Anda di halaman 1dari 17

PPOK khususnya

ASMA BRONCHIAL
Yusuf Kurniawan C (J120140097)
Precilia Mustika D.K (J120140099)
Selfi Ulfa Deviana (J120140104)
Hakny Kusuma M.A (J120140112)
Ratna Trianajaya M (J120140114)
Ragil Aidil F.A (J120140118)
PENGERTIAN

> salah satu penyakit paru kronik yang ditandai dengan hambatan aliran
udara disaluran nafas yang bersifat progresif non reversibel. Salah satu
penyakit PPOK berupa asma
> Asma Bronkial : merupakan penyakit obstruktif pernafasan akbiat
penyempitan saluran nafas yang sifatnya reversibel (penyempitan
dapat hilang dengan sendirinya.
Tanda dan gejala Asma brochial

> Adanya inflamasi kronik saluran nafas yang disebabkan oleh


hiperesponsif jalan nafas terhadap alergen
> Sesak nafas
> Dada terasa berat
> Batuk berdahak, terutama pada malam dan pagi hari
> Ada bunyi menging atau wheezing
ETIOLOGI

> Faktor yang pertama dari faktor pasien, yang meliputi unsur genetik,
obesitas dan jenis kelamin. Faktor yang kedua adalah pemicu
terjadinya gejala asma yang meliputi asap rokok, polusi udara baik di
dalam maupun diluar ruangan (Ikawati, 2011).
PATOFISIOLOGI ASMA BRONCHIAL
KONTRAINDIKASI

> Alergen
Modalitas fisioterapi

> Nebulizer
> Postural drainage
> Mobilisasi sangkar thoraks
> Tapotement
> Batuk efektif
> Breathing exercise
> IR
PENATALAKSANAAN
Nebulizer
> CARA PENGGUNAAN:
Isi nebulizer cup dengan obat yang telah
diresepkan oleh dokter
Hubungkan corong atau masker ke
nebulizer cup
> nebulizer bertujuan melegakan Hubungkan selang dari kompresor ke
pernapasan atau menghancurkan nebulizer cup
Letakkan corong atau masker ke mulut,
lendir. lalu bernapaslah dengan mulut (jika
menggunakan corong) hingga obat dalam
nebulizer cup habis. Biasanya obat dalam
cup akan habis setelah 5-10 menit.
Setelah obat habis, bersihkan nebulizer
cup dan corong atau masker dengan air,
lalu keringkan untuk digunakan pada
pengobatan berikutnya.
postural drainase

> Caranya:
> Taruh tangan di bagian dada atau punggung penderita.
> Minta penderita menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut
secara perlahan.
> Dekatkan telinga kita ke tubuhnya dan dengarkan asal bunyi lendir. Biasanya
lendir yang mengumpul akan menimbulkan suara. Atau, rasakan getarannya.
> Setelah letak lendir berhasil ditemukan, atur posisi penderita.
> Bila lendir berada di paru-paru
bawah maka letak kepala harus
lebih rendah dari dada agar lendir
mengalir ke arah bronkhus utama.
Posisi anak dalam keadaan
tengkurap. - Kalau posisi lendir di
paru-paru bagian atas maka
kepala harus lebih tinggi agar
lendir mengalir ke cabang utama.
Posisi anak dalam keadaan
telentang. - Kalau lendir di bagian
paru-paru samping/lateral, maka
posisikan anak dengan miring ke
samping, tangan lurus ke atas
kepala dan kaki seperti memeluk
guling.
IR (infra red)

> Penyinaran diberikan pada daerah dada dan punggung atas.


Lamanya penyinaran 15 mnt, dibagi 2 = bagian dada 7,5 mnt dan
bagian punggung atas 7,5 mnt. Tujuan penyinaran untuk mendapatkan
relaksasi lokal pada daerah dada dan punggung juga untuk
memperbaiki sirkulasi darah (fasodilatasi pmbuluh darah).
Breathing Exercise

> Latihan ini bertujuan untuk memperbaiki ventilasi udara, melatih


pernafasan diafragma, memelihara elastisitas jaringan paru-paru dan
menjaga expansi thorax.
Tapotement

> Tujuannya untuk memindahkan sputum ke cabang bronkus utama


yang kemudian pasien disuruh untuk batuk.
Batuk efektif

> Batuk merupakan suatu gerakan reflek untuk mengeluarkan benda


asing atau sputum dari dalam saluran pernafasan
Terapi latihan (Mobilisasi sangkar
Thorak)
> Latihan ini meliputi gerakan-gerakan pada trunk dan anggota gerak
atas,dapat dilakukan bersamaan dengan breathing exercise.
Sehingga otot-otot pernafasan dan otot bantunya yang mengalami
ketegangan akan menjadi rilex
Terima Kasih