Anda di halaman 1dari 10

PEMBERONTAKAN

ANDI AZIS
TOKOH
Nama :
Andi Abdoel Azis
(Andi Azis)
TTL :
Simpangbinal,
Kabupaten Barru,
Sulawesi Selatan,
19 September
1924.
LATAR BELAKANG
Timbulnya pertentangan pendapat mengenai peleburan Negara Indonesia
Timur (NIT) ke dalam negara RI.

Ada perasaan curiga di kalangan bekas anggota anggota KNIL yang


disalurkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Setikat
(APRIS)/TNI. Anggota anggota KNIL beranggapan bahwa pemerintah
akan menganaktirikannya, sedangkan pada pihak TNI sendiri ada semacam
kecanggungan untuk bekerja sama dengan bekas lawan mereka selama
perang.
WAKTU DAN TEMPAT
Pemberontakan di bawah naungan Andi Azis
ini terjadi di Makassar pada bulan April
1950.
TUJUAN PEMBERONTAKAN
Mempertahankan ber dirinya NIT
Menentang campur tangan pasukan APRIS terhadap
konflik di Sulawesi Selatan
Menuntut bahwa keamanan di NIT hanya tanggung
jawab pasukan bekas KNIL saja.
ULTIMATUM
tanggal 8 April 1950 pemerintah memberikan ultimatum

kepada Andi Azis 4 x 24 jam harus melaporkan diri ke


Jakarta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

pasukan yang terlibat dalam pemberontakan tersebut


diperintahkan untuk menyerahkan diri dan melepaskan semua
tawanan.
UPAYA PENUMPASAN
15 April 1950, Andi Azis pergi ke Jakarta setelah didesak oleh Sukawati,

Presiden NIT. Namun karena keterlambatannya untuk melapor, Andi

Azis akhirnya ditangkap.

Pemerintah mengirimkan pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Kolonel

Alex Kawilarang. Pada tanggal 26 April 1950, seluruh pasukan

mendarat di Makassar dan terjadilah pertempuran.

5 Agustus 1950, Markas Staf Brigade 10/Garuda Makassar dikepung

oleh pengikut Andi Azis, namun berhasil dipukul mundur pihak TNI.

Peristiwa ini dikenal dengan peristiwa 5 Agustus 1950.


Setelah terjadi pertempuran selama 2 hari, KNIL/KL
minta berunding.

8 Agustus 1950 terjadi kesepakatan antara Kolonel


Kawilarang (TNI) dan Mayor Jenderal Scheffelaar
(KNIL/KL) untuk menghentikan baku tembak yang
menyebabkan kegaduhan di Makassar, dan KNIL juga
harus meninggalkan Makassar serta senjatanya.
AKHIR PEMBERONTAKAN

Setelah 3 tahun (1953), Azis menjalani persidangan di Pengadilan


Militer Yogyakarta dan divonis 15 tahun penjara.

Tanggal 30 Januari 1984 Kapten, Andi Abdoel Azis meninggal di usianya


61 Tahun, di Rumah Sakit Husada Jakarta karena serangan jantung yang
dideritanya. Andi Azis dimakamkan di pemakaman keluarga Andi Djuanna
Daeng Maliungan yang bertempat di desa Tuwung, Kabupaten Barru,
Sulawesi Selatan.
DAMPAK
Pemerintah menjadi semakin tegas dalam mengawasi kondisi di daerah

untuk menjaga keutuhan NKRI