Anda di halaman 1dari 15

Cara menghitung

penerangan dalam
Keuntungan-keuntungan
penerangan yang baik, khususnya
bagi industri :
1. Peningkatan produksi
2. Peningkatan kecermatan
3. Terjaminnya kesehatan dan
keselamatan kerja
4. Suasana kerja yang lebih nyaman
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan
sistem penerangan yang sebaiknya
digunakan :
1. Intensitas penerangan di bidang kerja
2. Intensitas penerangan dalam ruangan
secara umum
3. Biaya instalasi
4. Biaya pemakaian energi
5. Biaya pemeliharaan instalasi, seperti untuk
penggantian lampu-lampu
Pengantar

Penerangan suatu ruangan kerja yang baik harus tidak


melelahkan mata. Karena itu perbedaan intensitas
penerangan yang terlalu besar antara bidang kerja dan
di sekelilingnya harus dihindari karena akan
memerlukan daya penyesuaian mata yang terlalu besar
yang akhirnya akan melelahkan mata.
Perbandingan antara intensitas penerangan minimum
dan maksimum di bidang kerja harus sekurang-
kurangnya 0,7 dan perbandingan dengan sekelilingnya
harus sekurang-kurangnya 0,3.
Contoh perhitungan
penerangan
Suatu ruangan dengan ukuran 8 x 16 m dan tinggi 3,20 m
akan diberikan penerangan
Jumlah lampu yang akan diberikan ditentukan sebagai
berikut :
a. Pertama-tama, ditentukan jenis lampu dan armatur yang
akan digunakan. Sebagai contoh dipilih armatur 4 x TL
40 W, menurut tabel 2, fluks cahayanya 4 x 3000 lumen
per armatur
b. Kemudian ditentukan faktor-faktornya refleksinya
berdasarkan warna dinding dan langit-langit ruangan,
yaitu :
- warna putih dan warna sangat muda : 0,7
- warna muda : 0,5
- warna sedang : 0,3
- warna gelap : 0,1
Untuk menentukan faktor refleksi suatu warna,
dalam praktek digunakan kipas warna dengan
faktor-faktor refleksinya :
Sebagai contoh ditentukan :
rp = 0,5, rw = 0,3 rm = 0,1
c. Selanjutnya ditentukan indeks bentuknya :
Karena lampu-lampunya dipasang pada langit-
langit dan bidang kerjanya berada kira-kira
0,9 m di atas lantai, maka h = 3,2 0,9 = 2,3
m
Jadi :
pl 16 8
k 2,3
h ( p l ) 2,30(16 8)
d. Kemudian ditentukan efisiensi penerangannya.
Dari tabel 2 dengan nilai k, rp, rw, dan rm
seperti tersebut pada bagian b
untuk k = 2 = 0,57
untuk k = 2,5 = 0,60
Efisiensi penerangan untuk k = 2,3 ditentukan
deinterpolasi :

2,3 2
0,57 (0,60 0,57) 0,59
2,5 2
Dalam tabel 2, efisiensi armaturnya sama
dengan 72%. Nilai ini juga berlaku untuk
armatur yang digunakan untuk contoh ini.
Jadi efisiensi penerangannya tetap 0,59.
Kalau armatur yang digunakan memiliki
efisiensi lain, misalnya 59 %, efisiensi
penerangannya akan menjadi :
55
0,59 0,45
72
Intensitas penerangan yang diperlukan ditentukan
berdasarkan tabel 1. Untuk contoh digunakan 1250
lux.
Fluks cahaya yang diperlukan dapat dihitung dari :

E A
o untuk keadaan baru

atau
E A
o untuk keadaan dipakai
d
Jumlah lampu atau armatur n yang diperlukan
dapat juga ditentukan langsung dari :
o E A
n
lampu lampu d
atau,
o E A
n
armatur lampu d

Fluks cahaya lampu atau armatur dapat


dilihat dari buku katalog. Untuk contoh ini
berlaku :
armatur : 4 x 3000 = 12000 lumen
Jumlah armatur yang diperlukan dapat dihitung
setelah ditentukan faktor depresiasinya. Untuk
contoh dapat diperkirakan, bahwa hanya akan
terjadi pengotoran ringan. Kalau lampu-
lampunya diperbaharui setiap 2 tahun, maka d =
0,8 (lihat tabel 2)
Jadi,
E = 1250 lux
A = 8 x 16 = 128 m2
d = 0,8
armatur = 12000 lumen
= 0,59
Sehingga :
1250 128
n 28,2
1200 0,59 0,8
Jumlah tersebut dapat dibagi atas 4 deret,
masing-masing dengan 7 armatur atau 3 deret
dari 9 armatur.

a a a a

Gambar di atas menunjukkan cara penempatan


lampu pada plafon (langit-langit)
TUGAS
Buatlah makalah dengan judul
PENCAHAYAAN BUATAN
Terdiri atas 3 bab
Bab I Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Rumusan Masalah
c. Tujuan Penulisan
d. Manfaat Penulisan
Bab II Pembahasan
Bab III Penutup
a. Simpulan
b. Saran
Daftar Pustaka
Makalah diketik di atas kertas A4, dengan margin:
Atas : 4 cm
Kiri : 4 cm
Kanan : 3 cm
Bawah : 3 cm
Menggunakan huruf Book Antiqua 12, spasi 1,5
dengan jumlah halaman minimal 12 (tidak
termasuk, sampul, kata pengantar, daftar isi,
daftar tabel, daftar gambar