Anda di halaman 1dari 36

PSIKIATRI GERIATRIK

FATMAWATI
RSJ JAMBI
PENDAHULUAN
Psikiatri geriatrik
(Psikogeriatri) : suatu cabang
ilmu kedokteran bergerak
dalam prevensi, diagnosis &
terapi ggn fisik & psikologik
pada lanjut usia, serta
melakukan promosi untuk
umur panjang.
Psikogeriatri adalah cabang
(subspesialisasi) ilmu kedokteran
jiwa(psikiatri) yang mendalami
semua aspek yang berkaitan dengan
proses penuaan sampai dengan
terjadinya ganggua jiwa pada lanjut
usia beserta penatalaksanaannya
( Jacoby,Oppenheimer,2002)
Perlunya masalah geriatrik dibuat
dalam satu bidang khusus dalam psikiatri,
o.k: diagnosis & pengobatan dari ggn
mental pd usia lanjut memerlukan
pengetahuan khusus, kemungkinan tdpt
perbedaan dlm :
manifestasi klinik
patogenesis dan
patofisiologik ggn mental antara dewasa
muda & lansia
Selain itu faktor2 komplikasi pd usia
lanjut juga perlu dipertimbangkan seperti
: adanya penyakit2 medik kronik &
disabilitas yg berlangsung secara
bersama-sama (komorbiditas),
penggunaan obat yg bermacam-macam
jenisnya & meningkatnya keadaan
mudah terpengaruh terhadap kerusakan
fungsi kognitif.
PEMERIKSAAN PSIKIATRIK
PADA PASIEN LANJUT USIA

Perlu diperhatikan :
Fungsi kognitif
Adakah mereka memerlukan alat
bantu.
RIWAYAT PSIKIATRI

Identitas
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat gangguan sebelumnya
Riwayat kehidupan pribadi
Riwayat keluarga
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL

DESKRIPSI UMUM :
Penampilan
Sikap terhadap pemeriksa
Pembicaraan
PENILAIAN FUNGSI:
Evaluasi kapasitas untuk mandiri dan
melakukan kegiatan sehari-hari.
MOOD DAN AFEK:
GANGGUAN PERSEPSI
BAHASA
FUNGSI VISUOSPASIAL
PIKIRAN
SENSORIUM DAN KOGNISI
KESADARAN
ORIENTASI
DAYA INGAT
TUGAS INTELEKTUAL,INFORMASI
DAN KECERDASAN
MEMBACA DAN MENULIS
DAYA NILAI
PENGKAJIAN NEUROPSIKOLOGIK

Tes untuk menilai fungsi kognitif yang


paling sering digunakan : MMSE yang
menilai :
Orientasi
Perhatian
Kalkulasi
Daya ingat segera dan jangka pendek
Bahasa
Kemampuan mengikuti perintah sederhana
GANGGUAN MENTAL PADA USIA LANJUT

Gangguan mental yg paling umum pd usia


lanjut :
gangguan depresif
gangguan kognitif
fobia
gangguan penggunaan alkohol
Yang lainnya :
suicide
gejala psikiatrik yg diinduksi obat2an
Faktor Predisposisi yg Bersifat Psikososial pd
Org Usia Lanjut yg Mengalami Ggn Mental

1. Kehilangan peranan sosial


2. Kehilangan kekuasaan
3. Kematian teman akrab & keluarga
4. Penurunan kesehatan
5. Isolasi yang meningkat
6. Terbatasnya keuangan
7. Menurunnya fungsi kognitif
Selain itu banyak obat2 yg dapat menyebabkan
terjadinya simtom2 psikiatrik pd org usia lanjut
Simtom2 tsb terjadi oleh karena :
1. Hasil dari perubahan2 yg sehubungan dgn proses
ketuaan dlm mekanisme absorpsi obat
2. Pemakaian dgn dosis besar
3. Pasien tak mengikuti instruksi dlm pengunaan obat
4. Mempergunakan obat yg terlalu banyak
5. Sensitivitas pasien thd obat
6. Adanya bbrp obat yg berlawanan diberi dokternya
GANGGUAN DEPRESIF
Dijumpai + 15 % dari org usia lanjut yg
tinggal di rumah perawatan maupun yg
tinggal dgn keluarga.
Gejala2 umum: energi, konsentrasi,
problem tidur (tu: terbangun lebih dini &
sering-sering terbangun), nafsu makan,
berat badan & keluhan-keluhan somatik.
Pada tingkat yg berat: depresi,
hypokhondriasis, harga diri, perasaan tak
berharga, menyalahkan diri sendiri, ide
paranoid & ide suicide.
DEMENTIA
Definisi : Suatu keadaan yg menunjukkan pd
suatu sindroma klinik yg dimanifestasikan dgn
kerusakan pd memori, orientasi, kognisi dan
perubahan perilaku.
Klasifikasi : berdasarkan Etiologinya;
I. Dementia type Alzheimer,
II. Dementia type Vaskular,
III. Dementia pd penyakit lain,
IV. Dementia tak tergolongkan.
Faktor Risiko :
Dementia type Alzheimer lebih banyak pd : ;
orang tuanya ada riwayat Alzheimer disease;
ada riwayat kerusakan otak; Downs syndrome.
Dementia type vaskular lebih banyak pd : ;
usia 60-70 thn; ada riwayat hipertensi.
Etiologi :
Penyakit Alzheimer
Gangguan Vaskular
Penyakit : Parkinson, HIV, Trauma Kapitis, dll.
Gambaran Klinik Umum :
Dementia menimbulkan penurunan yg
cukup besar dlm fungsi intelektual &
biasanya agak mengganggu kegiatan
sehari-hari, seperti : mandi,
berpakaian, makan, kebersihan diri,
b.a.k & b.a.b.
Didapati defisit dalam hal : daya ingat,
daya nilai, pikiran abstrak & fungsi
luhur lainnya seperti afasia dsb
Adanya perubahan kepribadian
Pasien rentan thdp stressor fisik &
psikososial.
Diagnosis Banding :
normal usia lanjut
Delirium
Skizofrenia
Episode Depresif berat

Proses Terapi : Pendekatan terapi yg umum


berupa ;

Perawatan medik
Sokongan emosional pd pasien & keluarganya
Obat-obatan
Ansiolitik; Anti depressant atau Antipsikotik.
Tetrahydroaminoacridine.
GANGGUAN BIPOLAR

Gejala2 mania pd usia lanjut al:


Mood yang meningkat
Ekspansif
Irritable
Tidur yang kurang
Sikap yg kacau (distractibility)
Impusivity
Tingkah laku paranoid atau bermusuhan
Terapinya : Lithium
SKIZOFRENIA
Skizofrenia pd usia lanjut kebanyakan onset
(serangan pertama) pd dewasa muda.
Jenis skizofrenianya kebanyakan adalah skizofrenia
residual.
Terapinya : Antipsikotik dosis
GANGGUAN DELUSIONAL
Jenis waham yg paling umum: waham kejar (di-
mata2i, diikuti, diracuni atau diganggu )
Pasien bisa jadi agresif
Kebanyakan didahului dgn stressor, baik fisik atau
psikologik.
Pencetusnya: ketidak cocokan pasangan,
kehilangan pekerjaan, pensiun, isolasi sosial,
keuangan yang buruk, penyakit medik yang
melemahkan, dll

GANGGUAN ANSIETAS
Hal ini bisa berupa: gangguan panik, fobik,
obsesif kompulsif, cemas menyeluruh, stress akut,
stress pasca trauma.
Yang lebih umum : gangguan fobik & gangguan
panik
GANGGUAN SOMATOFORM
Ditandai dgn simtom2 fisik yg
menyerupai penyakit medik.
Pd lansia, keluhan2 somatik
adalah umum, apalagi menurut
suatu studi:>80% lansia
mempunyai sedikitnya satu
penyakit fisik kronik (biasanya
arthritis atau gangguan
serebrovaskular).
GANGGUAN PENGGUNAAN ALKOHOL
& ZAT LAINNYA

Biasanya sudah dimulai pada usia muda


atau pertengahan
Biasanya didapati juga suatu penyakit
medik umum seperti gangguan hati, dsb.
Tanda-tandanya bervariasi, tapi bisa
berupa : mudah terjatuh, confusion,
hygiene diri yg buruk, depresi,
malnutrisi,dsb.
GANGGUAN TIDUR

Fenomena gangguan tidurnya bisa


berupa : tidur yg terganggu, mengantuk
siang hari, tidur sebentar saja siang hari,
dan sering-sering mempergunakan obat
hipnotika.
Namun kebanyakan bentuk gangguan
tidurnya adalah : bangun terlalu pagi.
GANGGUAN TIDUR PADA
LANSIA DAPAT DISEBABKAN

Gangguan pernafasan
Gangguan pergerakan yg diinduksi oleh
obat-obatan
Insomnia primer
Sleep apnoe
Adanya rasa sakit
Nocturia
Rasa panas di jantung
Kekurangan akan kebutuhan sehari-hari
Adanya tanggung jawab sosial atau
pekerjaan
Gangguan mental lainnya
dsb
PENGOBATAN PSIKOFARMAKOLOGIK
PADA GANGGUAN GERIATRIK

Prinsip : Tujuan utama pemberian pengobatan


pada pasien lansia :
1. Memperbaiki kualitas hidup
2. Mempertahankan mereka dalam masyarakat
3. Menunda atau menghindari penempatan mereka di
rumah perawatan
Walaupun demikian, pertimbangan dosis
merupakan dasar utama thd pemakaian obat2
pd lansia. Hal ini o.k perubahan2 fisiologik dari
organ tubuh pd lansia
A. OBAT ANTI DEPRESSAN

Untuk golongan trisiklik, dianjurkan


untuk lansia adalah : desipramine dan
nortriptyline
Ini oleh karena efek samping anti
kolinergik, ortostatik dan sedasi yang
rendah.
Pemberian MAO-I pd lansia harus hati
o.k.pd lansia MAO nya berkurang
Beberapa contoh efek samping yg berat pd
pemakaian bbrp antidepresan, a.l :
Trazodone : sedasi, hipotensi ortostatik
Amoxapine : EPS
Maprotiline : kejang-kejang
Pada umumnya antidepresan SSRI lebih aman
dipakai pada lansia
B. PSIKOSTIMULAN

Contohnya :
amphetamine
methylphenidate
pemoline
Obat ini dapat memperbaiki : mood, apathy
dan anhedonia pd pasien usia lanjut yg
mengalami depresi, terutama bila simtom tsbt
disebabkan oleh bbrp penyakit medik kronik
seperti rheumatoid arthritis, dsb
C. LITHIUM
Penggunaan lithium pd pasien lanjut usia
harus hati-hati

D. ANTIPSIKOTIK
Harus dimulai dari dosis yg rendah
Kebanyakan usia lanjut lebih sensitif thd
efek samping
E. ANSIOLITIKA
Terutama diberikan pada pasien geriatrik yg
ringan dan sedang.
Untuk hipnotika, sebaiknya dipilih benzodiazepin
yg short acting atau intermediate half-life, & kalau
terpaksa harus memakai yg long acting, dosisnya
harus sekecil mungkin.
Ansiolitika yg agak aman untuk usia lanjut :
buspirone, o.k :
non sedatif,
onset of action lama,
tdk mengganggu fungsi kognitif,
tdk potensial utk drug abuse
F. TERAPI UNTUK AGITASI & AGRESIF
Bila dengan obat antipsikotik atau
benzodiazepin timbul efek samping , maka
terapi dapat ditukar dengan :
Beta - adrenergic antagonist, misalnya :
Buspirone
5-HT-2 antagonist, misalnya : Trazodone
Terapi lain untuk usia lanjut :
1. Insight-oriented psychotherapy
2. Supportive psychotherapy
3. Cognitive-behavioral therapy
4. Terapi keluarga
5. Terapi kelompok