Anda di halaman 1dari 22

REFARAT DAN LAPKAS EFUSI PLEURA

Disusun Oleh :
Tiorasi Pakpahan
NIM : 123307118

Pembimbing :
dr. Sadarita Sitepu Sp. P

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR PARU


UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
RS ROYAL PRIMA MEDAN
2017
DEFENISI
EFUSI PLEURA

Efusi pleura adalah


akumulasi abnormal dari
cairan pada rongga pleura
yang disebabkan oleh
banyak penyebab yang
dapat terbagi atas cairan
eksudat dan transudat
ANATOMI
Pleura adalah membrane serosa dimana
pleura yang langsung membungkus
parekim paru disebut pleura viseralis,
sedangkan membran serosa yang
melapisi dinding thorak, diafragma, dan
mediastinum disebut pleura parietalis.
Dua Lapisan Pleura
Pleura visceralis :
Permukaan luarnya terdiri dari selapis sel mesothelial yang tipis < 30mm.
Diantara celah-celah sel ini terdapat sel limfosit
Di bawah sel-sel mesothelial ini terdapat endopleura yang berisi fibrosit
dan histiosit
Di bawahnya terdapat lapisan tengah berupa jaringan kolagen dan serat-
serat elastik
Lapisan terbawah terdapat jaringan interstitial subpleura yang banyak
mengandung pembuluh darah kapiler dari a. Pulmonalis dan a. Brakhialis
serta pembuluh limfe Menempel kuat pada jaringan paru, Fungsinya. untuk
mengabsorbsi cairan pleura.
Pleura parietalis :
Jaringan lebih tebal terdiri dari sel-sel mesothelial dan jaringan ikat
(kolagen dan elastis)
Dalam jaringan ikat tersebut banyak mengandung kapiler dari a.
Intercostalis dan a. Mamaria interna, pembuluh limfe, dan banyak reseptor
saraf sensoris yang peka terhadap rasa sakit dan perbedaan temperatur.
Keseluruhan berasal n. Intercostalis dinding dada dan alirannya sesuai dengan
dermatom dada
Mudah menempel dan lepas dari dinding dada di atasnya
Fungsinya untuk memproduksi cairan pleura
I

ETIOLOGI EFUSI PLEURA


1.TRANSUDAT 2. EXUDATE

- HEART FAILURE - PNEUMONIA


- CANCER
- CIRRHOSIS - PULMONAL
- HYPOALBUMINE EMBOLISM
NIA - TB
- NEPHROTIC - SLE
SYNDROM, DLL - DLL
GEJALA KLINIS

a. Sesak nafas
b. Nyeri dada
c. Batuk
d. Gejala dari penyakit yang mendasari
PATOFISIOLOGI EFUSIPLEURA
Insiden pada Amerika Serikat 1,5 juta per
tahun. Disebabkan oleh banyak jenis
penyakit. Estimasi prevalensi effusi
pleura adalah 320 kasus per 100.000
penduduk pada negara industri.
Berdasarkan umur, insiden efusi pleura
adalah sama untuk kedua jenis kelamin.
Dari 2/3 efusi pleura karena malignansi terjadi pada
Epidemiologi wanita yang disebabkan oleh kanker payudara dan
ginekologi.
Efusi Pleura
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) lebih sering
terjadi pada wanita dari pada pria.

Efusi pleura karena mesothelioma lebih


banyak pada pria, karena paparan asbestos.
yang disebabkan oleh pankreatitis lebih sering
terjadi pada pria karena faktor resiko
konsumsi alkohol
Diagnosis Efusi Pleura
Anamnesis

Gejala khas efusi pleura adalah adanya sesak


nafas yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya
dan nyeri pleuritik.

Perlu ditanyakan apakah ada riwayat hepatitis


kronik, trauma pada thorax, riwayat kanker,
paparan asbestos, riwayat pemakaian obat
Pemeriksaan fisik
Dispnea
Inspeksi
Takipnea
Stem fremitus melemah
Ekspansi dada berkurang pada sisi yang
Palpasi terpengaruhi
Trakea deviasi menjauhi sisi yang terpengaruhi

Perkusi Redup

- Suara nafas melemah


Auskultasi
- Egofoni
Pemeriksaan Penunjang

Imaging

Thoracentesis

Biopsi Pleura

Torakoskopi
Penatalaksanaan Efusi Pleura

Tatalaksan bertujuan pada tatalaksana gejala


dan penyebab yang mendasari
Efusi karena gagal jantung
Efusi karena Parapneumonia/ Empiema
Efusi Pleura karena Pleuritis Tuberkulosa
Efusi Pleura Keganasan
Hemothoraks
Efusi karena Penyebab Lain : atasi penyakit
primer
Komplikasi
Efusi Pleura

a. Atelektasis
b. Pneumothorax setelah
thoracentesis
c. Edema pulmonal re-ekspansi
d. Fibrosis pleura
e. Trapped lung
Prognosis Efusi Pleura

Prognosis pada pasien dengan efusi pleura


tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Kebanyakan pasien dengan efusi pleura tidak bersifat
rekuren, tetapi pada kasus gagal jantung, sirosis hati
dan malignansi, efusi akan berulang kembali. Dan
dengan penyebab parapneumoni komplikasi memiliki
prognosis buruk sebab dapat terjadi penebalan
pleura dan trapped lung
KESIMPULAN

Diagnosis dari efusi pleura dapat ditentukan adalah


dengan anamnesa yang lengkap mengenai faktor
resiko dan gejala penyakit yang mendasarinya
kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik
yang bisa mempunyai ciri khas seperti : stem
fremitus melemah, perkusi redup, suara nafas
melemah dan egofoni pada auskultasi. Bila telah di
suspek adanya efusi pleura maka diikuti dengan
pemeriksaan penunjang foto thorax PA atau lateral.
Pada foto PA bisa didapatkan penumpulan sudut
kostofrenikus, tanda meniskus, pergeseran mediastinum dan
trakea. Dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan thoracentesis
untuk mengetahui jenis cairan dan dilakukan pemeriksaan
penunjang lainnya seperti pemeriksaan sitologi, glukosa, gram
staining, liver function test, dll sesuai dengan gejala penyakit
mendasari yang ditemukan.

Untuk pentalaksanaan difokuskan pada gejala dan penyebab


yang mendasarinya. Hanya dilakukan drainase pada keadaan
parapneumonia komplikasi dan efusi pleura simtomatik. Untuk
nyeri pleuritik bisa diberikan analgesik sesuai dengan derajat
nyeri dan bisa dilakukan pleurodesis untuk efusi pleura yang
persisten seperti pada dasar penyebab malignansi.
Pada foto PA bisa didapatkan penumpulan sudut
kostofrenikus, tanda meniskus, pergeseran mediastinum dan
trakea. Dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan thoracentesis
untuk mengetahui jenis cairan dan dilakukan pemeriksaan
penunjang lainnya seperti pemeriksaan sitologi, glukosa, gram
staining, liver function test, dll sesuai dengan gejala penyakit
mendasari yang ditemukan.
Untuk pentalaksanaan difokuskan pada gejala dan penyebab
yang mendasarinya. Hanya dilakukan drainase pada keadaan
parapneumonia komplikasi dan efusi pleura simtomatik. Untuk
nyeri pleuritik bisa diberikan analgesik sesuai dengan derajat
nyeri dan bisa dilakukan pleurodesis untuk efusi pleura yang
persisten seperti pada dasar penyebab malignansi.