Anda di halaman 1dari 25

PERTEMUAN 13

GENESA MINERAL
Dapat menjelaskan bagaimana tipe tipe
endapan yang terbentuk dalam kerak bumi.

Ada 3 komponen dalam penentuan genesa


mineral :
Sumber (Source)
Transportasi (Transportation)
Jebakan (Trap)
GENESA MINERAL
Di bawah ini adalah beberapa proses
hubungannya dengan genesa mineral, yaitu :
Proses magmatisme
Proses sedimentasi
Proses metamorfik
PLATE TECTONIC

Plate tectonic, (NPL, The University of Texas at Austin; 2008)


PROSES MAGMATISME
PROSES MAGMATISME
Bila suatu magma membeku, terbentuklah batuan
beku dan produk produk lain, berupa mineral
hasil konsentrasi sejumlah elemen elemen minor
yang erdapat dalam cairan sisa, suatua
konsentrasi zat-zat terbang, senyawa-senyawa
belerang dan boron.
Sisa larutan magma lainnya dapat membentuk
pegmatit dan urat urat hidrotermal yang kadang-
kadang berada dalam batuan beku yang telah
terbentuk, dan dapat pula mencapai permukaan
dalam bentuk gas dan muncul sebagai fumarol
atau sebagai cairan panas.
PROSES MAGMATISE
Dalam lingkungan magmatik (berkaitan
dengan pembentukannya) dapat
dibedakan ke dalam 4 tipe kejadian
mineral, yaitu yang berhubungan
dengan pembentukan:
1. Batuan Beku
2. Pegmatit
3. Urat urat hidrotermal
4. Deposit mata air panas dan fumarol
PROSES MAGMATISME
Aktivitas pembentukan
batuan beku terkonsentrasi
di tiga (3) tempat (NPL, The
University of Texas at
Austin; 2008)
PROSES MAGMATISME
Arus Konveksi mantel
astenosfer bergerak ke
kerak samudera dan
continental rift (hasil dari
partial melting mantel
peridotite) Magma basaltik

Lava yang dihasilkan dari


magma basaltik adalah tipe
gabro dan basalt.
PROSES MAGMATISME
Aktivitas volkanisme
pada zona subduksi
mempunyai perbedaan
komposisi dan tipe.

Tipe eksplosif : batuan


volkanik, tuf dan volkanik
bomb
Lava yang dihasilkan dari
subduksi adalah tipe
andesit
PROSES MAGMATISME
1. BATUAN BEKU
Mineral mineral batuan beku dikelompokkan menjadi
:
1.Mineral Leucocratic (bewarna terang)
2.Mineral Melanocratic (bewarna gelap)

Pengelompokan ini didasarkan pada kandungan


kimianya, yaitu memisahkan mineral mineral yang
mengandung kuarsa dan natrium, kalium, dan silikat-
alumino kalsium, dengan mineral mineral yang
mengandung feromagnesium (Ex: piroksen, olvin,
amfibol, biotit)
PROSES MAGMATISME
Minerals Leucocratic Melanocratic

Mayor Quartz Olivine


Felspar: plagioclase, Pyroxene
K-felsdpar Amphibole
Felspatoid : neveline, Biotite
hauyine, leucite, etc

accesories Apatite Ilmenite

Muscovite Magnetite

Corundum Pyrite, etc

Sphene

Zircone, etc
Berdasarkan komposisi mineral, batuan beku
dapat diklasifikan menjadi beberapa jenis batuan
beku.
UNSUR K-FELSPAR K-FELSPAR dan PLAGIOKLAS SEDIKIT ATAU
UTAMA PLAGIOKLAS TIDAK ADA
MINERAL FELSPAR
An <50% An > 50%
KUARSA GRANIT GRANODIORIT DIORIT GABRO
KUARSA KUARSA
RIOLIT LATIT KUARSA DASIT BASALT
KUARSA
KUARSA DAN SIENIT MONSONIT DIORIT GABRO PIROKSENIT,
FELDSPATOID PERIDOTIT,
TIDAK ADA DUNIT
TRAKIT LATIT ANDESIT BASAT, LIMBURGIT
DIABAS

FELDSPATOID SIENIT MONSONIT ESEKSIT TERALIT IJOLIT


NEFELIN NEFELIN

FONOLIT FONOLIT LATIT TEFRIT BASANIT LEUSITIT,


NEFELINIT
PROSES MAGMATISME

pyroxene

olivine

tourmaline
PROSES MAGMATISME

K-felsdpar

biotite

serpentine
PROSES MAGMATISME
Pengaruh lingkungan geologi terhadap batuan
akan terefleksikan pada ukuran butir mineral
mineralnya.
Mineral mineral pada batuan volkanik pada
umumnya berukuran butir halus (terbentuk melalui
proses pendinginan yang cepat).
Mineral mineral pada batuan plutonik berukuran
butir medium sampai berbutir kasar (terbentuk
melalui proses pendinginan yang perlahan
lahan).
PROSES MAGMATISME
2. PEGMATIT
Suatu cairan sisa (cairan silikat) pada
magma yang apabila tekanan volatil
mencukupi akan menyebabkan cairan
terinjeksi di sepanjang permukaan lemah
pada batuan sekeliling, yang mungkin juga
merupakan bagian dari batuan beku intrusi
yang sama atau batuan lain yang sudah
terbentuk lebih awal.
PROSES MAGMATISME
Pegmatit umumnya dijumpai berasosiasi dengan batuan
plutonik, yaitu granit.
Secara komposisi, pegmatit tersusun atas komposisi
yang terdapat pada granit, yaitu; kuarsa dan K-felspar
serta sejumlah muskovit dan biotit. Yang membedakan
pegmatit dengan granit adalah teksturnya (berbutir
sangat kasar) dan umumnya berbentuk tabular atau
seperti pipa.
Endapan pegmatit menghasilkan endapan ekonomis,
seperti; felspar, turmalin, plogofit, berilium, tantalum (dari
mineral kolumbit, tantalit), litium (dari mineral spodumen,
lepidolit) tungsen (dari mineral wolframit), dll.
ENDAPAN PEGMATIT
PROSES MAGMATISME
3. DEPOSIT HIDROTERMAL
Merupakan pengembangan lanjutan
dari pegmatit, dan terbentuk dari larutan
yang lebih dingin dan lebih encer.
Ciri khas endapan ini adalah terbentuk
karena pengisian rekah-rekah atau
celah-celah pada batuan semula, ada
pula membentuk disseminated (Ex:end.
porfiri)
PROSES MAGMATISME
Deposit hidrotermal dikelompokkan menjadi 3 tipe,
yaitu:
a. Deposit hipotermal, yaitu deposit yang terbentuk pada
temperatur yang agak tinggi, berkisar antara 300o
500o C, terbentuk pada kedalaman yang dalam. Ex:
kasiterit, wolframit, molibdenit, dll.
b. Deposit mesotermal, yaitu deposit yang terbentuk yang
terbentuk pada temperatur menengah, berkisar antara
200o 300oC. Ex: pirit, galena, sfalerit, kalkosit, bornit,
enargit, dll.
c. Deposit Epitermal, yaitu deposit yang terbentuk pada
temperatur berkisar antara 50o 200oC. Ex: stibnit,
sinabar, perak, argentit, emas, dll.
ENDAPAN EPITERMAL
ENDAPAN MESOTERMAL
ENDAPAN HIPOTERMAL
PROSES MAGMATISME
4. DEPOSIT AIR PANAS dan FUMAROL
Larutan hidrotermal kadang kala dapat mencapai
ke permukaan dan muncul sebagai air panas.
Ex: Silika opal (siliceous sinter), end. Sulfur, Sinter
karbonat
Deposit Fumarol terdapat pada gunung api aktif
dengan gas-gas yang sangat aktif mengendapkan
mineral mineral seperti sulfur dan mineral mineral
klorida. Selain itu, dapat pula dijumpai mineral pirit,
galena, sfalerit, realgar, hematit, magnetit.