Anda di halaman 1dari 13

Cold Chain (Rantai Dingin)

Marco Budi Utomo


Dinar Ayu Pravitaningsih
Dinda Ana Nur
Febrry Indah Ekacipta
Tika Rizki
Definisi Cold Chain (Rantai Dingin)
Rangkaian sejuk (Cold Chain) adalah satu system untuk
penyimpanan dan penghantaran vaksin dalam keadaan
dari pada pengeluar sehingga kepada individu yang
diimunisasikan.
Rantai dingin merupakan cara menjaga agar vaksin
dapat digunakan dalam keadaan baik atau tidak rusak,
sehingga mempunyai kemampuan atau efek kekebalan
bagi penerimanya. Jika vaksin di luar temperatur yang
dianjurkan maka akan mengurangi potensi
kekebalannya.
Rantai Dingin Imunisasi
Rantai vaksin atau Cold Chain adalah Pengelolaan
vaksin sesuai dengan prosedur untuk menjaga vaksin
tersimpan pada suhu dan kondisi yang telah
ditetapkan. Rantai dingin imunisasi terdiri dari:
1. Peralatan Rantai Vaksin
2. Pengelolaan Vaksin
3. Pemeriksaan Vaksin dengan Uji Kocok
1. Peralatan Rantai Vaksin

Peralatan rantai vaksin adalah seluruh peralatan


yang digunakan dalam pengelolaan vaksin sesuai
dengan prosedur untuk menjaga vaksin pada suhu
yang telah ditetapkan. Sarana rantai vaksin atau cold
chain dibuat secara khusus untuk menjaga potensi
vaksin dan setiap jenis sarana cold chain mempunyai
kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2. Pengelolaan Vaksin

Pengelolaan vaksin terdiri dari:


a. Penerimaan /pengambilan vaksin (transportasi)
b. Penyimpanan Vaksin
c. Pemantauan Suhu
3. Pemeriksaan Vaksin dengan Uji
Kocok
Bila vaksin tersebut beku maka untuk meyakinkan
apakah vaksin masih layak atau tidak untuk
digunakan maka dilakukan pemeriksaan dengan Uji
Kocok (Shake Test).
Langkah-Langkah shake test
a. Periksa freeze watch, freeze tag, catatan/grafik suhu
lemari es untuk melihat tanda-tanda bahwa suhu
lemari es tersebut pernah turun di bawah titik beku.
b. Freeze watch : Apakah kertas absorban berubah
menjadi biru.
c. Bila menggunakan freeze tag : Apakah tanda telah
berubah jadi tanda X.
d. Termometer : Apakah suhu turun hingga di bawah
titik beku ?
e. Bila salah satu atau ketiga jawabannya YA.
Kerangka konsep
1. Karakteristik : petugas
- umur
- masa kerja Penglolaan rantai dingin
- pengalaman pelatihan vaksin
- pendidikan
2. Sarana
- kulkas / mini frezeer
- cool box
- cold pack
- freeze tag
- thermometer
3. Penyimpanan vaksin
Pengawasan pimpinan
- suhu lemari es
puskesmas
- jarak antara lemari es
dengan dinding
belakang/lemari es lain
- susunan vaksin
- pemantauan suhu
Peralatan Rantai Dingin

Variabel Definisi Operasional


Lemari es/freezer Alat yang digunakan untuk menyimpan
vaksin dalam jumlah banyak, dianjurkan
pintu membuka ke atas lebih dianjurkan
untuk menyimpan vaksin

Cold box/ Alat yang digunakan untuk membawa


vaksin dalam jumlah sedikit berukuran
lebih besar, dengan ukuran 40-70 liter,
dengan penyekat suhu dari poliuretan,
selain menyimpan vaksin sementara
Cold pack Cold pack berisi air yang dibekukan dalam
suhu -15C sampai dengan -25C selama 24
jam
Lanjutan
Thermometer Alat untuk memantau suhu lemari es
atau frezeer
Thermos Tempat yang digunakan untuk membawa
vaksin ke lapangan atau posyandu, yang
dilengkapi dengan cool pak minimal 4
buah
Suhu Frezeer/lemari es Suhu +2c - +8c
Susunan vaksin dalam lemari es Susunan vaksin dalam frezeer vaksin
hidup dekat dengan bagian yang paling
dingin, sedangkan vaksin mati jauh dari
bagian yang paling dingin, dengan jarak
antara kotak vaksin minimal 1-2 cm atau
satu jari tangan agar terjadi sirkulasi darah
yang baik.
Pemantauan suhu Pencatatan suhu vaksin dalam frezeer 2
kali sehari pada grafik suhu yaitu pada
saat datang pagi hari/ pada saat pulang
siang atau sore hari
Penyimpanan vaksin
Distribusi
Pengertian distribusi disini adalah tranportasi
atau pengiriman vaksin dari pusat ke provinsi,
dari provinsi ke kabupaten/kota, dari
kabupaten/kota ke puskesmas dan dari
puskesmas kebidan desa atau posyandu.
Distribusi vaksin baik jumlah maupun maupun
frekuensi nyaharus disesuaikan dengan volume
vaksin dimasing-masing provinsi serta biaya
transportasinya.