Anda di halaman 1dari 48

REFERAT

TRAUMA OKULI
Oleh: Tiara Vania Utami
2010730105

Pembimbing :
Dr. Abizar Iskandar Sp.M
Prosedur penanganan kasus
Trauma Mata :
1. Anamnesa tentang kejadian
trauma
2. Pemeriksaan tajam penglihatan
3. Pemeriksaan keadaan mata yg
kena
trauma.
4. Pemeriksaan dgn oftalmoskop
5. Penentuan ada tidaknya serta
lokasi benda asing.
6. Tindakan pengobatan
Trauma Oculi
1. Trauma Tumpul
2. Trauma Tembus Bola Mata ( Trauma Tajam )
3. Trauma Kimia
4. Trauma Radiasi
1.Trauma Tumpul
1.1 Hypema

terdapatnya darah dalam bilik mata depan ,


dapat ringan maupun berat terjadi karena
trauma tumpul yang merobek pembuluh darah
iris atau corpus siliar.
Gejala klinis

Penurunan visus
Darah dalam BMD
Segmen posterior tidak terlihat
dengan oftalmoskop
Tekanan Intra Okular meningkat
( Dapat pula menurun karena trauma
pada badan siliar Produksi Humor
aquaeus menurun )
Pupil irreguler dan refleks cahaya
lambat atau negatif
Penatalaksanaan
Istirahat dengan posisi tidur 30 0
obat sedativ
( untuk pasien yang gelisah )
steroid topikal
Antikoagulan
carbonic anhidrase inhibitor
( Acetazolamide ) dan hiperosmotik agent ( gliserol )
Vitamin C
1.2 Trauma tumpul
Konjungtiva

Edema Konjungtiva

Jaringan konjungtiva akan terjadi kemotik


Kemotik konjungtiva yang berat dapat mengakibatkan palpebra tidak
menutup sehingga bertambah rangsangan terhadap konjungtiva.
Penatalaksanaan

Dapat diberikan dekongestan untuk mencegah


pembendungan cairan di dalam selaput lendir
konjungtiva.
1.3 Trauma tumpul pada
kornea

Erosi Kornea

Merupakan keadaan terkelupasnya epitel kornea yang dapat diakibatkan


oleh gesekan keras.
Pasien merasa sakit sekali akibat erosi merusak kornea
yang mempunyai serat sensibel yang banyak , mata
berair , blefarospasme , fotofobia dan penglihatan akan
terganggu oleh media kornea yang keruh.
Pada kornea akan terlihat suatu defek epitel kornea
yang bila diberi pewarnaan fluoresein berwarna hijau.
Penatalaksanaan
antibiotika (Untuk mencegah infeksi )
akibat rangsangan yang mengakibatkan spasme siliar maka diberikan
sikloplegik aksi pendek seperti tropikamida.
1.4 Trauma tumpul pada uvea

Iridodialisis

Disinsersi akar iris dan badan siliar , biasanya bersamaan dengan terjadinya
hifema.
Gejala Klinis
Pasien akan melihat ganda dengan satu matanya , pupil terlihat menonjol

Penatalaksanaan
Sebaiknya dilakukan pembedahan dengan melakukan reposisi pangkal iris
yang terlepas
Iridoplegia

Kelumpuhan otot sfingter pupil sehingga pupil menjadi lebar atau


midriasis
Gejala Klinis

pasien sukar melihat dekat karena gangguan akomodasi


, silau akibat gangguan pengaturan masuknya sinar pada
pupil
Pupil terlihat tidak sama besar dan bentuknya ireguler
,disertai lambat atau tidak adanya refleks cahaya ,
dapat permanen atau sementara
Penatalaksanaan

istirahat untuk mencegah terjadinya kelelahan


sfingter
pemberian roborantia
1.5 Trauma Tumpul pada
Lensa
Luksasi Lensa

Bila seluruh zonula zinii disekitar ekuator putus maka lensa dapat masuk
kedalam bilik mata depan
Gejala Klinis
penglihatan menurun mendadak
disertai rasa sakit yang sangat
muntah
mata merah dengan blefarospasme
Pada Pemeriksaan Fisik

injeksi siliar yang berat


edema kornea
lensa didalam bilik mata depan
iris terdorong kebelakang dengan pupil yang lebar
tekanan bola mata yang tinggi.
Penatalaksanaan

Acetazolamida untuk menurunkan TIO


Pengeluaran Lensa
Katarak trauma
Kontusio katarak ( berbentuk bintang )

Pada trauma tumpul akan terlihat katarak subkapsular anterior maupun


posterior
Vossius ring

Cincin berpigmen yang terletak tepat dibelakang pupil,


merupakan deposit pigmen iris pada dataran depan
lensa sesudah suatu trauma.
Penatalaksanaan

Ekstraksi Lensa setelah peradangan mereda.


Diberikan antibiotik sistemik dan Topikal kortikosteroid
topikal untuk memperkecil terjadinya infeksi dan uveitis
2.Trauma Tembus Bola Mata
Laserasi korneosklera

Dimana sebagian atau seluruh lapisan kornea dan sklera mengalami kerusakan
Gejala Klinis

Tajam penglihatan menurun


Mengakibatkan mata menjadi lunak ( TIO menurun ),
sebagian isi bola mata dapat keluar melalui laserasi
Prolaps iris
Bentuk pupil yang berubah
Penatalaksanaan
Bila dicurigai ada perforasi :
- beri tetes mata anestesi , bersihkan dengan larutan fisiologis
keluarkan benda asingnya apabila telihat.

Jika tidak terlihat lakukan pembedahan


Benda Asing Pada Mata
- Mudah terlihat
- Riwayat pekerjaan

- Terapi
* anestesi topikal
* kapas lidi sbg aplikator
* Benda Asing yg berada di sekitar limbus dikeluarkan satu persatu satu.
Particle in corner of eye
Corpus Alienum
3. Trauma Kimia

1.Asam

Kerusakan lebih superfisial dan penetrasi lambat ph


kembali normal cepat
Bahan asam yang dapat merusak terutama anorganik,
organik ( asetat , formiat )

Terjadi pengendapan atau penggumpalan protein


Penatalaksanaan

Lakukan irigasi jaringan secepatnya


Biasanya akan cepat kembali normal sehingga tidak
mengganggu tajam penglihatan
2. Basa -Epitel kornea hilang total
-Gambaran iris tdk jelas

Menyebabkan kerusakan jaringan yang dalam kebutaan


Terjadi penghancuran jaringan kolagen kornea.
Alkali bersifat koagulasi sel dan terjadi proses
penyabunan disertai dehidrasi.
Bahan akuistik soda dapat menembus BMD dalam 7 detik
Penatalaksanaan

Irigasi dengan larutan


fisiologis selama mungkin
periksa ph
debridement
Berikan sikloplegik
Antibiotik
EDTA
Pemberian Vit C topikal/sistemik
R/ Steroid mgg I menurunkan inflamasi
4.Trauma Radiasi
Sinar Ultra violet

Sinar UV merupakan sinar gelombang pendek yang tidak terlihat dengan


panjang gelombang 295 350 nm
Gejala Klinis

Akan memberikan keluhan setelah 4 jam terpapar


matanya sangat sakit , mata seperti kelilipan atau
kemasukan pasir , fotofobia ,blefarospasme dan
konjungtiva kemotik.
Kornea terdapat infiltrat pada permukaannya
Penatalaksanaan

sikloplegik
antibiotika lokal
analgetik
mata ditutup selama 2 3 hari , biasanya sembuh
selama 48 jam.
Sinar Infra Merah

- mengakibatkan keratitis superfisial , katarak kortikal antero posterior


dan koagulasi pada koroid
- bergantung pada beratnya lesi akan terdapat skotoma sementara atau
permanen.
Tidak ada pengobatan terhadap akibat buruk yang sudah
terjadi kecuali mencegah terkenanya mata oleh sinar
infra merah ini.
Pengobatannya diberikan steroid sistemik dan lokal
untuk mencegah terbentuknya jaringan parut pada
makula atau untuk mengurangi gejala radang yang
timbul.
Sinar X dan sinar terionisasi
Dapat mengakibatkan :
1. katarak
( pemecahan dini sel epitel secara tidak normal )
2. rusaknya retina.
Penatalaksanaan

Antibiotika topikal dengan steroid


Sikloplegik
Luka Bakar
Stadium I : Hiperemi kojungtiva , lendir banyak
disertai kekeruhan ringan pada konjungtiva
Stadium II : Kemosis konjungtiva ,nekrosis epitel
dan lapisan kornea
Stadium III : Nekrose konjungtiva dan kornea bagian
dalam
Penatalaksanaan

Stadium I : Antibiotika topikal


Stadium II dan III : Transplantasi konjungtiva dan
kornea.
Daftar Pustaka

.Ilyas,Sidharta,Ilmu penyakit mata,cetakan


III,balai penerbitan FKUI,2006,Jakarta
2. Vaughan, Daniel; Asbury, Taylor; Riordan-Eva,
Paul. Oftalmologi Umum. Edisi 14. KDT.
2000,Jakarta
3.Ilyas,Sidharta;Mailangkay;Taim,Hilman;Saman,R
aman;Simarmata,Monang;Widodo,Purbo.Ilmu
Penyakit Mata untuk dokter umum dan mahasiswa
kedokteran,edisi II,sagung seto,2002,Jakarta
4 www.medicastore.com/mata dan penglihatan
5.www.medicastore.com / cedera mata
6.Slide Kuliah