Anda di halaman 1dari 32

REFERAT

CORPUS ALIENUM
PADA TELINGA, HIDUNG DAN TENGGOROK

OLEH:
JIHAN NURLELA
SARAH CAROLIN

KEPANITRAAN KLINIK ILMU KESEHATAN TELINGA,


HIDUNG, TENGGOROK, BEDAH KEPALA DAN LEHER
RSUD ABDUL MOELOEK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2016
PENDAHULUAN

Benda Asing atau yang disebut


dengan Corpus alienum adalah
benda yang berasal dari luar Corpus alienum merupakan
ataupun dalam tubuh yang masalah kesehatan keluarga
dalam keadaan normal tidak yang serig terjadi pada anak-
ada pada tubuh ana
.
Corpus alienum adalah benda asing
Definisi yang berasal dari luar atau dalam
tubuh yang dalam keadaan normal
tidak ada pada tubuh

Jenis-jenis
Eksogen
Corpus Endogen
Alienum
CORPUS ALIENUM PADA TELINGA
Definisi Faktor Penyebab
Keadaan dimana Faktor
terdapatnya suatu kesengajaan.
benda asing yang Faktor
terjepit atau
tersangkut di dalam kecerobohan
liang telinga Faktor kebetulan
Benda asing -> ke kanalis Dapat tanpa gejala atau
Patofisiologi

Manifestasi Klinik
audiotorius eksternus -> dengan gejala sampai
perasaan tersumbat pada berupa gejala nyeri berat
telinga -> pasien berusaha dan adanya penurunan
mengeluarkan benda asing pendengaran
tersebut -> semakin
terdorongnya benda asing ke Tersumbat
bagian tulang kanalis eksternus Rasa nyeri telinga / otalgia
-> laserasi kulit dan melukai
membran timpani -> gangguan Pada inspeksi telinga akan
pendengaran, rasa nyeri terdapat benda asing
telinga/otalgia dan
kemungkinan adanya resiko
terjadinya infeksi
DIAGNOSIS

Anamnesis Pemeriksaan fisik


Orang dewasa biasanya Temuan bervariasi tergantung
benda asing dan lamanya benda
mengetahui adanya benda tersebut didalam telinga
asing pada liang telinga Benda yg sangat kecil sering tidak
Pada anak2 tergantung menimbulkan gejala klinis.
usianya Benda hanya terlihat pada
Rasa tidak nyaman, nyeri, pemeriksaan baik dgn atau tidak
berkurangnya pendengaran menggunakan otoskop.
atau rasa penuh pada liang Nyeri atau perdarahan dapat
terjadi.
telinga
Eritema, pembengkakan liang
telinga dan discharge yang berbau.
PENATALAKSANAAN

Benda yang sangat kecil -> dicoba dengan mengoyangkannya secara hati-hati.
Menarik daun telinga kearah posterior meluruskan liang telinga.
Teknik di klinik:

1. Forceps untuk mengambil benda dengan bantuan otoskop


2. Suction untuk menghisap benda
3. Irigasi liang telinga dengan air hangat
4. Penggunaan alat seperti magnet dapat digunakan untuk benda dari logam
5. Sedasi jika tidak dapat mentoleransi rasa sakit dan takut.
6. Serangga, diberikan lar. Rivanol/anestesi lokal, irigasi dengan air hangat

Setelah benda asing keluar, diberikan antibiotik tetes selama lima hari sampai
seminggu untuk mencegah infeksi dari trauma liang telinga.
CORPUS ALIENUM PADA HIDUNG
Paling sering terjadi pada anak, terutama
usia 1-4 tahun.

Faktor yang mempermudah: faktor


personal (umur, jenis kelamin, pekerjaan,
kondisi sosial dan tempat tinggal),
kegagalan mekanisme proteksi normal
(keadaan tidur, penurunan kesadaran,
alkoholisme, dan epilepsi), ukuran serta
sifat benda asing, serta faktor
kecerobohan.

Benda asing paling sering ditemukan


adalah sisa makanan, permen, manik-
manik, dan kertas.
ETIOLOGI

Benda asing tak


Benda asing hidup
hidup (benda
(benda organik)
anorganik)
Lalat
manik-manik
Lintah
baterai logam
Cacing,dll
kancing baju
PATOFISIOLOGI
Manifestasi Klinis Diagnosis
Hidung tersumbat oleh secret Anamnesis
mukopurulen yang banyak
dan berbau ditempat adanya
Pemeriksaan FIisik
benda asing. Kadang disertai dengan rhinoskopi
nyeri, epistaksis dan bersin anterior: edema dengan
Pada pemeriksaan tampak inflamasi mukosa hidung
mukosa edema dengan unilateral, dan dapat
inflamasi mukosa hidung, terjadi ulserasi
serta dapat juga terjadi
ulserasi
Penatalaksanaan

memakai pengait (haak)


forsep alligator, cunam Nortman atau wire loop.
menggunakan kateter dengan balon uk. 5 atau 6 F
dimasukkan ke dalam hidung melewati benda asing
yang terperangkap
Benda asing hidup sebaiknya dimatikan terlebih
dahulu dengan tetes minyak parafin atau alkohol
sebelum diangkat.
Pemberian antibiotik sistemik selama 5-7 hari hanya
diberikan pada kasus benda asing di hidung yang
telah menimbulkan infeks
KOMPLIKASI

sinusitis dan otitis media akut

selulitis periorbital

Perdarahan
CORPUS ALIENUM PADA TENGGOROK

Gejala

Stadium pertama, batuk-batuk hebat secara tiba-tiba (violent paroxysms


of coughing), rasa tercekik (choking), rasa tersumbat di tenggorok
(gagging) dan obstruksi jalan napas yang terjadi dengan segera.
75% aspirasi benda
asing terjadi pada Stadium kedua, gejala stadium permulaan diikuti oleh
anak usia 1 - 3 tahun interval asimtomatis.

Stadium ketiga, telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi, erosi atau
infeksi sebagai akibat reaksi terhadap benda asing sehingga timbul batuk-
batuk, hemoptosis, pneumonia dan abses paru
BENDA ASING DI LARING

1. Sumbatan total
2. Sumbatan tidak total :
Sumbatan tipe ini memiliki gejala :
Suara parau (disfonia),Afonia, Batuk disertai sesak (croupy cough),
Odinofagi, mengi, sianosis, Hemoptisis, Dispneu dengan derajat
bervariasi

Gejala Stadium I, cekungan sedikit pada inspirasi di daerah suprasternal, kadang-


kadang belum ada stridor

sumbatan
Stadium II, Cekungan di suprasternal dan epigastrium, stridor mulai terdengar
Stadium III, Cekungan terdapat di suprasternal, epigastrium, intercostal dan
supraclavicula. Stridor jelas terdengar dan pasien tampak gelisah.

laring
Stadium IV, Cekungan bertambah dalam, sianosis, pasien yang mula-mula
gelisah mulai lemah dan akhirnya kesadaran menurun.
BENDA ASING DI TRAKEA
Gejala
patognomonik

gejala batuk yang tiba - Palpatory thud


tiba berulang dengan
rasa tercekik (choking),
rasa tersumbat di
tenggorok (gagging) Audible slap

Asthmatoid wheeze ( bunyi


saat ekspirasi inspirasi
dengan mulut terbuka )

Tracheal flutter (getaran


teraba pada benda asing
yang kecil)
BENDA ASING DI
BRONKUS
Lebih banyak terjadi masuk ke dalam bronkus kanan. Gejala yang ditimbulkan diantaranya :

Sputum haemoragis

Rasa logam / aroma khusus

Emfisema, atelektasis

Febris

Gambaran bronkiektasis, bronkopneumonia dan abses paru


JACKSON (1936) MEMBAGI SUMBATAN BRONKUS
DALAM 4 TINGKAT

Expiratory Inspiratory Stop Valve


By-pass Valve
Check Valve Check-Valve
Obstruction Obstruction
Obstruction Obstruction
Sumbatan Udara Inspirasi Inspirasi dan
sebagian inspirasi terhambat ekspirasi
Udara dapat dapat lewat Ekspirasi terhambat
lewat waktu Udara masih dapat Terjadi
inspirasi dan ekspirasi terlaksana atelektasis
ekspirasi terhambat
tetapi (oleh karena
Benda asing tanpa
mobile pneumothor
salurannya kontraksi otot ax (udara
sempit bunyi bronkus)
yang sisa
napas (mengi) Emfisema diresorbsi)
Biasanya paru obstruktif
benda asing Benda asing
diam dan kecil diam
DIAGNOSIS
Batuk tiba-tiba
Rasa tercekik (choking)
Rasa tersumbat di tenggorokan ( gasping)
Anamnesis
Menahan nafas (gagging)
Bicara gagap (sputtering)
Obstruksi jalan nafas yang terjadi segera

Fase asimtomatis :
Tanda dan gejala aspirasi benda asing
berkurang / menghilang,
Pemeriksaan Refleks-refleks melemah akibat benda asing
fisik yang tersangkut.
Fase komplikasi
Tanda dan gejala sesuai lokasi
tersangkutnya benda asing
Laring Trakea Bronkus
Batuk paroksimal Batuk hilang timbul Batuk tidak produktif
Parau Asthmatoid wheezing hingga produktif
Disfoni-Afoni Palpatory thud Mengi (wheezing)
Sesak nafas Audible snap Perkusi : normal
Stridor inspirasi dan Dispnea / redup / hipersonor
sisi ipsilateral
ekspirasi Retraksi otot
Retraksi otot pernafasan Auskultasi : vesikuler
/ melemah
pernafasan Stridor ekspirasi
hipersonorsisi
Gelisah Gelisah ipsilateral
Sianosis Sianosis
Benda asing radioopak selanjutnya dilakukan
foto polos PA dan lateral (dapat dilakukan
segera)
Benda asing radiolusen dapat dilakukan foto
rontgen setelah 24 jam ( untuk mengetahui
adanya atelektasis/ emfisema)
Pemeriksaan Video fluoroscopy
radiologi leher-
Cara terbaik melihat saluran napas
thorax
keseluruhan
Evaluasi saat inspirasi dan ekspirasi
Adanya obstruksi parsial
Jika 1 tahapan disamping menunjukkan
hasil positif dilanjutkan pemeriksaan
endoskopi
Laringoskopi
Pemeriksaan Bronkoskopi
endoskopi
(diagnosa pasti) bronkoskop kaku
bronkoskop fleksibel
PENATALAKSANAAN

Laring
Segera cegah asfiksia, perasat Heimlich
Laringoskop, bronkoskop. Jika tidak tersedia ->
trakeostomi sblm merujuk
Trakea
Bronkoskopi dgn posisi tredelenburg. Jika tidak
tersedia -> trakeostomi & bila mungkin
dikeluarkan dgn cunam / suction melalui
trakeostomi.
Tidak berhasil -> rujuk ke RS dgn fasilitas
endoskopi, ahli & personal yg tersedia maksimal
Bronkus
Bronkoskopi (bronkoskop kaku/serat
optik dgn memakai cunam yg sesuai)
Benda asing tajam, tdk rata &
tersangkut pada jaringan ->
servikotomi/torakotomi
CORPUS ALIENUM
DI ESOFAGUS

benda yang tajam ataupun tumpul


atau makanan yang tersangkut
masalah utama anak usia 6 bulan
dan terjepit di esophagus karena
sampai 6 tahun
tertekan, baik secara sengaja
maupun tidak sengaja

Faktor predisposisi : blm tumbuh gigi molar


untuk menelan dgn baik, retardasi mental,
Etiologi : anomaly congenital termasuk gg. pertumbuhan, esofagitis refluks, striktur
stenosis kongenital, web, fistel pasca esofagitis korosif, akhalasia,
trakeoesofagus, dan pelebaran karsinoma esophagus atau lambung, cara
pembuluh darah mengunyah yang salah dengan gigi palsu
yang kurang baik pemasangannya, mabuk
(alkoholisme) dan intoksikasi (keracunan)
PATOGENESIS

penumpukan
membentuk makanan,
suatu rasa penuh di
benda asing peradangan edema yang leher dan
masuk ke dan menimbulkan kemudian
esofagus menimbulkan rasa nyeri dapat
suatu efek mengganggu
trauma sistem
pernafasan
DIAGNOSIS

Gejala Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang


Nyeri didaerah leher Terdapat kekakuan local
bila benda asing pada leher. Bila benda Radiologi : foto
tersangkut di servikal. asing ireguler polos esofagus
menyebabkan perforasi
Bila benda asing akut, didapatkan tanda- servikal dan
tersangkut di tanda pneumo- torakal
esophagus distal, mediastinum, emfisema
timbul rasa tidak enak leher dan pada anteroposterior
di substernal atau auskultasi terdengar dan lateral
nyeri di punggung suara getaran di daerah
pre cordial dan inter Esofagogram
scapula pakai barium
Anak : ronkhi, wheezing,
demam, abses leher atau enema
tanda empisema
subkutan. Tanda lanjut,
CT Scan
berat badan menurun MRI
dan gangguan
pertumbuhan
PENATALAKSANAAN
Esofagoskopi dengan memakai
cunam yang sesuai agar benda
asing tersebut dapat dikeluarkan

Esofagoskopi tidak berhasil: pembedahan (servikotomi,


torakotomi atau esofagotomi) tergantung lokasi

Bila dicurigai perforasi kecil, segera dipasang


pipa nasogaster agar pasien tidak menelan dan
diberikan antibiotic dan analgetik berspektrum
luas selama 7-10 hari agar tidak terjadi sepsis
KOMPLIKASI

Laserasi
Perdarahan
mukosa

Perforasi lokal
dgn abses leher
/ mediastinitis