Anda di halaman 1dari 6

Sanitasi (Pembersihan kebun)

Sanitasi, termasuk semua tindakan yang ditujukan untuk meniadakan serta


mengurangi jumlah pathogen yang ada didalam suatu lapangan, hingga
termasuk juga digudang penyimpanan.
Dalam prakteknya sanitasi yang berhasil dilakukan antara lain adalah:
Membinasakan sisa-sisa tanaman yang sakit
Mencegah pemakaiaan pupuk kompos atau pupuk kandang yang
mengandung penyebab penyakit (pathogen)
Desinfestasi tanah dengan pemanasan
Desinfektasi tanah dengan bahan kimia
Membuang tanaman yang sakit
Meniadakan tanaman inang penganti dan gulma sebagai inang
Akar gada / akar bengkak (Plasmodiophora
brassicae) pada sawi
Gejala:
Daun memucat dan layu pada
siang hari padahal tidak
kekurangan air kemudian terlihat
segar kembali di sore hari
menjelang malam. Lama
kelamaan rebah. Pada serangan
berat jaringan akar membusuk
membusuk sedangkan daun layu
dan menguning. Akar
membengkak abnormal
Rotasi Tanaman
Rotasi tanaman adalah praktek penanaman berbagai jenis tanaman
secara bergiliran di satu lahan.
Dengan melakukan pergiliran tanaman maka pathogen-patogen tanah
akan binasa atau putus siklus hidupnya karena mereka tidak
dapat/tahan bersaing dengan organisme tanah lainnya.
Busuk basah bakteri (Erwinia carotovora)
Gejala:
Biasanya buah busuk dimulai dari bagian ujung buah
dan lama kelamaan merambat keatas hingga seluruh
bagian daging buah membusuk. Buah yang terinfeksi
akan tetap menggantung seperti kantung yang berisi
air. Lama kelamaan cairan keruh didalam buah
tersebut akan menetes perlahan-lahan hingga habis.
Setelah cairan tersebut habis, kulit buah akan
mengering dan berwarna transparan dan tetap
menggantung. Penyakit ini dikenal juga dengan nama
penyakit lodoh.
Rotasi tanaman dengan tanaman selain cabai dan bukan inang virus,
terutama bukan dari famili Solanaceae (contoh : kentang, tembakau),
dan famili Cucurbitaceae (contoh : mentimun, melon).
Rotasi tanaman dilakukan dalam hamparan, tidak perorangan,
serentak setiap satu musim tanam dan seluas mungkin.
Rotasi tanaman dengan yang tahan terhadap bakteri Erwinia seperti
kedelai, kacang