Anda di halaman 1dari 301

Untuk:

UAS
UN
SNMPTN
Ujian Mandiri
OSN Ekonomi
By: Je.Wins 2014
BIODATA :
Nama : WINARNO, S.E. (Je.Wins)
Alamat : Jl. RA. Kartini / Pramuka Gg. Patora
Dalam 2 No. 66 Sekip Lama Skw
Tengah
TTL : Singkawang, 27 Desember 1970
Latar Blkg Pend. : SDN No. 5 Singkawang
SMP Negeri 1 Singkawang
SMA Negeri 1 Singkawang
FEKON UNTAN Pontianak
FKIP UPBJJ UT Pontianak
No.Hp : 081258059058
Facebook : Wins Winarno Je
Email : winarno999wins@gmail.com
winarno1227wins@gmail.com

2
Konsep Dasar Ekonomi Kebijakan Ekonomi, Fiskal & Moneter

Konsumen dan Produsen Ketenegakerjaan & Pengangguran

Pasar Input dan Output Pembangunan & pertumbuhan eko

Ekonomi Mikro & Ekonomi Makro APBN, APBD & perhitungan pajak

Permintaan dan Penawaran Pasar Modal


Biaya Produksi Perdagangan Internasional

Pendapatan nasional Akuntansi Perusahaan Jasa


Fungsi Konsumsi, Tabungan, Investasi Akuntansi Perusahaan Dagang

Uang dan Bank Manajemen dan badan usaha

Inflasi dan Indeks Kewirausahaan dan koperasi


kelas
10
Pengertian Ekonomi
1.Xenophone(yunani)=>Oikos dan Nomos
(Pengaturan rumah tangga)

2.Paul A. Samoelson =>Studi tentang perilaku


orang dan masyarakat dalam memilih cara
menggunakan sumber daya yang langka dan
memiliki beberapa alternatif penggunaan,
dalam rangka memproduksi berbagai komoditi,
untuk menyalurkanya baik saat ini maupun di
masa yang akan datang kepada berbagai
individu dan kelompok yang ada dalam suatu
masyarakat
Konsep Dasar ekonomi
Erat kaitanya dengan kata cukup. Manusia
Kemakmuran dikatakan makmur bila telah merasa
(wealth)
berkecukupan material maupun spiritual

Mencerminkan adanya perasaan kekurangan


Kebutuhan yang ingin dipenuhi dalam diri manusia

Suatu kondisi dimana sumber daya ekonomi


Kelangkaan jumlahnya terbatatas dibandingkan dengan
(scarcity)
kebutuhan manusia yang tak terbatas

Biaya yang terjadi karena suatu kesempatan hilang


Opportunity Cost karena telah memilih alternatif lain, contoh setelah
(Biaya Peluang) lulus SMA pilih kuliah atau bekerja, ketika bekerja maka
opportunity cost yg muncul ialah tidak bisa kuliah
Masalah Timbul Sumber Daya
ekonomi karena Ekonomi
Alam, modal,
Manusia kewirausahaan
Kelangkaan Terjadi Belum/Tidak Optimal
Penggunaan

Pokok Masalah Aliran Klasik


Ekonomi (Adam Smith)

Aliran Modern Produksi,


Distribusi,
Konsumsi
What, How,
For whom
Kurva Kemungkinan Produksi: Production Posibility Curve (PPC)
Kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi output (brang
dan jasa) maksimum yang dapat dihasilkan pada suatu waktu ketika sumber
daya ekonomi dan teknologi didayagunaka sepenuhnya

Y
Titik yang terletak pada PPC dianggap
efisien ialah titik A karena dapat
melakukan peningkatan produksi X
tanpa mengurangi produksi Y
Diluar kurva PPC dianggap tidak dapat
C A dicapai dengan sumber daya ekonomi
Didalam kurva PPC juga dianggap tidak
B efisien (titik B dan C)

X
Faktor Penyebab Hal-hal yang mempengaruhi
Kelangkaan kebutuhan

Keterbatasan Sumber daya Keadaan alam Peradaban

Keterbatsan kemampuan Agama Adat Istiadat


manusia untuk mengolah alam
Penyebab tidak terbatasnya
Sifat serakah manusia kebutuhan manusia
Bencana alam dan perkembangan
jumlah penduduk Semakin bertambah jumlah manusia
Kemampuan manusia yang belum
Sifat alami manusia yang selalu
menghasilkan sumber-sumber
merasa kurang
baru
Tingkat pendapatan
Lingkungan pergaulan dan tingkat
peradaban yang semakin maju
Jenis-jenis Kebutuhan:

Primer=Kebutuhan yang harus dipenuhi (pangan,dsb)


Intesitasnya Sekunder=Pelengkap kebutuhan Primer (TV, Kulkas,dsb)
Tersier=Kebutuhan mewah pelengkap (Mobil,dsb)

Sekarang=Kebutuhan yang tidak bisa ditunda


pemenuhanya(Obat bagi yang sakit,dsb)
Waktunya
Yang akan datang=kebutuhan yang bisa muncul di
kemudian hari(menabung, Asuransi,dsb)
Jasmani=kebutuhan yang melibatkan fisik (makan,dsb)
Sifatnya Rohani=kebutuhan yang melibatkan rohani (ibadah,dsb)

Individu=kebutuhan untuk pribadi (pulpen,buku,dsb)


Subjeknya
Kolektif=kebutuhan untuk orang banyak (jalan tol,dsb)
Biaya Peluang
(opportunity cost)

adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan


karena memilih alternatif lain
Biaya sehari-hari

adalah pengorbanan yang harus dilakukan


untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi
Biaya Eksplisit
adalah biaya yang benar-benar dikeluarkan

Biaya Implisit
adalah sama dengan biaya peluang

Laba Akuntansi
Adalah pendapatan dikurangi biaya eksplisit

Laba Ekonomi
adalah pendapatan dikurangi biaya eksplisit dan biaya implisit
Amir saat ini adalah seorang manajer pada perusahaan telekomunikasi.
Gaji dia setiap bulan adalah Rp.5.000.000,-
Amir beralih pekerjaan dan membuat usaha baru, yakni usaha Warung
Internet.
Untuk itu, biaya yang dikeluarkan untuk sewa tempat, pembelian peralatan
komputer, akses internet dan gaji karyawan per bulan adalah sekitar
Rp.10.000.000,- Penerimaan yang dia peroleh adalah Rp13.500.000,-.
Maka Amir memperoleh penghasilan per bulannya adalah Rp3.500.000,-
Dari contoh di atas:
Pendapatan (penerimaan perbulan) Rp 13.500.000,00
Biaya Eksplisit adalah Rp10.000.000,-
Biaya Implisit (biaya peluang) adalah Rp5.000.000,-
Laba Akuntansi 13.500.000,00 10.000.000,00 = Rp 3.500.000,00
Laba Ekonomi adalah Rp13.500.000-Rp10.000.000-Rp5.000.000,-
= (Rp1.500.000,-)
- Jadi, jika dilihat dari laba ekonomi, maka Amir mengalami kerugian Rugi
1,5juta Rupiah
Contoh lain biaya peluang
Ketika lulus SMA Farida mendapat dua tawaran pekerjaan.
Tawaran pertama sebagai pelayan toko di dekat rumah
dengan gaji Rp. 400.000,- per bulan. Sedang tawaran lain
sebagai pramusaji si sebuah rumah makan di kotanya dengan
gaji Rp. 900.000,- per bulan. Dengan beberapa pertimbangan,
diantaranya ingin dekat dengan keluarga, akhirnya Farida
memutuskan bekerja sebagai pelayan toko.
Pengambilan keputusan sebagai pelayan toko,
berarti Farida telah menghilangkan peluang
untuk bekerja sebagai pramusaji yang
sebenarnya bisa memberikan pendapatan
sebesar Rp 900.000,- per bulan. Dengan
demikian, biaya peluang yang ditanggung
Farida dengan memilih bekerja sebagai
pelayan toko adalah sebesar Rp.900.000,- per
bulan.
Intinya dalam pengambilan keputusan biaya
peluang tergantung pada tujuan dan situasi
individu yang bersangkutan
Contoh lain biaya peluang
Hadi ditawari untuk bekerja disuatu
perusahaan dengan gaji Rp1.500.000,00 per
bulan di sisi lain Hadi memiliki kemampuan
secara Skill dan Modal untuk melakukan
produksi suatu barang dengan peluang
mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan
tapi setelah melalui proses produksi dan
promosi selama 5 bulan.
Dari ilsutrasi di atas kemungkinan yang bisa terjadi
diantaranya adalah:
Jika Hadi lebih memilih mengambil peluang untuk
melakukan produksi sendiri maka dia telah kehilangan
peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji
Rp1.500.000,00 selama 4 bulan, itulah yang dimaksud
dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya peluang bagi
Hadi selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.500.000,00 =
Rp6.000.000,00.
Laba Ekonomi Rp 6.000.000,00 Rp 5.000.000,00
= Rp 1.000.000,00
Lebih menguntungkan jika Hadi berkerja sebagai karyawan
ketimbang membuka usaha
LATIHAN

Adi memiliki uang sebesar Rp. 700.000,-. Adi


bermaksud untuk membeli pakaian model terbaru yang
harganya Rp. 250.000,- dan buku novel untuk
melengkapi koleksi buku novelnya, berhubung hobi adi
adalah membaca. Dengan demikian beberapa
kemungkinan Adi dalam membelanjakan uangnya ?
Diskusikan dengan rekan sebangku, salah satu
contoh biaya peluang yang terjadi pada
kehidupan sehari-harimu. Hitunglah berapa
besar biaya peluang yang muncul dan alasan
mengapa mengambil peluang tersebut?
Barang
Segala jenis sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan manusia

Jenis-jenis Barang:

Konkret=Barang yang manfaatnya berwujud (meja,kursi,dsb)


Wujudnya Abstrak=Berwujud tapi manfaatnya tak berwujud (guru,dsb)
Intangible=Tak berwujud tapi ada manfaatnya (Hak Paten)

Subtitusi=barang Pengganti yg fungsinya sama (kopi & teh)


Hubunganya Komplementer=barang pelengkap (Teh dengan gula)

Produksi=Barang yang untuk proses produksi (benang,dsb)


Fungsinya Konsumsi=barang yang untuk dikonsumsi (baju, dsb)

Ekonomi=barang yang dibutuhkan pengorbanan untuk


mendapatkanya (Air Mineral)
Bebas=barang yang tidak butuh pengorbanan (Air sungai)
Sifatnya Ilith=Barang Bebas dalam jumlah sedikit bermanfaat tetapi
tidak berguna jika berlebihan (Air Banjir)
Jenis-jenis Barang: .Lanjutan

Mentah=barang yang belum diproses (Kapas,Benang,dsb)


Prosesnya Jadi=barang yang butuh diproses lanjut (kain)
Jadi=Barang yang siap untuk dikonsumsi (Baju)

Individu=Barang yang digunakan untuk secara pribadi (tas)


Subjeknya Kolektif=Barang yang digunakan secara umum (jalan tol)

Perlengkapan=Barang yg cepat habis pemakaianya (pulpen)


Pemakaianya Peralatan=Barang yang berangsur2 pemakaianya (Mesin)

Normal=Barang yg permintaanya naik bila pendapatan naik


Inferior=Barang yg Permintaanya turun bila pendapatan naik
Giffen=Barang inferior yang memiliki efek pendapatan lebih besar
Permintaan dari efek subtitusinya
Spekulasi=Barang yang harganya naik justru permintaan
meningkat dengan harapan mendapat keuntungan (Emas)
Prestise=Barang yang harganya naik justru permintaan
mneningkat karena rasa gengsi (mobil mewah)
Macam-macam
Kegunaan
Barang

Form Utility (bentuk) Service Utilty (layanan)

Time Utility (Waktu) Owner Utility (kepemilikan)

Element Utility (unsur) Place Utility (tempat)


Prinsip Ekonomi:
Prinsip Ekonomi merupakan pedoman/patokan yang digunakan
manusia dalam melakukan kegiatan tindakan ekonomi

Prinsip Ekonomi Konsumen: Prinsip Ekonomi Produsen


mencapai kepuasan Mencapai Keuntungan
maksimum dengan Maksimum dengan biaya
pengorbanan tertentu dan tertentu dan sebaliknya
sebaliknya
Motif Ekonomi:
Gejala yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi

Macam-Macam Motif Ekonomi Untuk Mencapai Penghargaan

Untuk mencari keuntungan


Untuk mencapai kekuasaan
Melakukan kegiatan sosial
Metode Ekonomi:

Metode Induksi
Bermula dari fakta (kenyataan) yang ada di masyarakat,
dianalisa kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.

Metode Deduksi
Bermula dalil-dalil yang telah ada, lalu dianalisa kemudian
dibuat kesimpulan ekonomi

Metode Sintesa
Menggunakan fakta dan teori secara bersamaan kemudian
dibuat kesimpulan ekonomi
Seperangkat susunan dan kerangka kerja
Sistem Ekonomi untuk pengambilan keputusan-keputusan
mendasar tentang perekonomian
1. Pemerintah mudah mengatur Dampak 1. Individu bebas berekonomi
masalah ekonomi sistem 2. Bebas meimiliki sumber daya
2. Pasar barang dalam negeri lancar ekonomi ekonomi
3. Pemerintah mudah dalam 3. Adanya persaingan mengarah
menentukan harga kemajuan
4. Jarang terjadi krisis ekonomi Sosialis 4. Produksi berdasarkan apa yang
5. Pendapatan yang merata dibutuhkan masyarakat
1. Mematikan inisiatif individu 5. Timbul eksploitasi dan monopoli
2. Masyarakat tidak memiliki 6. Tidak meratanya pendapatan
kebebasan sumber daya ekonomi liberal 7. Ketidakstabilan ekonomi

Sistem Ekonomi Tradisional


Ciri-ciri Kelebihan Kekurangan
1. Bertumpu pada sektor 1. Tidak harus 1. Hanya untuk memenuhi
agraris memperhitungkan kebutuhan tidak untuk
2. Tidak mengenal teknologi efisiensi meningkatkan kesejahteraan
3. RTP menyatu dengan RTK 2. Tidak akan terjadi 2. Tidak bertujuan mencari
4. Tidak mengenal persaingan keuntungan
spesialisasi 3. Anggota masyarakat 3. Menganggap tabu
5. Tidak mengenal tidak terbebani target perubahan sehingga sulit
perdagangan berkembang/statis
Contoh Soal
1. Hal pokok yang menjadi masalah
2. Ciri-ciri dari sistem perekonomian
dalam ilmu ekonomi adalah:
(1) Timbul persaingan untuk maju
(SNMPTN 2011)
(2) Peran pemerintah dominan
A. Biaya dan Hasil
(3) Pendapatan masyarakat kaya
B. Pendapatan dan konsumsi
meningkat
C. Kesejahteraan dan kemiskinan
(4) Pemerintah membuat rencana
D. Kebutuhan barang/jasa dan
pembangunan nasional
pendapatan
(5) Semua sumber daya produksi
E. Kelangkaan sumber daya
dikuasai negara
ekonomi dan kebutuhan terhadap
Ciri dari sistem ekonomi komando
barang dan jasa
adalah? (UN 2012)
3. A boy who possesses Rp 1000 is A. (1), (2), dan (3) D. (2),(4), dan (5)
confronted with 2 choices either to buy B. (1), (3), dan (4) E. (3),(4), dan (5)
apiece of cake or salted egg. The price C. (2), (3), dan (4)
of the cake equals with a salted egg. If A. The Principle of Opportunity cost
determines to buy the cake he cant buy B. The cost of doctrine alternative
the egg and other way round. The act of C. The law of scarcity
making decision in economics is known D. The law of diminishing return
as? (OSN Ekonomi 2010 tingkat kota) E. The principle of economic
Permintaan, Penawaran, dan Pasar
Permintaan Penawaran
Sejumlah barang/jasa yang
Sejumlah barang/jasa yang
diinginkan/dibeli oleh konsumen
pada berbagai tingkat harga
ingin dijual oleh produsen

Faktor

1.Harga barang itu sendiri


2.Harga barang subtitusi & 1. Keuntungan
Komplementer* 2. Biaya Produksi
3.Pendapatan Masyarakat 3. Harga Input
4.Intensitas kebutuhan 4. Kemajuan Teknologi
5.Pertambahan Penduduk
5. Harga dari barang terkait
6.Selera
6. Kebijakan Pemerintah
7.Tradisi/budaya
8. Trend/Mode
Macam-macam Permintaan
Permintaan Efektif: permintaan yang disertai daya beli
Permintaan Potensial: Permintaan yang tela disertai daya
Daya beli beli atau Permintaan yang akan diwujudkan dengan
Konsumen sejumlah uang yang dimiliki.
Permintaan Absolut: Tidak didukung daya beli, tetapi
angan-angan
Permintaan konsumen: dilakukan oleh seluruh anggota
masyarakat untuk memenihi kebutuhan
Permintaan Pengusaha: Berawal dari pengusaha yang ingin
Nyata
memproduksi barang dan jasa
Konsumen Permintaan Pemerintah: Permintaan pemerintah untuk
melancarkan roda pemerintahan
Permintaan luar negeri: Permintaan konsumen dari luar negeri
Permintaan perorangan: Permintaan dari seseorang untuk
Jumlah memenuhi kebutuhan hidup
Permintaan Permintaan Kolektif: permintaan yang dimiliki masyarakat
sebagai keseluruhan dalam waktu yang sama
Permintaan Penawaran
Hukum

Harga naik,permintaan turun Harga Naik, Penawaran Naik


Harga turun, Permintaan naik Harga Turun, Penawaran Turun

Rumus

Qd= a + bp dan b<0 Qs= a + bp dan b<0

Jika keduanya
memotong di satu
titik maka akan
ketemu harga
keseimbangan
(Qd=Qs)
Barang-Barang yang melawan hukum
permintaan
Barang Inferior Barang Giffen
Barang yang permintaanya Barang yang harganya
berkurang bila pendapatan turun permintaanya juga
konsumen naik turun

Barang Palsu
Produk tiruan di Indonesia dikenal juga dengan
Barang Prestise istilah kwalitet (KW). Menurut Aprilins (2010)
barang KW adalah sebuah barang yang
Barang yang dapat diproduksi sebagai tiruan, replika, atau imitasi
menambah harga diri orang dari barang lain. Barang KW ini bukan hanya
Kalau harganya naik diproduksi sebagai tiruan atau replika merek
terkenal saja, tetapi juga untuk semua merek.
permintaanya justru naik Barang KW diproduksi tanpa menggunakan
hak merek yang bersangkutan, para produsen
membuatnya dengan cara seperti meniru saja.
TERBENTUKNYA
HARGA KESEIMBANGAN

rupiah P D S
. . .
4.500
. HARGA

3.500 . . . KESEIMBANGAN

. . Q
175 225
Ribuan ton/bulan
koefisien arah
persamaan fungsi
harga

P = a + bQ

jumlah produk
konstanta
RUMUS :
jumlah produk
harga mula - mula mula - mula

P P1 Q Q1
=
P2 P1 Q2 Q1

harga setelah
perubahan jumlah produk setelah
perubahan
Fungsi Penawaran : PS = a + bQ

P P1 Q Q1
RUMUS : =
P2 P1 Q2 Q1

PS = 0,02 Q
P 4.500 Q 175
=
3.500 4.500 225 175

P 4.500 Q 175
=
1000 50

50 P 225.000 = 1.000 Q + 175.000


50 P = 1.000 Q + 400.000

PD = - 20Q + 8.000
P 3.500 Q 175
=
4.500 3.500 225 175

P 3.500 Q 225
=
1000 50

50 P - 225.000 = 1.000 Q - 225.000


50 P = 1.000 Q + 0

Ps = 20 Q
Menghitung Harga Keseimbangan

1. Fungsi Permintaan dan Penawaran


Fungsi permintaan : PD = a + bQ

P P1 Q Q1
RUMUS : =
P2 P1 Q2 Q1

PD = 8.000 0,02 Q
Harga dalam keseimbangan jika : QD = QS

PD = 8.000 0,02 Q QD = 400.000 50P

PS = 0,02 Q QS = 50 P

400.000 50 P = 50 P
400.000 = 100 P
PE = Rp 4.000,00/Kg
Perubahan Harga Keseimbangan
Sesudah Pajak Qd=Qs - t Pd=Ps + t

Pajak yang Diterima pemerintah T = Q x t


S1
S0
P
Ps + t

P1

D
P0

Q
Perubahan Harga Keseimbangan
Sesudah Subsidi Qd=Qs+s Pd=Ps - s

Pajak yang Diterima pemerintah S = Q x s


S0
S1
P
Ps - s

P0

D
P1

Q
Elastisitas Permintaan dan penawaran
Keterangan:
Ed=Elastisitas permintaan
Es=elastitsitas Penawaran
Q P1 Q P1 Q=Selisih jumlah Barang (Quantity)
Ed= X Es= X P=Selisih jumlah harga (Price)
P Q1 P Q1 P1=harga barang mula-mula
Q1=jumlah barang mula-mula

%Perubahan jumlah barang


E=
%Perubahan harga

P P
E= Q X Q = Q = Turunan Pertama dari Q
Q Q
Macam-Macam Elastisitas
Hasil Jenis Elastisitas Penjelasan Contoh barang
Tiap perubahan harga akan
mengakibatkan jumlah
Kebutuhan
E>1 Elastis barang yg ditambah dengan
Tersier/mewah
persentase yang relatif lebih
besar
Tiap perubahan harga akan
menyebkan perubahan Kebutuhan
E<1 Inelastis jumlah barang dengan Primer
persentase lebih kecil
Perubahan harga diikuti
Keutuhan
E=1 Uniter/Normal perubahan barang dalam
Sekunder
persetase sama
Pada saat harga tertentu,
Elastis Kebutuhan Dunia
E=~ Sempurna
jumlah barang tak
(Minyak Bumi)
terbatas
Perubahan harga tidak
Inelastis Air Minum,
E=0 Sempurna
berpengaruh jumlah
Garam, Tanah
barang
Tanah, Air Barang
minum, dsb Sekunder Barang Tersier
Barang inferior Barang primer

E=0 E=1
Klasifikasi barang
berdasarkan elastisitas
Kurva Elastisitas
E=0
P Inelastis Sempurna E=1 Faktor yang menentukan
Elastisitas harga
Makin Elastis A. Tersedianya Barang
Elastis Subtitusi
E=~
Sempurna B. Pokok atau tidaknya
suatu barang
C. Proporsi kenaikan harga
D. Jangka Waktu
450

Q
Excess Demand dan Excess Supply

Excess Demand= kelebihan


permintaan akibat penurunan harga Excess
Solusi: penetapan harga maksimum Supply
oleh pemerintah P
.
Excess Supply= kelebihan penawaran
akibat kenaikan harga Excess
Solusi: penetapan harga minimum Demand
oleh pemerintah

Q
Kegagalan Pasar

Informasi Tidak Sempurna (Incomplet Information)


Tidak tahu persis tentang kualitas barang yang akan dibeli

Barang Publik
Merupakan barang yang dimiliki/digunakan bersama
biasanya disediakan oleh pemerintah negara

Barang Altruisme (altruism Good)


Barang yang ketersediaannya berdasarkan sukarela karena
rasa kemanusiaan (Contoh: darah dari pendonoran darah)
Contoh Soal
1. Diketahui:
Fungsi permintaan Qd = 15 P
Fungsi penawaran Qs = 7 + 3P 2. Pada harga barang sebesar Rp
Besar harga dan jumlah keseimbangan 1000/unit, jumlah barang yang
adalah (UN 2012) ditawar sebanyak 2000 unit.
A. P = 13 dan Q = 2 D. P = 4 dan Q = 11 Apabila hara meningkat menjadi
B. P = 11 dan Q = 4 E. P = 2 dan Q = 13 Rp1200/unit maka jumlah brang
C. P = 8 dan Q = 7 yang ditawarkan menjadi 2600 unit
bedasrakan data tsb. Maka sifat
3. Jika Meningkatnya harga barang Y penawaran barang Tsb.: (OSN
menyebabkan menurunya barang X, Ekonomi Tk. Nasional 2006)
maka: (SNMPTN 2010) A. Unitary elastis, karena Es = 1
A. X dan Y Barang Subtitusi B. Inelastis, karena Es = 3/4
B. X dan Y barang Komplementer C. Elastis, karena Es = 3/2
C. X dan Y barang inferior dan normal D. Elastis sempurna, karena Es = 4/3
D. X dan Y barang normal dan inferior E. Inelastis, karena Es = 1
E. X dan Y barang tahan lama dan cepat
rusak
Pasar=tempat produsen
menawarkan produk dan
Pasar Input dan Output
konsumen memperoleh produk
Struktur Pasar=Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja
perusahaan di dalam pasar seperti: Jumlah perusahaan di pasar, skala
produksi, jumlah pembeli, pengetahuan konsumen, kemampuan
menentukan harga, dsb

Pasar Input Pasar Output


Pasar daripada Faktor produksi Tempat interaksi antara
seperti Tanah, Tenaga kerja, permintaan dan penawaran
modal, skill. Pada pasar input terhadap barang dan jasa dari
ditentukan tingkat harga, upah, produsen ke konsumen
sewa, dan suku bunga yang
kemudian menjadi pendapatan
konsumen
Diagram Pasar Input dan Pasar Output
Pasar Output
Pasar Persaingan Pasar Persaingan Tidak
Sempurna Sempurna
Pasar Monopoli=terdapat satu penjual
Karakteristik Pasar Duopoli= terdapat dua pihak
1. Banyak Penjual dan penjual
pembeli Pasar oligopoli=pasar yang terdapat
2. Produk Homogen beberapa penjual, susah masuk pasar
3. Penjual maupun pembeli Pasar monopolisitis=banyak penjual
tetapi tiap penjual menjual ciri barang
secara bebas dapat masuk
yang berbeda (diferensiasi barang),
dan keluar pasar
bebas masuk keluar pasar
4. Adanya mobilitas yang Pasar Monopsoni=terdapat seorang
sempurna dari sumber daya pembeli saja
5. Penjual maupun pembeli Pasar duopsoni=terdapat dua pihak
memiliki pengetahuan pembeli
sempurna Pasar oligopsoni=terdapat beberapa
pihak pembeli
Golongan Pembeli Golongan Penjual
Pembeli Marginal Penjual Marginal
pembeli yang daya beli=harga Penjual yang harga pokok =
pasar harga pasar
Pembeli Supermarginal Penjual Supermarginal
Pembeli yang daya beli di atas Penjual yang harga pokoknya di
harga pasar bawah harga pasar (untung)
Pembeli Submarginal Penjual Submarginal
Pembeli yang daya beli di Penjual yang harga pokonya di
bawah harga pasar atas harga pasar (Rugi)

Keterangan:
Pembeli supermarginal akan mendapat premi konsumen (consumers rent)
Penjual Supermarginal akan mendapat laba penjualan (premi produsen)
Penjual Submarginal akan mendapat rugi dari penjualan
Pasar Input
Pasar Tanah (SDA) Pasar Modal
Teori Sewa Tanah Teori Bunga Modal
J.B. Say (Teori Produktivitas)
David Richardo
Bunga modal=kontra prestasi karena ia
Tinggi rendahnya sewa dapat menghasilkan suatu barang
tanah akan ditentukan oleh Nassau W.S. (Teori Penghormatan)
kesuburan tanah Bunga modal=balas jasa pemiliknya
Von Thunen Von Bohn Bawerk
Tinggi rendahnya sewa Bunga modal didasarkan nilai uang
tanah selain kesuburan juga J.M. Keynes (Teori Likuiditas)
jarak tanah ke pasar Bunga Modal=balas jasa karena
pemiliknya telah mengorbankan
likuiditas (kemampuan mengadakan
pembayaran)
Pasar Tenaga Kerja Pasar Skill/Pengusaha
Teori Upah/Gaji Teori Profit Pengusaha
David Ricardo (Teori Upah Alami) Adam Smith
Besar upah buruh=biaya hidup Normal profit meliputi bunga modal
Minimum buruh & keluarganya milik pengusaha dan modal jasa
J.S Mill (Teori Dana Upah) J.B. Say
Besar Upah=dana upah yang Tersedia Laba Pengusaha=skill manajerial
dan jumlah buruh Von Thunen
F. Lassale ( teori Upah Besi) Laba Pengusaha=laba usaha-pengeluaran
Besar upah rata-rata=biaya hidup
Hawley
minimum buruh
Karl Marx (Teori Upah Lebih)
Laba Pengusaha=balas jasa atas resiko
Tenaga kerja memiliki nilai Tukar & yang ditanggung
pakai bagi pengusaha J. Schumpeter
Von Thunen Laba Pengusaha=balasa jasa atas
Besar upah=biaya pemeliharaan kemampuan pengusaha mengadakan
Hidup & produktivitas kerja buruh inovasi atas produknya
Clark (Teori Produktivitas Marginal) Macam Upah
Besar upah=produktivitas marginal Upah Nominal=dihitung dengan satuan uang
Kerja buruh Upah Riil=diukur bedasarkan barang dan jasa
yang dihasilkan
Contoh Soal
1. Berikut ciri-ciri pasar barang 2. Kelompok pembeli yang memiliki
(1) Barang yang diperjualbelikan kemampuan sama dengan harga pasar
homogen adalah: (OSN Ekonomi Tk. Kota 2011)
(2) Penjual penentu harga A. Pembeli Super marginal
(3) Banyak Penjual dan Pembeli B. Pembeli Marginal
(4) Terdapat halangan masuk pasar C. Pembeli Submarginal
(5) Pembeli dan penjual bebas D. Penjual Submarginal
keluar masuk pasar E. Penjual Marginal
Yang termasuk ciri-ciri pasar
Pasar persaingan sempurna adalah? 3. Hal yang terjadi pada pasar persaingan
(UN 2012) monopolistik namun tidak terjadi pada
A. (1), (2), dan (3) D. (2),(3), dan (4) pasar monopoli ialah: (UM UGM 2009)
B. (1), (2), dan (4) E. (3),(4), dan (5) A. Harga ditentukan oleh pasar
C. (1), (3), dan (5) B. Harga ditentukan oleh pengusaha
C. Tidak terdapat hambatan untuk masuk
dan keluar pasar
D. Jumlah pedagang hanya satu
E. Barang bersifat heterogen
Perilaku konsumen & Produsen
Bahasa=consumptio(menghabiskan)
Istilah=kegiatan yang mengurangi nilai guna
Pengertian suatu barang dan jasa, barang yg dapat
Konsumsi dipakai berulang contoh: mobil, barang yg
habis sekali pakai contoh makanan,
minuman
Dihasilkan oleh manusia bukan dari alam
Ciri-ciri Barang Untuk memenuhi kebutuhan hidup
Habis atau berkurang nilai guna barangnya
Konsumsi baik itu langsung maupun berangsur sampai
tidak berguna lagi

Memenuhi kebutuhan masyarakat


Tujuan Menghabiskan nilai guna barang atau jasa
baik itu secara berangsur maupun sekaligus
Konsumsi
Manfaat dan nilai barang
Nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu
Nilai pakai barang karena barang tersebut dapat dipakai untuk
memenuhi kebutuhanya sendiri
Subjektif Contoh: Obat hanya dibutuhkan orang sakit

Nilai Pakai Kemampuan barang secara umum untuk dipakai


dalam memenuhi kebutuhan semua manusia
Objektif Contoh: pakaian, rumah dibutuhkan semua orang

Nilai tukar suatu barang yang dilihat menurut sudut


Nilai tukar pandang pemiliknya

Subjektif Contoh: Barang antik bernilai tukar menurut


kolektornya

Nilai tukar Nilai tukar yang berlaku secara umum atau dilihat
daris sudut pandang barang itu sendiri
Objektif Contoh: Emas, uang memiliki nilai tukar objektif
Teori Nilai Objektif
Nilai Biaya Produksi
(Adam Smith)
Nilai Barang= Nilai Produksi

Nilai Tenaga Kerja Nilai barang = jumlah upah tenaga


(David Ricardo) kerja

Nilai Biaya Reproduksi Nilai Barang = biaya yang dikeluarkan bila


(Carey) barang diproduksi ulang

Nilai Pasar Nilai Barang = permintaan dan


(Humme dan Locke) penawaran di pasar

Nilai Tenaga Masyarakat Nilai Barang = besarnya biaya rata-rata


(Karl Marx) upah tenaga kerja masyarakat
Teori Nilais Subjektif
Hukum Kenikmatan akan berkurang bila
menggunakan alat pemuas yang sama secara
Gossen I terus menerus (the law of diminishing return)

Hukum Manusia berusa memenuhi kebutuhanya yang


bermacam-macam sampai kepada tingkat
Gossen II intesitas yang sama

Konsumen akan membagi pendapatanya untuk


Karl Manger memenuhi berbagai macam kebutuhan sampai
mencapai tingat yang harmonis

Von Bohm Nilai terhadap suatu barang yang dimiliki


paling akhir atau nilai pemuasan yang
Bawerk paling akhir
Teori Perilaku Konsumen disebut juga denan teori
Perilaku nilai guna, menjelaskan bagaimana konsumen
mendayagunakan kemampuanya untuk memuaskan
Konsumen keinginanya terhadap suatu produk/beberapa

Teori nilai guna Kardinal (Cardinal utility)


Menyatakan bahwa kegunaan (utility) dapat dihitung dengan satauan
kepuasan yaitu Util
Util
Kepuasan maksimum (TU
maksimum) tercapai saat Marginal
TU Utility sama dengan 0
Berlaku hubungn MU=0 -> TU
MU maksimum
Q Hubungan lainya adalah kepuasan
Q TU MU konsumen terjadi ketika MU=P
1 100 100 (harga barang)
2 180 80 oTU=Total Utility (Kepuasan Total)
3 240 60 oMU=Marginal Utility (Tambahan
4 240 0 Kepuasan)
Teori nilai guna Ordinal (Ordinal utility)
Menyatakan nilai kegunaan tidak dapat dihitung namun dapat dibandingkan
dengan produk lain dengan menggunakan kurva indiferensi
Kurva Indiferensi: (Indifference curve) menunjukan berbagai macam
kombinasi konsumsi 2 macam barang yang memberikan tingkat kepuasan
yang sama bagi konsumen
A= kepuasan dengan
Y IC1 jumlah barang x dan y Asumsi: semakin kurva indiferen ke
sama
IC kanan maka kepuasan semakin
B=kepuasan dengan
menambah barang x tinggi*
namun barang y Ciri: Kurva menurun dari kiri atas ke
berkurang kanan bawah dan cembung ke titik
C
origin, tidak saling berpotongan
A Marginal Rate of subtitusion:
berapa banyak barang y yang harus
B dikorbankan untuk menambah 1
unit barang x demi menjaga Tk.
Kepuasan yang sama
X
Garis anggaran (Budget Line)
Kurva garis anggaran (tingkat kemampuan) bersingungan dengan kurva
indiferensi (tingkat kepuasan) sesuai dengan prinsip ekonomi
Y Y Garis anggaran
BL* bergeser ke kanan
sejajar karena
10 C BL2 pendapatan meningkat
harga barang tetap
8 A BL1
6 B
X
X
Y Garis anggaran berotasi
4 5 6 keluar karena harga x
kita punya uang sebesar 18 untuk beli baju dan turun, dan berotasi ke
celana, asumsikan baju (x) hrgnya 2 dan dalam karena harga x naik
celana(y) harganya 1, bila kita tentuka titik A,
maka kita dapat beli baju 6 buah dan celana 8
buah. Bila menetukan titik B maka kita akan
mendapatkan6 celana dan 6 baju, lalu ketika
menentukan titik C maka mendapatkan 10 X
celana dan 4 baju
Keseimbangan Konsumen
Kondisi dimana konsumen telah mengalokasikan seluruh pendapatan untuk
konsumsi dan uang yang ada dipakai untuk mencapai kepuasan yang tinggi
Y Y ICC (Income
ICC
BL IC2 Consumption Curve)
kurva yang
10 C BL2 menghubungkan titik
keseimbangan
8 A konsumen bila
IC3 pendapatan berubah
6 B
X
IC1
X PCC (Price
4 5 6 Y PCC Consumption Curve)
Keseimbangan konsumen terjadi di titik A ialah kurva yang
dimana dimana BL nersingungan IC2. mengubungkan titik
kepuasan konsumen maksimum yaitu 5 keseimbangan
barang x dan 8 barang y. Titik A dan C konsumen bila harga
belum maksimal kepuasanya, IC3 tidak berubah
bisa dijangkau oleh kemampuan X
konsumen (karena tidak bersingungan BL)
Hukum Engel: semakin besar pendapatan semakin kecil bagian
pendapatan yang digunakan untuk konsumsi.
Kurva Engel
Kurva yang menunjukan adanya korelasi berbagai tingkat pendapatan
dengan jumlah barang yang dikonsumsi

Y ! Untuk barang Inferior kurva engel


memiliki korelasi yang negaitif
Kurva Engel menurun dari kiri atas ke kanan
bawah, artinya bila pendapatan
bertamabah konsumen akan
mengurangi konsumsi barang itu.
B Dengan demikian kurva engel
diturunkan dari ICC
A

Q
Faktor yang memengaruhi konsumsi
Faktor Eksternal Faktor Internal
1.Pendapatan / penghasilan 1. Kebudayaan
2.Motivasi 2. Status sosial
3.Sikap dan kepribadian 3. harga
4.Selera Konsumen

Bentuk perilaku Konsumsi


Perilaku Konsumsi rasional Perilaku Konsumsi Irasional
Perilaku konsumsi yang didasari Perilaku konsumsi yang
atas pertimbangan rasional (nalar) memutuskan membeli tanpa
dalam mengonsumsi suatu produk pertimbangan yang baik
1. Produk tsb mampu memberikan 1.Membeli barang hanya tertarik
kegunaan optimal bagi konsumen dengna iklanya
2. Produk tsb benar2 dibutuhkan 2.Tertarik membeli barang hanya karena
3. Mutu produk terjamin merknya yang terkenal
4. Harga terjangkau dan sesuai 3.Memeli barang hanya karena obral
kemampuan konsumen 4.Konsumsi hanya untuk pamer/gengsi
Usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan
Produksi suatu barang untuk memenuhi kebutuhan.

Faktor Produksi Fungsi Produksi = Hubungan fungsional


yang terdapat antara input dan output
Asli Turunan Q = f (C,L,R,T)
Tanah Modal Q=Quantity(jumlah barang
f= fungsi L=labour (tenaga kerja)
SDM Skill C=capital(modal) T=Teknologi

Tahapan Produksi:
Primer=> Ekstraktif, Agraris
Produktivitas
Sekunder=>Industri,Perdagangan
Adalah kemampuan perusahaan
Tersier=>Jasa,Fasilitas
untuk menghasilkan sejumlah
barang dengan faktor produksi
yang tersedia
The Law of Diminishing Return
Perilaku dengan suatu teknik tertentu, maka titik tertentu
penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan
Produsen penambahan hasil produksi yang sebanding

TP (Total Produksi): jumlah prosuksi


yang dihasilkan oleh faktor
Q TP produksi
AP (Average Product):
AP = TP/L (L = labour)
AP MP=Marginal Product: Tambahan
MP produksi dari L sebelumnya
L MP= TP/ L
Q TP MP
1 10 10
2 28 18
3 35 7
4 40 5
Isoquant
Kurva yang menunjukan berbagai Isocost
kombinasi penggunaan2 macam Kurva yang menunjukan
faktor produksi variabel, yang berbagai kombinasi penggunaan
menghasilkan tingkat 2 macam faktor produksi yang
produksi/output yang sama. Ciri memerlukan biaya sama
kurva Isoquant sama dengan ICC
L
L
C
A
B

C Modal
L
A Q2=600 Perubahan Kurva
B Isocost: Is2
Q1=500 IS2:kenaikan biaya
produksi Is1 Is3
Modal IS3:Bunga Turun M
Keseimbangan Produsen
Keseimbangan terjadi ketika kurva isocost (Is)
besinggungan dengas kurva isoquant (Iq)
L selama kedua kurva itu berpotongan maka
Is Iq2 kombinasi penggunaan kedua faktor
10 C produksi tsb belum optimal

8 A
Iq3
6 B
Iq1
Modal
4 5 6
Keseimbangan Produsen terjadi di titik A
dimana dimana Is nersingungan Iq2.
dimana kedua faktor telah digunakan
secara optimal. Iq1 Belum menunjukan
hasil yang optimal. Iq3 Tidak terjangkau
oleh biaya produksi (Isocost)
Istilah Seputar Peningkatan Produksi
Ekstensifikasi: Menembah jumlah faktor Produksi
Intensifikasi: Meningkatkan mutu faktor produksi
Diversifikasi: Penganekaragaman produksi
Rasionalisasi: Efisiensi produksi agar produktivitas maksimal
Mekanisasi: Mengganti faktor produksi tradisional dengan
modern
Standarisasi: Pembuatan standar, ukuran, mutu produk
Spesialisasi: Pembagian kerja
The Right man on the right place: Menempatkan pekerja pada
posisi yang benar
Rehabilitasi Mengganti faktor produksi yang rusak dengan yang
baru
Pelaku Kegiatan Ekonomi
Rumah Tangga Rumah Tangga
Konsumen Produsen
Memproduksi barang dan
Mengonsumsi barang dan jasa
jasa dengan mengolah faktor
Menyediakan Faktor2 Produksi produksi
Membayar Imbalan
Menerima balas jasa Faktor produksi penggunaan faktor produksi

Faktor Produksi Menjual hasil produksi ke


konsumen
Tanah B Sewa
a Menerima Pembayaran atas
SDM Upah penjualan barang dan jasa
l
Modal a Bunga Pemerintah
Skill s Profit Masyarakat Luar Negeri
Diagram Interaksi Antar
Pelaku ekonomi
Pelaku Kegiatan Ekonomi
Rumah Tangga Masyarakat Luar
Pemerintah Negeri

Sebagai Pengatur (UU) Sebagai Konsumen


(Pengimpor barang)
Sebagai Pengontrol
(Moneter & Fiskal) Sebagai Produsen
(pengekspor barang)
Sebagai Penguasa (alat pemaksa)
Sebagai Investor
Sebagai Konsumen (penanam modal
(kebutuhan alat administrasi)

Sebagai Produsen/Investor (BUMN) Sumber Tenaga Kerja Ahli

Moneter Kebijakan yg Mengontrol jumlah uang Beredar


Fiskal Kebijakan yg mengontrol pemasukan dan pengeluaran APBN
Diagram Interaksi Antar
Pelaku ekonomi

Barang Publik Barang Publik


Contoh Soal
2. Price Consumption Curve adalah kurva
yang (OSN Ekonomi Tk. Kota 2010)
1. Peran konsumen dan produsen A. Menunjukan korelasi berbagai tingkat
(1) Penyediaan faktor produksi harga dengan jumlah barang yang
(2) Menerima pembayaran pajak dikonsumsi
(3) Pengguna barang atau jasa B. Menunjukan korelasi berbagai tingkat
(4) Pengguna faktor produksi pendapatan dengan jumlah barang yang
(5) Membayar sewa,upah,bunga,laba dikonsumsi
(6) Menerima sewa, upah,bunga,laba C. Menunjukan berbagai kombinasi 2
Yang merupakan peran rumah tangga macam barang yang memberikan
konsumen ialah? (UN 2010) kepuasan yang sama
A. (1), (2), dan (3) D. (3),(4), dan (5) D. Menghubungkan titik-titik
B. (1), (3), dan (6) E. (4),(5), dan (6) keseimbangan apabila terjadi
C. (2), (3), dan (4) perubahan pendapatan konsumen
E. Menghubungkan titik-titik
keseimbangan konsumen apabila terjadi
perubahan pendapatan konsumen
Biaya Produksi
semua pengeluaran atau semua
beban yang harus ditanggung oleh
Pengertian perusahaan untuk menghasilkan
& tujuan suatu jenis barang atau jasa yang
siap untuk dipakai konsumen

Salah satu cara untuk maksimalisasi


keuntungan produsen/ perusahaan
adalah dengan minimalisasi biaya
produksi
Analisis Biaya Produksi Jangka Pendek
3 konsep (fungsi) tentang biaya Biaya
produksi, yaitu; Produksi TC
1. Biaya Tetap Total (Total Fixed
Cost), biaya yang tidak TVC
terpengaruhi oleh jumlah unit
2. Biaya Variabel Total (Total
Variabel Cost), biaya yang
besarnya tergantung dari TFC
jumlah unit
3. Total Cost (Total Cost),
keseluruhan dari biaya Q
TC = TFC + TVC
Analisis Biaya Produksi Jangka Pendek
Biaya Rata-rata: Biaya
1. Average Fixed Cost, Produksi
MC
AFC = TFC/Q
2. Average Variabel Cost, AVC = AC
TVC/Q
3. Average Cost, jumlah biaya rata2 AVC
TC TFC TVC
AC AFC AVC
Q Q
Biaya Marjinal (Marginal Cost), AFC
tambahan biaya karena ada
tambahan unit produksi Q
MC = TC/ Q
Penerimaan (Revenue)
Penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan outputnya
R
Total Revenue (TR) = penerimaan Permintaan Menurun
produsen dari hasil penjualan
seluruh Outputnya
TR
TR= P X Q
AR
Average Revenue (AR) = MR
penerimaan produsen per unit Q
output R Permintaan Horizontal
AR = TR / Q TR
Marginal Revenue (MR) = kenaikan
penerimaan total (TR) dari AR = p = MR = D
pertambahan unit output
MR = TR / Q atau MR = TR Q
Keuntungan Produsen
Keuntungan (n) = perolehan dari R TR
selisih penerimaan dengan
Profit*
penjualan BEP TC
= TR - TC
Loss*
Titik Tempat/Break Event Point
(BEP) Qn MC Q
TR = TC
R
Max MC
Keuntungan Maksimum terjadi Profit*
ketika Q jumlah produksi dalam
kondisi
MR = MC = TR = TC MR
Q
Contoh Soal
1. Macam biaya berikut ini tidak mengalami 2. Suatu perusahaan 7 unit output
kenaikan bila jumlah output yang dengan average cost sebesar
diproduksi ditambah yaitu: (OSN Ekonomi Rp15.00.000. agar mampu
Tk. Kota 2009) berproduksi perusahaan harus
A. Marginal Cost mengeluarkan fixed cost sebesar
B. Average cost Rp 35.000.000. Maka besarnya
C. Average Variable Cost average variable cost adalah?
D. Average Fixed Cost (SIMAK UI 2009)
E. Variable Cost A. Rp 5.000 D. Rp 20.000
B. Rp 10.000 E. Rp 25.000
3. Bila AC adalah biaya rata-rata, AVC C. Rp 20.000
biaya variabel rata-rata, dan MC biaya
4. Perusahaan akan memperoleh laba
marginal, maka pada saat AC minimum:
maksimum pada tingkat output
(UMB 2009)
dimana: (SPMB 2007)
A. AVC juga minimum
A. AC adalah Minimum
B. Laba perusahaan maksimum
B. TC adalah Minimum
C. MC > AC
C. Penerimaan Total (TR) maksimum
D. MC < AC
D. TR lebih besar dari TC
E. MC = AC
E. MC = MR
Ekonomi Mikro dan Makro
Mempelajari perilaku konsumen dan produsen
secara individual

Ekonomi Pengkajianya: Permintaan, penawaran,


keseimbangan harga, elastisitas permintaan dan
penawaran, perilaku konsumen dan produsen,
Mikro teori produksi, biaya produksi, penerimaan laba
produsen, pasar input output mekanisme harga
serta distribusi pendapatan

Studi ekonomi secara Agregat (seluruh) secara


nasional dan global
Ekonomi Pengkajianya: Pendapatan nasional, kebijakan
moneter dan fiskal, uang dan bank, pasar uang
Makro inflasi, perdagangan internasional, pertumbuhan
dan pembangunan ekonomi, ketenagakerjaan
dan pengangguran
Klasifikasi Ilmu Ekonomi
Pembahasan tentang suatu persoalan
Ekonomi ekonomi atau topik tertentu saja
Deskriptif Contoh: ekonomi indonesia pada tahun 1998
Kerangka pengertian dari analisis ekonomi
Ekonomi dirumuskan mejadi kebijakan,pedoman atau
standar untuk mengatasi masalah ekonomi tertentu
Terapan Contoh: kebijakan harga maksimum ketika harga
melambung tinggi

Membahas fakta dan hubungan antarperistiwa


ekonomi
Ekonomi Positif Contoh: jika produksi semen turun, maka harga
semen naik

Membahas saran, pertimbangan, dan etika.


Ekonomi Biasanya ada kata seharusnya, sebaiknya,dsb
Normatif Contoh: meningkatkan kesejahteraan masyarakat
harus dilakukan dengan pemerataan pendapatan
Permasalahan Perekonomian
Permasalahan Perekonomian Hal-hal yang dapat
yang di hadapi pemerintah menghambat pertumbuhan
ekonomi
1. Tingkat pengangguran 1. Tingginya pengangguran
2. Kapasitas produksi nasional dan kerentanan pasar
3. Ketimpangan distribusi tenaga kerja
pendapatan 2. Lemahnya investasi dan
4. Pertumbuhan ekonomi permasalahan fundamental
5. Menyeimbangkan neraca atau pembangunan terkait
pembayaran luar negeri 3. Tingginya potensi tekanan
6. Stabilisasi perekonomian inflasi secara struktural
dan inflasi
7. Utang Luar negeri
8. Pendapatan negara
Permasalahan Perekonomian Yang dihadapi
pemerintah
Permasalahan Perekonomian Permasalahan perekonomian
Negara Berkembang Negara Maju
Rendahnya Standar Hidup: 1. Jumlah tenaga kerja sedikit
Income percapita, distribusi 2. Restrukturisasi perusahaan
pendapatan, tingkat kemiskinan, 3. Masuknya produk negara
kesehatan, pendidikan berkembang
Produktivitas Rendah
4. Masuknya Tenaga kerja negara
Tingkat pertumbuhan penduduk
berkembang
dan angka ketergantungan yang
tinggi 5. Perpindahan investasi ke
Tingkat pengangguran yang tinggi negara berkembang
Ketergantungan sektor primer 6. Lingkungan Hidup
Infrastruktur tidak mapan
Ketergantungan pada dunia
internasional
Contoh Soal
1. Perbedaan ekonomi mikro dengan ekonomi makro adalah: (UN 2012)
A. Ekonomi mikro, pengeluaran perekonomian menurun, sedangkan Ekonomi makro
tingkat pengangguran meningkat
B. Ekonomi mikro produsen dan konsumen bertindak rasional sedangkan Ekonomi
makro keuntungan produsen dan kepuasan konsumen
C. Ekonomi mikro pelaku ekonomi membuat keputusan, sedangkan ekonomi makro
penentu tingkat ekonomi suatu negara
D. Ekonomi mikro konsumsi agregat menurun, sedangkan ekonomi makro
permintaan tenaga kerja menurun
E. Ekonomi mikro kenaikan harga sembako, sedangkan ekonomi makro biaya
produksi meningkat tahun ini
2. Berikut adalah pernyataan positive economics yaitu (SIMAK UI 2009)
A. Apabila produksi BBM turun maka harga akan naik
B. Subsidi harus ditingkatkan agar harga BBM tetap murah
C. Sebaiknya pemerintah mengurangi impor beras agar petani dalam
negeri sejahtera
D. Pemerintah sebaiknya sering mengadakan operasi pasar agar harga
stabil
E. Untuk mengurangi pengangguran, seharusnya pemerintah
mengadakan program padat karya
PENDAPATAN NASIONAL
(NATIONAL INCOME)

Pendapatan yang diterima oleh suatu negara


selama satu tahun yang diukur dengan nilai
uang Money.
Tujuan dan manfaat mempelajari
Pendapatan Nasional
Tujuan untuk : Manfaat
1. Mengetahui kemampuan 1. Mengetahui struktur
dan pemerataan perekonomian negara (agraris,
perekonomian masyarakat industri, jasa)
dan negara 2. Mengetahui pertumbuhan
2. Memperoleh taksiran yang perekonomian negara, dengan
akurat tentang nilai barang cara membandingkan
dan jasa dalam satu tahun pendapatan nasional dari
waktu ke waktu
3. Membantu pemerintah
dalam perencanaan dan 3. Dapat membandingkan
perekonomian antar daerah
pelaksanaan program
pembangunan 4. Dapat dijadikan dasar
perbandingan dengan
4. Mengkaji dan perekonomian negara lain
mengendalikan faktor-faktor
yang mempengaruhi 5. Dapat membantu kebijakan
pemerintah di bidang
perekonomian negara ekonomi
Tiga pendekatan Perhitungan
Pendapatan Nasional

A. Production Approach : Keterangan :


Nilai barang dan jasa yang di Y : Pendapatan Nasional (GDP)
produksi di suatu negara dalam Q1:Jumlah barang ke 1
satu tahun dengan cara P1: Harga barang ke 1
menjumlahkan value added
tiap proses produksi Q2:Jumlah barang ke 2
P2: Harga barang ke 2
Y = P.Q atau Qn:Jumlah barang ke n
Pn: Harga barang ke nc
Y = P1.Q1+P2.Q2+Pn.Qn
11 Lapangan usaha yang dihitung
dalam production approach
1. Pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan
2. Pertambangan dan pengggalian
3. Industri pengolahan
4. Listrik, gas dan air minum
5. Bangunan
6. Perdangangan, hotel dan restoran
7. Pengangkutan dan komunikasi
8. Bank dan Lembaga keuangan Non-Bank
9. Sewa rumah
10. Pemerintahan dan pertahanan
11. Jasa-jasa
Tiga pendekatan Perhitungan
Pendapatan Nasional
B. Expenditure Approach :
Jumlah pengeluaran Keterangan :
secaranasional untuk membeli Y : Pendapatan Nasional (GNP)
barang dan jasa yang di C :Pengeluaran RTK/konsumsi
dihasilkan dalam satu tahun
I : Pengeluaran RTP/investasi
dengan cara menjumlahkan
Pengeluaran RTK,RTP, RTG, G :Gouverment Expenditure
RTLN X :Ekspor
M :Import
Perhitungannya disebut Gross
Formula : National Product (GNP)
Y = C + I + G + (X M)
Tiga pendekatan Perhitungan
Pendapatan Nasional

C. Income Approach : Keterangan :


Seluruh pendapatan yang Y : Pendapatan Nasional
diterima pemilik faktor (NI)
produksi yang r :sewa tanah/alam
disumbangkan kepada i : bunga modal
rumah tangga produsen
selama satu w :upah TK
p : laba pengusaha/skill
Perhitungganya disebut
Y=r+i+w+p National Income (NI)
Konsep Pendapatan Nasional
Gross Domestic Product (GDP/PDB)
Seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat (termasuk WNA)
dalam suatu negara selama satu tahun
Gross National Product (GNP/PNB)
Seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam suatu negara
(tidak termasuk WNA) ditambah WNI yang berada di Luar Negeri selama
satu tahun
GNP = GDP (NetFactor Income From Abroad)
dimana NFIFA = neto faktor LN
Net National Product (NNP/PNN)
NNP = GNP (Depreciation + Replacement)
dimana Depreciation : penyusutan
Replacement : Penggantian barang modal
Net National Income (NNI)
NNI = NNP Indirect Tax (pajak tdk langsung)
Personal Income(PI)
PI = (NNI + Transfer Payment) (Social security payment + Assurance +
undistributed profit +corporate taxes)
Disposable Income
DI = PI Direct Tax (Pajak Langsung)
Income Per Capita
(Pendapatan Per Kapita)
Pendapatan rata-rata
penduduk suatu negara
pada periode tertentu
IPC digunakan sebagai alat
ukur tingkat kemakmuran
suatu negara pada suatu
periode

IPC= GNP GNP: Gross National Product


Q : Jumlah Penduduk
Q
Distribusi Pendapatan Nasional
Perbedaan pendapatan timbul karena :
Adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan
faktor produksi
Pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak
akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula

Alat ukur distribusi pendapatan :


Gini Ratio (koefisien Gini) biasanya ditunjukkan dengan kurva LORENZ
yang menunjukkan hubungan kuantitatif antara prosentase
penerimaan pendapatan penduduk dengan persentase pendapatan
yang benar-benar diperoleh selama satu tahun
KURVA LORENZ
kurva yang menggambarkan ketimpangan distribusi pendapatan
%Komulatif pendapatan
Keterangan koefisien Gini:
E Ketimpangan rendah : < 0.4
Ketimpangan Sedang : 0.4-0.5
Ketimpangan tinggi :> 0.5
Menurut Bank Dunia :
Tinggi : 40% kelompok termiskin
dengan pengeluaran < 12% dr total Y
Sedang : 40% kelompok termiskin
dengan pengeluaran 12-17% dr total Y
Rendah: 40% kelompok termiskin
dengan pengeluaran > 17% dr total Y

O P
% Komulatif penduduk
Dua cara meningkatkan pendapatan
per kapita :
1. Memperbesar Gross National Product
2. Menahan laju pertumbuhan penduduk
Contoh Soal
1. Produk domestik Bruto adalah 2. Data pendapatan Nasional suatu negara
nilai barang dan jasa yang Upah = Rp 2000
dihasilkan oleh: (SNMPTN 2010) Sewa Tanah = Rp 5000
A. Penduduk negara asing di suatu Investasi = Rp 1500
negara Laba Usaha = Rp 300
B. Penduduk suatu neagara di Ekspor = Rp 1300
negaranya sendiri Impor = Rp 1250
C. Penduduk suatu negara baik di Bunga Modal = Rp 1000
negaranya maupun di negeri Konsumsi Masyarakat = Rp 2600
lain Belanja Pemerintah = Rp 1200
D. Penduduk negara sendiri dan Besarnya pendapatan Nasional dengan
negara asing pendekatan pengeluaran adalah: (UN 2012)
E. Penduduk negara sendiri A. Rp 4050 M D. Rp 8210 M
dengan penduduk negara lain di B. Rp 5350 M E. Rp 8300 M
negara tsb C. Rp 7850 M
Fungsi Konsumsi, Tabungan dan
Investasi
Pengertian
PENDAPATAN (INCOME) adalah jumlah balas jasa yang diterima
pemilik factor produksi selama 1 tahun.
Disimbolkan dengan Y

KONSUMSI (CONSUMPTION) adalah bagian dari pendapatan


yang dibelanjakan
Disimbolkan dengan C

TABUNGAN (SAVING) adalah bagian dari pendapatan yang


disimpan (tidak dibelanjakan)
Disimbolkan dengan S

INVESTASI (INVESMENT) adalah bagian dari pendapatan


perusahaan yang ditanamkan atau sebagai penambah modal
kerja.
Disimbolkan dengan I
Hubungan pendapatan dengan
konsumsi, tabungan dan investasi

Y=C+S Atau Y=C+I

Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
C = Consumtion (konsumsi)
S = Saving (tabungan)
I = Invest (investasi)
Apabila pendapatan berubah, maka perubahan tersebut akan
berpengaruh terhadap konsumsi dan tabungan.

MARGINAL PROPENCITY TO CONSUME (MPC)

AVERAGE PROPENCITY TO CONSUME (APC)


Untuk mengetahui perubahan tingkat TABUNGAN,
dirumuskan

MARGINAL PROPENCITY TO SAVE (MPS)


S
MPS
Y
AVERAGE PROPENCITY TO SAVE (APS)
S
APS
Y
FUNGSI KONSUMSI
Adalah fungsi yang menunjukkan hubungan KONSUMSI (C)
dengan PENDAPATAN (Y)

Dimana :
C a b.Y
a : besarnya konsumsi saat pendapatan nol.
Keadaan ini disebut dengan (konsumsi otonom) yaitu
konsumsi yang pasti ada meskipun tidak mempunyai
pendapatan
b : MPC C a MPC.Y
Untuk mengetahui besarnya a, dirumuskan :

a ( APC MPC ).Y

Hubungan antara MPC dan MPS serta APS


dengan APC

MPC MPS 1
APC APS 1
FUNGSI TABUNGAN
Adalah fungsi yang menunjukkan hubungan
TABUNGAN (S) dengan PENDAPATAN (Y)

S Y C
S - a (1 b).Y
Kurva Fungsi konsumsi dan Tabungan

Y=C

BEI
Break Event Income (BEI)
Dimana pendapatan sama
dengan konsumsi (Y=C) sehingga
tidak ada sisa untuk menabung
(S=0)

S
Sebelum bekarja konsumsinya Rp120.000/bulan
Setelah bekerja, pendapatanya Rp300.000/bulan dan dapat menabung
Rp60.000, Tentukan fungsi konsumsinya?

Jawab:
Pada saat Y=0 C=120.000 berarti a=120.000
C = a + B.Y C = 120.000 + b.Y

Pada saat Y= 300.000 S = 60.000


C = Y S C = 300.000 60.000 C = 240.000
Maka : C = 120.000 + b.Y
240.000 = 120.000 + b.300.000
240.000 = 120.000 + 300.000b
240.000-120.000 = 300.000b
120.000 = 300.000b
b = 0,4
Jadi fungsi konsumsinya C = 120.000 + 0,4 . Y
Lanjutan Diketahui fungsi konsumsi :
C=120.000+0,4Y
Tentukan Fungsi Tabungan
Besarnya tabungan saat Y=300.000

S = - a + (1- b).Y Jika Y = 300.000


= -120.000 + (1- 0.4).Y S = - a + (1- b).Y
= -120.000 + 0,6.Y = - 120.000 + (1-0.4) 300.000
= - 120.000 + (0,6) 300.000
Jadi fungsi tabungannya = - 120.000 + 240.000
S = -120.000 + 0,6Y S = 120.000
Jadi tabungan saat Y=300.000 sebesar
S = 120.000
Besarnya Pendapatan Nasional (Y)
Dipengaruhi Oleh :

1. Sumber daya produksi


2. Penggunaan tehnologi
3. Permodalan
4. Stabilitas nasional
5. Kebijakan pemerintah (fiscal policy &
monetary policy)
Faktor-faktor yang mempengaruhi
konsumsi (C)
Faktor intern Faktor ekstern
1. Komposisi rumah 1. Lingkungan tempat
tangga tinggal
2. MPC (marginal 2. Kebijakan pemerintah
propensity to 3. Harga-harga barang
consume) 4. Budaya masyarakat
3. Selera (taste) 5. Kemajuan IPTEK
4. Kebiasaan keluarga 6. Pajak
5. Besarnya pendapatan
Faktor-faktor yang mempengaruhi
tabungan (S) dan investasi (I)
Tabungan Investasi
1. Pendapatan yang 1. Tingkat suku bunga
diterima 2. Tk. Keuntungan yg
2. MPS (marginal diramalkan
propensity to saving) 3. MEC (marginal efficiency
of capital) kemampuan
3. Tingkat suku bunga
modal untuk
Kurva menghasilkan
permintaan 4. Keadaan ekonomi
Suku Investasi
bunga 5. Pendapatan nasional
6. Perkembangan teknologi

Jumlah Investasi
Contoh Soal
1. Rumus berikut yang menyatakan 2. Jika fungsi konsumsi C = 95.000 + 0.75Y,
fungsi konsumsi adalah: sedangkan C merupakan besarnya konsumsi
(SNMPTN 2009) apabila tabungan sebesar Rp100.000
A. C = -a = MPCY adalah: (UN 2012)
B. C = Co + (1 b) y A. Rp 780.000 D. Rp 100.000
C. C= a/Y = MPC B. Rp 680.000 E. Rp 95.000
D. C = a/Y = MPS C. Rp 195.000
E. C = Co + (1-MPS)

3. Di bawah ini faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tabungan dan investasi


(1) Tingkat suku bunga yang berlaku
(2) Kondisi ekonomi makro suatu negara
(3) Tingkat pendapatan seseorang
(4) Birokrasi yang ditetapkan suatu negara
(5) Situasi politik dan keamanan suatu negara
(6) Tingkata konsumsi seseorang
Yang memengaruhi investasi secara langsung adalah? (OSN Ekonomi Tk. Kota 2010)
A. (1), (2), dan (3) D. (3),(4), dan (6)
B. (1), (3), dan (5) E. (4),(5), dan (6)
C. (2), (4), dan (5)
Uang dan Perbankan
Pengertian Uang
Sesuatu yang dapat berfungsi secara umum sebagai sarana
pertukaran barang dan jasa, asset, dan pembayaran terhadap
utang-utang yang sah

Syarat / Kriteria Uang Fungsi Uang


Acceptable (dapat diterima) Medium of Exchange (Sarana
Portable (mudah dibawa) pertukaran)
A store of value (Penimbun nilai)
Divisible (terbagi-bagi)
A unit of account (satuan hitung)
Nilai stabil
A standard deffered of payment
Cannot easily counterfeited (standar pembayaran utang)
(tdk mudah dipalsu/scarcity)
Jenis Uang

Berdasarkan Bahan
Uang Logam
Uang Kertas

Berdasarkan Kawasan
Uang Lokal
Uang Regional
Uang Internasional
Jenis Uang
Berdasarkan Nilai
Bernilai Penuh (full bodied money), merupakan uang yang
nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya, misalnya
uang logam.
Tidak Bernilai Penuh (representative full bodied money),
merupakan uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil dari nilai
nominalnya, seperti uang kertas. Uang jenis ini sering
disebut uang bertanda atau token money. Kadangkala, nilai
intrinsiknya jauh lebih rendah daripada nilai nominal yang
tertera padanya.

Berdasarkan Lembaga Penerbit


Uang Kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh Bank
Sentral, baik uang logam maupun uang kertas.
Uang Giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh Bank Umum,
seperti cek, bilyet giro, travelers check, atau credit card.
Teori Kuantitas Uang
Oleh: Irving Fisher
Irving Fisher melihat fungsi
uang sebagai alat M.V = P.T
pertukaran. Menurutnya,
apabila terjadi transaksi
antara penjual dan pembeli P = M.V/T
maka terjadi pertukaran
Dimana :
antara uang dengan
barang/jasa, sehingga nilai M : Money (jumlah uang beredar)
uang akan sama dengan nilai V : velocity (kecepatan uang
barang/jasa tersebut. beredar
P : price (Harga
T : Total Quantity (jumlah barang)
Motif Permintaan Uang (J.M Keyness) Hukum Gresham :
1. Motif Berjaga-jaga (menabung) Bad Money always drives
out good money
2. Motif Transaksi (jual-beli)
Uang yg jelek disingkirkan
3. Motif Spekulasi* (Surat Berharga) oleh uang yang bagus

Rumus Jumlah Uang Beredar Jumlah Uang Beredar


Ms = D/RR M1= Uang Kartal + Uang Giral
Dimana : M2 = M1 + Uang Kuasi / Near Money*
Ms = Jumlah Uang Beredar M3 = M2 + smua deposito di non bank
D = Deposito Awal
RR = Reserve Requirement* Faktor Permintaan Uang
1. Tingkat Pendapatan
Faktor Penawaran Uang 2. Tingkat Bunga
Keadaan Neraca pembayaran 3. Kekayaan Masyarakat
Keadaan APBN 4. Kesediaan Fasilitas Kredit
Perubahan Kredit langsung BI* 5. Prakiraan harga
Perubahan Kredit Likuiditas* BI 6. Sistem pembayaran
Macam Nilai Uang
Nominal = Nilai yang tertulis pada uang
Intrisik = Nilai uang bedasarkan bahan pembuatnya
Internal = Nilai uang bedasarkan kemampuanya ditukar barang
Eksternal = Nilai mata uang itu sendiri dengan valuta asing

Istilah Seputar Uang


Sanering = Pemotongan nilai uang kartal oleh pemerintah
Apresiasi = Naiknya nilai uang lokal (rupiah) terhadap valuta asing karena
kekuatan pasar
Depresiasi = Turunya nilai uang lokal (rupiah) terhadap valuta asing karena
kekuatan pasar
Revaluasi = Naiknya nilai uang lokal (rupiah) terhadap valuta asing karena
Disengaja oleh pemerintah
Devaluasi = Turunya nilai uang lokal (rupiah) terhadap valuta asing karena
disengaja oleh pemerintah
Deflasi = Keadaan yang menyatakan nilai uang meningkat
Pengertian Kredit
Penyerahan suatu nilai / jumlah uang berdasarkan
kepercayaan akan dikembalikan di masa yang akan datang

Unsur Unsur Kredit

Waktu Kepercayaan Resiko


Prinsip Pemberian Kredit
Syarat Kredit (5C) Likuiditas = kemampuan membayar
hutang jangka pendek
Character (Watak) Solvabilitas = Kemampuan membayar
Capacity (Kemampuan) hutang jangka panjang
Capital (Modal) Rentabilitas = Kemampuan mendapatkan
Collateral (Jaminan) laba
Condition of Economic Soliditas = mampu bertahan dari
kebangkrutan
Pengertian Bank
Badan usaha yang menghimpun dana dari masyrakat dalam bentuk
simpanan dan mengeluarkanya kepada masyrakat dalam bentuk kredit
atau bentuk lainya dengan tujuan meningktkan taraf hidup masyarakat.

Fungsi, Tugas dan Jenis Bank


Bank Bank Bank Perkreditan Bank
sentral Umum rakyat (BPR) Syariah

Berdasarkan Kepemilikan
Berdasarkan Fungsi: Milik Pemerintah
1. Bank Umum Swasta Nasional
2. Bank Perkreditan Rakyat Koperasi
Milik Asing
Berdasarkan Status :
Milik Campuran
1. Konvesional (barat)
Berdasarkan Cara penentuan harga
2. Syariah (Islam) Bank Devisa
Bank Non Devisa
Bank Fungsi Bank Sentral
Sebagai Bank dari pemerintah dan Bank
Sentral umum, Memelihara kestabilan nilai rupiah

Tugas Bank Sentral:


1. Menetapkan Melaksanakan Kebijakan Moneter
2. Mengatur dan menjaga sistem pembayaran
3. Mengatur dan mengawasi Bank
4. Sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum

Tugas Bank Umum:


Bank 1. Menghimpun dana dalam bentuk simpanan giro,
simpanan tabungan, simpanan deposito
Umum 2. Memberikan kredit ke masyarakat
3. Menjual dana yang dihimpun dari masyarakat
Tugas Bank Perkreditan Rakyat:
1. Memberikan dana dalam bentuk simpanan
tabungan dan simpanan deposito
Bank
2. Memberikan pinjaman dan pembiayaan
Perkreditan
masyarakat
Rakyat
3. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat
Bank Indonesia (SBI)

Prinsip/Akad Bank Syariah:


1.Mudharabah: Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi
hasil
2.Murabahah: Pembiayaan dengan mengambil
Bank keuntungan dan tidak berbunga
3.Musyarakah: Pembiayaan berdasrkan prinsip
Syariah penyertaan modal
4.Ijarah: Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa
5.Ijarah wa Iqtina:pilihan pemindahan kepemilikan
atas barang yang disewa dari pihak bank ke bank lain
Produk Bank Umum
1.Giro: Simpanan di bank yang penarikanya dapat dilakukan menggunakan
ATM, Cek, atau pemindahbukuan
2.Cek: Perintah kepada bank dari seseorang untuk membayar sejumlah
uang yang tertera.
3.Wesel: perintah tertulis dari penarik (drawer kepada seseorang yang
ditarik (drawee) untuk membayar sejumlah uang
4.Tabungan: Simpanan seseorang di bank yang penarikanya tergantung
syarat-syarat tertentu
5.Deposito berjangka: simpanan yang penarikanya dilakukan djangka
waktu tertentu susuai perjanjian dengan pihak bank
6.Travel cheque: Cek bepergian yang dipakai untuk seseorang yang tidak
menghendaki membawa uang
7. Jual Beli Valuta Asing: transaksi jual beli uang dari negara asing
8.ATM: (Auto Teller Machine) mesin untuk mengambil uang tunai nasabah
bank
9.Transfer Uang, Berbagai jenis Kredit
Contoh Soal
1. Produksi sepatu PT Cahaya setiap tahun menghasilkan 5000
pasang dengan harga jual Rp 30.000 dan kecepatan
peredaran 30 kali. Jika produksi sepatu meningkat 25% besar
jumlah uang yang beredar? (UN 2012)
A. Rp 6.250.000 D. Rp 3.750.000
B. Rp 5.468.750 E. Rp 180.000
C. Rp 5.000.000

2. A B C
1. Menjual surat berharga 1. Menaikan suku bunga 1. Menaikan cash ratio
2. Menaikan pajak 2. Membeli surat berharga 2. Mengurangi belanja negara
3. Menurunkan cash ratio 3. Menurunkan Pajak 3. Menurunkan suku bunga bank
Berasarkan matrik di atas yang merupakankebijakan moneter oleh Bank Indonesia
untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat adalah
(OSN Ekonomi Tk. Kota 2007)
A. A1, B1 dan C1 D. A2, B3 dan C2
B. A1, B1 dan C2 E. A3, B2 dan C3
C. A2, B2 dan C3
Inflasi dan Indeks Harga
Pengertian
Inflasi adalah Proses meningkatnya harga-harga
secara umum dan terus-menerus dalam jangka
waktu lama atau
Keadaan yang menyatakan nilai uang menurun

Laju Inflasi = IHt IH t-1 X 100%


IH t-1
Keterangan*:
IHt = Indeks Harga tahun tertentu (tahun yang
dihitung)
IHt1 = Indeks Harga tahun sebelumnya
2. Jenis Inflasi
Inflasi berasal Contoh: defisitnya anggaran,
Asal dalam Negeri bencana
timbulnya
Inflasi Inflasi Kenaikan harga minyak dunia, Biaya
berasal dari produksi di luar negeri dan tarif impor
luar negeri tinggi

Inflasi Kenaikan harga beberapa barang


tertutup tertentu
cakupan
pengaruh Inflasi
Kenaikan harga secara keseluruhan
kenaikan Terbuka
Jenis Inflasi harga
Inflasi yang Inflasi yang sangat hebat dan terjadi kenaikan
tak terkendali harga secara terus menerus
Inflasi
< 10% setahun
Ringan
Inflasi
Parah Sedang 10%-30% setahun
tidaknya
Inflasi Inflasi
30%-100% setahun
Berat
Inflasi tidak
>100% setahun
terkendali
3. Teori-teori Inflasi
hh hh hh
h h h

a. Teori Kuantitas c. Teori Strukturalis


b. Teori Keynes
(Irving Fisher) Penyebab inflasi
Inflasi terjadi karena:
Inflasi diakibatkan ialah:
1. keinginan
oleh dua faktor, yaitu 1.kekakuan
masyarakat untuk
1. jumlah uang yang (ketidakelastisan)
hidup di luar batas
beredar; penerimaan ekspor.
kemampuan
2. psikologi (harapan) 2. kekakuan
ekonominya.
masyarakat mengenai (ketidakelastisan)
2. adanya perebutan
kenaikan harga di penawaran bahan
rezeki antarkelompok
masa mendatang. makanan
Sebab Timbulnya Inflasi
1. Tarikan permintaan (Demand pull inflation)
Bertambahnya permintaan terhadap barang dan
jasa yang menyebabkan terjadinya kenaikan
Harga

P Keterangan:
E2 P = Price (harga)
P2
E1 Q= Quantity (Jumlah Barang)
P1
D2 E = Equilibrium (keseimbangan
D1 pasar)
Q1 Q2 Q
Sebab Timbulnya Inflasi
2. Cost Push Inflation
disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya
produksi yaitu bahan baku dan upah atau gaji.

D1 S1
Keterangan:
S2
E2 P = Price (harga)
P2
Q= Quantity (Jumlah Barang)
P1 E1
E = Equilibrium (keseimbangan
pasar)

Q2 Q1
Dampak Inflasi
1. Bagi pemilik pendapatan tetap Pemilik pendapatan tetap
dan tidak tetap dirugikan
Pemilik pendapatan tidak tetap
bisa diuntungkan
2. Bagi para penabung Penabung dirugikan karena nilai
uang semakin menurun

3. Bagi debitur(Peminjam uang) Bagi debitur, inflasi


dan kreditur(pemberi menguntungkan karena saat
pinjaman) pembayaran utang, nilai uang
lebih rendah dibandingkan pada
saat meminjam.
Bagi kreditur, mengalami
kerugian karena nilai uang
pengembalian lebih rendah jika
dibandingkan saat peminjaman.
Dampak Inflasi
Bagi pengusaha besar, inflasi dapat
4. Bagi produsen menguntungkan Jika pendapatan
yang
diperoleh lebih tinggi daripada
kenaikan biaya produksi.
Bagi pengusaha kecil, naiknya biaya
produksi dapat merugikan sehingga
enggan untuk meneruskan
produksinya
1. Investasi berkurang.
5. Bagi perekonomian 2. Mendorong tingkat bunga.
nasional 3. Mendorong penanam modal yang
bersifat spekulatif.
4. Menimbulkan ketidakpastian
keadaan ekonomi pada masa yang
akan datang
5. Merosotnya tingkat kehidupan
dan kesejahteraan masyarakat.
Cara Mengatasi Inflasi
Kebijakan Bank Sentral untuk
Politik Diskonto
(discount policy) Menaikan atau menurunkan suku
Bunga
Politik Pasar Terbuka Kebijakan untuk membeli atau
Kebijakan (open market policy) Menjual surat berharga
Moneter
Pengawasan kredit
secara selektif. Seleksi pemberian kredit secara ketat

Politik Persediaan Kas Politik Menaikkan atau menurunkan


(cash ratio policy) cadangan kas dari Bank
Solution pengaturan pengeluaran
Kebijakan pemerintah (APBN)
Fiskal peningkatan tarif/pajak.
Keterangan:
1. Peningkatan produksi.
Yang dibold dan dimiringkan
Kebijakan
adalah cara yang dipilih
Non 2. Kebijakan upah.
Moneter pemerintah untuk
3. Pengawasan harga. mengatasi inflasi
Yaitu Perbandingan perubahan harga tahun
Indeks tertentu (given year) dengan tahun dasar
(based year).
Harga
Ciri-Ciri Indeks Harga
Jenis Indeks Harga 1. Indeks harga sebagai standar
1.Indeks harga konsumen (IHK) perbandingan harga dari waktu
2. angka yang menggambarkan ke waktu.
perbandingan perubahan harga barang 2. Penetapan indeks harga
dan jasa yang dihitung dianggap mewakili didasarkan pada data yang
relevan.
belanja konsumen
3. Indeks harga ditetapkan oleh
3. Indeks harga produsen (IHP) sampel, bukan populasi.
perbandingan perubahan barang dan jasa 4. Indeks harga dihitung
yang dibeli oleh produsen pada waktu berdasarkan waktu
tertentu, yang kondisi ekonominya stabil.
4. Indeks Paritas 5. Penghitungan indeks harga
Indeks harga barang-barang yang dibayar dilakukan dengan cara membagi
oleh petani baik untuk biaya hidup harga tahun yang akan dihitung
indeksnya dengan harga tahun
maupun untuk biaya proses produksi.
dasar dikali 100%
Metode penghitungan Indeks
Harga
Metode penghitungan indeks harga tidak
tertimbang

Pn X 100%
Po

Keterangan:
Pn = Jumlah harga pada tahun tertentu
Po = Jumlah harga pada tahun dasar
Contoh soal Indeks Harga Tidak
Tertimbang
Jenis Barang Harga tahun 2009 (Po) Harga tahun 2010 (Pn)
Tas Rp150.000 Rp200.000
Sepatu Rp200.000 Rp250.000
Pakaian Rp100.000 Rp150.000
Po = Rp450.000 Pn = Rp600.000

Indeks harga tidak tertimbang


= Pn X 100%
Po
= Rp600.000 X 100% = 133,33%
Rp450.000
Metode penghitungan indeks harga tertimbang

hh hh
h h

Metode Laspeyres Metode Paasche atau GNP


Deflator
adalah metode penghitungan
angka indeks yang ditimbangIIF IL.IP
adalah metode
dengan menggunakan faktor penghitungan angka indeks
penimbang kuantitas/jumlah yang ditimbang dengan
barang pada tahun dasar (Qo) menggunakan faktor
penimbang kuantitas pada
IL = Pn.Qo X 100% tahun tertentu (Qn)
Po.Qo
IP = Pn.Qn X 100%
Po.Qn
Metode Irving Fisher Metode Drobisch

IL IP
IIF IL.IP ID
2
Contoh Soal
1. Cost Push Inflation terjadi karena (SIMAK P
UI 2009)
A. Kenaikan UMR E2
P2
B. Depresiasi rupiah E1
C. Defisit APBN P1
D. Turunya suku bunga D2
E. Turunya tarif pajak D1
Q1 Q2 Q
2. Jika Indeks harag konsumen pada
tahun 2008 sebesar 156,25 dan 3. The Picture above show.
pada tahun 2009 sebesar 160,40 (OSN Ekonomi Nasional 2006)
maka laju inflasi pada tahun 2009 A. Closed Inflation
adalah (UN 2010) B. Spiral Inflation
A. 0.97% D. 2.66% C. Open Inflation
B. 1.02% E. 4.15% D. Cost Push Inflation
C. 2.58% E. Demand Pull Inflation
Kebijakan ekonomi, fiskal dan moneter
Kebijaksanaan perekonomian
Seperangkat perencanaan tindakan, pernyataan dan pengaturan
ekonomi yang dibuat oleh pemerintahan

Kebijaksanaan fiskal Kebijaksanaan Moneter


kebijaksanaan Kebijaksanaan pemerintah
melalui bank sentral
pemerintah mengenai (Otoritas moneter) untuk
pengeluaran dan memengaruhi nilai dan
penerimaan negara jumlah uang yang beredar
Kebijakan Fiskal
Kebijaksanaan fiskal mencakup:
Aspek Kuantitatif => mengenai jumlah uang yang dibelanjakan
Aspek Kualitatif => mencakup skala prioritas dalam pembelanjaan

Penciptaan uang baru Melakukan Pinjaman


Mengadakan pinjaman Mengeluarkan surat-surat
berharga (obligasi) dan
pada bank sentral lalu menawarkan ke masyarakat
Bank sentral memberi dalam negeri dan
kredit ke pemerintah masyarakat luar negeri
Kebijakan Moneter
Aspek Kualitatif: Mencetak uang, Membuat aturan bank, likuidasi
bank, mengambil alih bank, himbauan moral, Sanering
(mengurangi digit uang yang berefek turunya daya beli uang),
Redenominasi (mengurangi digit uang tetapi tidak menurunkan
daya beli uang.

Kebijakan Pasar Terbuka Kebijakan Diskonto


(Open Market Policy) Kebijakan dengan mengatur
kebijakan pemerintah tingkat suku bunga di bank,
dalam menjualbelikan apabila inflasi pemerintah akan
surat berharga (Obligasi) menaikan suku bunga, bila
pada masyarakat deflasi pemerintah cenderung
menurunkan suku bunga
Kebijakan Kas Ratio Kebijakan Uang Longgar (Easy Money)
Kebijakan dengan instrumen Kebijakan ini digunakan untuk deflasi
dana yang tersedia di bank untuk mempermudah syarat kredit
umum, apabila inflasi sehingga jumlah uang yang beredar
pemerintah menaikan Cash meningkat dengan tujuan meningkatkan
Ratio sehingga kemampuan produksi
bank menyalurkan kredit
semakin kecil dan jumlah uang
Kebijakan Uang Ketat (TightMoney)
yang beredar mengecil pula.
Kebijakan ini digunakan untuk inflasi
Apabila deflasi, pemerintah
dengan menerapkan kredit selektif
menurunkan cash ratio
sehingga jumlah uang yang beredar
sehingga kemampuan bank
menurundengan tujuan mengatasi laju
menyalurkan kredit besar dan
inflasi
jumlah uang yang beredar
meningkat
Contoh Soal
1. Pada menjelang pemilu 2009 uang yang 2. Berikut ini upaya pemerintah
beredar sebesar 10 triliyun. Keadaan ini mengendalikan jumlah uang yang
mengakibtakan harga barang cenderung beredar
naik, untuk mengantisipasi hal tersebut. 1.menaikan suku bunga
Kebijakan pemerintah yang dapat 2.Menjual surat berharga
dilakukan dengan kebijakan fiskal ialah 3.Menaikan cadangan kas
(UN 2010) 4.Menurunkan suku bunga
A. Menaikan cash ratio 5.Membeli surat berharga
B. Menambah stock barang dan jasa Yang termasuk kebijakan Open
C. Suku bunga tabungan dinaikan Market Policy adalah. (OSN
D. Menaikan pengeluaran pemerintah Ekonomi Tk. Kota 2008)
E. Menaikan pajak PPh, PPn, BM, dan PPN A. 1 dan 4 D. 2 dan 5
B. 1 dan 3 E. 4 dan 5
C. 2 dan 4
kelas
11
Ketenegakerjaan & Pengangguran

Pengertian
Angkatan Kerja berdasarkan UU No.13 tahun
2003, tenaga kerja adalah setiap orang yang
mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan atau jasa baik untuk memenuhi
kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Tenaga Kerja bagian dari tenaga kerja yang aktif


(digolongkan dalam usia kerja yaitu 15 tahun ke
atas) sampai dengan 64 tahun dalam kegiatan
ekonomi baik yang sudah bekerja maupun yang
sedang mencari pekerjaan (pengangguran).
Pengertian
Definisi
Kesempatan Kerja Konsep
kebutuhan Ketenagakerjaan
tenaga kerja yang kemudian
secara riil diperlukan oleh perusahaan atau lembaga
penerima kerja pada tingkat upah, posisi dan syarat kerja
tertentu, yang diinformasikan melalui iklan dan lain.

Pekerja setiap orang yang menghasilkan barang atau jasa


yang mempunyai nilai ekonomis baik yang menerima gaji
atau bekerja sendiri yang terlibat dalam kegiatan manual.
Atau, sebagai tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan
kerja pada pengusaha dengan menerima upah dan atau
imbalan dalam bentuk lain.

Pengangguran seseorang yang sedang tidak bekerja tetapi


sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan suatu
usaha baru, tidak memiliki pekerjaan karena merasa tidak
mungkin mendapat pekerjaan (discouraged worker) sudah
mendapat pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
PENDUDUK

Penduduk dalam usia kerja


Penduduk diluar usia kerja
(Working Age Population)
Tenaga Kerja (manpower)

Di atas usia kerja, pesiunan,


Di bawah usia kerja
Angkatan Kerja Bukan Angkatan Kerja dll
(labour Forces) (Not in Labour Forces)

Ibu Rumah
Sekolah Lain-lain
Tangga

Bekerja Mencari Pekerjaan


(menganggur)

Siklis Volunteer Teknologi Musiman

Bekerja Penuh Setengah Menganggur

Setengah penganggur
Setengah penganggur Setengah penganggur
menurut pendidikan dan
menurut pendapatan menurutivitas produktivitas
jenis pekerjaan
Tingkat Pertisipasi Angkatan Kerja
Angkatan Kerja
= Penduduk Usia Kerja

Dependcy Ratio (DR) Penduduk Luar Usia Kerja


=
(DR) Penduduk Usia Kerja

Setengah Bekerja 14 35 jam/minggu x 100%


Pengangguran
= Angkatan yang Bekerja

Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja = Jam Kerja X Produktivitas TK


(Output Riil)
Sistem Upah di Indonesia
a. Upah Menurut waktu upah harian, mingguan, bulanan
b. Upah Prestasi hasil prestasi karyawan
c. Upah Satuan (Skala) upah berdasarkan perubahan hasil
produksi
d. Upah Indeks upah berdasarkan perubahan harga barang
kebutuhan sehari
e. Upah Premi upah selain diterima setiap bulan juga ditambah
dengan premi yang diterima setiap bulan
f. Upah Co-partnership upah yang diterima berdasarkan
kepemilikan saham karyawan
g. Upah Komisi (skala berubah) upah berdasarkan persentase hasil
penjualan
f. Upah Borongan upah yang diberikan bedasarkan kesepakatan
bersama dalam menyelesaikan proyek/pekerjaan tertentu
Dampak Pengangguran
Dampak Ekonomi biaya peluang yang timbul
karena hilangnya pendapatan dan menurunnya hasil
produksi (seperti GDP), menurunkan ketrampilan
tenaga kerja, faktor waktu menyulitkan pencari kerja
mendapatkan pekerjaan baru.

Dampak Sosial naiknya tingkat kriminalitas,


naiknya jumlah orang bunuh diri, retaknya
keluarga,dsb.

Dampak Individu dan Keluarga turunnya status


sosial, hilangnya harga diri, dsb
Faktor yang berpengaruh Peningkatan kualitas tenaga
pada Kesempatan kerja kerja

Tingkat Pendidikan, Kterampilan Program Preservice Training


Usia tenaga kerja Pendidikan umum & kejuruan
Lapangan tenaga kerja Penyelenggaraan kursus
Besarnya permintaan masyrakat Penyelenggaraan pendidikan &
Besarnya investasi latihan oleh BLK
Kebijakan pajak Pendidikan / latihan oleh
Kebijakan ekspor dan impor lembaga-lembaga penyalur
Tenaga Kerja
Program Inservice Training
Magang (Internship Education)
Pendidikan lanjutan/advanced
education
Jenis Pengangguran
1. Pengangguran Normal golongan angkatan kerja yg betul tidak
mendapatkan pekerjaan krn pendidikan dan ketrampilan yg tidak
memadai

2. Pengangguran Terselubung golongan angkatan kerja yang kurang


dimanfaatkan dalam bekerja atau golongan yg melakukan pekerjaan
tetapi hasilnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

3. Pengangguran Terbuka pengangguran yang timbul karena


kurangnya kesempatan kerja.
Pengangguran Kronis / Friksional pengangguran temporer
yang terjadi karena atas perubahan dan dinamika ekonomi
Pengangguran Musiman pengangguran yang terjadi secara
musiman
4. Pengangguran Konjungtural pengangguran yang terjadi
karena berkurangnya permintaan barang dan jasa (biasanya
saat terjadi resesi)
5. Pengangguran Struktural pengangguran yang muncul akibat
terjadinya perubahan struktur ekonomi, misal dari agraris ke
industri
6. Pengangguran Sukarela pengangguran yang terjadi karena
adanya orang yang sesungguhnya masih dapat bekerja, tetapi
dengan sukarela dia tidak mau bekerja (malas atau sudah kaya)
7. Pengangguran Deflasioner pengangguran yang disebabkan
lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari
kerja
8. Pengangguran Teknologi pengangguran yang disebabkan
karena kemajuan teknologi.
Cara Mengatasi Pengangguran
Cara mengatasi Pengangguran Friksional dan Sukarela:
Proyek Padat Karya
Menarik Investor baru
Pengembangan transmigrasi
Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM

Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural:


Meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pasar
menjadi ramai dan akan menambah jumlah permintaan
Mengatur bunga bank agar tidak terlalu tinggi sehingga
investor lebih suka menginvestasikan uangnya
Cara Mengatasi Pengangguran Struktural:
Menyediakan lapangan kerja baru
Pelatihan tenaga kerja
Menarik investor

Cara Mengatasi Pengangguran Musiman:


Pelatihan ketrampilan lainnya
Menginformasikan lowongan pekerjaan yang ada di sektor
lain

Cara mengatasi pengangguran Deflasioner:


Pelatihan tenaga kerja
Menarik investor baru
Cara Mengatasi Pengangguran Teknologi:
Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti
perkembangan teknologi dg cara memasukkan materi
kurikulum pelatihan teknologi di sekolah.
Pengenalan teknologi sejak dini
Pelatihan tenaga pendidik untuk penguasaan teknologi

p
e
n
g Kurva Philips
a
n
g Menghubungkan antara pengangguran
g
u
r
dan inflasi. Semakin tinggi inflasi, Maka
a
n
tingkat pengangguran semakin
inflasi berkurang
Contoh Soal

1. Komponen angkatan kerja terdiri atas penduduk usia kerja yang


(SNMPTN 2011)
A. Bekerja
B. Bekerja dan Menganggur
C. Bekerja, Menganggur dan mereka yang bersekolah
D. Bekerja, menganggur, mereka yang bersekolah, Ibu rumah tangga
E. Bekerja, mengnaggur, mereka yang bersekolah, dan ibu rumah tangga
dan lainya yang berhalangan secara permanen

2. Pengangguran yang terjadi karena bencana alam, seperti hilangnya pekerjaan


karena banjir, gunung meletus, dan tsunami merupakan bentuk (OSN Ekonomi
Kota 2010)
A. Force Unemployment D. Disguised Unemployment
B. Seasonal Unemployment E. Frictional Unemployment
C. Cyclical Unemployment
Pertumbuhan & Pembangunan Ekonomi

Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi


Proses yang menyebabkan
pendapatan perkapita meningkat Peningkatan pendapatan
dalam jangka panjang (50- nasional bruto dan
60tahun) disertai perubahan peningkatan pendapatan per
struktur ekonomi, infrastruktur, kapita dari tahun lalu dalam
nilai-nilai masyarakat, struktur jangka pendek (2-5tahun)
sosial
Tujuan:
Menaikan produktivitas dan
menaikan pendapatan per kapita

Faktor pembangunan Ekonomi: Pertumbuhan GNP1 GNPo


SDE yang produktif, Tingkat Ekonomi
= X 100%
GNPo
Konsumsi potensial, GNP
Masalah Pokok Pembangunan Teori Pertumbuhan Ekonomi
ekonomi:
Kemiskinan Merkantilisme
Pengangguran Pertumbuhan ekonomi ditentukan dengan
Kesenjangan distribusi tingkat perdagangan internasional, neraca
pendapatan perdagangan aktif, sumber kemakmuran
Keterbelakangan berupa logam mulia
Klasik (Adam Smith dan David R)
4 faktor pengaruhi pertumbuhan yaitu: jumlah penduduk, persediaan
barang modal, luas tanah, kekayaan alam, penerapan teknologi

Joseph Schumpeter
Pengusaha menciptakan pertumbuhan
ekonomi

Harrod-Domar
Penambahan m odal akan
Robert M solow
meningkatkan hasil suatu barng dan Bahwa besar kecilnya terganyung pada
menaikan permintaan efektif kapital tengana kerja yang digunakan
Teori Pertumbuhan Historis
Friedrich List (Tekhnik Produksi) Karl Bucher (ruang lingkup)
Berburu dan mengembala -> Rumah tangg tertutup->
beternak dan bertani -> bertani rumah tangga kota ->rumah
dan kerajian ->kerajinan, industri, tangga bangsa -> rumah
dan perdagangan tangga dunia

Werner Sombart (perk. kapitalis) W.W. Rostow


Prakapitalis -> kapitalis madya -> Masa tradisional -> prasyarat
kapitalis raya -> kapitalis akhir lepas landas -> lepas landas ->
drive to mature age -> high mass
consumption
Bruno Hildebrand (alat tukar)
Barter -> uang -> kredit/giral
Contoh Soal
1. Menurut schumpeter, faktor utama yang
mendorong pertumbuhan ekonomi suatu 2. Berikut ini kondisi di negara X
negara ialah (SNMPTN 2011) 1.Terjadi perubahan dari
A. Jumlah tenaga kerja D. Teknologi masyarakat agraris ke masyarakat
B. Sumber Daya Alam E. Investasi industri
C. Kewirausahaan 2.kenaikan pendapatan perkapita
sebesar 6%
GNP Suatu Negara 3.Kesenjangan si kaya dan miskin
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 makin mengecil
4. kenaikan pendapatan nasional
300 triliun 325 triliun 340 triliun
negara X peringkat 2 di dunia
3. Dari tabel diatas besarnya laju Ciri dari pembangunan ekonomi
pertumbuhan ekonomi tahun 2009 adalah butir
adalah (UN 2012) (OSN Ekonomi Tk. Kota 2010)
A. 3.06% D. 4.09% A. 1 dan 2 D. 2 dan 4
B. 3.15% E. 4.62% B. 1 dan 3 E. 3 dan 4
C. 3.92% C. 2 dan 3
APBN, APBD dan Perpajakan
Pengertian APBN
Adalah daftar sistematis yang memuat rencana
penerimaan dan pengeluaran negara dalam satu tahun

Fungsi APBN
Fungsi alokasi, berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk
mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta
meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian.

Fungsi distribusi, berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus


memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan

Fungsi stabilisasi, memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi


alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental
perekonomian.
Lanjutan......
Fungsi otorisasi, mengandung arti bahwa anggaran negara
menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja
pada tahun yang bersangkutan, Dengan demikian,
pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan
kepada rakyat.
Fungsi perencanaan, mengandung arti bahwa anggaran
negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk
merencanakan kegiatan pada tahun tersebut.
Fungsi pengawasan, berarti anggaran negara harus menjadi
pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan
pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan.

Prinsip Penyusunan APBN


Tabungan Selalu Meningkat Prioritas pengeluaran rutin
Asas Berimbang dan Dinamis yang penting
Peningkatan Pendapatan Pemanfaatan SDM dan SDA
Peningkatan Pendapatan yang maksimal
Pajak
Tujuan APBN
Penyusunan APBN ditujukan untuk mengatur penerimaan dan
pengeluaran negara agar pemanfaatan keuangan negara dapat
mencapai sasaran yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat. APBN
juga bertujuan memudahkan pengambilan keputusan mengenai
pengeluaran tahunan

Asas APBN
Asas anggaran surplus: pemerintah memberlakukan anggaran
dengan pendapatan lebih besar dari belanja negara (I > E)
Asas anggaran defisit: pemerintah memberlakukan anggaran
dengan pendapatan lebih kecil dari belanja negara (I < E)
Asas anggaran berimbang: pemerintah memberlakukan
anggaran dengan pendapatan sama dengan belanja negara (I = E)
Asas anggaran Dinamis: Jumlah anggaran dari tahun ke tahun
semakin besar
Penerimaan Negara dari pajak B. Penerimaan Negara
1. Pajak dalam negeri Bukan Pajak (PNBP)
a. Pajak Dalam Negeri
b. Pajak pertambahan nilai Barang
Mewah (PPnBM) 1. Penerimaan sumber
c. Pajak bumi bangunan (PBB) daya alam:
d. Pajak pertambahan nilai (PPN) a. Migas
e. BPHTB b. Non Migas
f. Pajak Cukai*
g. Pajak lainnya 2. Bagian laba BUMN
2. Pajak perdagangan Internasional 3. PNBP lainnya
a. Bea Masuk
b. Pajak pungutan ekspor
C. Hibah & Penerimaan luar negeri

Pendapatan yang berasal dari luar negeri atau lembaga keuangan


asing lainnya dengan tidak harus mengembalikan uang yang diberikan
Penerimaan luar negeri berupa pinjaman proyek,dsb
Pengeluaran Negara/pemerintah pusat
Pengeluaran Rutin Pengeluaran Pembangunan
Belanja Pegawai Pembiayaan Rupiah
Belanja Barang Pembiayaan proyek
Belanja Modal
Pembayran Modal Dana Perimbangan
Subsidi Dana bagi hasil
Belanja hibah Dana Alokasi Umum
Bantuan Sosial Dana Alokasi Khusus

Dana otonomi khusus dan penyesuasian

Tabungan Pemerintah = Penerimaan dalam negeri - pengeluaran rutin


Pengertian APBD
Adalah daftar sistematis yang memuat rencana
penerimaan dan pengeluaran daerah dalam satu tahun

Anggaran pendapatan daerah (UU No. 33 Tahun 2004) :


1. Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi pajak daerah,
retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan
penerimaan lain-lain

2. Bagian dana perimbangan, yang meliputi Dana Bagi Hasil,


Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus

3. Lain-lain pendapatan yang sah seperti dana hibah atau dana


darurat.
Pengeluaran APBD / Daerah

Pengeluaran Rutin Pengeluaran Pembangunan


Belanja DPRD Proyek-proyek daerah
Belanja Kepala daerah Biaya Operasional dan
Belanja Pegawai pemeliharaan
Belanja Barang Proyek Pembangunan
Belanja Pemeliharaan
Belanja Perjalanan Dinas
Angsuran Pinjaman
Subsidi
Pengaruh APBN terhadap perekonomian
Kebijakan defisit cenderung mendorong terjadinya
kenaikan harga (inflasi)
Kebijakan surplus cenderung mendorong terjadinya
penurunan harga (deflasi)
Meningktakan pertumbuhan ekonomi masyrakat
Menciptakan kestabilan keuangan dan moneter
Menimbulkan investasi masyrakat
Memperlancar distribusi pendapatan
Memeperluas kesempatan kerja
Pengertian Pajak
Iuran wajib yang dipungut oleh pemerintah berdasarkan
UU untuk mencapai kesejahteraan umum

Syarat Pajak Fungsi Pajak


Syarat Keadilan Sebagai sumber pendapatan
Syarat Yuridis negara (Budgeter)
Syarat ekonomi Sebagai alat distribusi ekonomi
(distribusi)
Syarat Financial Sebagai alat pengatur ekonomi
Syarat Kesederhanaan (Regulasi)
Tarif Pajak* Sebagai alat stabilitas
perekonomian (stabilisasi)
Proporsional= % tetap Sebagai pengarahan pembiayaan
Degresif= % turun pembangunan (Alokasi)
Progresif= % naik
Konstan= Tarif tetap (materai)
PERBEDAAN PAJAK DAN RETRIBUSI
Pajak : Retribusi :
1. Balas jasanya tidak 1. Balas jasanya
langsung langsung
2. Pemungutannya 2. Pemungutannya
dapat dipaksakan dipaksakan bagi yang
dan dikenakan sanksi memakai fasilitas

Pajak Pusat Pajak Daerah


PBB(Pajak Bumi&Bangunan) Pajak Reklame
PPh(Pajak Penghasilan) Pajak Tontonan
PPN(Pajak Penjualan)
Pajak Kendaraan
PPn(Pajak Pertambahan Nilai)
Bea Materai
Pajak Subjektif Pajak Objektif
Pajak yang dipungut Pajak yang pemungutanya
berdasarkan orangnya: berdasarkan objeknya
Pajak Penghasilan PBB, PPN, PPnBm

Pajak Langsung Pajak Tidak Langsung


Ditanggung oleh wajib pajak Pajak yang pemungutanya
tersendiri: dialihkan ke pihak lain:
PPh, PBB, PKB* PPn, Cukai, Bea Materai

Bea Materai (UU No. 24 Tahun 2000)


Surat Perjanjian, Akta Notaris, Akta PPAT= Rp 6000
Tarif
Dokumen nominal Rp250ribu-Rp1juta= Rp 3000
Pajak
Dokumen nominal lebih dari Rp1juta= Rp 6000
Cek dan bilyet giro = Rp 3000
Pajak Pertambahan Nilai (UU No 18 tahun 2000)
Tarif Tarif (minimal) 10% dari harga barang
Pajak Tarif PPN atas barang ekspor 0%

Tarif PBB (UU No12 tahun 1994) :


1. Besarnya NJTKP (Nilai jual tidak kena pajak Rp. 12.000.000,- dari
NJOP (Nilai jual obyek pajak).
2. Tarip tanah 0,5 % dari NJOP*.
3. Tarip bangunan 0,5 % dari NJOP.
4. NJKP* = 0,5% X 20% X NJOP kurang dari 1 milyar
NJKP = 0,5% X 40% X NJOP lebih dari 1 milyar
Objek Pajak yang Tidak dikenakan PBB :
Tempat Ibadah, Kuburan, Tempat Sejarah, Konsulat,
Gedung Organisasi Internasional
Contoh Soal
Pak Andi mempunyai tanah seluas 500 m harga jual
300.000/m , diatas tanah didirikan bangunan dengan luas
200 m dengan nilai 500.000/m berapa PBB terutang oleh
pak andi . NJOPTKP 12.000.000

Jawab:
Tanah 500 x 300.000 = 150.000.000
Bangunan 200 x 500.000 = 100.000.000
NJOP 250.000.000 -12.000.000 = 238.000.000
Hutang Pajak =0,5% x 20% x 238.000.000 = 238.000
Tarif Pajak Penghasilan/ PPh (UU No 17 tahun 2000
Pajak Lapisan Penghasilan kena pajak Tarif Pajak
Sampai dengan 25 Juta 5%
Diatas Rp 25 juta Rp 50 Juta 10%
Diatas Rp 50 juta Rp 100 Juta 15%
Diatas Rp 100 juta Rp 200 Juta 25%
Diatas Rp 200 juta 30%
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) per Tahun
Rp 13.200.000 = bagi wajib pajak orang pribadi
Rp 1.200.000 = bagi istri/suami yang tidak bekerja
Rp 1.200.000 = bagi masing-masing anak
Rp 13.200.000 = bagi istri/suami yang bekerja dengan penghasilan
digabung
Contoh Soal
Bapak Andi Bekerja dan memiliki Gaji yang kena pajak
setiap bulan Rp 5.000.000- hitung PPhnya

Jawab:
5.000.000 X 12 = 60.000.000
5% x 25.000.000 = 1.250.000
10% x 25.000.000 = 2.500.000
15% x 10.000.000 = 1.500.000
PPh yang harus dibayar : 5.250.000
Contoh Soal
2. Mekanisme pembelian produk dari
bursa efek sebagai berikut:
1. Manakah yang termasuk dalam
1) Menjual surat-surat berharga
pendapatan asli daerah (SIMAK UI
2) Pemerintah menaikan gaji PNS
2009) 3) Pemerintah menghapus subsidi BBM
A. Dana Perimbangan 4) Belanja layanan publik di setiap
B. Dana alokasi umum instansi
C. Pinjaman daerah 5) Pembangunan untuk sektor lembaga
D. Dana darurat Yang manakah merupakan pengeluaran
E. Penjualan aset tetap daerah pemerintah pusat (UN 2012)
A. 1,2, dan 3 D. 2, 4, dan 5
B. 1,3, dan 4 E. 3, 4, dan 5
C. 2,3, dan 4

3. Bapak Priambodo memiliki penghasilan kena pajak sebesar Rp 255.000.000


setahun. Besarkan (Pasal 7 UU No.17 tahun 2000, pajak terutang Hadi per tahun
adalah (OSN Ekonomi Kota 2009)
A. Rp 50.500.000 D. Rp 88.000.000
B. Rp 70.000.000 E. Rp 89.250.000
C. Rp 80.500.000
Pasar Modal (Pasar Dana)
Pengertian Pasar modal
Pasar Modal adalah pasar dimana pihak yang menawarkan dana jangka
panjang (obligasi), surat tanda penyertaan modal (saham) bertemu
dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana jangka panjang

Pengertian Pasar Uang


Pasar Uang adalah pasar atau tempat dimana kegiatan
permintaan dan penawaran dana-dana berupa surat-surat
berharga dengan jangka waktu jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
Pengertian Bursa Efek (Stock Exchange)
Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana
untuk mempertemukan permintaan dan penawaran efek, Efek adalah
surat berharga, yaitu surat pengakuan utang,surat berharga
komersial, saham,obligasi, dll.
Fungsi Pasar modal Kelebihan Pasar modal
Sebagai Sumber Sumber pendanaan bagi perusahaan
Penghimpun dana Indikator perkembangan ekonomi
suatu negara
Sebagai alternatif investasi
pemodal Sarana investasi masyarakat untuk
mendapatkan keuntungan
Sebagai Pendorong
perkembangan investasi Kekurangan Pasar Modal
Tujuan Pasar modal Belum menyentuh segala lapisan
masyarakat
Menghimpun dana dari Ketidakstabilan kurs sangat
masyarakat guna berpengaruh harga saham
mendapatkan modal Tidak seluruh investasi dalam pasar
modal berujung manis
Memperluas dan mendorong
partisipasi masyarakat dalam
berinvestasi
Produk Pasar Modal Saham (stock)
Obligasi (bond) Tanda bukti penyertaan modal pada
Perseroan Terbatas sebagaimana diatur
Obligasi adalah merupakan dalam KUHD*
suatu surat hutang atau surat
pengakuan hutang yang
mempunyai jangka waktu warrant /option)
tertentu
Efek yang diterbitkan suatu
Reksadana perusahaan yang memberi hak kepada
pemegangnya untuk memegang
Sertifikat yang menjelaskan saham dari perusahaa tersebut pada
bahwa pemilik menitipkan harga dan jangka waktu tertentu
dana kepada perusahaan
reksadana Right
Salah satu Instrumen Derivatif* yang menerbitkan surat hak kepada
pemegang saham lama perusahaan publik untuk membeli saham
baru yang hendak diterbitkan
Jenis Saham

a) Saham Biasa (Common Stock), memiliki karakteristik seperti:


Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan di
likuidasi.
Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan
lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham.
Dividen, jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui di dalam
Rapat Umum Pemegang Saham.
Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut
ditawarkan kepada masyarakat.

b) Saham Preferen (preferred Stock), memiliki karakteristik sebagai


berikut:
Pembayaran dividen dalam jumlah yang tetap.
Hak klaim lebih dahulu dibanding saham biasa jika perusahaan
dilikuidasi.
Dapat dikonversikan menjadi saham biasa.
Teori Bunga modal
Teori Produktivitas (JB Say) Teori Likuidtas (JM Keyness)
Bunga modal merupakan Bunga modal merupakan balas
kontra prestasi karena jasa kepada pemiliknya karena ia
modal itu dapat telah mengorbankan kemampuan
menghasilkan suatu produk untuk mengadakan pembayaran

Teori Abstinance(Nassau W.S) Teori Time Preference (Von


Bohm Bawerk)
Bunga modal merupakan
balas jasa kepada Bunga modal berdasarkan nilai
pemiliknya karena ia telah uang
melakukan penghematan
Bunga saham = Deviden
Bunga Obligasi = Coupon
Stuktur Pasar Modal di Indonesia

Menteri Keuangan

Badan Pengawas Pasar Modal


(BAPEPAM)

Self Regulatory Organization (SRO)

Bursa Lembaga Lembaga


Efek Kliring* & Penjaminan Penyimpanan & Penyelesaian
BES & BEJ* (LKP) - PT KPEI* (LPP) - PT KSEI*

Perusahaan Efek Lembaga Penunjang Profesi Penunjang Pemodal


Penjamin Emisi Biro Administrasi Akuntan Publik Domestik
Efek efek Konsultan Hukum Asing
Perentara/pedag Pemeringkat Efek Penilai
ang Efek Bank Kustoduian Notaris Emiten
Manajer Wali Amanat Perus.* Publik
Investasi Penasihat Investasi Reksa Dana
Peserta Pasar Modal
Menteri Keuangan: Bertugas menetapkan kebijakan umum di bidang
pasar modal
BAPEPAM*: Bertugas mengawasi kegiatan pasar modal di indonesia
PT Danareksa: BUMN yang tugasnya mempercepat proses
pengikutsertaan masyarakat dalam kepemilikan perusahaan, pendorong
masyarakat dalam pengerahan dana
Perusahaan Emiten (Stock Issuer): Parusahaan yang menjual surat-surat
berharga di pasar modal
Investor= orang yang memberikan modal (dana) di pasar modal/Pemodal
Perusahaan penilai: menilai terhadap aktiva perusahaan/perorangan
Akuntan publik: mengaudit laporan keuangan emiten menurut
Konsultan Hukum: memberikan pendapat dari segi hukum mengenai
emiten
Notaris: bertugas membuat berita acara RUPS, konsep akta perubahan
anggaran dasar, naskah perjanjian dalam rangka emisi efek
Perbedaan Pasar Perdana dan Pasar Sekunder
Pasar Perdana: Tempat atau sarana bagi perusahaan yang untuk
pertama kali menawarkan saham atau obligasinya ke masyarakat
umum sebelum dicatat di bursa efek.

Pasar Sekunder: sarana transaksi jual beli efek antar investor dan
harga dibentuk oleh investor melalui perantara efek. setelah
melewati masa penawaran pada pasar perdana

Pasar Perdana Pasar Sekunder


1. Harga saham tetap 1. Harga saham berfluktuasi sesuai
2. Tidak dikenakan komisi kekuatan supply dan demand.
3. Hanya untuk pembelian saham 2. Dibebankan komisi
4. Pemesanan dilakukan 3. berlaku untuk pembelian dan
5. Jangka waktu terbatas penjualan saham.
4. Pemesanan dilakukan mela lui
anggota bursa (broker).
5. Jangka waktu tidak terbatas
Segmen Pasar di Bursa (Pasar Sekunder)
a) Pasar Reguler : Pasar Reguler adalah pasar dimana perdagangan Efek
di Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang
yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa
Efek melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada Hari Bursa ke-3
setelah terjadinya Transaksi Bursa (T+3).
b) Pasar Negosiasi : Pasar Negosiasi adalah pasar dimana perdagangan
Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan tawar menawar langsung
secara individual dan tidak secara lelang yang berkesinambungan (Non
Continuous Auction Market) dan penyelesaiannya dapat dilakukan
berdasarkan kesepakatan Anggota Bursa Efek.
c) Pasar Tunai : Pasar Reguler Tunai (Pasar Tunai) adalah pasar dimana
perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-
menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction
market) oleh Anggota Bursa Efek melalui JATS dan penyelesaiannya
dilakukan pada Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa
(T+0).
Peserta Pasar Modal
Biro adminitrasi Efek: Berperan dalam adminitrasi efek berupa
pencatatan, pemindahan kepemilikan efek
Kustodian: Memberikan jasa penitipan efek dengan dapat menerima jasa
lainya seperti menerima bunga, deviden dan hak-hak lain dalam transaksi
efek serta mewakili pemegang rekening nasabahnya
Wali Amanat (Trustee): Pihak yang dipercaya untuk mewakili kepentingan
seluruh pemegang obligasi, baik di dalam maupun di luar pengadilan
Penasihat Investasi: memberikan nasihat ke pihak lain mengenai
penjualan/pembelian efek yg bersifat obligasi
Penanggung (guarantor) Lembaga penengah antara pemberi
kepercayaan dengan penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya
oleh investor sebelum menanamkan dananya
Perusahaan pemeringkat: perusahaan swasta yang ditunjuk untuk
melakukan peringkatan atas efek, seperti Indeks LQ 45 (45 besar)
urutan mekanisme transaksi bursa efek
Menghubungi perusahaan efek -> membuka rekening di perusahaan
efek -> Investor menyediakan dana -> pelaksanaan jual beli
Istilah dalam Pasar Modal
Portebel: saham yang belum terjual
Opening sale: penawaran saham ke masyrakat umum
Reksadana: Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari
pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh
Manajer Investasi
Go Public: kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan
dana dari masyarakat pemodal dengan cara menjual saham atau
obligasi
Lot: satuan perdagangan saham (1 Lot = 500 lembar)
Agio: Saham yang hargnya lebih tinggi dari pasar perdana
Disagio: Saham yang hargnya lebih rendah dari pasar perdana
Capital Gain: Keuntungan dari saham (diperoleh dari pasar sekunder)
Capital Loss: Kerugian dari saham (diperoleh dari pasar sekunder)
JATS (Jakarta Automatic Trading System): Suatu system perdagangan di
lantai bursa yang secara otomatis me-matchkan antara harga jual dan
beli saham
Scripless trading: yaitu perdagangan saham tanpa warkat*
Remote Trading: yaitu sistem perdagangan jarak jauh
Manfaat Pasar Modal
Bagi emiten
Bagi emiten, pasar modal memiliki beberapa manfaat, antara lain:
jumlah dana yang dapat dihimpun berjumlah besar,
dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai,
tidak ada convenant sehingga manajemen dapat lebih bebas dalam
pengelolaan dana/perusahaan , solvabilitas perusahaan tinggi sehingga
memperbaiki citra perusahaan ketergantungan emiten terhadap bank menjadi
lebih kecil

Bagi investor
Sementara, bagi investor pasar modal memiliki beberapa manfaat, antara lain:
nilai investasi perkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan
tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai kapital
gain, memperoleh dividen bagi mereka yang memiliki/memegang saham dan
bunga yang mengambang bagi pemenang obligasi,
dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrumen yang
mengurangi risiko
Contoh Soal
1. Surat berharga di pasar modal 2. Mekanisme pembelian produk dari
bursa efek sebagai berikut:
yang menunjukan penyertaan
1) Menghubungi perusahaan efek
modal dalam suatu perusahaan
2) Investor menyediakan dana
disebut (OSN Ekonomi Provinsi 3) Membuka rekening di perusahaan
2006) efek
A. Obligasi 4) Pelaksanaan jual beli
B. Reksa dana 5) Transaksi minimal 10 lot
C. Saham Urutan tepat dari mekanisme pembelian
D. Deposito produk dari bursa efek adalah (UN 2010)
E. Commercial Paper A. 1,2, 3, 4 D. 2, 3, 4, 5
B. 1,3, 2, 4 E. 3, 1, 2, 4
C. 2, 1, 3, 4
1. Urutan mana yang menunjukan pelunasan kewajiban saat suatu perusahaan
mengalami kebangkrutan (UM UGM 2008)
A. Pemegang saham biasa, kreditur, pemegang saham preferen, karyawan
B. Pemegang saham preferen, kreditur, karyawan, pemegang saham biasa
C. Kreditur,pemegang saham biasa, pemegang saham preferen
D. Pemegang saham preferen, pemegang saham biasa, kreditur
E. Kreditur, pemegang saham preferen, pemegang saham biasa
PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Proses tukar menukar barang dan jasa antara dua


negara atau lebih, yang berbeda hukum dan
kedaulatan dengan memenuhi peraturan yang
diterima secara internasional.

Faktor pendorong terjadinya


perdangan internasional
perbedaan sumber daya alam
perbedaan sumber daya
manusia
perbedaan selera
perbedaan teknologi
perbedaan biaya produksi
Manfaat perdagangan internasional
a. untuk memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di
dalam negeri
b. memperoleh pendapatan nasional
c. alih teknologi
d. memperluas pasar
e. menciptakan lapangan kerja
f. menjaga stabilitas ekonomi
g. meningkatkan kualitas konsumsi
h. meningkatkan produktivitas

Kerugian akibat perdagangan internasional.


a. adanya ketergantungan antar negara
b. timbulnya persaingan yang tidak sehat
c. semakin menipisnya kekayaan alam
Teori Perdagangan Internasional
hh hh
h h

a. Teori keunggulan mutlak Teori keunggulan komparatif


(absolute advantage = Adam (comparative advantage =
Smith)
David Ricardo)
Keunggulan mutlak adalah
Keunggulan komparatif adalah
keunggulan suatu negara
keunggulan suatu negara
karena mampu memproduksi
karena mampu memproduksi
barang lebih banyak
dibandingkan dengan negara barang lebih efesien
lain dengan sumber daya yang dibandingkan dengan negara
sama. lain.
Contoh Perhitungan Teori Keunggulan Absolut/Mutlak

Negara TV Beras 1 : Beras/TV TV/ Beras : 1

Jepang 8 Pcs 5Kg 1 : 5/8=1 : 0.63 8/5 : 1 = 1.6 :1


Indonesia 6 Pcs 9Kg 1 : 9/6= 1 : 1.5 6/9 : 1 = 0.67:1

Contoh Perhitungan Teori Keunggulan Komparatif


Negara Motor TV Motor : TV TV : Motor
Jepang 20 30 2 : 3 = 1 : 1.5 3 : 2 = 1 : 0.67

Indonesia 20 40 2:4=1:2 4 : 2 = 1 : 0.5

Biaya Negara Motor TV


Banyak barang
Produksi Jepang 20/Pcs 30/Pcs yang dihasilkan
(David R) perjam (JS Mill)
Indonesia 30/Pcs 25/Pcs
Adalah segala mata uang asing yang beredar
Devisa di dalam negeri suatu negara dan telah
memiliki catatan kurs resmi di bank sentral

Fungsi Sumber
1. Alat tukar Internasional
2. Alat pembayaran utang 1. Ekspor barang dan jasa
2. Pinjaman luar negeri
luar negeri
3. Bunga atau pendapatan
3. Alat stabilitas mata uang
dari investasi
suatu negara
KURS ADALAH JUMLAH SATUAN PASAR/BURSA VALUTA
MATA UANG YANG HARUS ASING, ADALAH TEMPAT
DISERAHKAN UNTUK MENDAPATKAN DIPERJUAL
SATU SATUAN MATA UANG ASING. BELIKANNYA VALUTA
NAIK TURUNNYA KURS SUATU MATA ASING. DISINI PULA
UANG TERGANTUNG PADA NAIK DITENTUKAN KURS JUAL
TURUNNYA PERMINTAAN DAN DAN KURS BELI.
PENAWARAN MATA UANG TERSEBUT.

FUNGSI DARI PASAR VALUTA ASING (VALAS):


1.MEMPERMUDAH TRANSFER MATA UANG ANTAR NEGARA.
2.MEMPERMUDAH TRANSAKSI PERDAGANGAN INTERNASIONAL.
3.MEMBERIKAN FASILITAS UNTUK MENGHINDARI RESIKO
PERTUKARAN (HEDGING).
4.MEMPERLANCAR TERJADINYA KEGIATAN EKSPOR-IMPOR

Uji kemampuan
SISTIM KURS VALUTA ASING (DEVISA):

1.KURS TETAP / STANDAR EMAS (FIXED EXCHANGE RATE), Adalah


kurs yang ditetapkan oleh pemerintah, atau kurs yang
ditentukan berdasarkan perbandingan kadar kandungan
emas masing-masing mata uang atau besarnya jaminan emas
dari mata uang tersebut.
Empat macam kurs tetap:
a.Kurs varitas arta yasa (mint parity)
b.Kurs titik ekspor emas (gold export point)
c.Kurs titik impor emas (gold impor point)
d.Kurs valas vyang terjadi.
3.KURS MENGAMBANG TERKENDALI
2.KURS BEBAS / MENGAMBANG (MANAGED FLOATING EXCHANGE RATES
(FLOATING EXCHANGE RATES), SYSTEM), Adalah valuta asing yang
Adalah kurs valuta asing yang dibiarkan berkembang /berubah oleh
dibiarkan berkembang /berubah oleh kekuatan permintaan dan penawaran
kekuatan permintaan dan penawaran (pasar), tapi masih ada campur tangan
(pasar). Dua macam kurs bebas: pemerintah dalam mempengaruhi nilai
adalah clean float dan dirty float. tukar, melalui interfensi pasar, apabila kurs
naik atau turun melebihi batas yang
ditentukan.
MENGHITUNG NILAI TUKAR VALUTA ASING:
1. KURS JUAL ADALAH KURS VALAS YANG DIGUNAKAN
APABILA BANK SENTRAL / BANK DEVISA / MONEY
CHANGER MENJUAL VALAS KEPADA NASABAH.
2. KURS BELI ADALAH KURS VALAS YANG DIGUNAKAN
APABILA BANK SENTRAL / BANK DEVISA / MONEY
CHANGER MEMBELI VALAS DARI NASABAH.

HUBUNGAN KURS VALAS DENGAN RUPIAH DIPENGARUHI OLEH


BEBERAPA HAL:
1. JUMLAH UANG YANG BEREDAR DIBANDINGKAN
DENGAN JUMLAH BARANG DAN JASA.
2. SISTIM KURS YANG DIANUT NEGARA YANG
BERSANGKUTAN.
3. KEADAAN PASAR.
Uji kemampuan
adalah catatan sistimatis mengenai semua
Neraca transaksi ekonomi antar penduduk suatu
Pembayaran negara dengan negara-negara lain selama
pereode tertentu, pada umumnya satu tahun.

Dua Sisi Neraca Pembayaran

Kredit Debit
catatan transaksi yang Catatan transaksi yang
menimbulkan hak untuk menimbulkan kewajiban untuk
menerima pembayaran dari melakukan pembayaran
penduduk negara lain kepada penduduk negara lain
(transaksi yang (transaksi yang menyebabkan
menyebabkan uang masuk). uang keluar).
Sisi Kredit Sisi Debit

a. neraca barang
a. neraca barang
Pemasukan barang dari luar negeri
Pengiriman barang ke luar negeri
b. neraca jasa
b. neraca jasa
- bunga dan deviden yang dibayar ke
- bunga dan deviden yang diterima
luar negeri
dari luar negeri
- biaya pariwisata yang menjadi
- hasil pariwisata dari luar negeri
kewajiban di luar negeri
- pendapatan jasa yang dikerjakan
- jasa yang harus dibayar ke luar
di luar negeri
negeri
c. neraca modal
c. neraca modal
kredit yang diterima dari luar negeri
kredit yang diberikan ke luar negeri
baik jangka pendek maupun jangka
baik jangka pendek maupun jangka
panjang
panjang dan pembayaran cicilan
d. neraca emas dan devisa
utang
pengeluaran emas dan devisa ke
d. neraca emas dan devisa
luar negeri
pemasukan emas dan devisa dari
Uji kemampuan luar negeri
1. Neraca Barang (Neraca Perdagangan),
Neraca yang mencatat hasil kegiatan ekspor impor barang. Contoh: ekspor
garmen, kayu, minyak dan gas bumi dll.
2. Neraca Jasa
Neraca yang mencatat hasil ekspor impor jasa. Contoh: bidang transportasi,
asuransi dan pariwisata.
3. Neraca Modal
Neraca yang mencatat hasil modal, contoh: Kredit, Deposito dan pembelian
saham/investasi. Catt: Transaksi barang, jasa dan hasil modal disebut
Transaksi Berjalan (Current Account)
4. Neraca Hasil Modal
Neraca yang mencatat hasil/ akibat dari adanya transaksi modal, antara lain:
pembayaran pinjaman, pembayaran bunga, penerimaan deviden dll.
5. Neraca Moneter
Neraca yg mencatat transaksi2 yang timbul sebagai akibat dari transaksilain
(Accomodation Transactions). Contoh: Mutasi dalam hubungannya dengan
IMF, cadangan devisa berupa emas atau valas.
Transaksi yang mempengaruhi neraca pembayaran*

hh hh hh
h h h

1. Transaksi Berjalan 2. Transaksi Modal 3. Transaksi satu


(Current Account): (Capital Account): Arah (Unilateral
a. Transaksi barang a. Penanaman Modal Trans):
b. Transaksi jasa secara langsung a. Bantuan dari
c. Transaksi hasil b. Utang piutang negara lain
modal (bunga jangka pendek b. Hibah dari
pinjaman luar negeri) c. Utang piutang negara lain
jangka panjang

Transaksi Total
Bentuk Neraca Pembayaran
1. Neraca Pembayaran surplus 2. Neraca Pembayaran devisit
(aktif) = Ekspor lebih besar dari (pasiv) = ekspor lebih kecil dari
impor
impor
Dampaknya : Dampaknya :
a. kurs valuta asing turun a.kurs valuta asing naik
b. nilai tukar dalam negeri naik b.nilai uang dalam negeri turun
c. produksi dalam negeri c.produksi dalam negeri
meningkat berkurang
d. memperluas lapangan pekerjaan d.harga barang dalam negeri naik
e. memperkuat PMA e.laju inflasi bertambah
f.menambah beban utang negara
Untuk menyeimbangkan neraca Untuk menyeimbangkan neraca
pembayaran surplus : pembayaran devisit :
a. mengirim modal ke luar negeri a.menerima kridit luar negeri
b. memasukkan emas moneter ke b.menjual emas moneter ke luar
dalam negeri negeri
Masalah defisit dan surplus neraca pembayaran.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan neraca
pembayaran antara lain :
1. perubahan tingkat harga dalam negeri
2. keadaan struktur produksi
3. perubahan posisi utang piutang luar negeri
4. perubahan permintaan luar negeri
5. ketidakstabilan ekonomi dalam negeri

Kebaikan dan kelemahan utang luar negeri :


1. kebaikan :
a. mempercepat laju pembangunan
b. mempercepat pertumbuhan ekonomi
c. memperluas kesempatan kerja

2. Keburukan :
a. bunga dan cicilan harus dibayar pada saat jatuh tempo tanpa
b. perbedaan kurs saat meminjam dan mengembalikan sering
merugikan pihak negara peminjam
c. utang luar negeri juga mengurangi kebebasan negara debitur
Upaya pengelolaan utang luar negeri
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menangani utang luarnegeri
agar tidak memberatkan, antara lain :
1. program stabilisasi IMF
2. renegosiasi utang melalui Paris Club :
a. penangguhan utang atau jika dimungkinkan pembatalan sebagian
pinjaman non konsensional
b. penurunan suku bunga hutang keseluruhan
c. perpanjangan periode pembayaran hingga 25 tahun
3. metoda debt for nature swap yaitu keringanan pembayaran hutan yang
diberikan pihak kreditor apabila negara debitor mau melakukan
pelestarian lingkungan alam mereka.

Pinjaman Otonom: Tidak berkaitan Ekspor/Impor (Hibah)


Pinjaman Akomodatif: Berkaitan Ekspor dan Impor
Stock Nasional: Hasil Surplus yang tidak dibelanjakan (tabungan
sementara)
Bentuk Kerjasama Internasional
Bilateral Multilateral
Kerjasama yang melibatkan Kerja sama yang banyak melibatkan
2 negara dan bersifat saling negara tanpa terikat oleh batas
membantu, Contoh: wilayah: PBB, G8, G20, OKI
Indonesia-Jepang
Antar Regional
Regional Kerjasama ekonomi di antara2
kelompok kerjasama ekonomi
Kerjasama beberpa negara regional, Contoh: ASEAN dengan
yang satu kawasan, Contoh: UniEropa
ASEAN, MEE, AFTA, APEC
Cara Pembayaran Internasional
Kompensasi Pribadi (Private Compensation): cara pembayaran
dengan mengalihkan utang piutang pada seorang penduduk di suatu
negara
Pembayaran Tunai (Cash Payment): Cara pembayaran yang dilakukan
jika eksportir belum benar yakin atas kondisi importir dengan baik
Rekening Terbuka (Open Account): Cara pembayran di mana eksportir
telah mengirim barang tanpa disertai surat tagihan atau dokumen-
dokumen
Surat Wesel Dagang (Commercial Bill of exchange): Surat yang
dikeluarkan Bank atas permintaan importir, dimana bank telah
menyetujuinya dan membayar wesel yang ditarik eksportir atas
importir
Letter of credit (L/C): Surat yang dikeluarkan Bank atas permintaan
importir, dan bank menyetujuinya dan membayar wesel yang ditarik
eksportir atas importir
Kebijakan Perdagangan Internasional
Kebijakan Autarki=Tidak berdagang dengan negara asing
Tarif&Bea Masuk=pembebanan barang yang masuk dalam negeri
Kuota: pembatasan jumlah barang impor
Larangan ekspor: melarang mengirim barang tertentu ke luar negeri
Larangan impor: melarang menerima barang tertentu dari luar negeri
Subsidi: membantu pengurangan biaya produksi dan harga jual
Premi: Kebijakan untuk memajukan eskpor dengan pemberian
subsidi, pembebasan pajak
Diskriminasi harga: tindakan penetapan harga barang yang berbeda
terhadap barang impor
Dumping: Menjual barang lebih murah di luar negeri daripada di
dalam negeri
Contoh Soal
1. Dampak neraca pembayaran 2. Give attention to data balance sheet
terhadap perekonomian suatu data below:
negara jika neraca pembayaranya 1) Foreigner stock purchasing in
defisit adalah (UN 2011) Indonesia
A. Negara terpaksa melepas 2) Product export and Import
cadangan devisanya untuk 3) Service Transaction
membayar ke luar negeri 4) Abroad Indonesian Investment
B. Bekerja sama dengan bank dunia 5) Throughly foreigner investment in
untuk mendapat bantuan dana Indonesia
tanpa bunga 6) Tourism service Income
C. Negara Terpaksa mengubah Which are including to a current account
struktur ekonominya ke arah (OSN Ekonomi Tk. Kota 2011)
perbankan A. 1,2, and 3 D. 2, 3, and 6
D. Negara berusaha menutupi B. 1,3, and 5 E. 4, 5, and 6
dengan menambah utang luar C. 2, 3, and 4
negeri
E. Negara menjalankan strategi
investasi melaui utang luar negeri
Akuntansi Perusahaan Jasa
AKUNTANSI
Adalah suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan
pelaporan atas transaksi-transaksi keuangan perusahaan serta
interpretasinya

PENCA- PENGGO PERING- PELA PORAN


TATAN LONGAN KASAN

Bukti JURNAL Buku Besar Laporan


Transaksi Keuangan

Perusahaan Jasa
Perusahaan yang kegiatanya di bidang penyediaan atau
pelayanan kepada masyarakat dengan memeroleh imbalan
Kualitas Informasi Akuntansi
Relevan (Relevance)*
Dapat Dimenegerti (Understandability)
Daya Uji (Verifiability)
Netral (Neutrality
Gambaran yang tepat (Faithful representation)
Daya banding (Comparability
Lengkap (Completeness)
Dapat diandalkan (Reliability)

Prinsip Akuntansi
Harga Historis (Allocation of cost)
Pengakuan Pendapatan (Recognition of revenue)
Mempertemukan biaya dan pendapatan
Pengungkapan yang memadai (adequate disclosure)
Obyektivitas (objectivity)
Konsistensi (Consistency)
Material (Materiliaty)
Konservatif (Conservatism)
Lengkap (completeness)
Dimengerti (Understandability)
YANG MEMBUTUHKAN LAPORAN KEUANGAN
Manajer
Pemilik (Investor)
Kreditor
Pemerintah

PROFESI AKUNTANSI
Akuntan Publik adalah akuntan yang memberikan pelayanan
jasanya kepada masyarakat. Untuk itu akuntan publik
menerima imbalan jasa dari pemakainya
Akuntan Intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu
perusahaan tertentu dan mereka bekerja hanya untuk
perusahaan itu sendiri.
Akuntan Pemerintah akuntan yang bekerja di lembaga
pemerintahan
Akuntan Pendidik akuntan yang berprofesi sebagai guru yang
memberikan pelatihan tentang pelajaran akuntansi
Etika Profesi Akuntansi
Independen dan obyektif
Norma Kecakapan dan Norma Teknis
Tanggung jawab kepada klienya
Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
Tanggung jawab terhadap Martabat Profesi

Asas - Asas Akuntansi


Kesatuan Akuntansi (Busines entity Concept)
Kesinambungan (Going Concern)
Pengukuran dalam nilai uang (Valuation on Money
Periode Akuntansi (Accounting Period)
Harga Pertukaran (Historical Cost)
Penetapan beban dan pendapatan (Matching Cost & Revenue)
PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
Konsep Entitas
Konsep entitas atau kesatuan usaha yakni suatu
organisasi yang berdiri sendiri, terpisah dari pemilik
atau organisasi lain. Harta perusahaan harus
dipisahkan dengan harta pribadi.
Konsep Obyektif
Laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang
bisa dipercaya. Data yang dipercaya artinya bisa
diverifikasi (diperiksa kebenarannya). Oleh karena itu
harus didasarkan pada data yang obyektif.
Konsep Biaya
Barang yang dibeli harus dicatat berdasarkan pada
biaya yang sesungguhnya, walaupun mungkin harga
normalnya tidak seperti biaya sesungguhnya.
Bukti Transaksi Akuntansi
1. Kuitansi: bukti pembayaran/penerimaan uang
2. Faktur: bukti pembelian / penjualan secara kredit
3. Nota Kontan: bukti pembelian/ penjualan secara tunai
4. Nota debit: bukti penerimaan kembali barang yang dijual oleh
pembeli
5. Nota Kredit: bukti penerimaan kembali barang yang dijual oleh
penjual
6. Memo: bukti intern yang dibuat oleh manajer/pimpinankarena
adanya perubahan aset/utang yg tidak melibatkan pihak luar
7. Bukti penerimaan kas: bukti pencatatan tentang penerimaan uang
8. Bukti pengeluaran kas: catatan tentang pengeluaran sejumlah uang
Macam-Macam akun (Akun Riil)
Aktiva (Assets) / Harta: Utang/kewajiban (liabilities)
Current Assets (harta Lancar): Utang lancar (Current Liabilities)
Kas (cash) Utang usaha (Account Payable)
Piutang* (Account Receivable) Utang Wesel/Wesel bayar (Notes payable)
Surat Berharga (Marketable Securities)
Utang Bunga (Interest payable)
Perlengkapan/ BHP (Supplies)*
Persediaan (inventory)
Utang gaji (salaries payable)
Beban dibayar di muka (Prepaid Pendapatan diterima dimuka (Prepaid
Expense) Income)
Piutang pendapatan (Accrued Revenue) Utang pajak (tax payable)
Piutang bunga (interest receivable) Utang Jangka panjang (long Term Liabilt.)
Piutang sewa (rent receivable) Utang hipotik (Mortgage payable)*
Fixed assets (Harta Tetap) Utang Obligasi (Bonds Payable)
Nondepereciable (tidak dapat disusut) Modal / Ekuitas (Capital)
-Tanah (Land)
Modal setoran (paid in capital)
Depreciable (dapat disusutkan)
Cadangan (Reserve)
- Gedung(building) - Kendaraan/mesin
-Peralatan (equipment) Laba yang ditahan (Retained Earnings)
- Akumulasi Penyusutan (accumulated Pengambilan pribadi (Prive/Drawing)
depreciation)
Macam-Macam akun (Akun Nominal)
Pendapatan (revenue/income): Beban/Biaya (Expense)
Pendapatan jasa(Service revenue) Beban Operasional (Operational Exp.)
Pendapatan bunga (Interest Beban gaji (Wages Expense)
revenue)
Beban Sewa (Rent expense)
Pendapatan Komisi (Commission
revenue) Beban penyusutan (Depreciation
Pendapatan Sewa (rent Income) expense)
Beban Telepon, Listrik, Air
Beban asuransi (insurance expense)
Beban iklan (adversiting expense)
Beban non Operasional (Nonops. Exp.)
Beban bunga (Interest expense)
Kerugian piutang tak tertagih (bad
debt expense)
Beban Pajak (tax expenses)
Beban serba-serbi/lain-lain
(Misceleneuse Expense)
PENGERTIAN ATURAN
JURNAL PENCATATAN TRANSAKSI
KE DALAM AKUN
Jurnal adalah suatu
media pencatatan yang Kenaikan harta, beban, dan
digunakan untuk prive debet
mencatat secara
ssitematis dan Penurunan harta , beban, dan
kronologis serta prive kredit
menganalisis transaksi Kenaikan utang, pendapatan,
secara debit dan
dan modal kredit
kredit.
Menjurnal adalah Penurunan utang,
proses mencatat suatu pendapatan, dan modal
transaksi ke dalam debet
jurnal.
FUNGSI JURNAL LANGKAH-LANGKAH
MEMBUAT JURNAL
Dasar penentuan ke akun
mana transaksi dicatat, Langkah 1: catat tanggal
berapa jumlah yang terjadinya transaksi.
dicatat, dan di sisi mana Langkah 2: isi nomor bukti
dicatat. transaksi.
Fungsi jurnal: Langkah 3: catat akun yang
- fungsi pencatatan mengalami perubahan akibat
- fungsi historis transaksi.
- fungsi analisis Langkah 4: isi kolom
- fungsi instruktif debet/kredit dengan jumlah
uang yang terlibat dalam
- fungsi informatif
transaksi.
CONTOH
Tanggal 1 Februari 2007 Tn. Ali sebagai pemilik
menyetorkan uang untuk modal sebesar Rp 25.000.000,-
Tanggal 3 Februari 2007 membeli komputer untuk kantor
dari Toko Damai sebesar Rp 7.500.000,-
JURNAL
Jumlah
Tgl Keterangan Ref
Debit Kredit

2007
Feb 1 Kas 100 25.000.000 -
Modal 510 - 25.000.000

Peralatan Kantor
3 Kas 320 7.500.000 -
100 - 7.500.000
Kumpulan dari rekening-rekening yang ada dalam
perusahaan disebut BUKU BESAR (Ledger)
Pemindahan dari jurnal ke buku besar disebut POSTING
Bentuk T scontro
NAMA REKENING No:
Tgl Keterangan Ref Jumlah Tgl Keterangan Ref Jumlah

Bentuk Stafel / Kolom


NAMA REKENING No: NERACA SALDO
(Trial Balance)
Tgl Keterangan Ref Debiit Kredit Saldo
Merupakan daftar saldo-
saldo dari rekening-
rekening yang ada dalam
buku besar
CONTOH

Pada tanggal 1 Januari 2004 pemilik menyetorkan


modalnya ke perusahaan sebesar Rp 25.000.000,-,
maka:
Kas perusahaan bertambah berarti akan didebitkan
sebesar Rp 25.000.000,-
Modal perusahaan bertambah berarti akan
dikreditkan sebesar Rp 25.000.000,-

Tangaal 3 Januari 2004 membayar hutang sebesar Rp


3.500.000,-
Hutang berkurang di debit sebesar Rp 3.500.000,-
Kas berkurang di kredit Rp 3.500.000,-
Persamaan Akuntansi
Harta (Aktiva) = Utang+Modal (pasiva)

Laporan keuangan (Financial Statement)


Neraca / Balance Sheet
Laporan rugi-laba / Income Statement
Laporan perubahan modal / Capital Statement

NERACA / Balance Sheet (Aktiva = Pasiva)


Neraca adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan
perusahaan pada suatu saat tertentu

Neraca menunjukkan:
- Kekayaan atau aktiva (assets)
- Sumber kekayaan
Salon DEVI
NERACA
Per, 31 Desember 2005
Salon DEVI
NERACA
Per, 31 Desember 2005
AKTIVA PASIVA
Kas 75.000.000 Hutang Dagang 130.000.000
Piutang Dagang 125.000.000 Hutang Hipotik 220.000.000
AKTIVA PASIVA
Perlengkapan Salon 120.000.000 350.000.000
Kas 75.000.000 Hutang Dagang 130.000.000
Tanah & Bangunan 200.000.000 Modal Devi 470.000.000
Piutang Dagang 125.000.000 Hutang Hipotik 220.000.000
Peralatan Salon 250.000.000
Perlengkapan Salon 120.000.000 350.000.000
Kendaraan 50.000.000
Tanah & Bangunan 200.000.000 Modal Devi 470.000.000
Peralatan Salon 250.000.000
Total Aktiva 820.000.000 Total Pasiva 820.000.000
Kendaraan 50.000.000

Total Aktiva 820.000.000 Total Pasiva 820.000.000

Contoh Neraca
LAPORAN RUGI-LABA (Income Statement)
( = Pendapatan Beban)
Laporan Rugi-Laba adalah laporan yang menunjukkan hasil
kegiatan operasi perusahaan selama satu periode

Unsur laporan rugi-laba:


1. Penghasilan atau Pendapatan atau Penjualan yakni aliran
penerimaan kas atau harta lain yang diterima sebagai
akibat penjualan barang dan atau jasa.
2. Biaya, adalah harga pokok barang yang dijual dan
pengeluaran-pengeluaran lain dalam rangka memperoleh
penghasilan.
3. Laba (atau Rugi) yaitu selisih antara penghasilan yang
diterima perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan. Jika
penghasilan yang diterima lebih besar dibanding dengan
biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan memperoleh
laba
Salon DEVI
Laporan Rugi-Laba
Desember 2005

Penghasilan salon 240.000.000


Biaya-biaya:
Biaya Gaji Pegawai 40.000.000
Biaya Perlengkapan Salon 70.000.000
Biaya Telepon 20.000.000
Biaya Listrik 15.000.000
Penyusutan Peralatan Salon 35.000.000
Biaya Lain-lain 30.000.000
210.000.000
LABA 30.000.000

Contoh Laporan Rugi Laba


LAPORAN PERUBAHAN MODAL (Capital Statement)
Laporan yang menunjukkan perubahan dari modal awal yang
disebabkan oleh laba, rugi, setoran modalmaupun pengambilan
oleh pemilik.
Modal Akhir = Modal awal + laba* - prive

Salon DEVI
Laporan Perubahan Modal
Per, 31 Desember 2005

Modal, 1 Desember 2005 450.000.000


(Tambah) Laba tahun 2005 30.000.000
480.000.000
(Kurang) Prive 10.000.000
Modal, 31 Desember 2005 470.000.000
Jurnal Penyesuaian
(Adjusting Entry)
MENGAPA PERLU PENYESUAIAN?

Agar setiap rekening riil, khususnya rekening-rekening


aktiva dan rekening-rekening hutang menunjukkan
jumlah yang sebenarnya pada akhir periode

Agar setiap rekening nominal (rekening pendapatan


dan biaya) menunjukkan pendapatan dan biaya yang
seharusnya diakui dalam suatu periode
Saldo yang memerlukan penyesuaian
Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak
perusahaan tetapi belum dicatat
Hutang Biaya, yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban
perusahaan tapi belum dicatat
Pendapatan diterima dimuka, adalah pendapatan yang telah
diterima tetapi sebesarnya merupakan pendapatan untuk periode
yang akan datang
Biaya dibayar dimuka, yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi
sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang
Kerugian Piutang, adalah taksiran kerugian yang timbul sebagai
akibat adanya piutang yang tidak tertagih
Penyusutan Aktiva Tetap merupakan penyusutan aktiva tetap yang
harus dibebankan pada suatu periode akuntansi
Biaya pemakain perlengkapan adalah bagian dari harga beli
perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.
Akun Jurnal Penyesuaian
Jenis Akun Jurnal Penyesuaian
Perlengkapan / BHP / Supplies (Dr) Beban Perlengkapan
(Cr) Perlengkapan)
Beban(asuransi/sewa/iklan) dibayar di (Dr) Beban asuransi
muka ->Pendekatan Harta (Cr) Asuransi dibayar di muka
Beban(asuransi/sewa/iklan) dibayar di (Dr) asuransi di bayar di muka
muka ->Pendekatan Beban (Cr) Beban Asuransi
Pendapatan diterima di muka Sebagai (Dr) Sewa diterima di muka
Hutang (Cr) Pendapatan sewa
Pendapatan diterima di muka Sebagai (Dr) Pendapatan sewa
pendapatan (Cr) Sewa diterima di muka
Beban yang masih harus diterima (Dr) Beban gaji
(Cr) Utang gaji
Pendapatan yang masih harus diterima (Dr) Piutang Bunga
(Piutang) (Cr) Pendapatan bunga
Piutang tak tertagih (Dr) Beban kerugian piutang
(Cr) Cadangan kerugian piutang
Akun Jurnal Penyesuaian
Jenis Akun Jurnal Penyesuaian
Penyusutan Harta Tetap (Dr) Beban Penyusutan ..
(Cr) Akumulasi Penyusutan ..

Metode Perhitungan Penyusutan


Metode Garis Lurus = (Nilai Perolehan-Nilai Residu) / Umur ekonomis
Nilai Perolehan= Harga barang + Biaya-Biaya barang

Metode Jumlah Angka Tahun /JAT


= (umur ekonomis/JAT ) X (nilai perolehan-nilai residu)
JAT = ((a + Sn) / 2 ) X n*

Metode Unit Satuan Produksi


=jumlah produksi/kapasitas produksi X (Harga perolehan-Nilai residu)
Jurnal Penyesuaian Beban dibayar di muka
Tanggal Akun Ref Debit Kredit
1 April Beban Sewa 18.000.000 Pendekatan beban/laba-rugi
Prepaid rent 18.000.000 Pendekatan Harta/neraca
Kas 18.000.000
3/12 X 18.000.000
1/4 1/5 1/6 1/7 1/8 1/9 1/10 1/11 1/12 31/12 1/1 1/2 1/3 1/4

9/12 X 18.000.000 Pendekatan Harta Pendekatan beban

Tanggal Akun Ref Debit Kredit


31 Des Sewa Dibayar di muka 4.500.000 Pendekatan beban
Beban Sewa 4.500.000

Tanggal Akun Ref Debit Kredit


31 Des Beban Sewa 13.500.000 Pendekatan Harta
Sewa dibayar di muka 13.500.000
NERACA LAJUR / Work Sheet
Neraca lajur merupakan landasan untuk memeriksa rekening-
rekening yang ada dalam buku besar yang disesuaikan dan
diseimbangkan dan disusun dengan cara-cara yang sesuai dengan
penyusunan rekening-rekening yang ada di dalam laporan keuangan

TUJUAN
Membantu mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan

Untuk meringkas informasi-informasi yang berasal dari neraca saldo


dan data-data penyesuaian, sehingga neraca lajur menjadi kertas
kerja formal untuk persiapan laporan keuangan

Untuk mempermudah dalam menemukan kemungkinan terjadi


kesalahan yang dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
Neraca Lajur/ Kertas kerja
(Work Sheet)
NERACA PENYESUAIA NS RUGI- NERACA
KETERANGAN SALDO N DISESUAIKAN LABA
No PEMBUKUAN
(AKUN)
D K D K D K D K D K
JURNAL PENUTUP
(Closing Entries)
Untuk memindahkan saldo-saldo rekening pendapatan, biaya, dan
prive ke dalam rekening modal

Adapun tujuan jurnal penutup adalah:


Untuk memindahkan saldo-saldo rekening pendapatan, biaya, dan
prive ke rekening modal agar saldo-saldo rekening pendapatan,
biaya, dan prive pada akhir periode menjadi nol rupiah

Agar rekening modal menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada


akhir periode dan sesuai dengan yang dicantumkan di dalam
neraca
PROSES PENUTUPAN BUKU

Memindahkan saldo-saldo rekening pendapatan ke rekening rugi-


laba, sehingga saldo rekening pendapatan menjadi nol rupiah

Memindahkan saldo-saldo rekening biaya ke rekening rugi-laba,


sehingga saldo-saldo rekening biaya menjadi nol rupiah

Memindahkan saldo rekening rugi-laba ke rekening modal,


sehingga saldo rekening rugi-laba menjadi nol rupiah

Memindahkan saldo rekening prive ke rekening modal, sehingga


saldo rekening prive menjadi nol rupiah
Contoh Jurnal Penutup

Tgl Nama Akun Debit Kredit

Kas 9.000.000
Ikhtisar Laba-Rugi 9.000.000

Ikhtisar laba-rugi 9.500.000


Beban Sewa 7.500.000
Beban BHP 2.000.000

Modal Rahayu 500.000


Ikhtisar Laba-Rugi 500.000
19.000.000 19.000.000
Jurnal Pembalik (Reversing Entries)

Adalah jurnal kebalikanya dari jurnal


penyesuaian antara lain untuk akun:

a. Beban dibayar di muka


b. Pendapatan diterima di muka
c. Beban yang akan dibayar
d. Pendapatan yang akan diterimac

Contoh dari pada jurnal pembalik


Jurnal Penyesuaian Jurnal Pembalik
(Dr) dibayar di muka (Dr) Beban ..
(Cr) Beban (Cr) . Dibayar di muka
Contoh Soal
1. Akun yang termasuk akun nominal 2. A revenue account (OSN
adalah (SNMPTN 2011) Ekonomi Provinsi 2008)
A. Pendapatan sewa A. Is incresed by debits
B. Biaya dibayar di muka B. Is decresed by credits
C. Persediaan barang dagangan C. Has a normal balance of debit
D. Biaya yang masih harus dibaya di muka D. Is increased by credits
E. Pendapatan bunga diterima di muka E. None of above

3. UD Mandiri pada tanggal 5 April 2009 membayar angsuran bank Rp 400.000 dan
bunganya Rp 80.000, maka pencatatan jurnal umumnya adalah: (UN 2010)
A. Angsuran bankRp 480.000 D. Utang Bank Rp 480.000
Kas Rp 480.000 Kas Rp 400.000
Beban Bunga Rp 80.000
B. Utang bank Rp 400.000
Beban bunga Rp 80.000 E. Kas Rp 400.000
Kas Rp 480.000 Beban bunga Rp 80.000
Utang bunga Rp 480.000
C. Kas Rp 480.000
Utang bank Rp 400.000
Beban bunga Rp 80.000
kelas
12
Akuntansi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang
kegiatannya membeli barang-barang yang tujuannya
untuk dijual lagi

Pada`dasarnya akuntansi perush dagang sama dengan


perush jasa

Perbedaan yang mendasar adalah dibutuhkan rekening


dan prosedur tertentu untuk mencatat pembelian dan
penjualan barang dagangan.

Masalah yang muncul: bagaimana akuntansi terhadap


pembelian barang dagangan
penjualan barang dagangan
retur, potongan, dan biaya angkut pembelian
Aturan Akun
AKUN SALDO NORMA PENAMBAHAN PENGURANGAN
Harta Debit Debit Kredit
Akum. Penyusutan Kredit Kredit Debit
Hutang Kredit Kredit Debit
Modal Kredit Kredit Debit
Pendapatan Kredit Kredit Debit
Beban Debit Debit Kredit
Prive Debit Debit Kredit
Pembelian Debit Debit Kredit
Penjualan Kredit Kredit Debit
Retur Pembelian Kredit Kredit Debit
Potongan Pemb. Kredit Kredit Debit
Retur Penjualan Debit Debit Kredit
Potongan Penju. Debit Debit Kredit
Syarat Pembayaran Perusahaan dagang
Syarat 2/10, Jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10
n/30 hari atau kurang akan mendapatkan potongan 2%
dan pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari
Syarat EOM Harga neto faktur paling lambat dibayar pada akhir
bulan dimana penjualan itu terjadi
n/15 EOM Pembeli harus melunasi utangnya paling lambat 15
hari setelah akhir bulan

Syarat Penyerahan Barang


FOB Shipping Transaksi dilaksanakan di gudang penjual artinya
Point (Franko segala ongkos angkut ditanggung oleh pembeli
Gudang Penjua)
FOB Destination Transaksi dilaksanakan di gudang pembeli artinya
Point (franko segala ongkos angkut ditanggung oleh penjual
Gudang Pembeli)
Jurnal Khusus
Jurnal Mencatat semua transaksi pembelian secara kredit
Pembelian Kolom Debit: Pembelian dan Serba-Serbi
(JPb) Kolom Kredit: Utang Dagang
Jurnal Mencatat Semua transaksi Penjualan secara kredit
Penjualan Kolom Debit: Piutang (sebelah kanan ada kolom syarat)
(JPn) Kolom Kredit: Penjualan -> kedua kolom digabung
Jurnal Mencatat semua transaksi penerimaan yang bersifat
Penerimaan tunai, Retur Pembelian Tunai
Kas Kolom Debit: Potongan Penjualan, Kas
(JKM) Kolom Kredit: Serba-serbi, Penjualan, Piutang dagang
Jurnal Mencatat semua Transaksi pengeluaran secara tunai,
Pengeluaran Retur Penjualan Tunai*
Kas Kolom Debit: Pembelian, Utang Dagang, Serba-Serbi
(JKK) Kolom Kredit: Potongan Pembelian, Kas
Keterengan di jurnal khusus berisi
nama pihak yang bertransaksi
Contoh: Jurnal Pembelian
Debit Kredit
Tgl Ket. Ref Serba-Serbi Utang
Pembelian
Akun Ref Jumlah Dagang
2 Des PT. ABC 2/10,n/30 5000 BHP 400 5400
3 Des CV Pradana EOM 2000 2000
9 Des Fa. Roy 2/10,n/30 1500 1500
8500 400 8900

Jurnal Pengeluaran Kas


Debit Kredit
Akun
Tgl Ref Utang Serba-Serbi Pot.
Di Debit Pembelian Kas
Dagang Akun Ref Jumlah Pemb.
4 Des B. Listrik 100 100
6 Des PT. ABC 5400 108 5292
9 Des CV jor 2000 2000
2000 5400 100 108 7392
Contoh: Jurnal Penjualan
Debit : piutang
Tanggal Akun Yang didebit Syarat
Kredit: Penjualan
2010 3 PD. Ambalat 2/10, n/30 3000
Des 14 Fa Pradana EOM 2000
5000

Jurnal Penerimaan Kas


Debit Kredit
Akun
Tgl Ref Potongan Serba- Piutang
Di krebit Kas Penjualan
Penjualan Serbi Dagang

5 Des Toko Ambalat 60 2940 3000

23 Des Fa. Gogo 2000 2000

Pendapatan
29 Des 100 100
bunga
60 5040 100 2000 3000
Jurnal Penyesuaian
Jenis Akun Jurnal Penyesuaian
Persediaan barang (Dr) Ikhtisar L/R Rp
dagang (Cr) Pers. Barang Dagang awal Rp
menggunakan
pendekatan Ikhtisar
(Dr) Pers. Akhir Barang Dagang Rp.
Laba Rugi (Cr) Ikhtisar R/L Rp
Persediaan (Dr) HPP Rp.
barang dagang (Cr) Pers. Barang Dagang Awal Rp
menggunakan (Cr) Pembelian Rp
pendekatan (Cr) Beban angkut Pemblian Rp
Ikhtisar HPP
(Dr) Pers. Barang Dagang Akhir Rp
(Dr) Retur Pembelian Rp
(Dr) Potongan Pembelian Rp
(Cr) HPP Rp.
Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)
Buku yang dibuat untuk
Buku Besar Pembantu Terdiri:
memerinci bagian dari Harta
Piutang dagang
atau Hutang agar posisi
Hutang dagangan
utang atau Harta tersebut
Barang dagangan
dapat diketahui setiap saat

Nama Perusahaan No:


Tgl Keterangan Ref Debiit Kredit Saldo
Penjualan 4500 4500
Pelunasan 4500 -
Harga Pokok Pembelian

Pembelian Rp 357.450.000,-
Tambah:
Biaya Angkut Pembelian Rp 9.650.000,-
Rp 367.100.000,-
Kurang:
Retur Pembelian Rp 13.700.000,-
Potongan Pembelian Rp 24.600.000,-
Rp 38.300.000,
Harga Pokok Pembelian Rp 328.800.000,-
Penyajian HPP

Persediaan Awal . Rp 157.500.000,-


Tambah:
Pembelian ........ Rp 818.500.000,-
Harga Pokok Tersedia dijual Rp 976.000.000,-
Kurang:
Persediaan Akhir .. Rp 173.500.000,-
Harga Pokok Penjualan Rp 802.500.000,-
Laporan Keuangan (Pendekatan HPP)

Penjualan Bersih:
= Penjualan (Retur Penjualan+Potongan Penjualan)

HPP:
= Persediaan Awal Persediaan Akhir + Pembelian Bersih

Pembelian Bersih:
= Pembelian+Biaya angkut Pemb,-(Retur pemb.+Pot. Pembelian)

Barang Tersedia Untuk dijual (BTUD): Laba Kotor:


= Persediaan Awal + Pembelian Bersih = Penjualan Bersih - HPP

Laba Usaha: Laba Bersih (Setelah Pajak):


= Laba Kotor Beban Usaha = Laba Usaha Pajak
Contoh Soal
1. Persediaan per 1 Januari 2009 Rp 3.250.000 dan per 31 desember 2009 mencatat
persediaan Rp2.500.000 jurnal penyesuaian untuk persediaan akhir barang dagang
dengan pendekatan HPP adalah: (UN 2012)
A. Persediaan barang dagang Rp 2.500.000
HPP Rp 2.500.000
B. HPP Rp 2.500.000
Persediaan barang dagang Rp2.500.000
C. HPP Rp 3.250.000
Persediaan barang dagang Rp3.250.000
D. Persediaan barang dagang Rp 3.250.000
HPP Rp 3.250.000
E. Persediaan barang dagang Rp 750.000
HPP Rp750.000
2. Jurnal Pembelian hanya digunakan untuk
mencatat pembelian (SNMPTN 2011)
A. Tunai
B. Kredit
C. Tunai dan Kredit
D. Tunai dan Potongan Pembelian
E. Kredit dan retur pembelian
Manajemen dan Badan Usaha

Manajemen.

Konsep Manajemen
Istilah manajemen mengandung 3 (tiga)
pengertian, yaitu:

Manajemen Manajemen sebagai Manajemen


kolektivitas orang- sebagai suatu seni
sebagai suatu orang yangmelakukan dan sebagai suatu
proses. aktivitas manajemen. ilmu.
Definisi Manajemen dari para ahli:
Manajemen adalah proses
A.F. Stoner perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengawasan dari
usaha organisasi untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam bukunya Principles of


George F Terry Management, Manajemen adalah suatu
proses untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan terlebih dahulu, melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya.
Definisi Manajemen dari para ahli:
Harold Koontz Manajemen adalah cara mencapai
Cyril ODonnell suatu tujuan tertentu melalui
kegiatan orang lain.

Manajemen adalah suatu seni


Mary Parker Follet untuk melakukan pekerjaan
melalui orang lain

Prof. Dr. A. Sanusi, SH Manajemen adalah suatu sistim tingkah


laku manusia yang kooperatif, yang
dipimpin secara teratur melalui usaha
yang terus menerus dan merupakan
tindakan rasional
TEORI TEORI MENEJEMEN
1. Aliran Klasik, mendefinisikan menejemen sebagai fungsi-fungsi. Tokohnya:
Robert Owen dan Charles Babagge
2. Aliran Menejemen Ilmiah, menekankan pada efesiensi dalam upaya peningkatan
produktifitas. Tokohnya: FW. Taylor, Frank dan Lilian Gilbert, Henry L Gantt,
Harrington Emerson.
3. Aliran Organisasi Klasik, menekankan pada upaya peningkatan produktifitas
kreatifitas dalam bekerja dengan standarisasi, profesionalisme, pendidikan dan
latihan serta penerapan fungsi ekonomi. Tokoh: Henry Fayol, JD. Mooney, M.
Parker F dan CI Barnard.
4. Aliran Hubungan Manusia, menekankan pada efesiensi produksi dan
keharmonisan kerja melalui: pentingnya psykologi antarmanusia, pemahaman
humaniora dan peningkatan kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Tokoh: H.
Munsterberg dan Elton Mayo
5. Aliran Kuantitatif, ciri-cirinya adalah Penerapan operasi menejemen, perlunya
analisa sistem, pemahaman teori pengambilan keputusan dan pentingnya
pemecahan masalah.
6. Aliran Menejemen Modern, berkembang, melalui jalur pengembangan dari
aliran hubungan manusia (prilaku organisasi) dan menejemen ilmiah (aliran
kuantitatif). Tokoh: A. Maslow, D. Mc. Gregor, Fd.Black. Herzberg, Robert
Tujuan Manager dan organisasi

Selain mencapai hasil yang lebih atau surplus, menejer


harus dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif,
dimana anggotanya dapat mencapai tujuan bersama waktu,
uang/materi dan ketidakpuasan kerja seminimal mungkin
dengan sumber daya yang tersedia.

Unsur Manajemen (6 M)

Man (manusia)
Money (uang)
Material (bahan-bahan)
Machines (mesin)
Methods (cara)
Market (pasar)
Pembagian Kerja Otoritas/wewenang
(Division of Labour) (Authority)

Mengutamakan kepentingan Disiplin (Discipline)


bersamadiatas kepentingan
pribadi
Kesatuan Perintah (Unity
Semangat Korps (Esprit of Command)
de Corps)
Prinsip Kesatuan arah (Unity of
Manajemen Direction)
Inisiatif (Initiative) (Henry Fayol)

Kestabilan Staff (Stability Pemberian Upah


of Staff) (Renumeration)

Pemusatan
. Kesamaan (Equity)
(Centralization)

Jenjang Jabatan (The


Tata Tertib (Order)
Hierarchy)
Fungsi Manajemen
Perencanaan (Planning), adalah
proses dasar menejemen untuK
menentukan tujuan dan
langkah-langkah yang harus
dilakukan agar tujuan dapat
dicapai. Perencanaan seorang
menejer diawali dengan 5 W
dan 1 H, yaitu What, Why, Manfaat Perencanaan:
Where, When, Who dan How. 1.Dapat membuat pelaksanaan
tugas dan kegiatan tiap unit akan
terorganisir menuju arah yang
tepat.
2.Dapat menghindari kesalahan-
kesalahan yang mungkin terjadi.
3.Memuat standard atau batas
tindakan dan biaya, sehingga
memudahkan pengawasan
4. Dapat menjadi pedoman
dalam melaksanakan kegiatan.
Organisasi (Organizing), adalah keseluruhan proses pengelompokan orang, alat,
tugas, tanggung jawab dan wewenang, sehingga tercipta satu kesatuan yang dapat
digerakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Fungsi Pengorganisasian:
Unsur Organisasi: a. adanya pendelegasian wewenang dari
a. Sekelompok orang yang top menejemen kepada lower
diarahkan untuk bekerja sama. menejemen
b. Melakukan kegiatan yang telah b. adanya pembagian tugas yang jelas
ditetapkan c. memiliki top menejer yg professional
c. Kegiatan diarahkan untuk untuk mengkoordinasikan seluruh
mencapai tujuan kegiatan

Manfaat Pengorganisasian: Bentuk Organisasi:


a. memungkinkan pembagian a. Organisasi Garis, dimana wewenang
pimpinan langsung ditujukan kepada
tugas sesuai dgn keadaan bawahan, bawahan langsung
perusahaan bertanggung jawab kepada atasan.
b. menciptakan spesialisasi dalam b. Organisasi Fungsional, organisasi yg
melaksanakan tugas disusun berdasarkan sifat dan jenis
c. anggota organisasi mengetahui fungsi yang harus silaksanakan.
tugas dan tanggung jawab yang c. Organisasi Garis dan Staf, sistim
akan dikerjakan organisasi yang memberi wewenang
pada pimpinan untuk memberi
komamdo pada bawahan dan pimpinan
dibantu oleh staf dalam melaksanakan
tugasnya.
3. Pelaksanaan (Actuating), adalah proses mempengaruhi orang lain,
sehingga mereka mau bekerjasama dengan baik sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menggerakan orang-orang
agar bekerjasama dibutuhkan kepemimpinan.

Ada tiga tipe kepemimpinan, yaitu:


A. Otoriter
B. Demokratis
C. Liberal / Bebas

Jenis kegiatan menejer:


A. Board of Manager, yaitu pimpinan organisasi/perusahaan
secara keseluruhan.
B. President of Manager, yaitu memimpin para manager agar
terbentuk Teamwork.
C. Divisions Heads, yaitu pemimpin karyawan diberbagai bidang.
D. Superintendent, General Foreman dan Foreman,
pengawas/memimpin para karyawan agar melaksanakan
pekerjaannya sesuai dengan tujuan organisasi
4. Pengawasan (Controlling), adalah proses untuk
menetapkan apakah suatu pekerjaan sudah
dilaksanakan, serta menilai dan mengoreksi
kesesuaian hasil dengan rencana yang telah
ditetapkan.

Empat langkah dasar dalam pengawasan:


A. Menentuan Standar.
B. Memonitor Kerja
C. Membandingkan hasil dengan standar yang
telah ditetapkan/direncanakan
D. Bila terjadi penyimpangan, harus dicari
penyebabnya dan solusinya.
Bidang-bidang Menejemen:

Perencanaan Sistim Produksi: Perencanaan


lokasi pabrik, Infrastruktur, fasilitas, lingkungan,
standar produksi dan produksi.
Pengendalian Produksi: Pengendalian bahan,
Menejemen harga beli, proses produksi, tenaga kerja,
Produksi. kualitas produksi, biaya dan pemeliharaan alat.
Sistim Informasi Produksi: Struktur produksi,
produk berdasarkan pesanan dan berdasarkan
pasar, advertasi.

Menentukan keputusan investasi tentang


B. :
Menejemen penggunaan dana, Pembelanjaan yang menyangkut
Keuangan masalah sumber dana, Kebijakan deviden tentang
laba apakah akan dibagi atau ditahan.
Bidang-bidang Menejemen:

Seleksi penerimaan dan penempatan pegawai,


Pelaksanaan mutasi, promosi dan pemberhentian,
Menejemen Pemanfaatan sumber tenaga kerja, Pemberian
Personalia kesempatan pendidikan dan pelatihan, Pelaksanaan
pelimpahan wewenang dan tanggung jawab.

Perencanaan perkantoran, Otomatisasi


Menejemen perkantoran, Jasa-jasa perkantoran, Fasilitas fisik
Adminitrasi perkantoran, Pengawasan perkantoran, Personil
perkantoran.
Pembelian dan penjualan, Pengangkutan dan
Menejemen pergudangan, Standarisasi dan pemilihan,
Pemasaran Pembelanjaan dan distribusi, Pembukusan dan
pengepakan, Penanggungan resiko, Informasi
pemasaran.
Badan Usaha

Pengertian Badan Usaha


kesatuan yuridis ekonomis yang tujuannya mencari
keuntungan.
Perusahaan
kesatuan teknis dalam produksi yang tujuannya menghasilkan
barang/jasa.
Perbedaan badan usaha dengan perusahaan
No Aspek Badan Usaha Perusahaan
ukur
1. Tujuan Mencari keuntungan Memproduksi barang dan
2. Fungsi Lembaga tertinggi dalam jasa
mengurus dan mengelola Alat badan usaha untuk
peruhaan mencari keuntungan
3. Bentuk PT, CV, Firma, Koperasi
Pabrik, Toko, Kios dll

a. Sektor ekonomi swasta, yang berorientasi pada keuntungan maksimal


atau BUMS
b. Sektor ekonomi negara, yang berorientasi pada pelayanan dan
perlindungan kepentingan umum dan rakyat banyak atau BUMD
c. Sektor Ekonomi Koperasi, yang berorientasi pada kerjasama untuk
memajukan kepentingan ekonomi dan sosial anggotanya.
ARTI DAN
BUMN danPERAN
BUMD, KE 3adalah
SEKTORlembaga
EKONOMIekonomi yang modalnya berasal dari
negara dengan misi utama memprodiksi barang dan jasa yang penting bagi
negara, dan menguasai hajat hidup orang banyak.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Alasan pemerintah mendirikan BUMN dan BUMD adalah:
1. Memenuhi kepentingan masyarakat umum.
2. Mencegah monopoli swasta
3. Sumber pendapatan pemerintah
Ciri BUMN:
1. Didirikan berdasarkan uu yang berlaku, dimiliki dan dikelola oleh
pemerintah
2. Didirikan dng tujuan melindungi keselamatan dan kesejahteraan
masyarakat
3. Dibentuk untuk melaksanakan kebijakan pemerintah
4. membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat
(publik utility)
5. Menghasilkan barang dan jasa untuk ptmtrintah yang karena
kerahasiaanya or keamanannya tidak diserahkan kepada swasta.
BENTUK BADAN USAHA MILIK NEGARA
BERDASARKAN UU RI NO.19 TAHUN 2003 TENTANG BUMN, BUMN
PERJAN PERUM PESERO
Tujuan utama melayani Tujuan memberi pelayanan Tujuan mencari
kepentingan umum sekaligus kepada masyarakat dan keuntungan
mencari keuntungan mencari keuntungan
Mempunyai fungsi sosial dan Mempunyai fungsi sosial dan Mempunyai fungsi
ekonomi ekonomi komersial dan ekonomi
Permodalan dan pembiayaan Modal keseluruhan adalah Modal berasal dari
termasuk dalam APBN yang milik negara dan dana dari penjualan saham dan
menjadi hak departemen, dirjen pinjaman-pinjaman peranan pemerintah
ataub pemda ybs sebagai pemegang saham
Dipimpin oleh seorang kepala Dipimpin oleh direksi Dipimpin oleh direksi
yanbg merupakan bagian dari
suatu departemen
Status pegawai adalah pegawai Status pegawai adalah Status pegawai adalah
negeri pegawai perusahaan negera pegawai perusahaan
swasta
Bergerak pada jasa jasa vital Bergerak pada jasa jasa vital Bergerak pada usaha jasa

Mendapat fasilitas negara Mendapat fasilitas negara Tidak mendpt fasilitas


negara
Peranan BUMN:
Penyedia barang dan jasa yg penting bagi negara dan menguasai hajat
hidup orang banyak
Pendorong perkembangan sektor swasta dan atau koperasi
Sarana vital yang efektif untuk melaksanakan pembangunan nasional
Agen pembangunan, seluruh daya dan kemampuannya diarahkan pada
pembangunan

JENIS BADAN USAHA:


Berdasarkan kegiatan yang dilakukan: Ekstraktif, Agraris, Industri,
Perdagangan, dan jasa.
Berdasarkan Kepemilikan Modal: BUMN, BUMD, BUMD dan Campuran.
Berdasarkan Wilayah Negara: BU PMDN dan BU PMA.

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), adalah badan usaha yang kepemilikan
modalnya baik seluruhnya atau mayoritas dimiliki oleh swasta baik
perorangan atau kerja sama antar beberapa orang.
Fungsi Badan Usaha:
1. F. Penguasaan, berkaitan dengan tugas memimpin perusahaan.
2. F. Teknis, berkaitan dengan tempat dan pembagian kerja.
3. F. Sosial, berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan pegawai serta
masyarakat sekitarnya
4. F. Keuangan, bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dana
secara efektif dan efesien
5. F. Komersial, berkaiatan dng tujuan mencari laba sebesar-besarnya
Prinsip pengelolaan BUMN:
1. Mengutamakan kepentingan umum (social/product oriented)
2. Keuntungan ditujukan bagi kepentingan masyarakat
3. Selama masih diperlukan, kegiatan harus tetap dijalankan dan jenisnya harus
bersifat tetap.
Prinsip pengelolaan BUMS:
1. Mengutamakan mencari keuntungan (profit oriented)
2. Kegiatan terus dilaksanakan, selama masih memberikan keuntungan bagi
badan usaha
3. Dapat melakukan ekspansi, selama kondisi keuangan masih memungkinkan
dan menguntungkan
4. Dalam kegiatannya harus memperhatikan ketentuan atau peraturan
pemerintah yang berkenaan dengan penyelenggaraan badan usaha
Pertimbangan pemilihan bentuk badan usaha:
1. Modal yang diperlukan
2. Bidang usaha/kegiatan
3. Tingkat resiko yang dihadapi
4. Undang-undang dan Peraturan Pemerintah
5. Cara pembagian keuntungan

Bentuk badan usaha milik swasta: Perusahaan Perseorangan, firma (Fa), Perseroan
Komanditer (CV) dan Perseroan Terbatas (PT).
Bentuk badan usaha lainnya:
A. Gabungan Vertikal, badan usaha yang disatukan karena urutan-urutan
hubungan kegiatan.
B. Gabungan Horizontal, penggabungan dari beberapa badan usaha yang
memiliki kegiatan yang sama untuk tujuan tertentu.
1. Trust, gabungan dari beberapa BU yang dilebur dan disatukan menjadi BU
yang lebih besar dan kuat.
2. Kartel, gabungan dari beberapa BU dengan tujuan tertentu. Ex: kartel
daerah, kartel produksi, kartel harga dll.
3. Holding Company, penggabungan BU dengan cara menguasai sebagian
besar saham dari BU tersebut.
JENIS-JENIS BUMS:
A. BU PERSEORANGAN, BU YG DIDIRIKAN DAN MODALNYA DIMILIKI OLEH
PERORANGAN.
DENGAN CIRI-CIRI:
A. MODAL BERASAL DARI SESEORANG SEBAGAI PEMILIK
B. UMUMNYA SKALA USAHANYA KECIL
C. PENGELOLAANNYA BERGANTUNG KEPADA PEMILIK
D. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DITANGGUNG PEMILIK SENDIRI
KEBAIKAN:
A. ORGANISASINYA SEDERHANA
B. TIDAK ADA UNDANG-UNDANG YANG MENGATUR PENDIRIANNYA
C. SIFAT KERAHASIAAN TERJAMIN
D. SELURUH KEUNTUNGAN MENJADI PEMILIK
E. ADANYA KEBEBASAN BERGERAK
KEBURUKAN:
A. TANGGUNG JAWAB TERHADAP PERUSAHAAN TIDAK TERBATAS
B. BESARNYA PERUSAHAAN TERBATAS, DAN KONTIUNUITAS TIDAK TERJAMIN
C. KEMAMPUAN MENEJERIAL YANG TERBATAS

B. PERSEKUTUAN FIRMA (FA), PERSEKUTUAN ANTARA DUA ORANG ATAU LEBIH


DENGAN NAMA BERSAMA UNTUK MENJALANKAN USAHA, DIMANA TANGGUNG
JAWAB MASING ANGGOTA TIDAK TERBATAS.
Kebaikan Firma:
1. Kemudahan dalam permodalan
2. Segala keputusan merupakan hasil musyawarah
3. Ada pembagian kerja antar sekutu berdasarkan keahlian
4. Kepedulian sekutu terhadap firma cukup besar
Kekurangan Firma:
1. Tanggung jawab sekutu tidak terbatas
2. Kontinuitas hidup firma tidak terjamin
3. Peluang terjadinya perselisihan antar sekutu cukup besar
4. Sulit untuk menarik modal yang sudah diinvestasikan
C .Persekutuan Komaditer (CV), adalah badan usaha yang didirikan oleh
beberapa orang yang terbagi dalam sekutu aktif (sekutukomplementer)
dan sekutu pasif (sekutu komanditer).
Kebaikan CV :
1. Mudah dalam pendirian dan permodalannya
2. Kemampuan mendapatkan kredit lebih mudah
3. Kemampuan manajemen lebih terjamin
Kelemahan CV:
1. Kelangsungan hidup CV sangat tergantung pada sekutu komplementer
2. Sulit menarik modal terutama bagi sekutu komplementer
3. Sebagian sekutu (sekutu koplementer) memiliki tanggung jawab tidak
terbatas
D. Perseroan Terbatas, suatu persekutuan untuk menjalankan
usaha yang modalnya terbagi atas beberapa saham, dan setiap
pemegang saham mempunyai tanggung jawab sebatas saham
yang dimilikinya (UU RI No.1 1995)

Jenis PT: PT tertutup, PT kosong dan PT terbuka.


Jenis-jenis Saham:
1. Saham biasa, saham yang devidennya diterima oleh pemegang
saham apabila perusahaan berlaba (common stock).
2. Saham freferen, saham yang memiliki hak istimewa, antara lain
hak mendapat deviden lebih dulu dari pemegang saham biasa,
serta mendapatkan deviden pada setiap periode.
3. Saham bonus, saham yang diberikan pada pemegang saham
secara cuma-cuma, untuk mengurangi cadangan yang sudah
terlalu besar.
4. Saham pendiri, saham yang diberikan kepada pendiri secara
cuma-cuma.
5. Saham kosong, saham yang dibeli kembali oleh perseroan dari
pemegang saham dan tidak diikutsertakan dalam permodalan
perseroan.
6. Saham atas nama, saham yang tidak dapat dipindahtangankan karena tertera
nama pemilik
7. Saham atas unjuk, saham yang dapat dipindahtangankan.
Hak-hak pemegang saham:
a. Mengumumkan pembagian laba (deviden)
b. Menentukan menejemen yanmg tidak memihak
c. Menyetujui penambahan saham, sebelum saham dijual
d. Meneliti jalannya perusahaan
e. Memilih direksi
Keunggulan PT:
a. Adanya pembatasan tanggungjawab atas utang perusahaan
b. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin
c. Pemilikan saham dapat terjangkau oleh masyarakat kecil
d. Saham mudah diperjualbelikan
e. Mudah menarik modal yang besar dari masyarakat
Kelemahan PT:
a. Biaya pendirian relatif tinggi
b. Harus mengadakan laporan pajak kepada masyarakat
c. Tidk ada alat yg efektif untuk melindungi pemegang saham
Contoh Soal
1. SMA Pelita Harapan memiliki rencana tahunan berupa pentas seni untuk
menyalurkan aspirasi dan bakat seni warga sekolah. Oleh karena itu, dua bulan
sebelum acara dilaksanakan, panitia menyusun dan mengajukan proposal yang
berisi acara seta anggaran penerimaan dan pengeluaran dana kepada kepala
sekolah. Kegiatan yang dilakukan panitia pentas seni SMA Pelita Harapan
merupakan penerapan salah satu fungsi manajemen yaitu: (UN 2011)
A. Forecasting C. Organizing E. Controlling
B. Planning D. Actuating
3. Ditinjau berdasarkan status badan
2. Peranan badan usaha milik hukumnya BUMN yang ada dan
negara (BUMN) dalam beroperasi di indonesia saat ini
perekonomian Indonesia antara berbentuk (OSN Ekonomi Tingkat
lain sebagai (UN 2010) Nasional 2006)
A. Penambah Produksi Nasional A. Perum dan Persero
B. Pelaksana pelayanan publik B. Perjan dan Persero
C. Pemacu pendapatan nasional C. BUMN dan BUMD
D. Sebagai mitra BUMS D. Persero dan PT Terbuka (Tbk)
E. Penanam modal E. BUMN keuangan dan BUMN non
keuangan
Koperasi dan kewirausahaan

Koperasi

Pengertian UU No. 25 Tahun 1992

badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau


badan hukum koperasi, dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat, berdasarkan atas asas
kekeluargaan.
Landasan Koperasi

a. Idiil: Pancasila (Pasal 2), maksudnya setiap kegiatan koperasi harus dapat
mencerminkan nilai2 luhur Pancasila.

b. Struktural: UUD 1945, dasar berpijak koperasi dalam struktur kehidupan


masyarakat.

c. Gerak: UU No.25 Thn 1992 (UU Perkoperasian), ketentuan operasional yang


harus ditaati/dipatuhi oleh semua anggota, pengurus & penyelenggara koperasi
dalam melaksanakan tugas, fungsi & tanggung jawab

d. Mental: Kesetiakawanan & kesadaran pribadi, rasa kesetiakawanan harus diikuti


oleh kesadaran diri untuk maju dan berkembang dalam rangka mencapai taraf
kesejahteraan yang lebih baik

e. Prinsip: pedoman atau acuan yang menjiwai dan mendasari setiap gerak dan
langkah usaha koperasi. Pada dasarnya merupakan jati diri atau ciri khas
koperasi yang dapat membedakan dengan badan usaha lain.
Prinsip
Peran Koperasi
Koperasi
a. Membangun dan mengembangkan
a. Keanggotaan bersifat potensi serta kemampuan ekonomi
sukarela dan terbuka anggota pada khususnya dan masyarakat
b. Pengelolaan dilakukan pada umumnya untuk meningkatkan
secara demokratis kesejahteraan ekonomi dan sosial
b. Berperan serta secara aktif dalam upaya
c. Pembagian SHU adil, sesuai mempertinggi kualitas kehidupan
dengan besarnya jasa manusia dan masyarakat
anggota c. Memperkukuh perekonomian rakyat
d. Pemberian balas jasa yang sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi
terbatas terhadap modal sebagai soko gurunya
e. Kemandirian d. Berusaha untuk mewujudkan dan
f. Pendidikan perkoperasian mengembangkan perekonomian
g. Kerja sama antar koperasi nasional yang merupakan usaha
bersama atas dasar asas kekeluargaan
dan demokrasi ekonomi
Kekuatan yang dimiliki koperasi:
1. Usaha koperasi dibangun atas dasar kepentingan yang sama dari para
anggotanya
2. Selain sebagai pemilik, anggota juga sebagai pelanggan
3. Pendirian Koperasi mempunyai dasar hukum yang jelas dan kuat
4. Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama

Kelemahan:
1. Belum diperolehnya keuntungan kompetitif melalui nama baik koperasi
2. Belum mampu bersaing dengan pelaku ekonomi yang lain, hal ini disebabkan
oleh:
a. masih lemahnya managerial skill yang dimiliki koperasi
b. lemahnya fungsi pengawasan organisasi
c. keterbatasan modal usaha
d. profesionalisme yang rendah
ORGANISASI DAN PENGELOLAAN KOPERASI
Organisasi Koperasi
Struktur organisasi Koperasi dapat dibentuk dari segi internal dan eksternal
organisasi.
Struktur internal organisasi koperasi melibatkan perangkat organisasi antara lain: rapat
anggota, pengurus, pengawas dan pengelola. Diantara rapat anggota, pengurus
dan pengelola terjalin hubungan perintah dan tanggung jawab. Sedang
pengawas hanya memiliki hubungan satu arah, yaitu bertanggung jawab
terhadap anggota.
Bagan struktur internal koperasi:
Anggota Koperasi

Rapat Anggota

Pengurus
Pengawas
Pengelola
Struktur eksternal organisasi koperasi
ini berhubungan dng adanya penggabungan koperasi sejenis pada suatu wilayah
tertentu. Hal ini diperlukan utk pembinaan, pelatihan, kemudahan mendapatkan
modal dan kemudahan lain. Untuk itu dibentuklah: Koperasi Primer, Koperasi Pusat,
Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk.
Struktur eksternal organisasi koperasi

Koperasi Induk

Koperasi Gabungan Koperasi Gabungan Koperasi Gabungan

Koperasi Pusat Koperasi Pusat Koperasi Pusat

Koperasi Koperasi Koperasi Koperasi Koperasi


Primer Primer Primer Primer Primer

Modal Koperasi:
1. Modal sendiri (simpanan pokok, wajib, sukarela, dana cadangan, dan hibah
2. Modal pinjaman (dari anggota, koperasi lain, bank, lembaga keuangan lain, penerbitan obligasi,
surat utang lainnya.
3. Modal penyertaan (modal yang berasal dari pemerintah atau masyarakat)
Faktor yang mempengaruhi kehidupan koperasi:
a. Kesadaran berkoperasi
b. Pengetahuan dan keterampilan pengurus
c. Modal
d. Peranan pemerintah
1. menciptakan iklim yg kondusif bag pertumbuhan dan perkembangan koperasi
2. menjamin ketersediaanya pasar dan kelayakan harga bagi produk koperasi
3. menciptakan organisasi dan menejemen koperasi yang profesional
4. memberikan penyuluhan tentang kesadaran berkoperasi
5. menyediakan modal

Usaha pengembangan koperasi


a. Memberikan penyuluhan tentang koperasi
b. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus
c. Meningkatkan permodalan koperasi
d. Peranan pemerintah
KOPERASI SEKOLAH

ALASAN KEBERADAAN KOPERASI DI SEKOLAH:


1. Salah satu usaha menumbuhkembangkan jiwa koperasi kepada siswa yang
kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa dan negara.
2. Menjadi sarana bagi siswa untuk melihat secara nyata ilmu dan pengetahuan
koperasi khususnya dan ekonomi pada umumnya.
3. Sarana untuk belajar berorganisasi, menumbuhkan toleransi dan
menyuburkan rasa kekeluargaan.

DASAR PENDIRIAN:
1. Surat keputusan Departemen P&K dan Departemen Transmigrasi dan
Koperasi, tertanggal 18 Juli 1972 No.275/KPTS/mentranskop/72.
2. Surat edaran Dir.Jen. Koperasi pada tanggal 31 Mei 1974 No.
717/DK/A/VI/1974
3. Surat Keputusan Bersama antara Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Mentri Dalam Negeri, No.
331/M/SK/10/1984 (oleh Menperindag), No. 126/M/KPTS/X/SK/10/1984
oleh Mentranskop), No. 0477/M/1984 (oleh Mendikbud), dan No. 72/1984
(oleh Mendagri).
4. UU Perkoperasian No. 25 Tahun 1992.
TUJUAN KOPERASI SEKOLAH
1. Mendidik, menanamkan dan memelihara kesadaran hidup bergotong royong dan
rasa setia kawan diantara siswa.
2. Memupuk rasa cinta pada sekolah.
3. Memelihara, mengembangkan dan mempertinggi mutu pengetahuan serta
keterampilan berusaha dalam bentuk koperasi.
4. Menanam dan memupuk rasa tanggung jawab serta disiplin dalam hidup
bergotong royong
5. Memelihara hubungan baik dan saling pengertian diantara siswa
6. Menanamkan dan menumbuhkan rasa harga diri, jiwa demokrasi, berani
berpendapat dan kesamaan derajat.
7. Sebagai sarana belajar dan berkarya, serta sarana untuk mendapatkan alat-alat
kebutuhan siswa.

CIRI KOPERASI SEKOLAH


1. Didirikan dengan surat keputusan beberapa departemen.
2. Koperasi sekolah tidak berbadan hukum, tetapi diakui oleh pemerintah melalui
surat keputusan beberapa menteri.
3. Keanggotaannya mempunyai jangka waktu yang terbatas.
4. Penyelenggaraan koperasi sekolah disesuaikan dengan tugas siswa, sehingga tidak
mengganggu jam pelajaran.
5. Merupakan sarana untuk mendidik siswa menyadari dirinya sebagai mahluk berfikir
dan mahluk sosial.
6. Anggota koperasi sekolah terdiri atas siswa, dan kalau memungkan yang
mengurusnya juga siswa.
KOMPONEN KOPERASI BADAN USAHA LAIN
Tujuan Mensejahterakan anggota pada Mencari keuntungan sebesar-
khususnya dan masyarakat pada besarnya
umumnya
Sifat Keanggotaan Terbuka dan sukarela yang Menurut kriteria yang ditentukan
dilandasi oleh kepentingan olehg pemilik
bersama
Kekuasaan Tertinggi Rapat anggota Rapat umum pemegang saham

Hak Suara Satu anggota memiliki satu suara Ditentukan oleh jumlah saham
yang dimiliki
Permodalan Modal sendiri: dari simpanan Modal sendiri terdiri dari saham-
pokok, simpanan wajib, cadangan saham
dan hibah
Pembagian Laba Berdasarkan jasa para anggota Berdasarkan jumlah
saham/modal
Suku bunga atas modal dibatasi Tidak dibatasi
Pengelolaan Menejemen Bersifat terbuka dan demokratis Bersifat rahasia, kecuali kepada
pihak tertentu
Jenis usaha Berhubungan dengan kebutuhan Berdasarkan kebutuhan pasar
anggota

Dasar keyakinan usaha Mengutamakan kekuatan sendiri Mengutamakan kekuatan modal


SHU ( Sisa Hasil Usaha)

SHU menurut Pasal 45 UU No.25 Tahun 1992


a) SHU Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku
dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam
tahun buku yang bersangkutan.
b) SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding
dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dalam koperasi,
serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan
koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota.
c) Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.

Rumus Pembagian SHU.


Dasar hukumnya adalah Pasal 5 ayat 1 UU No.25 Tahun 1992, isinya:
Pebagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan
modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan
Perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini
Merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan.
SHU ( Sisa Hasil Usaha)
SHU koperasi yang diterima anggota bersumber dari dua kegiatan yang
dilakukan anggota itu sendiri, yaitu:
1. SHU atas jasa modal
2. SHU atas jasa usaha

Rumus
SHU pa = JUA (Jasa Usaha Anggota) + JMA (Jasa Modal Anggota)
SHU pa = VA x JUA + SA x JMA
VUK TMS
Keterangan:
SHU pa : Sisa Hasil Usaha per anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume Usaha Anggota (Total transaksi anggota)
VUK : Volume Usaha Total Koperasi (Total transaksi koperasi)
SA : Jumlah Simpanan Anggota
TMS : Total Modal Sendiri (Simpanan anggota total)
SHU ( Sisa Hasil Usaha)

Prinsip-prinsip pembagian
1) SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota
2) Dilakukan secara transparan
3) Dibayar secara tunai
4) SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan
anggota sendiri

Contoh soal:
1. Koperasi mitra tani selama th 2012 memperoleh SHU sebesar Rp.
150.000.000,-
dialokasikan untuk jasa modal 40% dan untuk jasa simpanan 60%.
Diketahui simpanan seluruh anggota sebesar Rp. 100.000.000,- dan omset
penjualan selama satu tahun Rp. 150.000.000,-
Dari data tersebut tentukan besarnya SHU Ani apabila mempunyai Simpanan
Pokok sebesar Rp. 100.000,- simpanan wajib Rp. 500.000,- dan ia melakukan
pembelian sebesar Rp. 3.000.000,-
Tentukan SHU yang diperoleh Ani
Kewirausahaan

Pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia

Wirausahawan adalah orang yang pandai mengenal produk baru,


menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkan produk baru dan
mengatur permodalan perusahaan.

Encyclopedia of Americana
seseorang yang berani mengambil resiko dengan menyatukan
berbagai fungsi produksi dan menerima imbalan dalam bentuk
laba dari nilai pasar yang dihasilkan
Joseph A. Schumpeter

orang yang selalu mencoba dan melakukan kemungkinan peluang


bisnis yang baru dan belum pernah dicoba sebelumnya.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan
Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
a. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan
kemampuan kewirausahaan.
b. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada
upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan
produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih
besar.

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan


sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki


seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.
Orang yang pandai menangkap peluang dan
berani menanggung resiko, sanggup bekerja
Kesimpulan keras, percaya diri, memiliki bakat untuk
memimpin, haus akan prestasi, berorientasi
pada tugas dan hasil, serta mudah membuat
penyesuaian dalam menjalankan usaha.

Peranan Wirausaha
a. Sebagai salah satu jalan keluar untuk memecahkan masalah
ketenagakerjaan (mengurangi pengangguran).
b. Turut membangun perekonomian nasional dengan tidak
membebani pemerintah dan masyarakat.
c. Meningkatkan pendapatan masyarakat.
d. Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi.
Dari uraian-uraian yang telah Anda pelajari, dapat ditarik suatu kesimpulan
yang lebih rinci bahwa wirausaha memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. berpikir teliti, inovatif dan kreatif;
b. berani mengambil resiko dan percaya pada diri sendiri;
c. berorientasi ke depan;
d. mengutamakan prestasi, tahan uji, tekun dan tidak
mudah menyerah;
e. jujur, bertanggung jawab dan teguh pendirian;
f. memiliki etos kerja tinggi dan tangguh menghadapi
persaingan;
g. membiasakan diri bersikap positif dan selalu
bersemangat dalam setiap pekerjaan;
h. mensyukuri diri, waktu dan lingkungan;
i. selalu berusaha meningkatkan keunggulan dan citra
perusahaan;
j. selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya yang
lebih baik untuk langganan, pemilik, pemasok, tenaga
kerja, masyarakat, bangsa dan negara.
Ciri-Ciri Wirausahawan Sikap Wirausaha:
a. Percaya diri 1. Positive thinking
b. Berorientasi pada tugas dan hasil 2. Think of the future, no
c. Keberanian mengambil resiko the past
d. Kepemimpinan 3. Competitor and survive
e. Berorientasi ke masa depan 4. Want to know / Kepo
f. Orisinil, Kreatif dan Inovatif 5. Always give the best
6. Penuh semangat dan
berjuang keras (inggris ?)

Keterampilan yang perlu dimiliki oleh wirausaha adalah:


1. Keterampilan manajerial (managerial skill)
2. Keterampilan konseptual (conceptual skill)
3. Keterampilan mengelola SDM (human skill)
4. Keterampilan merumuskan masalah (decision making skill)
5. Keterampilan mengelola waktu (time management skill)
6. Keterampilan teknis (technical skill)
Bidang Usaha Informal Bidang Usaha Formal
a. tidak memerlukan modal a. usahanya memiliki izin
besar b. memerlukan modal yang
b. kebanyakan tidak memiliki izin relatif besar
usaha c. adanya keharusan
c. tidak membayar pajak membayar pajak
d. barang yang dihasilkan relatif d. secara umum keuntungan
murah yang diperoleh relatif besar
e. administrasi dan e. pembukuan dilakukan secara
pembukuanya relatif teratur
sederhana

Kemampuan/skill yang harus dimiliki seorang wirausahawan:


a. Soft skill, yaitu keahlian yang meliputi pola pikir, sifat dan tingkah
laku
b. Hard Skill, yaitu berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki
oleh seseorang, seperti ilmu sosial, bahasa, dan kemampuan
berhitung.
Sektor usaha Wirausaha
a. Sektor Formal, antara lain:
1). industri, baik yang menghasilkan barang maupun jasa, mulai dari industri
kecil, sedang sampai besar;
2). perdagangan, baik lokal, nasional maupun internasional;
3). jasa, termasuk bidang pendidikan;
4). Agraris, baik pertanian, perkebunan maupun peternakan dan perikanan.

b. Sektor Informal, antara lain:


1). industri rumah tangga;
2). perdagangan, jasa, agraris dan usaha lain sebagai kegiatan dan usaha
sampingan.
Syarat manjadi Wirausahawan:
Memiliki modal, Mampu menangkap peluang, Mampu melakukan
perhitungan secara matang, Berani mengambil resiko, Memiliki menejemen
waktu, Mau dan mampu bekerja sama, Ada keinginan untuk belajar, Tidak
pernah merasa puas.

Wirausahawan HANDAL, mempunyai semangat, sikap, prilaku dan


kemampuan yang cukup baik untuk dapat memulai, memiliki, dan mengelola
perusahaan yang resikonya tidak besar dan kegiatannya masih sederhana.

Wirausahawan ULET/UNGGUL, mempunyai semangat, sikap, prilaku dan


kemampuan kewirausahaan yang sangat baik untuk dapat mendirikan,
memiliki dan menangani perusahaan yang cukup besar resikonya dan
usahanya cukup kompleks.

Wirausahawan TANGGUH, mempunyai semangat, sikap, prilaku dan


kemampuan kewirausahaan yang sangat baik untuk dapat mendirikan,
memiliki dan menangani perusahaan yang resikonya besar serta kegiatanya
kompleks.
Perilaku Wirausaha:
1. Perilaku secara individu
a. teguh pendiriannya
Langkah menjadi seorang
b. selau yakin dengan apa yang
Wirausaha
dikerjakan
1. Sumber ide bisnis
2. Melihat peluang usaha c. berperilaku profesional,
3. Analisa Peluang usaha komit, disiplin, konsisten, jujur
4. Perencanaan usaha dan terbuka
5. Menjalankan usaha d. optimis
e. berfikir positif
f. Visioner (penuh dengan
rencana)
g. kreatif, inovatif dan yakin
Perilaku secara sosial dan lingkungan pekerjaan:
a. berpenampilan rapi dan disukai setiap orang
b. berperilaku baik sehingga banyak orang yang menyukai
c. senang memotivasi orang lain
d. menjadi teladan bagi yang lain
e. pandai bergaul dan cakap dalam berkomunikasi

Perilaku dalam pekerjaan:


a. orientasi pada tujuan dan tetap berkeinginan kuat pada hasil yang
sempurna
b. workaholic and perfectionist
c. tidak suka menunda pekerjaan
d. haus akan prestasi (excellence)
e. tuntas dalam mengerjakan tugas
f. Energik dan penuh semangat
g. menyukai pekerjaan baru dan menantang
h. kreatif dan inovatif
Perilaku dalam menghadapi resiko:ulu
a. mengevaluasi resiko dan dampaknya d
b. mencari keputusan yang tepat dan optimal
c. tidak takut menghadapi resiko
d. waspada dan antisipatif

Perilaku dalam kepemimpinan/leadership:


a. berani mengambil keputusan
b. hati-hati dalam berperilaku
c. membuat karyawan tenang
d. mempunyai karisma dan berjiwa besar
Contoh Soal
1. Antono adalah seorang siswa di SMA Atas Awan sekaligus sebagai anggota
koperasi di sekolahnya. Pada pertengahan tahun, dia pindah sekolah mengikuti
orang tuanya yang pindah tugas ke luar kota. Pernyataan yang tepat pada kasus di
atas (UN 2011)
A.Keanggotaan Antono di koperasi sekolah tsb dapat dilanjutkan oleh temanya
B. Keanggotaan Antono di koperasi sekolah dapat digantikan oleh siswa baru
C. Keanggotaan Antono di koperasi sekolah dapat diisi siswa lain dengan persetujuan
pengurus.
D. Keanggotaan Antono di koperasi sekolah tersebut berakhir dan tidak dapat diganti
E. Keanggotaan Antono di koperasi sekolah tersebut dapat dilanjutkan sampai tamat
sekolah

2. Ciri-Ciri Berikut yang selalu melekat pada seseorang wirausaha


adalah (SNMPTN 2011)
A. Berani, Rasional, Progresif
B. Hati-hati, Waspada, dan penuh perhitungan
C. Populer, meiliki koneksi luas, dan disegani
D. Mudah bergaul, suka menolong, dan menjadi panutan
E. Cepat tanggap, banyak ide,dan mendahulukan kepentingan orang