Anda di halaman 1dari 13

Investasi Asing

di Indonesia
Manajemen Perpajakan

Dewi Kurniati Airlangga


Muthia Dhuharana C.
Jenis-Jenis Investasi Asing

Jenis-
Jenis
Investasi

Berdasarkan Berdasarkan
Tujuannya Bentuknya

Portofolio Direct Subsidiary Foreign Joint Service Bentuk


Investment Investment Company Branch Venture Contract Lainnya
Investasi Asing yang Bersifat Langsung
(Foreign Direct Investment)
Mengoperasikan Anak Perusahaan (Subsidiary
Company)
Dapat berupa pendirian badan baru (PMA) atau
pembelian sebagian besar saham badan yang sudah
berjalan
Merupakan entitas legal mandiri terpisah dari induk meski
modal dan atau usaha dikendalikan induk, bukan BUT,
tapi WPDN. Jika bertindak sebagai agen atau mewakili
kepentingan induk, berpeluang menjadi BUT.
Mengoperasikan Cabang Perusahaan (Branch)
Merupakan divisi yang didirikan di wilayah geografis
terpisah. Secara hukummerupakan entitas terpisah.
Pengoperasiannya berupa BUT dan status WPLN
Perbedaan Perlakuan Pajak antara
Subsidiary Company dengan Branch
Subsidiary
Company

- Dibentuk atas dasar penyertaan saham


dari induk perusahaan di luar negeri
- Bertatus SPDN
- Penghasilan yang dikenakan pajak di
Indonesia berupa world wide income
- Hubungan dengan induk perusahaan di
luar negeri bersifat Separate Entity
- Dapat melakukan transaksi satu sama lain
dengan induk dengan memenuhi kriteria
harga wajar karena adanya hubungan
istimewa karena memiliki saham >25%
Branch

- Perpanjangan tangan dari KantorPusat di


luar negeri
- Berstatus SPLN
- Penghasilan yang dikenakan pajak di
Indonesia yang bersumber dari dalam
negeri
- Hubungan dengan Kantor Pusat di luar
negeri bersifat Single Entity
- Tidak diperkenankan melakukan transaksi
dengan kantor pusat kecuali transaksi
pembayaran bunga pinjaman
Pengakuan Laba Subsidiary Company
dan Branch
Subsidiary
Company

- Sebagai SPDN, dikenakan pajak bersifat


world wide income.
- PPh Badan dikenakan atas dasar basis
neto (penghasilan dikurangi dengan
deductible expenses), kecuali usaha
tertentu yang pajaknya bersifat final.
- Sisa laba setelah pajak yang dikirim anak
pada induk di luar negeri dikenakan
pajak atas deviden (PPh Psl 26) sebesar
20% atau tarif tax treaty.
Branch

- Merupakan BUT yang berstatus SPLN


- Dikenakan pajak atas penghasilan yang
bersumber dari dalam negeri
- Persentase alokasi biaya kantor pusat pada
BUT di Indonesia adalah sebesar
perbandingan antara omzet BUT dengan
omzet Kantor Pusat
- Pembayaran kepada Kantor Pusat tidak
boleh dibebankan sebagai biaya
- PKP yang dikirim ke kantor pusat dikenakan
Branch Profit Tax/ PPh Pasal 26 sebesar
20%/tarif tax treaty
- Jika tidak dikirim ke kantor pusat di luar
negeri, dibebaskan dari Branch Profit Tax
Faktor yang Harus Diperhatikan Terhadap Tax
Planning pada Investasi Asing
1. Sistem perpajakan di negara tempat investasi
2. Konsep penghasilan yang dianut
3. Tarif PPh Badan
4. Ada tidaknya withholding tax dan tarifnya (khususnya deviden)
5. Ada tidaknya tax holiday atau tax facilities
6. Perbedaan perlakuan perpajakan antara subsidiary dan branch
7. Perbedaan perlakuan perpajakan antara perusahaan domestik dan
PMA
8. Perlakuan perpajakan terhadap joint operation/consortium
9. Perlakuan perpajakan terhadap off-shore service
10. Perlakuan perpajakan terhadap turn key project
11. Sistem depresiasi dan amortisasi
12. Sistem kompensasi kerugian vertikal
13. Besarnya DER
14. Kebebasan repatriasi modal
15. Perlakuan perpajakan atas penjualan saham
16. Control foreign exchange
17. Ketersediaan tax treaty dan tax facilities
18. Perlakuan perpajakan atas hubungan istimewa
19. Sistem foreign tax credit dan VAT
Tambahan untuk FDI :
20. Daftar negative list di BKPM
21. Jumlah transaksi dengan perusahaan di luar negeri
22. Fasilitas perpajakan antara subsidiary company dan branch
23. Faktor non pajak lainnya: politik, keamanan, prasarana
penunjang, akses pasar, dll
Skema Tax Planning pada Anak
Perusahaan

Subsidiary
Company

Pre Tax Post Tax

- Tarif pajak host country > home - Tarif pajak host country < home
country country
- Memaksimalkan biaya yang - Menunda pembayaran deviden
dibayarkan pada parent pada parent company
company PKP kecil dibayarkan saat PKP induk kecil
Bentuk-Bentuk Usaha Awal Sebelum
Mendirikan Anak Perusahaan
1. Mendirikan Kantor Perwakilan Dagang Asing
(TRO)
Kantor hanya untuk promosi produk, pameran, iklan, dan
riset awal sebelum mendirikan pabrik di Indonesia.
Konsumen langsung bertransaksi dengan Kantor Pusat.
Perlakuan Perpajakan:
a. Jika kantor pusat merupakan penduduk negara Treaty
Partner, TRO bukan BUT, tidak dipajaki. Jika penduduk
non treaty partner, dikenakan PPh Pasal 15 atas
penjualan
b. TRO tidak berkewajiban melaporkan SPT PPh Badan
Tahunan, tetapi membuat list of expenses
c. TRO terhutang PPh Potput untuk objek PPh potput
d. Penghasilan karyawan TRO, asing dan lokal,
merupakan objek PPh Pasal 21/26
Bentuk-Bentuk Usaha Awal Sebelum
Mendirikan Anak Perusahaan
2. Mengikat Kontrak Keagenan dengan
Perusahaan Lokal
Konsumen bertransaksi dengan agen. Jika keagenan
bersifat bebas, bukan BUT. Tidak berhak dipajaki.

3. Mengikat Kontrak dengan Pedagang Perantara


Lokal
Pedagang perantara sebagai pembantu promosi.
Konsumen bertaransaksi langsung dengan kantor pusat.
Tidak berhak dipajaki.
Terimakasih