Anda di halaman 1dari 10

ASKEP DENGAN WAHAM

NAMA KELOMPOK :
ENDANG DEWI LESTARI

FATIMAHTUZAHRA

IBNU RIZKY PRATAMA

RIZKA JAMARA

SELVI DINAMIT RESIMA

WIBBY ANDRIAN
PENGERTIAN
Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian
realitas yang salah. Keyakinan pasien tidak konsisten dengan tingkat
intelektual dan latar belakang budaya pasien.

Waham juga didefinisikan sebagai keyakinan pasien tidak sesuai


dengan kenyataan yang tetap dipertahankan dan tidak dapat diubah
secara logis oleh orang lain. Keyakinan ini berasal dari pemikiran
pasien yang tidak dikontrol.
TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala menurut direja (2011) yaitu :

Tanda dan gejala pada klien denan waham adalah terbiasa menolak
makan, tidak ada perhatian pada perawatan diri, ekspresi wajah sedih
dan ketakutan,gerakan tidak terkontrol, mudah tersinggung, isi
pembicaraan tidak sesuai kenyataan dan bukan kenyataan, menghindar
dari orang lain, mendominasi pembicaraan, berbicara kasar,
menjalankan kegiatan keagamaan secara berlebihan.
PENYEBAB
Penyebab secara umum dari waham adalaah gangguan konsep diri (harga diri
rendah). Harga diri rendah dimanifestasikan dengan perasaan yang negatif
terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya kepercayaan diri dan harga diri, merasa
gagal mencapai keinginan.
Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya waham, antara lain :

Gagal memulai tahap perkembangan dengan sehat


Disingkirkan oleh orang lain dan merasa kesepian
Hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain
Perpisahan dengan orang yang dicintai
Kegagalan yang sering dialami
Keturunan, paling sering pada kembar satu telur
Sering menggunakan penyelesaian masalah yang tidak sehat
AKIBAT
Akibat dari waham, pasien dapat mengalami kerusakan komunikasi
verbal yang ditandai dengan pikiran tidak realistik, flight of idea,
kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak
mata yang kurang. Akibat lain yang ditimbulkannya adalah beresiko
mencederai diri, orang lain dan lingkungan.
JENIS WAHAM
Waham Kebesaran
Meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapakan berulang kali,
tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Contoh : saya ini pejabat di Departemen Kesehatan atau saya memiliki tambang emas.
Waham Kecurugaan
Meyakini bahwa ada seseorang atau sekelompok orang yang berusaha merugikan atau
mencederai dirinya, diucapakan beruang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Contoh : saya tahu..., seluruh saudara saya ingin menghancurkan saya karena mereka iri
dengan kesuksesan saya.
Waham Agama
Memiliki keyakinan terhadap suatu hal khusus yang berkaitan dengan agama secara
berlebihan, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai denga kenyataan.
Contoh : jika saya mau masuk surga, saya harus mengenakan pakaian putih setiap hari.
Waham Somatik
Meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu atau terserang
penyakit, diucapakan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan.
Contoh : saya sakit kanker setelah pemeriksaan laboratorium tidak
ada tanda-tanda kanker, tetapi pasien terus mengatakan kalau ia
terkena kanker.
Waham Nihilistik
Meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia atau meninggal,
deucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Contoh : ini kan alam kubur ya. Semua yang ada di sini roh-roh saja.
STRATEGI PELAKSANAAN

SP 1 pasien: Membina hubungan salng percaya, mengidentifikasi


kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebutuhan,
mempraktikan pemenuhan yang tidak terpenuhi.
SP 2 pasien: Mengidentifikasi kemampuan positif pasien dan
mebantu mempraktikannya.
SP 3 pasien: mengajarkan melatih cara minum obat yang benar.
SP 1 keluarga: Membina hubungan saling percaya dengan keluarga,
mengidentikasi masalah menjelaskan pross terjadinya masalah dan
membantu pasien untuk patuh minum obat.
SP 2 keluarga: Melatih keluarga cara merawat pasien
SP 3 keluarga: Membina perencanaan pulang bersama keluarga