Anda di halaman 1dari 14

ABSORBER

KELOMPOK 6

Dhannydon Petrus Marpaung


Dini Handayani
Ditta Pratama
Hilda Izzatul Awaliyah
Fari Merisda Halawa
Sonson Utomo
Wais Alqurni
DEFINISI
ABSORBSI adalah proses Pemisahan suatu komponen gas dari
campuran gas dengan menggunakan zat cair sebagai penyerap/absorben.
Absorben yang digunakan ditentukan dari daya larut gas pada zat cair tertentu.
Adapun Contoh dari proses absorbsi adalah pemisahan oksigen dari campuran
gas dengan menggunakan air sebagai absorben.

a. Absorbsi

b. Adsorbsi
MACAM-MACAM ABSORBSI
Absorpsi Fisika Absorpsi Kimia
Absorbsi fisik merupakan absorbsi
Absorbsi kimia merupakan absorbsi
dimana gas terlarut dalam cairan
dimana gas terlarut didalam larutan
penyerap tidak disertai dengan reaksi
penyerap disertai dengan adanya
kimia. Penyerapan terjadi karena
adanya interaksi fisik, difusi gas ke reaksi kimia.

dalam air, atau pelarutan gas ke fase Contoh absorbsi ini adalah absorbsi
cair. dengan adanya larutan MEA, NaOH,
Contoh : Absorbsi gas H2S dengan
K2CO3, dan sebagainya
air, metanol, propilen, dan karbonat.
ABSORBEN

Absorben adalah cairan yang dapat melarutkan bahan


yang akan diabsorpsi pada permukaannya, baik secara fisik
maupun secara reaksi kimia.
Persyaratan absorben :

Memiliki daya melarutkan bahan yang akan di absorpsi yang sebesar


mungkin (kebutuhan akan cairan lebih sedikit, volume alat lebih kecil).
Selektif
Memiliki tekanan uap yang rendah
Tidak korosif.
Mempunyai viskositas yang rendah
Stabil secara termis.
Murah
SIFAT-SIFAT ABSORBEN
1. Absorben yang baik harus memiliki daya larut yang tinggi terhadap komponen yang hendak
ditransfer (solut).
Kelarutan yang tinggi dapat dicapai dengan melibatkan reaksi kimia, namun jika digunakan
reaksi kimia, reaksi tersebut harus reversibel pada suhu tinggi, sehingga solut dapat diambil
lagi dari absorben.
2. Absorben semestinya bersifat non-volatil, untuk mengurangi hilangnya absorben bersama gas.
3. Absorben juga harus murah, karena hilangnya sejumlah absorben tidak terhindarkan.
4. Absorben harus bersifat non-korosif, inert, kecuali terhadap solut.
5. Memiliki viskositas yang rendah pada kondisi operasi.
6. Memiliki titik beku rendah.
Kolom Absorbsi adalah kolom atau tabung
tempat terjadinya proses pengabsorbsi
(penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan
Keterangan : di kolom/tabung tersebut. Struktur yang terdapat pada
(a) input gas
(b) gas keluaran kolom absorber dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
(c) pelarut
(d) hasil absorbsi Bagian atas: Spray untuk megubah gas input
(e) disperser
(f) packed column menjadi fase cair

Bagian tengah: Packed tower untuk memperluas


permukaan sentuh sehingga mudah untuk diabsorbsi

Kolom absorbsi Bagian bawah: Input gas sebagai tempat masuknya


gas ke dalam reaktor.
PRINSIP KERJA

Prinsip kerjanya adalah suatu campuran GAS diumpankan dari bawah


(bottom) tower absorber, untuk dikontakkan dengan zat CAIR dari atas (top)
absorber. Kompenen gas yang mempunyai kelarutan terbesar pada cairan tersebut
akan larut bersama adsorben (zat cair) dan menjadi bottom produk, sedangkan
komponen gas lainnya yang tidak terlarut dalam absorben akan ke atas sebagai top
produk. Karna prinsip kerja Absorber berdasarkan kelarutan gas dalam cairan, maka
kondisi operasi Absorber adalah pada temperatur rendah, dan tekanan tinggi.
Dimana pada kondisi ini, daya larut gas dalam fase cair akan maksimal.
JENIS-JENIS KOLOM

Spray kolom terdiri dari sebuah menara, dimana dari puncak


menara cairan disembur-kan dengan menggunakan nosel
semburan.

Tetes -tetes cairan akan bergerak ke bawah karena gravitasi,


dan akan berkontak dengan arus gas yang naik ke atas (lihat
gambar samping).

Nosel semburan dirancang untuk membagi cairan kecil -kecil.


Makin kecil ukuran tetes cairan, makin besar kecepatan transfer
massa. Tetapi apabila ukuran tetes cairan terlalu kecil, tetes
cairan dapat terikut arus gas keluar.

Menara sembur biasanya digu-nakan umtuk transfer massa gas


yang sangat mudah larut.
JENIS-JENIS KOLOM
Menara Gelembung terdiri dari sebuah menara,
dimana di dalam menara tersebut gas didispersikan
dalam fase cair dalam bentuk gelembung.

Transfer massa terjadi pada waktu gelembung


terbentuk dan pada waktu gelembung naik ke atas
melalui cairan (gambar samping).

Menara gelembung diguna-kan untuk transfer massa


gas yang relatif sukar larut. Dan untuk memurnikan
nitrogliserin dengan air melalui reaksi hidrogenasi,
oksidasi, klorinasi,dan alkilasi

Gelembung dapat dibuat misalnya dengan


pertolongan distributor pipa, yang ditemp-atkan
mendatar pada dasar menara.
JENIS-JENIS KOLOM
Menara Pelat adalah menara yang secara luas telah
digunakan dalam industri. Menara ini mem-punyai
sejumlah pelat dan fasi-litas yang ada pada setiap pelat,
maka akan diperoleh kontak yang sebaik-baiknya antara
fase cair dengan fase gas.

Fasilitas ini dapat berupa topi gelembung (bubble caps)


atau lu-bang ayak (sieve), gambar sam-ping. Pada pelat
topi gelembung dan lubang ayak, gelembung-gelembung
gas akan terbentuk.

Transfer massa antar fase akan terjadi pada waktu


gelembung gas terbentuk dan pada waktu gelembung
gas naik ke atas pada setiap pelat. Cairan akan mengalir
dari atas ke bawah melintasi pelat di dalam kolom.
JENIS-JENIS KOLOM
Menara Paking adalah menara yang diisi dengan bahan
pengisi, (gambar di samping).

Adapun fungsi bahan pengisi ialah untuk memperluas


bidang kontak antara kedua fase.

Bahan pengisi yang banyak digunakan antara lain cincin


rasching, cincin lessing, cincin partisi, sadel bell, sadel
intalox dan cicin pall.

Di dalam menara ini, cairan akan mengalir ke bawah


melalui per-mukaan bawah pengisi, sedang-kan cairan
akan mengalir ke atas secara arus berlawanan, melalui
ruang kosong yang ada diantara bahan pengisi.