Anda di halaman 1dari 36

dr. Tjia Adynata C.

UROLITIASIS
adalah suatu keadaan terbentuknya batu (calculus) pada
ginjal dan/ saluran kemih
Batu dapat terbentuk di traktus urinarius ketika konsentrasi
substansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosfat,
dan asam urat meningkat
Batu dapat ditemukan di setiap bagian ginjal sampai ke
kandung kemih
Ukurannya bervariasi
Etiologi
Endogen : genetik (hipersistinuria, hiperkalsiuria
primer, dan hiperoksalouria primer)
Eksogen : lingkungan, makanan, infeksi, dan
kejenuhan mineral dalam air minum
Patofisiologi
Proses pembentukan batu melalui kristalisasi
3 faktor yg mendukung proses ini : saturasi urin,
defisiensi inhibitor, dan produksi matriks protein.
Saturasi urin hipersaturasi asam urat, kalsium
oksalat
Defisiensi inhibitor berkurangnya faktor
penghambat (peptid fosfat, pirofosfat, polifosfat,
magnesium, dll) akan mempermudah terbentuknya
batu saluran kemih
Produksi matriks protein substansi organik (mis
protein) sebagai inti terbentuknya batu saluran kemih
Manifestasi klinis
Manifestasi klinis yg timbul berhubungan dengan :
Ukuran batu
Lokasi batu
Obstruksi aliran urine
Pergerakan batu
Infeksi

Gejala dan tanda utama dari adanya batu ginjal / uretra adalah
serangan nyeri hebat yg tiba2 dan tajam, dimana biasanya terasa di
regio lumbal yg menyebar ke samping dan ke belakang menuju
daerah testis pada laki2 dan kandung kemih pada wanita.
Saat nyeri dapat ditemukan mual, muntah, pucat, dan keringat
dingin. Nyeri dapat berakhir beberapa menit hingga beberapa
hari, dan biasanya bersifat intermitten.
Pemeriksaan dignostik
Pemeriksaan diagnostik
USG
IVP
Urinalisis
Kultur urine
BUN dan kreatinin serum
USG
IVP
IVP
Komplikasi
Hidronefrosis
Gagal ginjal
Penatalaksanaan
Tujuan utama penatalaksanaan adalah :
Menghilangkan batu
Menentukan jenis batu
Mencegah kerusakan nefron
Mengendalikan infeksi
Mengurangi obstruksi
Menghilangkan batu
ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithothrypsy)
Endoneurologi / ureteroskopi
Bedah
Asuhan keperawatan pasien dengan urolitiasis
a. Pengkajian
Data subyektif riwayat ISK, nyeri, penurunan
pengeluaran urine, riwayat diet tinggi purin, kalsium
oksalat, kurang minum air
Data obyektif peningkatan tek darah, kulit pucat,
nyeri tekan pada area ginjal, oligouria, hematuria
Diagnosa keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan trauma jaringan
sekuder terhadap batu ginjal
2. Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan
obstruksi mekanik dan iritasi ginjal/uretral
3. Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan
berhubungan dengan mual/muntah dan diuresis
pasca obstruksi
4. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan
kebutuhan pengobatan
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 1
Menentukan lokasi dan intensitas nyeri (VAS), ukur
tanda vital
Jelaskan penyebab nyeri dan pentinganya melaporkan
ke staf tentang perubahan nyeri
Berikan tindakan yg nyaman, mis pijatan punggung,
lingkungan yg nyaman utk beristirahat
Bantu atau dorong bernafas secara fokus, bimbingan
imajinasi dan aktivitas terapeutik
Berikan obat sesuai instruksi dokter
Perhatikan patensi kateter bila digunakan
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 2
Awasi pemasukan dan pengeluaran urine serta
karakteristik urine
Tentukan pola berkemih normal pasien dan
perhatikan variasi
Dorong peningkatan pemasukan cairan
Periksa semua urine, catat adanya keluaran batu dan
kirim ke laboratorium untuk diperiksa
Observasi perubahan status mental dan tingkat
kesadaran
Awasi pemeriksaan laboratorium dan berikan obat
sesuai indikasi dokter
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 3
Awasi pemasukan dan pengeluaran
Catat insiden muntah/diare
Awasi tanda vital
Timbang berat badan tiap hari
Berikan diet tepat, cairan jernih, makanan lembut
sesuai toleransi
Berikan obat sesuai instruksi dokter
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 4
Edukasi pasien tentang penyakit yg diderita
Edukasi pasien utk perawatan diri di rumah
Edukasi pasien utk meminum obat sesuai instruksi
dokter
Selalu mengingatkan tentang jadwal kontrol ulang
dr. Tjia Adynata C.
Gagal Ginjal Akut
GGA adalah penurunan fungsi ginjal secara mendadak,
biasanya ditandai dengan peningkatan konsentrasi urea
dan serum kreatinin, oligouria (kurang dari 500cc
dalam 24 jam), hiperkalemia, dan retensi urine.
Etiologi
Berdasarkan etiologinya, terbagi dalam 3 kategori :
Prerenal volume sirkulasi dan TD menurun
Renal infeksi, pengaruh obat2an, Nekrosis Tubular
Akut, sindrom hepatorenal
Postrenal obstruksi sal kemih (batu,striktur, post op),
fibrosis retroperitoneal
Patofisiologi
Kerusakan tubulus gangguan keseimbangan
Natrium aktivasi sistem RAA penurunan aliran
darah ke ginjal GGA
Manifestasi klinis
Terlihat sakit berat
Letargi
Mual / muntah
Kulit dan mukosa kering
Napas berbau ureum / urine
oligouria
Pemeriksaan diagnostik
Serum kreatinin dan BUN
Elektrolit serum
Analisa gas darah
Kadar Hb
Komplikasi
Hiperkalemia
Perikarditis
Uremia
Asidosis
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan GGA tergantung pada proses penyakit.
Tujuannya adalah untuk menjaga homeostasis,
mencegah komplikasi, dan mengembalikan fungsi
ginjal.
Dialisis
Menjaga keseimbangan elektrolit
Diet tinggi kalori, rendah protein
Koreksi asidosis
Asuhan keperawatan pasien GGA
Pengkajian
1. Data subyektif : riwayat nefritis / obstruksi saluran
kemih, anoreksia, mual, muntah, kelelahan otot,
lemah dan lesu, nyeri kepala
2. Data obyektif : hipertensi, disritmia, nadi lemah,
pucat, awalnya poliuria oligouria, perubahan
turgor kulit, napas berbau amonia
Diagnosa keperawatan
1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan
mekanisme pengaturan ginjal dan retensi cairan
2. Risiko penurunan curah jantung dengan kelebihan
cairan dan efek uremik pada otot jantung
3. Gangguan pemenuhan nutrisi, kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksi dan
perubahan metabolisme akibat gagal ginjal
4. Kelelahan fisik berhubungan dengan penurunan
produksi energi.
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 1
Awasi TV dan CVP
Balance cairan
Awasi berat jenis urine
Timbang BB tiap hari
Kaji tingkat kesadaran dan perubahan mental
Pantau hasil pemeriksaan labiratorium
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 2
Awasi TD dan frekuensi jantung
Observasi EKG dan perubahan irama jantung
Auskultasi bunyi jantung
Kaji warna kulit, membran mukosa, dan CRT
Pertahankan tirah baring / istirahat adekuat
Berikan tambahan oksigen sesuai indikasi
Pantau hasil pemeriksaan laboratorium
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 3
Kaji/catat pemasukan diet
Berikan makanan sedikit dan sering
Edukasi tentang makanan dan minuman yg diizinkan
Timbang BB tiap hari
Awasi hasil pemeriksaan laboratorium
Berikan obat sesuai instruksi dokter
Perencanaan dan implementasi
Diagnosa 4
Evaluasi laporan kelelahan
Kaji kemampuan untuk aktivitas yg diperlukan
Rencanakan periode istirahat adekuat
Berikan bantuan dalam aktivitas sehari-hari
Awasi kadar elektrolit
Tanya-jawab

TERIMA KASIH