Anda di halaman 1dari 24

Novia Kartina

C7
102013149
Keluhan utama :
o Keluhan demam sejak 7 hari yang lalu.
o Demam berlangsung sepanjang hari dan memburuk pada
sore hari.

Keluhan tambahan :
o pusing, nyeri perut, mual, dan muntah
o Belum BAB sejak 4 hari yang lalu
o Tidak ada riwayat pendarahan
o Tidak ada batuk dan pilek
Bagaimana intensitas demamnya?
Demamnya saat kapan saja?
Adakah keluhan penyerta?
Kapan terakhir BAB? Fesesnya seperti apa?
Adakah perdarahan seperti mimisan, muntah darah?
Adakah rasa kedinginan, menggigil?
Apakah pernah pergi ke daerah endemis tinggi
malaria?
Apakah sebelumnya ada jajan sembarangan?
Bagaimana sanitasi lingkungan di sekitar tempat
tinggal? Apakah bersih atau tidak?
Riwayat penggunaan obat-obatan?
Riwayat penyakit dahulu?
Riwayat penyakit keluarga?
Kesadaran normal
Suhu tubuh 37,8 C
Nadi 90x/menit
RR 19x/menit
TD 120/80 mmHg
Pemeriksaan abdomen : nyeri tekan pada epigastrium
Pemeriksaan darah perifer lengkap
Uji Widal
Uji Tubex
Uji Elisa
Kultur Empedu
Menguji sampel tinja atau darah -> memastikan
keberadaan bakteri Salmonella sp
Membiakkan darah pada hari 14 yangg pertama dari
penyakit.
Tes widal mulai positif pada hari ke 10, titer meningkat
sampai berakhirnya penyakit.
Pengulangan tes widal selang 2 hari -> peningkatan
progresif dari titer aglutinin -> diatas 1:200 ->
diagnosis positif infeksi aktif demam tifoid
Gambaran darah -> ada lakopeni polimorfonuklear
dengan limfositosis yang relatif pada hari ke 10 dari
demam -> demam tifoid menjadi jelas
Terjadi lekositosis polimorfonuklear -> infeksi
sekunder bakteri di dalam lesi usus
Demam Berdarah Dengue : nyeri kepala, demam.
Demam naik turun tidak teratur.
Leptospirosis : nyeri tiba-tiba di kepala bagian frontal.
Ditemukan fotofobia
Malaria : demam intermitten
Infeksi Sal. Kemih : demam sebagai respon infeksi
Pankreatitis : nyeri epigastrium dan muntah setelah
meminum alkohol
Minggu Pertama (awal terinfeksi)
demam tinggi yang berkepanjangan, sakit kepala,
mual, muntah nadi 80-100x. Khas pada lidah kotor
ditengah. Tenggorokan kering dan radang. Timbul
ruam.
Minggu Kedua
suhu tubuh meningkat pada sore/malam. Perlambatan
relatif nadi
Minggu ketiga
Suhu tubuh turun dan normal kembali di akhir
minggu. Bila keadaan membaik gejala berkurang,
temperatur turun. Terjadi komplikasi perdarahan
dan perforasi. Kalau memburuk toksemia
memberat.
Minggu keempat
Stadium penyembuhan
Relaps
dapat terjadi dalam waktu pendek. Lebih ringan
dari serangan primer tetapi dapat menimbulkan
gejala lebih berat
Salmonella typhi (gram -, tidak berkapsul, mempunyai
flagella)
Medis
Non-Medis

Sekaligus melakukan terapi penunjang


Komplikasi Intestinal
Perdarahan Usus
Perforasi Usus
Ileus paralitik
Komplikasi Neuropsikiatrik : Delirium,
meningismus, meningitis, polineuritis
perifer, sindrom guillain-barre, psikosis
dan sindrom katatonia
Komplikasi Ekstra Intestinal
Komplikasi Kardiovaskuler : kegagalan sirkulasi
perifer, miokarditis, trombosis dan tromboflebitis.
Komplikasi darah : anemia hemolitik,
trombositopenia
Komplikasi paru : Pneumonia,empiema,dan
pleuritis
Komplikasi hepar dan kandung empedu : hepatitis
dan kolesistitis
Komplikasi ginjal : glomerulonefritis,pielonefritis,
dan perinefritis
Komplikasi tulang :
osteomielitis,periostitis,spondilitisdan Artritis
Penderita yang cepat berobat, mortalitas yang dirawat = 6%.

1. Panas tinggi
2. Kesadaran menurun
3. Terdapat komplikasi yang berat
4. Keadaan gizi penderita yang buruk
Berdasarkan anamnesa dengan gejala gejala
umum seperti demam, menggigil pada sore hari,
sulit buang air besar, rasa nyeri di daerah perut.
Dan dengan pemeriksaan fisik maupun penunjang
yang dilakukan maka penderita tersebut di
diagnosa menderita penyakit demam thypoid.