Anda di halaman 1dari 19

GANGGUAN SISTEM SYARAF

PUSAT
STROKE
KELOMPOK H-2
Nadia Firdausi (19133965A)
Purwanita Indah K (19133966A)
Erni Sukmawaty K (19133967A)
Ita Ariati (19133969A)
Lilik Kartini (19133970A)
Alfi Rohmah A (19134019A)
DEFINISI

Stroke adalah penurunan fungsi system syaraf utama secara tiba-tiba yang berlangsung
selama 24 jam dan diperkirakan berasal dari pembuluh darah.
FAKTOR RESIKO

Bisa dikendalikan Potensial bisa dikendalikan Tidak bisa dikendalikan

-Hipertensi -Diabetes mellitus -Umur


-Penyakit jantung -Hiperhomosisstemia -Jenis kelamin
-Fibrilasi atrium -Hipertrofi ventrikel kiri -Herediter
-Endokarditis -Ras dan etnis
-Stenosis mitralis -Geografi
-Infark jantung
-Merokok
-Anemia sel sabit
-Stenosis karotis
asimtomatik
KLASIFIKASI

1. STROKE HEMORAGIK
Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena perdarahan
intrakranial.
Stroke hemoragik terdiri dari
a. Hemoragi subaracnoid terjadi ketika darah memasuki daerah
subaracnoid berhubungan dengan trauma.
b. Hemoragi intraserebral tipe ini sangat sering terjadi berhubungan dengan
tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan kadang karena
pemberian terapi anti trombotik.
2. STROKE ISKEMIK :

Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan karena adanya penyumbatan pembuluh
darah
TERAPI UMUM
NON FARMAKOLOGI:
1. Perubahan Gaya Hidup Terapeutik
Modifikasi diet, pengendalian berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik merupakan
perubahan gaya hidup terapeutik yang penting untuk semua pasien yang berisiko
aterotrombosis.
2. Aktivitas Fisik
Inaktivasi fisik meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke setara dengan merokok,
dan lebih dari 70% orang dewasa hanya melakukan sedikit latihan fisik atau bahkan tidak
sama sekali, semua pasien harus diberitahu untuk melakukan aktivitas aerobik sekitar 30-45
menit setiap hari.
TERAPI FARMAKOLOGI

1. Terapi suportif dengan infus manitol bertujuan untuk mengurangi edema


disekitar perdarahan
2. Pemberian vitamin K dan fresh frozen plasma jika perdarahannya karena
komplikasi pemberian warfarin
3. Pemberian protamin jika perdarahannya akibat pemberian heparin
4. Pemberian asam traneksamat jika perdarahannya akibat komplikasi
pemberian trombolitik.
GUIDELINE TERAPI
KASUS
Pasien Ny. J, berusia 50 tahun, masuk rumah sakit sejak tanggal 17 Agustus 2012, dengan
keluhan utama tiba-tiba jatuh, nyeri kepala, mual-mual. Pada hari pertama masuk
rumah sakit, berat badan 65 kg, tekanan darah pasien 180/100 mmHg dan suhu tubuh
37oC. Hasil CT Scan menunjukkan ICH (Intracerebral Hemorhagi) 3 Slice. Serta hasil
pemeriksaan laboratorium menunjukkan:
- HB : 13.7
- AL : 8.9
- GDS : 158
- Pengobatan yang telah diberikan selama di rumah sakit :Amlodipin 1x10 mg,; Ceremax 5
cc/jam; Ranitidine 2x1 (ampul); Manitol; RL; NaCl.
PENYELESAIAN SOAP
Nama : Ny. J
Umur : 50 Tahun
BB : 65 kg

SUBJEKTIF
Keluhan: tiba-tiba jatuh, nyeri kepala, mual-mual.

OBJEKTIF
- Tekanan darah 180/100 mmHg (stage 2)
- Suhu tubuh 37oC (normal)
- Hasil CT Scan menunjukkan ICH (Intracerebral Hemorhagi) 3 Slice
- HB : 13.7 (12-16 gr/dL) normal
- AL : 8.9 (5-10 mg) normal
- GDS : 158 gula darah sewaktu makan ( normal)
ASSESMENT

Problem Subjek Objek Terapi DRP


Medik
- Hipertensi - - TD 180/100 - Amlodipin - Terapi
mmHg 1x10 mg kurang
tepat
- Stroke - tiba-tiba - ICH - Ceremax 5
hemoragik jatuh, nyeri (Intracerebral cc/jam - Terapi ada
kepala, mual- Hemorhagi) 3 - Ranitidine yang teapt
mual. Slice 2x1 (ampul) dan ada
- Manitol yang
- RL kurang
- NaCl. tepat
PLAN

- Pasien diduga menderita stroke hemoragik disertai hipertensi stage 2


- Amlodipin belum tepat jika hanya dalam terapi tunggal untuk hipertensi
stage 2
- Ceremak (nimodipin) merupakan golongan CCB, dikombinasi dengan
obat antihipertensi golongan diuretic tiazid (Manitol).
- Terapi NaCl di hentikan karena dapat memperburuk hipertensi
- Terapi mannitol dilanjutkan untuk mengurangi pembengkakan otak dan
menurunkan tekanan intracranial.
- Terapi infus RL dilanjutkan untuk terapi tambahan cairan
- Terapi ranitidine tetap dilanjutkan untuk mengurangi mual-mual
PENATALAKSANAAN KASUS

TUJUAN TERAPI:
1. Mengurangi kerusakan neurologi dan mengurangi mortalitas dan disabilitas
jangka panjang
2. Mencegah komplikasi sekunder immobilitas dan disfungsi neurologi
3. Mencegah kekambuhan stroke

SASARAN TERAPI:
- Peningkatan kualitas hidup pasien.
- Mengurangi morbiditas dan kerusakan organ lain (otak dan jantung)
TERAPI NON FARMAKOLOGI
1. Perubahan Gaya Hidup Terapeutik
Modifikasi diet, pengendalian berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik
merupakan perubahan gaya hidup terapeutik yang penting untuk semua
pasien yang berisiko aterotrombosis.
2. Aktivitas fisik
Inaktivasi fisik meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke setara
dengan merokok, dan lebih dari 70% orang dewasa hanya melakukan sedikit
latihan fisik atau bahkan tidak sama sekali, semua pasien harus diberitahu
untuk melakukan aktivitas aerobik sekitar 30-45 menit setiap hari.
TERAPI FARMAKOLOGI

Obat Dosis Indikasi Efek samping Interaksi Alasan pemilihan-


obat
- Ceremax - Cairan - Antihiperten Merasa lelah atau - - Merupakan pilihan
infus 50 ml si pusing, Merasa mual kombinasi yang
(nimodipin - Profilaksis dan tidak nyaman di tepat sebagai
e) dan bagian perut, antihipertensi yang
pengobata Pergelangan kaki digunakan
n defisit membengkak bersamaan dengan
neurologik manitol
iskemik
Obat Dosis Indikasi Efek samping Interaksi Alasan pemilihan
obat
Manitol 50-100 g (250- edema Gangguan - - Merupakan
500 mL) otak, keseimbangan terapi suportif
dengan peningkat cairan dan untuk penyakit
kecepatan an elektrolit, haus, stroke hemoragik
infus 30-50 tekanan sakit kepala,
mL/jam intrakrania mual, muntah,
l. pusing, demam,
sensasi rasa
dingin.

Obat Dosis Indikasi Efek samping Interaksi Alasan pemilihan


obat
Ranitidine 25 mg/ml Tukak Konstipasi, diare, - Untuk menangani
lambung pusing, reaksi gejala mual
alergi ringan.
MONITORING

- Memonitoring tekanan darah hingga (< 130/80 mmHg)


- Memonitoring gejala yang mucul
- Memonitoring efek samping
- Memonitoring perkembangan neurologi (kekambuhan atau perluasan),
komplikasi (thromboembolism atau infeksi), yang dapat dilihat dengan alat
CT scan
KIE

Pasien disarankan agar menjaga pola gaya hidup dan melakukan aktivitas
fisik
Pasien disarankan untuk menggunakan obat secara patuh agar dapat
mengurangi resiko keparahan