22


Cara Uji

O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 26,6 -6,6 43,6
30 23,3 6,7 44,9
25 21,3 3,7 13,7
15 19,3 -4,3 18,5
35 32,0 3 9
25 28,0 -3 9
Jumlah

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 23


Cara Uji

O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 26,6 -6,6 43,6 1,6
30 23,3 6,7 44,9 1,9
25 21,3 3,7 13,7 0,6
15 19,3 -4,3 18,5 0,9
35 32,0 3 9 0,3
25 28,0 -3 9 0,3
Jumlah

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 24


Cara Uji

O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 26,6 -6,6 43,6 1,6
30 23,3 6,7 44,9 1,9
25 21,3 3,7 13,7 0,6
15 19,3 -4,3 18,5 0,9
35 32,0 3 9 0,3
25 28,0 -3 9 0,3
Jumlah 5,6

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 25


Pada tabel 3 x 2 tersebut, dk = (3 1) (2 1) = 2;
pada tabel x2, cari x2 dengan dk = 2 dan ditulis sebagai
berikut.
X2 dk = 2 0,05 = 5,991 (dari tabel x2)
X2 dari hasil perhitungan adalah 5,6 sedangkan x 2
yang didapat dari tabel adalah 5,991. Karena 5,6 <
5,991 maka x2 = 5,6 terletak didaerah penerimaan
atau dengan kata lain hipotesis diterima pada = 0,05.
Kesimpulan, terdapat perbedaan frekuensi anemia
pada ketiga rumah sakit tersebut.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 26


03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 27
Apabila tabel kontingensi 2 x 2, tetapi
tidak memenuhi syarat seperti di
atas, yaitu ada cell dengan frekuensi
harapan kurang dari 5, maka rumus
harus diganti dengan rumus "Fisher
Exact Test".

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 28


Pengujian Hipotesis Tentang Kesamaan
Beberapa Proporsi
Chi-kuadrat dapat digunakan untuk
menguji beberapa proporsi, misalnya,
dalam suatu penelitian diperoleh beberapa
proporsi P1, P2, P3 . . . . Pk dengan kategori
x1, x2, x3 . . . . xk yang bersifat independen
dan ingin diketahui apakah perbedaan
proporsi hasil pengamatan memang benar
berbeda atau karena faktor kebetulan.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 29


Untuk menyelesaikan masalah tersebut
dilakukan pengujian dengan x2.
E1 = np1 , E2 = np2 , E3 = np3 . . . . Ek = npk
Ho : P1 = P2 = P3 . . . . P k
Ha : P 1 P2 , P3 . . . . P k
dk = banyaknya kategori 1 = (k 1)
Ho akan diterima bila hasil perhitungan x2 lebih
kecil daripada x2 yang terdapat dalam tabel
dengan dk = k 1 pada derajat kemaknaan .

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 30


Contoh 2
Misalnya, dinyatakan bahwa status gizi anak
balita disuatu daerah mempunyai
perbandingan yang sama, artinya gizi baik =
gizi sedang = gizi kurang = gizi buruk.
Untuk mengetahui apakah pernyataan tersebut
dapat dipercaya maka dilakukan penelitian dan
diperoleh hasil sebagai berikut:
30 anak dengan gizi baik, 35 anak dengan gizi
sedang, 20 anak dengan gizi kurang dan 15
anak dengan gizi buruk.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 31
Pengujian dilakukan pada derajat kemaknaan
0,05.
Hipotesis :
H o : p = p 1 = p2 = p3 = p 4
H a : p p 1 = p2 = p3 = p4
atau antara p1 , p2 , p3 dan p4 tidak sama
n = 30 + 35 + 20 + 15 = 100
Alpha = 0,05;
dk = (k 1) = 4 1 = 3
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 32
Hasil pengamatan (observed) status gizi :
30 , 35 , 20 dan 15
atau
O1 = 30 ; O2 =35 ; O3 = 20 ; O4 = 15.
Maka
Nilai Ekspektasinya adalah sebagai
berikut

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 33


Nilai ekspektasi, karena hipotesis nol dan
semua proporsi sama maka
diharapkan semua nilai dengan
proporsi status gizi yang sama.
E1 = np = 100 x 0,25 = 25
E2 = 100 x 0,25 = 25
E3 = 100 x 0,25 = 25
E4 = 100 x 0,25 = 25

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 34


x2 = x12 + x22 + x32 + x42
= {(O1 E1)2/ E1} + {(O2 E2)2/ E2} + {(O3
E3)2/ E3} + {(O4 E4)2/ E4}
= {(30 25)2/25} + {(35 25)2/25} + {(20
25)2/25} + {(15 25)2/25}
x2 = 10

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 35


Pada tabel x2 didapatkan bahwa x20,05 dk
= 3 = 7,815
Karena 10 > 7,815 maka x2 = 10 berada diluar
daerah penerimaan atau dengan kata lain
hipotesis ditolak pada derajat kemaknaan
0,05 atau p < 0,05.
Kesimpulannya, proporsi status gizi anak
balita didaerah tersebut tidak sama.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 36


Contoh 3
Hasil pemeriksaan antropometri status gizi
anak dengan perbandingan gizi baik, sedang,
kurang dan buruk adalah 5 : 4 : 2 : 1.
Untuk menguji apakah hasil antropometrik
dengan perbandingan tersebut benar,
dilakukan pengambilan sampel dengan hasil
gizi baik = 30, gizi sedang = 40, gizi kurang =
10 dan gizi buruk = 10. n=90

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 37


Hipotesis statistik :
Ho : p = 5 : 4 : 2 : 1
Ha : p 5 : 4 : 2 : 1
Kalau dianggap bahwa perbandingan
tersebut benar maka diharapkan
mempunyai perbandingan sebagai berikut.
P1 = 512 x 90 = 37
P2 = 412 x 90 = 30
P3 = 212 x 90 = 15
P4 = 112 x 90 = 8

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 38


Gizi baik Gizi Gizi Gizi
sedang kurang buruk
O 30 40 10 10

E 37 30 15 8

X2 = {(30 37)2/37} + {(40 30)2/30} + {(10 15)2/15} + {(10 8)2/8} = 5,82

X2 dk 3, 0,05 = 7,815

Hipotesis diterima pada derajat kemaknaan 0,05 atau p > 0,05.

Kesimpulann:

peneliti 95% percaya bahwa proporsi status gizi anak balita didaerah tersebut
benar 5 : 4 : 2 : 1.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 39


Chi-Kuadrat Untuk Pengujian Independensi

Dibidang kedokteran tidak jarang ditemukan


dua variabel, dimana masing masing variabel
terdiri dari beberapa kategori, misalnya tingkat
beratnya penyakit dengan tingkat kesembuhan.
Bila ingin diketahui apakah diantara dua
variabel tersebut terdapat hubungan atau tidak,
dengan kata lain apakah kedua variabel
tersebut bersifat dependen atau independen,
maka pengujian hipotesis dilakukan dengan x 2.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 40


Interpretasi hasil pengujian ialah
apabila hipotesis nol diterima, berarti tidak
ada hubungan (independen), tetapi bila
hasilnya menolak hipotesis nol, maka
dikatakan kedua variabel tersebut mempunyai
hubungan atau dependen.
Rumus yang digunakan adalah rumus umum
x2.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 41


Contoh 4
Sebuah penelitian dilakukan oleh seorang
kepala rumah sakit untuk mengetahui
apakah ada hubungan antara tingkat
pendidikan dengan pemilihan kelas ruang
rawat inap.
Untuk kepentingan tersebut diambil
sampel sebanyak 200 orang penderita
dengan hasil sebagai berikut.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 42


1) 70 orang dengan pendidikan SD
20 memilih kelas 1
40 memilih kelas 2
10 memilih kelas 3
2) 50 orang berpendidikan SLTP
25 memilih kelas 1
15 memilih kelas 2
10 memilih kelas 3
3) 40 orang berpendidikan SLTA
15 memilih kelas 1
10 memilih kelas 2
15 memilih kelas 3
4) 40 orang berpendidikan akademi dan perguruan tinggi
20 memilih kelas 1
5 memilih kelas 2
15 memilih kelas 3

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 43


Kelas Pendidikan Jumlah
ruang
SD SLTP SLTA PT

1 20 25 15 20 80
2 40 15 10 5 70
3 10 10 15 15 50
Jumlah 70 50 40 40 200

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 44


O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20
25
15
20
40
15
10
5
10
10
15
15
Jumlah
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 45
O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 28
25 20
15 16
20 16
40 24,5
15 17,5
10 14
5 14
10 12,5
10 17,5
15 10
15 10
Jumlah
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 46
O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 28 -8
25 20 5
15 16 -1
20 16 4
40 24,5 15,5
15 17,5 -2,5
10 14 -4
5 14 -9
10 12,5 -2,5
10 17,5 -7,5
15 10 5
15 10 5
Jumlah
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 47
O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 28 -8 64
25 20 5 25
15 16 -1 1
20 16 4 16
40 24,5 15,5 240,25
15 17,5 -2,5 6,25
10 14 -4 16
5 14 -9 81
10 12,5 -2,5 6,25
10 17,5 -7,5 56,25
15 10 5 25
15 10 5 25
Jumlah
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 48
O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 28 -8 64 2,29
25 20 5 25 1,25
15 16 -1 1 0,06
20 16 4 16 1,00
40 24,5 15,5 240,25 9,81
15 17,5 -2,5 6,25 0,06
10 14 -4 16 1,14
5 14 -9 81 5,75
10 12,5 -2,5 6,25 0,50
10 17,5 -7,5 56,25 3,21
15 10 5 25 2,5
15 10 5 25 2,5
Jumlah
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 49
O E (O E) (O E)2 (O E)2/E
20 28 -8 64 2,29
25 20 5 25 1,25
15 16 -1 1 0,06
20 16 4 16 1,00
40 24,5 15,5 240,25 9,81
15 17,5 -2,5 6,25 0,06
10 14 -4 16 1,14
5 14 -9 81 5,75
10 12,5 -2,5 6,25 0,50
10 17,5 -7,5 56,25 3,21
15 10 5 25 2,5
15 10 5 25 2,5
Jumlah 30,11
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 50
X2 = 0,05, dk 6 = 12,59 (lihat tabel)
Hipotesis ditolak pada derajat kemaknaan
0,05 atau p > 0,05.
Kesimpulannya, kita 95% percaya bahwa
terdapat hubungan antara tingkat
pendidikan dengan pemilihan kelas ruang
rawat inap.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 51


Contoh 5
Hasil penelitian mengenai tingkat tekanan psikologis dikaitkan
dengan usia responden yang diakibatkan pekerjaanya tampak
pada tabel berikut :

Umur (th) Derajat tekanan (banyaknya pramuniaga)


Rendah Menengah Tinggi
< 25 20 18 22
25 40 50 46 44
40 60 58 63 59
> 60 34 43 43
Total 162 170 168

Ujilahapakahadahubunganantarausiadantingkattekananpsikologis
padatarafnyatasebesar0,01?

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 52


Pemecahan :
Formulasi
H0 : Tidak terdapat hubungan antara
usia dengan tingkat tekanan
psikologis
Ha : Ada hubungan antara usia
dengan tingkat tekanan psikologis

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 53


Hitung derajat bebas.
df = (jumlah baris 1) x (jumlah
kolom 1)
df = (4 1)(3 1) = 6
taraf nyata = 0,01
Nilai kritis (X2 tabel) = 16,812

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 54


Derajat tekanan (banyaknya pramuniaga)
Umur Rendah Menengah Tinggi Total
(th)
o e o e o e o e
< 25 20 19 18 20 22 20 60 60
25
50 46 46 48 44 48 140 140
40
40
58 58 63 61 59 60 180 180
60
> 60 34 32 43 41 43 40 120 120
Total 162 162 170 170 168 168 500 500

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 55


Hitung X2
X2 = (20-19)2/19 + (18-20)2/20 + (22-20)2/20+(50-
45)2/45 + (46-48)2/48
+ (44-47)2/47 +(58-58)2/58 + (63-61)2/61 + (59-
60)2/60 +(34-39)2/39
+ (43-41)2/41 + (43-40)2/40
X2 = 2,191
Kesimpulan , Karena 2,191 < 16,812, maka ho
diterima berarti tidak ada hubungan antara
usia dengan tekanan psikologis.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 56
Pengujian Hipotesis Chi-Kuadrat Pada Data
Binomial
Bila data yang akan diuji merupakan data
binomial dengan probilitas terjadinya
sesuatu = p dan probabilitas lain = q maka
pengujiannya dilakukan dengan
mengambil sampel sebesar n, dimana
dalam sampel tersebut terdapat kategori x.
Frekuensi yang diharapkan pada
probabilitas yang diharapkan = np

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 57


Contoh 6
Penderita yang dirawat di bagian ilmu kesehatan anak
terdiri 40% wanita dan 60% laki-laki. Bila ingin diuji
apakah pernyataan tersebut dapat dipercaya maka
hasilnya sebagai berikut.
Untuk menguji hipotesis tersebut diambil sampel
sebanyak 50 anak yang dirawat dibagian ilmu
kesehatan anak dengan hasil 27 anak perempuan dan
23 anak laki-laki.
Hipotesis Statistik:
H0 : p 0,4
Ha : p 0,4

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 58


Nilai Ekspektasi:
Wanita : 0,4 50 = 20
Laki-laki : 0,6 50 = 30

Hipotesis diterima pada derajat kemaknaan
0,05 atau p > 0,05
Kesimpulannya, kita 95% percaya bahwa
penderita yang dirawat di bagian ilmu
kesehatan anak 40%-nya adalah wanita.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 59
Koreksi Kontinuitas Pada Tabel 2 x 2 (Yates)

Bila digunakan rumus diatas untuk


menyelesaikan pengujian chi-kuadrat
dengan tabel 22 dengan derajat kebebasan
(dk) satu, maka akan terjadi penaksiran
yang berlebih terutama bila hasil
pengamatan merupakan frekuensi yang kecil
sehingga banyak terjadi penolakan hipotesis.
Hal ini disebabkan terjadinya pendekatan
distribusi binomial ke distribusi normal.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 60
Untuk mengatasi hal tersebut maka
dilakukan koreksi yang dikenal dengan
koreksi kontinuitas yang ditemukan oleh F
Yates pada tahun 1934.
Oleh karena itu, koreksi tersebut dikenal
dengan koreksi Yates.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 61


Koreksi Yates adalah aturan yang diusulkan
oleh F.Yates (1934), dimaksudkan sebagai
suatu nilai koreksi terhadap hasil distribusi
kontinu berdasarkan hasil dari data diskrit,
koreksi Yates ini sebagai upaya untuk
mengkontinukan tingkat penyebaran data
dalam pengujian tabel kontingensi 22,
agar lebih baik sebaran hampirannya
(Murti, 1996).
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 62
Tabel 2 x 2 secara umum dapat kita gambarkan seperti berikut.

Variabel Dependen

I II

Variabel 1 A b a + b = r1
Independen
2 C d c + d = r2

a + c = s1 b + d = s2 N

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 63


Dalam menurunkan distribusi statistic 2
perlu diperhatikan bahwa distribusi chi-
kuadrat bertipe kontinu, maka untuk
mereduksi akibat penghampiran , Yates
mengusulkan sebuah koreksi kekontinuan.
Yaitu anggap frekuensi pengamatan dapat
diambil semua nilai yang mungkin pada
suatu selang kontinu dengan cara mengambil
jarak unit dari bilangan yang diperoleh.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 64


Budiarto (2002), menyarankan bahwa
untuk menggunakan koreksi Yates pada
kondisi sebagai berikut :
1. Sampel kecil
2. Tabel kontingensi 22
3. Nilai ekspektasi < 5
4. dk = 1

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 65


Namun demikian penggunaan koreksi Yates
tidak disarankan/diperlukan lagi, bila N
terlampau banyak.
Dahulu koreksi Yates banyak digunakan, namun
akhir-akhir ini manfaatnya dipertanyakan.
Bahkan Grizzle (1967) menganjurkan untuk
tidak menggunakan koraksi Yates, karena
cenderung memperbesar kesalahan tipe II (tidak
menolak Ho, padahal Ho salah) (Murti, 1996)

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 66


Contoh 7
Dari contoh efek semacam obat untuk influenza.
Pada penelitian ini diambil 2 kelompok penderita
influenza masing-masing 10 orang.
Kelompok 1 diberi obat, sedangkan kelompok 2
diberi plasebo.
Setelah 3 hari kemudian dievaluasi dan hasilnya
pada kelompok 1 terdapat 7 orang sembuh dan 3
orang tidak, sedangkan kelompok 2 terdapat 4 orang
sembuh dan 6 orang tidak.
Derajat kemaknaan 0,05

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 67


Efek
Sembuh Tidak Total
Obat 7 3 10
Plasebo 4 6 10
Jumlah 11 9 20

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 68


Efek
Sembuh Tidak Total
Obat 7 / 5,5 3 / 4,5 10
Plasebo 4 / 5,5 6 / 4,5 10
Jumlah 11 9 20

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 69


Dengan koreksi Yates, hasil perhitungan
nilainya lebih kecil daripada tanpa koreksi
walaupun hasilnya juga tidak bermakna.
Kriterianya diterimanya hipotesis adalah bila
nilai hasil perhitungan lebih kecil dari 3,84.
Dari hasil tersebut hipotesis diterima.
Kesimpulannya, kita 95 % percaya bahwa
obat tersebut tidak berhasiat untuk
menyembuhkan influenza.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 70
Contoh 8
Yang berikut adalah data hasil pengumpulan pendapat masyarakat
terhadap dua calon pemimpin.

Pendapat
Ya Tidak Total
A 37 22 59
Calon
B 18 7 25
Jumlah 55 29 84

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 71


Untuk pengujian hipotesis bahwa tidak
terdapat perbedaan yang nyata mengenai
pendapat masyarakat terhadap kedua
calon itu diperlukan nilai.
Dalam kedua taraf nyata = 0,01 dan =0,05
hipotesis diterima

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 72


Walaupun telah dilakukan koreksi, tetapi
masih terjadi keraguan pendekatan distribusi
chi-kuadrat ke distribusi normal.
Hal ini terjadi bila frekuensi terlalu kecil.
oleh karena itu, R.A. Fisher, J.O. Irwin, dan
F. Yates mengusulkan perhitungan chi-
kuadrat dilakukan eksak tes yang dikenal
dengan Fisher probability exact test

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 73


Fisher probability exact test merupakan
salah satu metode statistik non parametrik
untuk menguji hipotesis.
Prosedur ini ditemukan oleh R.A. Fisher
pada pertengahan tahun 1930. Pada
penelitian dua variabel dengan data yang
dinyatakan dalam persen, pengujian
hipotesis dapat dilakukan dengan statistik
parametrik chi-kuadrat.
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 74
Bila sampel yang digunakan terlalu kecil
(n<20) dan nilai ekspektasi < 5 maka chi-
kuadrat tidak dapat digunakan walaupun
telah mengalami koreksi dari Yates.
Untuk mengatasi kelemahan uji chi-
kuadrat tersebut digunakan Fisher
probability exact test (Budiarto, 2002).

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 75


Menurut Sugiyono, (2005), uji exact fisher
digunakan untuk menguji signifikansi
hipotesis komparatif dua sampel kecil
independen bila datanya berbentuk
nominal.
Untuk memper-mudahkan perhitungan.
Dalam pengujian hipotesis, maka data hasil
pengamatan perlu disusun ke dalam tabel
kontingensi 2 x 2 (Sugiyono, 2005).
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 76
Fisher exact tes ini lebih akurat daripada
uji chi-kuadrat untuk data-data berjumlah
sedikit. Walaupun uji ini biasanya
digunakan pada tabel sebanyak 2 x 2,
namun dapat dilakukan Uji exact Fisher
dengan jumlah tabel yang lebih besar.
Rumus dasar yang digunakan untuk
pengujian exact fisher yaitu sebagai
berikut:
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 77
Cohran (1954) dalam Siegel (1992)
menganjurkan untuk menggunakan uji
exact fisher bila pada uji chi-kuadrat
dilakukan dengan sampel kecil tersebut
akan baik bila digunakan pada kondisi
sebagai berikut :
Bila sampel total kurang dari 20 atau
bila jumlah sampel 20 < n < 40 dengan nilai
ekspektasinya <5
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 78
Pada nilai marginal yang tetap dapat
disusun berbagai kombinasi. Dari setiap
kombinasi yang dihasilkan dapat dihitung
selisih persentase antara yang berhasil (+)
dan tidak berhasil (-) dan dihitung nilai p
menggunakan rumus di atas.
Hasil perhitungan persentase setiap
kombinasi dan nilai p dapat disusun dalam
bentuk tebel. Melalui tabel tersebut dapat
segera mengetahui besarnya p dari selisih
persentase (+) dan (-) (Budiarto, 2002).
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 79
Keuntungan fisher exact :
Hasilnya langsung dengan nilai p yang pasti
Tes hanya didasarkan atas hasil pengamatan
yang nyata
Tidak dibutuhkan asumsi populasi
berdistribusi normal
Tidak dibutuhkan asumsi kedua kelompok
yang diambil dari populasi secara random

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 80


Kerugian :
Sulit untuk dilakukan ekstrapolasi terhadap
populasi studi
Ahli statistika yang beranggapan bahwa
tujuan akhir uji statistik adalah mengadakan
estimasi terhadap parameter populasi tidak
setuju dengan uji Fisher.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 81


Contoh 8
Contoh.
Seorang penyelidik ingin mengetahui manfaat vaksin
terhadap penyakit flu, maka dikumpulkan sebanyak 40
orang dewasa, ternyata 14 orang diantaranya tidak
bersedia di vaksinasi. Pada waktu terjadi wabah penyakit
flu, terdapat 16 orang jatuh sakit diantaranya 6 orang
berasal dari kelompok yang divaksinasi dan 10 orang
dari kelompok yang tidak divaksinasi, dari kelompok
yang tidak sakit, 4 orang diantaranya tidak diberi vaksin
Pertanyaan
Apakah vaksinasi bermanfaat dalam pengobatran
penyakit flu..??

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 82


Langkahnya:
1. Tentukan Ho dan Ha
2. Buat tabel silang
3. Cari nilai E
4. Cari nilai X2
5. Konsultasikan ke tabel x2
6. Tarik kesimpulan

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 83


1. Buat hipothesa
1. Ho
tidak ada perbedaan yang sakit, antara kelompok
yang divaksinasi dengan yang tidak divaksinasi atau
Vaksin tidak berkhasiat untuk penyakit flu
2. Ha
Terdapat perbedaan yang sakit, antara kelompok
yang divaksinasi dengan yang tidak divaksinasi atau
Vaksin berkhasiat untuk penyakit flu

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 84


Tidak Sakit Sakit

Di Vaksin

Tidak Di
Vaksin

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 85


Tidak Sakit Sakit

Vaksin 20 6 26

Tidak 4 10 14
Vaksin

24 16 40

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 86


Cari nilai E
E1 24 x 26/40 15,6
E2 16 X 26 /40 10,4
E3 24 x 14/40 8,4
E4 16 x 14/40 5,6

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 87


(O-E)2
Sel O E (O-E) (O-E)2 --------
E
B1K1 20 15,6
B1K2 6 10,4
B2K1 4 8,4
B2K2 10 5,6

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 88


(O-E)2
Sel O E (O-E) (O-E)2 --------
E
B1K1 6 10,4 -4,4
B1K2 20 15,6 4,4
B2K1 10 5,6 4,4
B2K2 4 8,4 -4,4

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 89


(O-E)2
Sel O E (O-E) (O-E)2 --------
E
B1K1 6 10,4 -4,4 19,36
B1K2 20 15,6 4,4 19,36
B2K1 10 5,6 4,4 19,36
B2K2 4 8,4 -4,4 19,36

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 90


(O-E)2
Sel O E (O-E) (O-E)2 --------
E
B1K1 6 10,4 -4,4 19,36 1,8615
B1K2 20 15,6 4,4 19,36 1,2410
B2K1 10 5,6 4,4 19,36 3,5471
B2K2 4 8,4 -4,4 19,36 2,3048
X2 8,8644

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 91


Didapatkan:
Harga X2 = 8,8644
DK = (B-1)(K-1) (2-1)(2-1) = 1
Ambil alpha = 0,05 atau derajat konfidens 95%
Konsultasi ke chi kuadrat tabel pada DK=1 pada
alpha 0,05 didapatkan nilai sebesar 3,841
Artinya, chi hitung > chi tabel berada didaerah
tolak, artinya, hipothesa ditolak, terbukti
bahwa vaksin ada pengaruhnya terhadap
penyakit flu
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 92
Contoh 9
Contoh.
Seorang penyelidik ingin mengetahui manfaat vitamin C
terhadap penyakit flu, maka dikumpulkan sebanyak 30
orang dewasa, ternyata 8 orang diantaranya tidak
bersedia di vaksinasi. Pada waktu terjadi wabah penyakit
flu, terdapat 10 orang jatuh sakit diantaranya 4 orang
berasal dari kelompok yang divaksinasi dan 6 orang dari
kelompok yang tidak divaksinasi, dari kelompok yang
tidak sakit, 2 orang diantaranya tidak diberi vaksin
Pertanyaan
Apakah vaksinasi bermanfaat dalam pengobatran
penyakit flu..??

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 93


Langkahnya:
1. Tentukan Ho dan Ha
2. Buat tabel silang
3. Cari nilai E
4. Cari nilai X2
5. Konsultasikan ke tabel x2
6. Tarik kesimpulan

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 94


1. Buat hipothesa
1. Ho
tidak ada perbedaan yang sakit, antara kelompok
yang divaksinasi dengan yang tidak divaksinasi atau
Vaksin tidak berkhasiat untuk penyakit flu
2. Ha
Terdapat perbedaan yang sakit, antara kelompok
yang divaksinasi dengan yang tidak divaksinasi atau
Vaksin berkhasiat untuk penyakit flu

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 95


Tidak Sakit Sakit

Vitamin C 18 4 22

Tidak 2 6 8
Vitamin C

20 10 40

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 96


Hanya saja, kalau ada nilai E yang
kecil dari 5, maka pengujian harus
dilanjutkan dengan melakukan uji
koreksi yates, sebagai berikut

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 97


Fisher Exact
Sel O E IO-EI {IO-EI-0,5} {IO-EI-0,5}2
-------------------
E
B1K1 18
B1K2 4
B2K1 2
B2K2 6

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 98


Fisher Exact
Sel O E IO-EI {IO-EI-0,5} {IO-EI-0,5}2
-------------------
E
B1K1 18 14,6
B1K2 4 7,3
B2K1 2 5,3
B2K2 6 2,6

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 99


Fisher Exact
Sel O E IO-EI {IO-EI-0,5} {IO-EI-0,5}2
-------------------
E
B1K1 18 14,6 3,4
B1K2 4 7,3 -3,3
B2K1 2 5,3 -3,3
B2K2 6 2,6 3,4

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 100


Fisher Exact
Sel O E IO-EI {IO-EI-0,5} {IO-EI-0,5}2
-------------------
E
B1K1 18 14,6 3,4 2,9
B1K2 4 7,3 -3,3 -2,9
B2K1 2 5,3 -3,3 -2,9
B2K2 6 2,6 3,4 2,9
X2

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 101


Fisher Exact
Sel O E IO-EI {IO-EI-0,5} {IO-EI-0,5}2
-------------------
E
B1K1 18 14,6 3,4 2,9 2,47
B1K2 4 7,3 -3,3 -2,9 2,47
B2K1 2 5,3 -3,3 -2,9 2,47
B2K2 6 2,6 3,4 2,9 2,47
X2

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 102


Fisher Exact
Sel O E IO-EI {IO-EI-0,5} {IO-EI-0,5}2
-------------------
E
B1K1 18 14,6 3,4 2,9 2,47
B1K2 4 7,3 -3,3 -2,9 2,47
B2K1 2 5,3 -3,3 -2,9 2,47
B2K2 6 2,6 3,4 2,9 2,47
X2 9.88

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 103


Didapat:
Nilai X2 hitung fisher exact adalah 9,88
Nilai x2 tabel pada alpha 0,05 adalah 3,841
Artinya, X2 hitung lebih besar dari x2 tabel pada alpha
0,05 Ho ditolak, karena jatuh di daerah tolak
artinya terdapat pengaruh vitamin terhadap
penyakit flu

Koreksi Yates, dimaksud untuk mepertajam


batas probabilitas
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 104
Contoh 10
Soal .
Sebuah penelitian tentang vitamin C dan sakit
flu telah dilakukan, dari 110 orang responden
yang ada, 55 orang diantaranya diberi vitamin
C. Dari responden yang diberi vitamin C, 40
orang diantaranya tidak sakit flu, sedangkan
dari yang tidak diberi vitamin C 25 diantaranya
sakit flu.
Apakah vitamin C berpengaruh terhadap
kejadian penyakit Flu...?
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 105
Tidak Sakit Sakit flu
flu

Di beri vit C

Tidak Di
beri Vit C

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 106


Tidak Sakit Sakit flu
flu

Di beri vit C
15 40 55

Tidak Di
beri Vit C 30 25 55

45 65 110

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 107


Tidak Sakit flu Sakit flu

O E O E

Di beri
vit C 15 22,5 40 32,5 55

Tidak
Di beri 30 22,5 25 32,5 55
Vit C

45 65 110
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 108
(O-E)2
Sel O E (O-E) (O-E)2 --------
E
B1K1 15 22,5 7,5 56,25 2,5
B1K2 40 32,5 7,5 56,25 1,73
B2K1 30 22,5 7,5 56,25 2,5
B2K2 25 32,5 7,5 56,25 1,73
X2 8,46

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 109


X2 hitung = 8,46
X2 tabel = 3,841
X2 hitung > X2 tabel Ho ditolak.
Terdapat perbedaan yang signifikan orang
yang sakit flu setelah mendapat vitamin C.
Terdapat hubungan antara pemberian
vitamin C dengan kejadian penyakit flu.

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 110


Contoh 11
Soal .
Sebuah penelitian tentang pengaruh merokok
terhadap TB Paru, telah dilakukan penelitian
pada 100 orang dewasa, dari 50 orang dewasa
yang perokok, 21 orang diantaranya kena TB
paru. Dari responden yang tidak merokok, 14
orang diantaranya kena TB paru.
Apakah merokok penyebab terjadinya TB
paru...?

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 111


Tidak TB TB Paru
paru

Tidak
merokok

Merokok

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 112


Soal 4.
Telah dilakukan sebuah penelitian tentang penggunaan
alkon disuatu kota pada 106 orang akseptor KB,
berdasarkan tigkat pendidikannya, ditemukan bahwa dari
50 orang ibu yang berpendidikan rendah, 13 orang
diantaranya menggunakan IUD dan 19 orang menggunakan
pil. Dari 42 orang yang berpendidikan menengah, 6 orang
menggunakan kondom dan 15 orang menggunakan IUD
serta dari 14 orang ibu yang berpendidikan tinggi, 5 orang
menggunakan PIL dan 2 orang menggunakan kondom
Apakah terdapat perbedaan pemakaian jenis alkon
menurut tingkat pendidikan ibu...?

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 113


IUD PIL Kondom

Rendah

Menenga
h

Tinggi

106

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 114


IUD PIL Kondom

Rendah
13 19 18 50

Menenga
h 15 21 6 42

Tinggi
7 5 2 14

35 45 26 106
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 115
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 116
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 117
03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 118
WASSALAM
SURAK SABEU

03/11/2015 22:15:03 Disain by FA 2015 119