Anda di halaman 1dari 22

Kampanye

Hemat Energi
MENGAPA HARUS
HEMAT ENERGI?
KEBUTUHAN ENERGI TERUS MENINGKAT
KEBUTUHAN ENERGI TERUS MENINGKAT
Pertumbuhan Ekonomi
GDP(Trllion IDR) 3,943
4000 5%
2,177
3000

2000

1000

0
2009 2011 2013 2015 2017 2019
Energi (Juta SBM)
1,316
1,500.0

7.1%
712
1,000.0

Pertumbuhan Penduduk 500.0

Penduduk (Juta) 256


0.0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

231
1.1%
260

240
Gambar grafik diolah berdasarkan draft Kebijakan Energi Nasional
220

200
2009 2011 2013 2015 2017 2019
DAMPAK
PENGGUNAAN ENERGI DAN PEMANASAN GLOBAL

POLUSI UDARA

MENCAIRNYA ES DI KUTUB KENAIKAN PERMUKAAN


AIR LAUT
APA ITU HEMAT ENERGI
HEMAT ENERGI

HEMAT
ENERGI

EFISIEN RASIONAL
menggunakan energi menggunakan energi
seminimal secara tepat guna sesuai
mungkin untuk dengan kebutuhan
menghasilkan output
yang maksimal

Tanpa mengurangi keselamatan, kenyamanan &


produktivitas
BAGAIMANA CARA HEMAT ENERGI
Hemat energi sebagai
investasi.
Apabila ada 50 Dekstop komputer + monitor di suatu Sekolah yang
tidak dimatikan saat sekolah, berapa uang yang terbuang sia-sia
dalam setahun? (Asumsi harga listrik Rp 879,-/kWh)

Rp 65.091.708
Daya listrik komputer + monitor : 0,33 kWh
Harga Listrik : Rp 879,-
Rp 290,07 x 50 x 17 jam x 264 hari
Pilihan yang bisa dilakukan sekarang
adalah melakukan efisiensi dan
mematikan peralatan elektronik yang
tidak terpakai, terutama penerangan dan
pendingin ruangan.

Menggunakan peralatan elektronik yang


sudah efisien dan mendapat
label/sertifikasi hemat energi.
ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat
Matikan lampu bila ruangan tidak digunakan
Pergunakan lampu LED untuk menggantikan lampu bohlam (pijar)
Buka gorden atau tirai pada siang hari untuk mendapatkan
penerangan alami
Bersihkan rumah lampu serta lampu dari debu
Pergunakan cat berwarna cerah untuk interior dan furniture
Sedapat mungkin pergunakan 1 saklar untuk 1 titik penerangan untuk
memudahkan pengaturan.

Gunakan mesin cuci sekaligus bila cucian sudah terkumpul banyak dan
sesuai kapasitasnya
Pisahkan antara pakaian tebal dan tipis
Gunakan pengering seperlunya, utamakan pemakaian panas matahari
alami.
KENAPA POTONG 10%?

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat


Kampanye ini mudah dilakukan semua orang,
bahasanya sederhana, dan mudah diukur

Secara nasional, menghemat


10 persen lebih mudah
dilakukan daripada membangun sumber
energi sebesar 10 persen karena kita butuh membangun
setara 10 MW.

Kampanye ini didorong untuk bisa memenuhi


kebutuhan listrik bagi daerah yang belum
mendapatkan akses listrik, terutama subsidi listrik
tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan rentan.

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat


KAMPANYE PERUBAHAN PERILAKU POTONG 10%

AKSI BERSAMA PERUBAH GAYA HIDUP


Kampanye ini penting karena:
Pemerintah, pelaku bisnis/industri,
Mudah dilakukan semua orang dan
organisasi masyarakat sipil, dan individu
bahasanya sederhana
untuk:
menghemat 10 persen lebih mudah
Melakukan penghematan listrik mulai
dilakukan daripada membangun
sekarang!
sumber energi sebesar 10 persen
1. Matikan lampu dan peralatan
Kampanye ini didorong untuk bisa
elektronik yang tidak sedang dipakai
memenuhi kebutuhan listrik di daerah
2. Gunakan lampu dan peralatan
yang belum mendapatkan akses listrik
elektronik hemat energi
3. Jadikan gaya hidup sehari-hari

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat


Mengurangi biaya konsumsi energi
Meningkatkan ketahanan energi
Meningkatkan produktivitas
MANFAAT
Mengurangi emisi gas rumah kaca
HEMAT ENERGI
Menjaga kelestarian lingkungan
Menunda pembangunan pembangkit
baru
Memberikan kesempatan bagi generasi
selanjutnya untuk memiliki akses
terhadap energi dll
PAHLAWAN ENERGI
Suatu klub dimana siswa-siswanya bertugas
menjadi pioneers dalam misi penghematan
energi yaitu membantu sekolah dalam
menggunakan energi lebih efisien dan bijak
sehingga menghemat energi dan mengurangi
energi serta polusi.
APA YANG HARUS
DILAKUKAN PAHLAWAN
ENERGI?
ACTION PLAN
Membantu menyelamatkan lingkungan dengan
memastikan sekolah menggunakan energi
secara efisien dan rasional, dengan cara:
Menyarankan atau mensosialisasikan cara-
cara mengurangi konsumsi energi.
Membantu menjalankan aktivitas
pengurangan limbah.
Melihat seberapa efektif aktivitas tersebut.