Anda di halaman 1dari 13

MODUL TEKNIK KOROSI KE 13

OLEH
IR. LUBENA, M.T
Materi & Pokok Bahasan
Menjelaskan tentang ; Proses pengendalian dengan cara
memperlambat kecepatan korosi
prinsip dasar inhibitor, dikarenakan terbentuknya lapisan film
cara kerja inhibitor, pada permukaan material.
jenis-jenis inhibitor, Selain itu inhibitor dapat berfungsi
mengurangi atau bahkan hampir
faktor-faktor yang mempengaruhi, menghentikan korosi dengan sempurna
melalui aksinya mengurangi laju oksidasi
struktur proteksi dari inhibitor. maupum reduksi atau keduanya.
Penggunaan inhibitor dikatakan efektif
apabila :
1. Dapat melindungi logam dari serangan
korosi pada konsentrasi rendah.
2. Tidak menyebabkan timbulnya deposit
(kerak) pada permukaan logam
MACAM MACAM INHIBITOR
Berdasarkan fungsi kerja inhibitor dapat dikelompakkan atas 3 jenis yaitu :

Inhibitor anodick.

Inhibitor katodik.

Inhibitor adsorpsi.
Yang dimaksud inhibitor anodik yaitu :
Inbitor yang meningkatkan polarisasi
anoda melalui reaksi dengan ion-ion logam Yang pertama membutuhkan oksigen
Yang kedua dapat berfungsi sebagai
yang terkorosi untuk menghasilkan selaput terlarut untuk menjadi efektif, contoh
pengoksidasi, contoh : kromat, nitrit dan
tipis atau lapisan-lapisan garam yang inhibitor ini adalah : molibdat, siliakat,
nitrat.
kemudian menyelimuti anoda. Untuk besi fosfat dan borat.
dan baja diperlukan dua jenis inhibitor
yaitu :
Inhibitor Katodik

Yang dimaksud dengan inhibitor katodik adalah :


inhibitor yang mengndalikan reaksi pelepasan
hydrogen begitu konsentrasi inhibitor meningkat,
sehingga reaksi katoda terpolarisasi,dimana harga
potensial korosi ( Ekorosi } untuk sel cenderung
mendekati harga potensial anoda, sedangkan laju
korosi ( ikorosi ) cenderung turun.
Inhibitor inhibitor bereaksi dengan ion hidroksil
untuk mengendapkan senyawa-senyawa yang tidak
dapat larut kepermukaan katoda, oleh karena itu akan
menyelimuti katoda dari elektrolit dan mencegah
masuknya oksigen kelapisan.
Inhibitor jenis ini yang paling banyak dipakai adalah
garam-garam seng dan magnesium, yang membentuk
hidroksida-hidroksida tak dapat larut yang berupa
Mg(OH)2 dan Zn(OH)2 pada permukaan.
Inhibitor Adsorpsi

Yang dimaksud dengan inhibitor adsorpsi


adalah : inhibitor yang merupakan molekul-
molekul organic panjang dengan rantai-
rantai samping yang teradsorpsi dan
terdesrpsi dari permukaan logam. Pada
molekul-molekul berukuran besar ini dapat
membatasi difusi oksigen ke permukaan,
atau memerangkap ion-ion logam di
permukaan dan memantapkan lapisan
ganda dan mereduksi laju pelarutan.
MEKANISME INHIBITOR
Mekanisme reaksi yang terjadi pada inhibitor adalah dengan Penambahan inhibitor anodic yang hanya sedikit,
jalan adanya adsorpsi di permukaan baik secara fisik maupun maka tidak akan berhasil menghilangkan bagian-
secara chemsorption secara kimia. bagian yang bersifat katoda sehingga dapat
Adsorpsi fisik adalah proses adsorpsi yang terjadi pada meningkatkan laju korosi.
permukaan tanpa terjadinya reaksi kimia dan terjadi karena Dari hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa
adanya gaya elektrostatik antara ion-ion organic dengan untuk inhibitor organik yang larut maka kekuatan
logam yang termuati secara elektris. ikatan adsorpsinya merupakan factor yang
Adsorpsi kimia (chemsorption) adalah proses adsorpsi yang dominan. Adsorpsi inhibitor dari larutan mengikuti
disertai dengan reaksi kimia kimia dan terjadi dikarenakan persamaan di bawah ini :
adanya transfer muatan molekul inhibitor pada permukaan larutan
logam membentuk ikatan koordinasi.
Banyak senyawa organik yang tersedia dapat memberikan permukaan Dimana : I adalah inhibitor organik
interval luas untuk proteksi logam dengan lingkungan yang larut.
tertentu. Apabila konsentrasi sebuah unsur berubah maka
Senyawa-senyawa ini membentuk sebuah film pelindung konsentrasi unsur yang ada pada kesetimbangan
dari molekul-molekulnya yang teradsorpsi pada permukaan akan berubah dalam arah yang sama untuk
logam yang menyediakan suatu penghalang pelarutan membentuk kesetimbangan yang baru. Dari
logam kedalam elektrolit. persamaan tersebut diatas terlihat bahwa jumlah
Konsentrasi inhibitor dalam media bersifat kritis karena inhibitor pada permukaan meningkat dengan
permukaan logam yang tertutupi oleh inhibitor adalah meningkatnya jumlah inhibitor pada larutan,
proporsional dengan konsentrasi. yaitu konsentrasi inhibitor yang digunakan dalam
lingkungan yang diinhibisi.
Ada konsentrasi optimal untuk setiap inhibitor spesifik
dalam setiap media.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INHIBITOR
Dalam penggunaan inhibitor ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, sebab pada
penggunaan inhibitor yang tidak tepat maka akan memicu/meningkatkan laju korosi.

Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi proses inhibisi tersebut adalah :

Komposisi larutan.

Temperatur operasi.

Kecepatan dari larutan yang melalui logam.

Ada atau tidak adanya internal atau external stress.

Komposisi logam.

Ada atau tidaknya hubungan logam dengan logam yang tidak sejenis.

Kandungan oksigen terlarut.

Tidak memadainya inhibitor yang ditambahkan ke dalam elektrolit.

Adanya pengenceran elektrolit sesudah ditambahkan inhibitor.


PENGGUNAAN INHIBITOR

Pada umumnya inhibitor anodik lebih efisien dari pada inhibitor katodik.
Pada sistem-sistem inhibitor modern, beberapa peneliti telah berhasil mengurangi
risiko bahaya yang ditimbulkan oleh tipe anodik , sementara efisiensinya yang lebih
besar dimanfaatkan dalam kombinasi dengan inhibitor tipe katodik .
Tipe katodik diketahui memperlambat laju korosi secara keseluruhan sehingga
memungkinkan tipe anodik menutup bagian-bagian bersifat anoda pada konsentrasi
lebih rendah dari pada seharusnya yang dibutuhkan bila tidak dalam kombinasi.
Inhibitor sinergistik seperti itu biasanya berupa system kromat/olifosfat/seng.
Beberapa Contoh Pemakaian Inhibitor
1. Dalam Acid Pickling
Pada umumnya inhibitor yang digunakan terdiri dari unsur-unsur : amines, mercaptans, heterocyclic nitrogen (jenis inhibitor organik).

Tujuannya adalah untuk persiapan dari pada besi/baja uantuk proses-proses seperti galvanizing, tinning, electroplating dan untuk menghilanhkan lemak.

2.Dalam Air
Umumnya digunakan pada sistem yang dapat disirkulasikan atau tidak.
Untuk sistem yang dapat disirkulasi dimana bahan tersebut dibuat dari baja, direkomendasikan 0,2 ml sodium silikat per liter air, atau dengan 0,01 % sodium dikromat yang ditambah dengan 0,0027 %
soda kaustik.
Contoh : inhibitor kromat seperti sodium krom glusetat efektif untuk sistem pendinginan dalam industri.

Untuk penggunaan dalam radiator mobil 0,2 % sodium kromat, dapat juga nitrit atau 0,5 % soluble oil.

Sedangkan untuk proses yang tidak dapat disirkulasi dapat digunakan 0,1 % natrium kromat.

3.Dalam Larutan Yang mengandung Brines


Untuk peralatan-peralatan baja dengan larutan kalsium klorida brine, maka inhibitor yang digunakan adalah sodium dikromat sebanyak 1,6 gram dan sodium hidroksida yang sebanding.

Apabila larutan tersebut adalah sodium klorida brines atau kalsium magnesium klorida brines sebanyak dua lakinya.

4.Dalam Larutan Asam


Untuk Cu dan paduan Cu Sn dalam asam sulfat encer dapat dikurangi serangan korosifnya dengan benzyl thiocyanate.

Untuk Al dalam asam fosfat pekat atau encer (konsentrasi 20 %) maka inhibitor yang digunakan kromat 1 % atau asam kromat cukup efektif.

Contoh- contoh pemakaian inhibitor untuk berbagai jenis logam.


Daftar Pustaka,,

1. Mars. G Fontana. Corrosion Engineering Mc. Graw Hill


2. Trethewey. Kr. J. Chamberlain Korosi Untuk Mahasiswa Dan Rekayasawan PT.
Gramedia Pustaka.
3. Rozenfeld I.L. Corrosion Inhibitor Mc. Graw Hill
The End
Thank you for your attention