Anda di halaman 1dari 10

STUDI AMDAL DAN DAMPAK

LINGKUNGAN DARI
PEMBANGUNAN PERUMAHAN

KELOMPOK
VII-A
POTENSI DAMPAK DARI KEGIATAN
PEMBANGUNAN PERUMAHAN ATAU PEMUKIMAN
Perubahan Fungsi dan Tata Guna
Pembangunan kegiatan perumahan akan merubah tata
guna lahan serta produktifitas lahan di lingkungan sekitar
kawasan perumahan.
Peningkatan Bangkitan Lalu Lintas dan Kerusakan Jalan
Pembangunan dan kegiatan operasional kawasan
perumahan akan meningkatkan bangkitan lalu lintas
sehingga kemungkinan akan terjadi kemacetan.
Perubahan Fungsi dan Tata Guna

Peningkatan Bangkitan Lalu Lintas dan


Kerusakan Jalan
Penigkatan Run Off, Erosi dan Banjir
Kegiatan pada tahap konstruksi akan
mengakibatkan perubahan struktur dan sifat tanah,
misalnya permukaan tanah menjadi terbuka, agrerat
tanah hancur dan menjadikan tanah peka terhadap
erosi. Serta kegiatan pemadatan juga mengakibatkan
air tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga
akan meningkatakan volume air limpasan (run off).
Penurunan Kualitas Udara (Debu)
Penurunan kualitas udara (peningkatan kadar debu)
diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan dan
mobilisasi alat dan bahan pada tahap konstruksi
serta dari kegiatan kegiatan lain pada tahap
operasi.
Banjir di perumahan

Penurunan Kualitas Udara


Peningkatan Kebisingan
Peningkatan kebisingan diakibatkan oleh
kegiatan pembukaan lahan dan mobilisasi alat
dan bahan pada tahap konstruksi serta dari
kegiatan kegiatan lain pada tahap operasi.
Penurunan Kualitas dan Kuantitas Air

Berkurangnya daerah resapan air serta


meningkatnya kebutuhan air yang diakibatkan
oleh kegiatan pembangunan perumahan akan
mengurangi kualitas air tanah maupun
kuantitas air permukaan.
Penurunan Kualitas Air
Perubahan Mata Pencaharian dan Pendapatan Penduduk
Perubahan mata pencaharian dan pendapatan penduduk
lokal dapat ditimbulkan oleh kegiatan pembebasan lahan
maupun oleh kegiatan penerimaan tenaga kerja pada tahap
konstruksi dan operasi.
Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha
Kegiatan konstruksi dan operasi akan mengakibatkan
peningkatan kesempatan kerja dan berusaha bagi penduduk
di sekitar kawasan perumahan.
Keresahan dan Persepsi Masyarakat
Tidak adanya kesepakatan mengenai ganti rugi tanah
antara pemrakarsa dan masyarakat pada saat kegiatan
pembebasan lahan berlangsung dapat menimbulkan
keresahan dan persepsi negatif dari masyarakat yang
berada di area tapak proyek perumahan
SOLUSI DAMPAK
Perumahan dan pemukiman yang berwawasan lingkungan
yang harus dikembangkan sesuai kondisi awal yang ada,
yaitu:
1. Mempertahankan dan memperkaya ekosistem yang ada
Perubahan yang dilakukan terhadap unsur ekosistem
karena adanya pembangunan gedung atau
prasarananya harus diimbangi dengan peningkatan
kemampuan dari unsur ekosistem yang tidak terusik.
2. Penggunaan energi yang minimal
Baik rencana makro maupun mikro perumahan dan
permukiman harus memanfaatkan sistem iklim yang
ada (secara pasif) dan perancangan bangunan yang
memanfaatkan prinsip yang sama ditambah dengan
sistem radian yang dapat meningkatkan efektifitasnya
dibandingkan dengan system pasif. Pemilihan bahan
bangunan, cara membangun dan rancangan bentuk
dapat berpengaruh terhadap kebutuhan energi baik
jangka pendek maupun panjang.
3. Pengelolaan Limbah
Limbah yang harus dikendalikan mulai dan yang dihasilkan
oleh jamban dan kamar mandi, dapur, rumah sampai akibat
dan pemakaian berbagai peratatan listrik, bahan bakar fosil
dan sebagainya. Limbah ini harus terkelola dengan baik dan
jelas dengan prinsip produksi bersih.
4. Menjaga kelanjutan sistem sosial-budaya lokal
Gaya hidup yang berlaku sudah secara mantap
diterjemahkan ke dalam berbagai tatanan dan bentuk
bangunan serta peralatan yang dipakai sehari-hari. Kaidah
dan pola dan warisan budaya dan pola hidup ini harus
menjadi dasar awal untuk dikembangkan sesuai dengan
kebutuhan dan kesempatan baru yang diciptakan oleh
pembangunan yang maju dan berhasil yang merupakan
proses berlanjut.
5. Peningkatan pemahaman konsep lingkungan
Permukiman terbentuk melalui proses yang berlangsung
terus. Dalam perkembangan proses ini selalu akan terjadi
pergantian pemukim baik secara alami melalui proses lahir
dan mati, maupun karena mobilitas penduduk antara yang
datang dan pergi.