Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK 4:

MUHAMMAD FAUZAN (14642002)


LUTFI ANURAHMAN (14642017)
PEBRI RIKKOT.M (14642018)
MUHAMMAD N . HIDAYAT (14642026)
RIZKY APRYLIANTO S. (14642015)
M REZA PUTRA (14642023)

KETAHANAN NASIONAL DALAM KERANGKA


PERDAGANGAN BEBAS ASIA(MEA)
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi, di tandai oleh era
perdagangan bebas, dimana produk dari suatu negara dengan bebas
dapat masuk dan di perjualbelikan di negara lain. Kenyataan itu tentu
menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing
dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga
tidak terlepas dari tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk
memperbaiki perekonomian, bangsa Indonesia juga ditantang untuk
berjuang menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain.
Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu
memiliki rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kita harus sadar
dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan produksi
luar negeri.
Di era globalisasi ini persaingan begitu ketat dan tajam pada semua
aspek kehidupan. Dibidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa
Timur memungkinkan liberalisme kapitalisme mendominasi dunia. Di
bidang politik, pengaruh negara-negara besar sulit di elakan. Dibidang
ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan produksi lokal terpental. Di
bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak,
senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat.
Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan penguasaan teknologi
persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung
sebagai ancaman.
Dalam kondisi seperti itu, maka hanya orang, masyarakat bangsa
dan negara yang memiliki kualitas sajalah yang berpeluang
memenangkan persaingan tersebut dan kunci untuk mencapai itu
adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan di dukung oleh
teguhnya pendirian, loyal pada bangsa dan negara. Terikat pada
tekad, cinta pada tugas, dan semua itu dilakukan sebagai wujud
cinta pada tanah air.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang kami
ambil dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Pengertian ketahanan nasional dan perdagangan bebas?
Bagaimana membangun ketahanan indonesia saat perdagangan bebas?
Mengenal Perdagangan bebas asia(MEA)?
Dampak MEA bagi indonesia?
1.3 Kegunaan Pembuatan Makalah sebagai berikut :.
Untuk menambah pengetahuan tentang Ketahanan nasional dan
perdagangan bebas.
Untuk mengetahui perkembangan perdagangan bebas di Asia.
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ketahanan nasional dan perdagangan bebas


Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang
baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke
masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau
titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan
masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik
bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang
terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar
maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup
bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan
nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus
serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri
pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar
keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan
geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan
memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah
konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi
dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh
dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan
Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia
merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan
dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan
dan keamanan.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam
menumbuh kembangkan nilai-nilai nasionalnya, demi sebesar-besar
kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sementara
itu, keamanan adalah kemampuan bangsa dan negara untuk melindungi
nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan
ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan
kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa
dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi
dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.atau secara
ringkas dapat diartikan sebagai berikut Ketahanan Nasional adalah
suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta
keuletan dan kemampuan untuk
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam
dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang
datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak
langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam
mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Perdagangan bebas adalah perdagangan antarnegara tanpa kerumitan
birokrasi ,kalau ingin mejual barang diluar negeri,kita bisa menjualnya
dengan mudah .begitupun,sebaliknya pada perdagangan bebas,tak ada
lagi yang dinamakan bea masuk dan bea keluar.semuanya bebas.tak
ada pula yang dinamakan proteksi atau perlindungan barang-barang
dalam negeri terhadap serangan barang-barang luar negeri semua
bekas melakukan perdagangan. Konsep ini sebenarnya hanya
diterapkan di eropa atau amerika,yang mana dikedua benua tersebut
negaranya banyak yang maju,perekonomiannya kuat,serta memiliki visi
dan misi yang sama.
2.2 membangun ketahanan indonesia saat perdagangan bebas
Negara Indonesia sudah sejak lama menjadi menjadi incaran banyak
negara atau bangsa lain, bahkan malah sempat mengalami penjajahan
selama 300 tahun lebih. Kaidah lama politik internasional menjelaskan
bahwa sebuah negara dapat melakukan apa saja untuk mencapai tujuan
nasionalnya, karenanya imperialisme dalam bentuk penjajahan politik
maupun ekonomi terjadi di berbagai kawasan, terutama di Asia dan
Afrika.
Menurut Hans J. Morgenthau, politik internasional adalah sebuah bentuk
perebutan kekuasaan, hal tersebut dilakukan salah satunya demi
kepentingan nasional sebuah negara dan bangsa. Selain melalui politik
internasional, sejatinya sebuah negara memaksimalkan kekuatan yang
ada pada dalam dirinya dalam rangka mencapai tujuan nasional,
misalnya dengan mengkapitalisasi sumber daya alam dan manusianya.
Selain itu, bisa juga dengan melakukan kerja sama internasional non
politik, misalnya kerja sama ekonomi dan sosial kebudayaan.
Ketahanan Nasional
Realitas tersebut kemudian membuat negara berlomba menciptakan
ketahanan nasional bagi dirinya, ketahanan nasional yang diartikan
sebagai upaya untuk bertahan tidak hanya karena adanya ancaman dan
tantangan, tetapi juga ketika mendapatkan kekuatan dan kelemahan.
Ancaman dan tantangan adalah faktor yang berasal dari luar, sedangkan
kelemahan dan kekuatan adalah faktor yang ada pada dalam dirinya
sendiri.
Ketahanan nasional sebuah negara adalah upaya agar negara
tersebut dapat bertahan dan bahkan mencapai kejayaannya,
misalnya dengan keberhasilan mencapai tujuan nasional. Upaya
tersebut harus dilakukan di tengah perubahan yang terjadi pada
lingkungan strategis.
Indonesia sendiri saat ini dikepung oleh tiga lingkungan strategis
sekaligus, yaitu lingkungan strategis global, regional dan nasional.
Dalam konteks global, politik internasional adalah salah satu isu
yang harus diwaspadai, selain tentu saja isu tentang sosial
budaya, ekonomi, sumber daya alam dengan kekhususan pada
bidang energi, pertahanan dan hubungan internasional.
Dalam aspek politik internasional, dunia masih akan disibukkan
dengan isu terorisme yang telah dikampanyekan oleh AS sejak
peristiwa 11 september 2001, program yang kemudian dikenal
dengan istilah Global War On Terorism. Konflik Timur Tengah juga
masih akan menghiasi kolom dunia dalam media internasional.
Politik Internasional juga akan dihiasai dengan persaingan negara-
negara maju dalam meningkatkan kualitas pertahanan militer.
Rusia, China dan AS tercatat sebagai negara yang mengeluarkan
anggaran tinggi dalam kebijakan militer.
Proses globalisasi yang terjadi pada akhirnya memang membuat dinamika
internasional berdampak pada stabilitas nasional, kebijakan publik yang
dikeluarkan pemerintah sebaiknya adalah wujud respon proaktif atas dinamika
dunia internasional tersebut.
Selain lingkungan strategis global, Indonesia juga harus secara aktif
mewaspadai perubahan pada lingkungan strategis regional. Indonesia berada
pada dua kawasan yang berdampingan, asia tenggara dan asia pasifik. Di
kawasan ini, beberapa negara mulai mengalami kemajuan yang berarti,
misalnya jepang, Taiwan, Korea Selatan dan China.
Akan tetapi, kemajuan tersebut menyisakan konflik tradisional tentang
kedaulatan beberapa negara, seperti di Laut Cina Selatan. Konflik yang pada
akhirnya memunculkan ketegangan dan persaingan militer.
Kawasan asia tenggara juga masih menyisakan konflik tradisional, warisan dari
perang dingin. Konflik antar negara yang mempunyai ideologi blok timur,
dengan negara yang mempunyai kedekatan dengan AS dan Inggris. Konflik
tersebut dapat berwujud dalam konflik multilateral, seperti konflik Laut Cina
Selatan, atau konflik yang bersifat bilateral sesama anggota ASEAN.
Hubungan internasional di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik juga dihangatkan
dengan kerja sama multilateral di bidang ekonomi dan perdagangan bebas,
kerja sama negara-negara di ASEAN dengan beberapa negara lainnya yang
berada di luar kawasan Asia Tenggara. Sebut saja misalnya kerja ASEAN-India,
atau ASEAN-China dan ASEAN-Korea. Di kawasan Asia Tenggara saja, pada
tahun 2015 ini resmi akan diberlakukan Asean Economic Community (AEC) atau
yang biasa disebut dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Masih banyak isu
lain di kawasan ini, sebut saja perihal penindasan atau diskriminasi kelompok
minoritas, serta masuknya para imigran asing.
Lingkungan strategis terakhir yang akan dihadapi oleh Indonesia adalah
lingkungan strategis dalam dirinya sendiri, yaitu lingkungan strategis
nasional. Indonesia telah banyak mengalami perubahan pada beberapa
aspek, perubahan yang baru saja terjadi pada aspek politik adalah
suksesi kepemimpinan nasional.
Indonesia juga mengalami peningkatan dalam penggunaan teknologi
informasi, mulai menjadi masyarakat yang terhubung satu dengan yang
lainnya, menjadikan sosial media sebagai salah satu sarana pergaulan
dengan sesama. Peningkatan penggunaan teknologi informasi bisa
berdampak positif, sekaligus negatif, tinggal lagi bagaimana pemerintah
menyikapinya.
Ledakan jumlah penduduk memang menjadi masalah tersendiri, walau
sejatinya penduduk adalah sumber daya yang paling berharga. Ledakan
penduduk yang tidak diiringi dengan peningkatan kualitas berakibat
pada munculnya banyak pengangguran, apalagi didorong dengan
sedikitnya ketersediaan lapangan pekerjaan.
Akan tetapi Indonesia juga harus berbangga hati, karena dalam
beberapa waktu ke depan, indonesia akan menikmati bonus demografi.
Bonus demografi adalah istilah untuk menyebut sebuah fenomena
kependudukan, yaitu ketika penduduk usia produktif di sebuah negara,
jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah penduduk usia non
produktif.
Masih banyak terdapat beberapa ancaman maupun tantangan yang
terdapat dalam lingkungan nasional indonesia, misalnya keragaman
sosial budaya yang sebenarnya merupakan modal sosial yang berharga.
Akan tetapi, karena jika tidak dikelola dengan baik, keragaman tersebut
justru menjadi alasan bagi terjadi nya beberapa konflik horizontal. Belum
lagi konflik vertikal yang disebabkan oleh dinamika politik nasional.
Perlu diingat juga bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki
potensi bencana yang cukup besar, negara ini merupakan tempat
pertemuan 3 lempeng besar dunia; Indo Australia, Asia dan Eurasia.
Pertemuan lempeng yang mengakibatkan terbentuknya zona subduksi
aktif yang menyebabkan terbentuknya deretan gunung api dari
sepanjang sumatera, jawa dan berakhir di kepulauan Sulawesi.
Membangun Ketahanan Nasional Indonesia
Selain berbicara tentang kekuatan yang ada pada diri sebuah negara,
ketahanan nasional, seperti yang disampaikan oleh Prof Wan Usman,
juga berbicara tentang kekuatan yang harus dimiliki oleh sebuah negara
untuk mencapai cita-cita bangsa. Seperti yang sedikit dijelaskan di atas,
Indonesia sesungguhnya mempunyai kekuatan dan juga sekaligus
kelemahan.
Indonesia harus berfokus pada kekuatan, jangan hanya menangisi
kelemahan. Kekuatan dan kelemahan adalah paket dari sebuah takdir
yang tidak bisa dihindari, mereka adalah sesuatu given, keberadaannya
hadir begitu saja.
Ketahanan Nasional Indonesia akan terwujud jika tercipta kehidupan
nasional yang ulet dan tangguh, keuletan dan ketangguhan yang berisi
kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam mengatasi
Ancaman, Gangguan, Tantangan, serta Hambatan (AGTH), baik yang berasal
dari dalam maupun luar.
Harus ada integrasi atau kerja sama antara semua stake holder dalam
menciptakan ketahanan nasional indonesia, tidak hanya pemerintah saja.
Akan tetapi, pemerintah adalah institusi yang paling bertanggung jawab
untuk memastikan terjadinya integrasi atau kerja sama tersebut. karena itu
diperlukan pemerintah yang mempunyai kepemimpinan yang kuat sekaligus
demokratis, mempunyai kekuatan artinya mempunyai kapasitas
kepemimpinan yang unggul, sedangkan kepemimpinan yang demokratis
adalah kepemimpinan yang mampu menciptakan masyarakat yang berdaya.
Pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang mampu hadir dalam
setiap konflik yang terjadi di masyarakat, pemerintahan yang mampu
memastikan keadilan selalu berdiri. Pemerintahan yang kuat jangan
didefinisikan sebagai pemerintah yang menghegemoni kehidupan
masyarakat, karena negara menurut Schmandt seharusnya hadir dalam
rangka mewujudkan dan melindungi kepentingan masyarakat dan individu.
Kepemimpinan negara yang demokratis diperlukan untuk
memastikan bahwa negara tidak justru menjadi Leviathan yang
menjadi penindas bagi rakyat, jangan sampai terjadi penyerapan
individu ke dalam negara. Untuk itu, menurut Fahri Hamzah, perlu
dilakukan pengembangan terhadap lembaga-lembaga sosial
masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai Pressuse Group,
tetapi juga mampu melakukan transformasi terhadap masyarakat
dalam semua aspeknya.
Transformasi tersebut yang pada akhirnya membuat masyarakat
menjadi berdaya secara ideologi, politik, ekonomi, sosial dan
budaya. Keberdayaan masyarakat tersebut diharapkan mampu
menciptakan keamanan, serta menjadi potensi berharga dalam
aspek pertahanan. Seperti yang diketahui, dalam sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta, masyarakat menjadi
aktor atau pelaku utama.
Akhirnya kita berharap bahwa dengan keberadaan pemerintah
yang kuat serta hadirnya masyarakat yang berdaya, ketahanan
nasional tidak hanya menjadi cita-cita saja, tetapi menjadi kondisi
yang bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa. Dengan terciptanya
kondisi tersebut, Indonesia kemudian diharapkan mampu menjadi
pemimpin dalam lingkungan strategis global, menjadi pemimpin
bagi dunia internasional.
2.3 Mengenal perdagangan bebas asia(MEA)
MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya
system perdagaangan bebas antara Negara-
Negara asean. Indonesia dan sembilan negara anggotaASEAN lainnya telah
menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atauASEAN
Economic Community (AEC).Pada KTT di Kuala Lumpur pada Desember 1997
Para Pemimpin ASEAN memutuskanuntuk mengubah ASEAN menjadi kawasan
yang stabil, makmur, dan sangat kompetitif dengan perkembangan ekonomi
yang adil, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangansosial-ekonomi.Pada
KTT Bali pada bulan Oktober 2003, para pemimpin ASEAN menyatakan
bahwaMasyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tujuan dari integrasi
ekonomi regional pada tahun 2020, ASEAN Security Community
dan Komunitas Sosial-Budaya ASEAN dua pilar yang tidak terpisahkan dari
Komunitas ASEAN. Semua pihak diharapkan untuk bekerjasecara yang kuat
dalam membangun komunitas ASEAN pada tahun 2020
mendatang.Selanjutnya, Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN yang
diselenggarakan pada bulanAgustus 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia, sepakat
untuk memajukan Masyarakat EkonomiASEAN (MEA) dengan target yang jelas
dan jadwal untuk pelaksanaan.Pada KTT ASEAN ke-12 pada bulan Januari
2007, para Pemimpin menegaskankomitmen mereka yang kuat untuk
mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN padatahun 2015 yang diusulkan
di ASEAN Visi 2020 dan ASEAN Concord II, danmenandatangani Deklarasi Cebu
tentang Percepatan Pembentukan Komunitas ASEAN padatahun 2015 Secara
khusus, para pemimpin sepakat untuk mempercepat pembentukanKomunitas
Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 dan untuk mengubah ASEAN menjadi
daerahdengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja
terampil, dan aliran modalyang lebih bebas.
2.4 Dampak MEA bagi Indonesia
Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena
hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tida
k ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang
pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia.Di sisi lain, muncul
tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan
homogenitaskomoditas yang diperjualbelikan, contohnya untuk
komoditas pertanian, karet, produk kayu,tekstil, dan barang elektronik
(Santoso, 2008). Dalam hal ini competition risk akan muncul dengan
banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke
Indonesia yangakan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan
produk-produk luar negri yang jauhlebih berkualitas. Hal ini pada
akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara
Indonesia sendiri.Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim
yang mendukungmasuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat
menstimulus pertumbuhan ekonomimelalui perkembangan teknologi,
penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber dayamanusia
(human capital ) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.
Meskipun begitu,kondisi tersebut dapat memunculkan
exploitation risk .Indonesia masih memiliki tingkatregulasi yang kurang
mengikat sehingga dapat menimbulkan tindakan eksploitasi dalam
skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan
asing yang masuk keIndonesia sebagai negara yang memiliki jumlah
sumber daya alam melimpah dibandingkannegara-negara lainnya.
Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang
dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan
regulasi investasi yangada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga
kondisi alam termasuk ketersediaansumber daya alam yang terkandung.Dari
aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para
pencarikerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai
kebutuhan akan keahlianyang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi
keluar negeri dalam rangka
mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan
tertentu. MEA jugamenjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan
untuk mencari pekerja terbaiksesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam hal
ini dapat memunculkan risiko ketenagakerjaan bagi Indonesia. Dilihat dari sisi
pendidikan dan produktivitas Indonesiamasih kalah bersaing dengan tenaga
kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, danThailand serta fondasi industri
yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat
keempat di ASEAN (Republika Online, 2013).Dengan hadirnya ajang MEA ini,
Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkankeunggulan skala ekonomi
dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namundemikian,
Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan
muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk
professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi
agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yangmuncul dengan tepat. Selain itu,
kolaborasi yang apik antara otoritas negara dan para pelakuusaha diperlukan,
infrastrukur baik secara fisik dan sosial(hukum dan kebijakan) perludibenahi,
serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja
dan perusahaan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya
menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
ketahan nasional adalah merupakan suatu kondisi dinamis suatu
bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan
untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala
macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik
yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang
tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas,
identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Di Tahun 2015 ini segala sesuatu aspek kehidupan yang ada bersaing
begitu ketatnya. Dari mulai aspek ekonomi, politik, sosial budaya,
pendidikan dan lain-lain.
Seperti yang kita ketahui era globaliasi ditandai dengan adanya
perdagangan bebas dimana produk dari suatu negara dengan bebas
dapat masuk dan di perjualbelikan di negara lain. Kenyataan itu tentu
menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing
dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga
tidak terlepas dari tantangan itu. Untuk mampu bersaing dengan negara
lain. Tapi sayang sekali hal ini tidak didukung oleh sebagian masyarakat
Indonesia, karena pada dasarnya mereka lebih tertarik terhadap produk
impor yang menurut mereka berkualitas dan tentu saja mempunyai nilai
prestise. Dari hal ini juga bisa kita lihat betapa minimnya identitas
perekonomian mengenai perdagangan.
Padahal produk buatan Indonesia pun juga bisa bersaing dengan produk
Luar negeri. Walaupun terkadang sangat disayangkan sekali beberapa
produk yang kita buat merupak produk hasil contekan dengan produk
luar negeri. Karena hal ini pun juga didukung dengan keinginan
masyarakat Indonesia yang ingin mempunyai produk import tersebut
dengan harga yang lebih murah.
Hal ini memang sangatlah memprihatinkan dimana masyarakat masih
belum mempercayai kualitas produk Indonesia karena kurangnya
pemahaman kita terhadap ketahanan nasional. Padahal jika kita sering
membeli produk impor sama saja seperti kita mengasih makanuntuk
orang luar negeri. Sedangkan negara kita saja masih banyak sekali yang
harus dibantu dibandingkan dengan mereka yang dominannya
merupakan negara maju.
Jadi, mulai dari sekarang mari kita wujudkan ketahanan nasional dari
kuatnya ketahanan nasional dengan menjaga identitas sosial. Hal ini
dapat kita mulai dari hal-hal sederhana yang kita bisa lakukan sehari-
hari, seperti berbicara bahasa Indonesia yang baik dengan benar. Agar
bisa menjauhkan kita dari efek negatif era globalisasi yang bisa
menggoyahkan Ketahanan Nasional.
3.2 Saran
Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan rencana jangka panjang
yang solid danmenyeluruh. Kebijakan industri, perdagangan, investasi,
tenaga kerja dan infrastuktur harussegera disusun dengan baik agar
inefisiensi dan ekonomi dengan biaya tinggi(high costeconomy)dapat
dikurangi dan mencapai ekonomi yang berdaya saing dalam
Perdagangan bebas MEA2015.Selain prioritas disisi institusi dan
penegakan hukum, perbaikan sumber daya manusiadan pembangunan
infastruktur, kebijakan-kebijakan yang seharusnya tidak perlu
dilakukan,seperti subsidi yang tidak tepat sasaran dan pemberian
bantuan langsung yang tidak meratatidak perlu dilakukan lagi.
Akan tetapi pengembangan pemikir-
pemikir ekonomi nasional harusnya juga melihatinvestasi yang
berlebihan dari pihak asing, apalagi dengan kenaikan BI rate
kemarinmembuka mata Indonesia bahwa ketergantungan akan modal
asing akan dapatmemberikan dampak buruk apabila dana asing ditarik
kembali ke daerah asal mereka yangbisa terjadi tiba-tiba. Naiknya
peringkat Indonesia menjadi investment grade akan menyebabkan
distorsi ekonomi makin menjadi-jadi. Dalam jangka pendek tentu
akanmeningkatkan harga aset Indonesia, namun dalam jangka panjang
ekonomi Indonesia akan lebih rentan akan krisis baik itu dipicu isu
eksternal ataupun domestik, sementara harga yang harus dibayar
karena krisis akan lebih besar.
.
Indonesia harus segera berbenah dalam
menyongsong perdagangan bebas di asia tahun
2015, bergeraksecepat mungkin untuk maju
meninggalkan ketertinggalan disemua lini mau
tidak mau harusdilakukan oleh semua pihak baik
pemerintah dan masyarakat. Persoalan-persoalan
yangsering menimbulkanhigh cost economy
seperti logistik dan distribusi, birokrasi,
infrastrukturdan teknolgi harus segera dibenahi,
sebab tanpa perubahan ekonomi Indonesia
akantumbuh hanya 5% sampai dengan 2025,
jauh dari harapan dengan mulai dibukanya MEA
di 2015