Anda di halaman 1dari 14

*

Nama Kelompok :
1. Angga Nurrizkiansyah
2. Tito Rahmad D
3. Ramayanti
4. Hayati
5. Ummi Esteria M
Kemajuan pengetahuan dan teknologi di
bidang kesehatan berdampak besar
terhadap peningkatan mutu pelayanan
keperawatan. Pelayanan keperawatan yang
dilaksanakan oleh tenaga profesional,
dalam melaksanakan tugasnya dapat
bekerja secara mandiri dan dapat pula
bekerja sama dengan profesi lain.

*
Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu dan
segala kejadian menuju pada tujuan tertentu.

Teleologi mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan


tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan
akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu

Dalam arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis


mengenai bukti perencanaan, fungsi, atau tujuan di alam
maupun dalam sejarah.

*
*Menjelaskan fenomena berdasarkan akibat yang dihasilkan atau
konsekuensi yang dapat terjadi.
Menekankan pada pencapaian hasil dengan kebaikan
maksimal dan ketidakbaikan sekecil mungkin bagi manusia
(Kelly, 1987).
Dapat dibedakan menjadi:
1) rute utilitarianisme, berprinsip bahwa manfaat atau nilai suatu
tindakan tergantung pada sejauh mana tindakan tersebut
memberikan kebaikan atau kebahagiaan pada manusia.
2) Act utilitarianisme, tidak melibatkan aturan umum tetapi
berupaya menjelaskan pada suatu situasi tertentu dengan
pertimbangan terhadap tindakan apa yang dapat memberikan
kebaikan sebanyak-banyaknya dan ketidakbaikan sekecil-
kecilnya.
Dalam dunia etika, teleologi bisa diartikan sebagai
pertimbangan moral akan baik buruknya suatu tindakan
dilakukan.
Ketika hukum memegang peranan penting, bukan berarti
teleologi mengacuhkannya
Betapapun salahnya sebuah tindakan menurut hukum, tetapi
jika itu bertujuan dan berakibat baik, maka tindakan itu dinilai
baik.
Ajaran teleologis dapat menimbulkan bahaya menghalalkan
segala cara. Dengan demikian tujuan yang baik harus diikuti
dengan tindakan yang benar menurut hukum

*
Teleologi kemudian dieksplorasi oleh Plato dan
Aristoteles , dengan Santo Anselmus, dan kemudian
oleh Immanuel Kant dalam bukunya Critique
Penghakiman . Itu penting untuk filsafat spekulatif
Hegel .
*Suatu hal, proses atau tindakan teleologis ketika demi
akhir, yaitu, telos atau menyebabkan akhir
*Suatu hal atau tindakan memiliki finalitas ekstrinsik
bila demi sesuatu yang eksternal pada dirinya sendiri.
*Suatu hal atau tindakan memiliki finalitas intrinsik
bila demi sesuatu yang tidak eksternal untuk dirinya
sendiri.
Dalam ilmu pengetahuan modern teleologis yang sengaja dihindari,
karena apakah mereka benar atau salah diperdebatkan berada di luar
kemampuan persepsi dan pemahaman manusia untuk menghakimi. Beberapa
disiplin ilmu, terutama dalam biologi evolusi, masih cenderung menggunakan
bahasa yang muncul teleologis ketika mereka menggambarkan kecenderungan
alami terhadap kondisi akhir tertentu, tetapi argumen ini dapat selalu diulang
di non-teleologis bentuk.
* Suatu fenomena dan akibatnya
* Pendekatan ini dihadapkan pada konsekuensi dan keputusan etik
* Membenarkan secara hukum tindakan atau keputusan yang diambil untuk
kepentingan medis
* Pendekatan ini selalu digunakan dalam menghadapi masalah medis .
* Dalam pendekatan telelologi,semua tindakan atau keputusan dapat
dibenarkan secara hukum bila dilakukan untuk kepentingan medis.
Dalam filsafat moral kontemporer, deontologi adalah
salah satu jenis teori normatif tentang yang pilihan secara
moral diperlukan, dilarang, atau diperbolehkan.
Teori deontologi menilai moralitas dari pilihan dengan kriteria
yang berbeda dari negara urusan pilihan-pilihan membawa.

*Deontologi ada 5 prinsip:


*Kemurahan hati
*Keadilan
*Otonomi
*Kejujuran
*Ketaatan

*
*Kant berpendapat bahwa benar atau salahnya tindakan bukan
ditentukan oleh hasil akhir atau konsekuensi dari suatu
tindakan, melainkan oleh nilai moral tindakan tersebut.
*Kant berpendapat bahwa prinsip moral atau yang terkait dengan
tugas harus bersifat universal, tidak kondisional, dan imperatif.
Dua aturan yang diformulasikan oleh kant:
*Manusia harus selalu bertindak sehingga aturan yang
merupakan dasar berperilaku dapat menjadi suatu hukum moral
universal.
*Manusia tidak boleh memperlakukan orang lain secara
sederhana sebagai suatu makna, tetapi harus sebagai hasil akhir
terhadap dirinya sendiri.
Etika deontologi adalah sebuah pendekatan untuk etika bahwa para
hakim moralitas dari suatu tindakan berdasarkan kepatuhan tindakan
untuk aturan atau aturan. Deontologists melihat aturan dan tugas.
*Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
*Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan
berdasarkan kewajiban
*Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya
tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik
yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti
kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.
*Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal
yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap
hormat pada hukum moral universal.

*
Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sebagai perintah tak
bersyarat (imperatif kategoris), yang berarti hukum moral ini
berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.
Perintah Bersyarat adalah perintah yang dilaksanakan kalau orang
menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu
merupakan hal yang diinginkan dan dikehendaki oleh orang
tersebut. Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yang
dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa
mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah
akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tersebut atau tidak.
*Dan dalam domain tersebut, deontologists - orang yang
berlangganan teori deontologi moralitas - berdiri dalam oposisi
terhadap consequentialists.
*Adalah merupakan suatu teori atau study tentang kewajiban
moral atau pendekatannya didasarkan pada kewajiban moral
*Moralitas dari suatu keputusan etis yang sepenuhnya terpisah
dari konsekuensinya
*Seorang perawat berkeyakinan bahwa menyampaikan suatu
kebenaran merupakan suatu hal yang sangat penting dan
tetap harus disampaikan.
* Contoh penerapan deontologi:
* Perawat yang yakin bahwa klien harus diberi tahu yang sebenarnya
terjadi meskipun kenyataan tersebut menyakitkan.
* Perawat harus menyampaikan suatu kebenaran mengenai kondisi
pasiennya tanpa peduli apakah hal itu akan mengakibatkan orang lain
tersinggung atau bahkan syok.
* Perawat menolak membantu pelaksanaan abortus karena keyakinan
agamanya yang melarang tindakan membunuh.
* Perbedaan 2 pendekatan pada kasus sebagai berikut :
* Telelogik : mungkin mempertimbangkan bahwa tujuan
menyelamatkan kehidupan ibu, hal yang dibenarkan dalam tindakan aborsi.
* Deontologik : secara moral terminasi kehidupan merupakan hal yang buruk
untuk dilakukan.
* Pendekatan ini dilakukan tanpa menentukan keputusan
*