Anda di halaman 1dari 7

1. c.

Berikan contoh penyusun sel-sel pertukaran dan sel-sel protektif pada


hewan dan manusia!

Jawab :
Sel-sel pertukaran antara lain sel-sel alveoli, saluran pencernaan, dan nefron.
Penyusun sel-sel tersebut adalah :
Sel alveoli
Sel alveoli terdiri dari tiga sel utama yang berbeda seperti sel alveolar
skuamosa, sel-sel epitel skuamosa dan sel alveolar besar. Sel-sel epitel
skuamosa juga disebut sel Tipe I dan sel-sel alveolar besar juga dikenal
sebagai sel Tipe II. Struktur dinding alveolar dibuat oleh sel-sel alveolar
skuamosa. Sel-sel epitel skuamosa membentuk kapiler yang mencakup
sekitar 70% dari daerah tersebut. Alveolus juga terdiri dari sel-sel
makrofag. Sel-sel ini membantu dalam menghancurkan berbagai benda
asing seperti bakteri, dll dan memiliki fungsi yang terkait dengan sistem
kekebalan tubuh.
Saluran Pencernaan
Organ penyusun sistem pencernaan terdiri atas rongga mulut,
kerongkongan, lambung, pankreas, usus, dan anus.
Nefron
Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus
kontortus proksimal, tubulus kontortus distal dan duktus koligentes. Nefron
merupakan bagian terpenting ginjal karena merupakan tempat penyaringan
darah dan merupakan bagian dari sistem eksresi.
SEL ALVEOLI

SALURAN PENCERNAAN
Sel-sel pelindung atau sel protektif adalah sistem integumen. Penyusun sel
tersebut adalah :
Sistem Integumen
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan,
melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya.
Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang
mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya
(keringat atau lendir).
Secara struktural, kulit terbagi menjadi 3 lapisan utama yaitu :
1. Epidermis, terbagi lagi menjadi lapisan basal / stratum germinativum
(yang merupakan lapisan terbawah dari epidermis, terdapat melanosit
yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin); lapisan Malpighi/
stratum spinosum (lapisan paling tebal); lapisan granular atau stratum
granulosum (memiliki granula-granula); dan lapisan tanduk atau stratum
korneum (terdiri dari 20 25 lapis sel tanduk tanpa inti).
2. Dermis, merupakan lapisan dibawah epidermis dan terdiri atas jaringan
ikat.
3. Jaringan subkutan atau hipodermis merupakan lapisan terdalam yang
banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak.
Terdiri atas jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur
internal seperti otot dan tulang.
Rambut tersusun dari akar (sel tanpa keratin) dan batang (keratin).
Kuku terdapat lempeng keratin yang keraas dan transparan.
Kelenjar kulit yaitu kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
1. d. Tanda panah pada Gambar 1 menunjukkan adanya aliran zat dari
lingkungan internal, eksternal, dan sel. Jelaskan mekanisme aliran zat
tersebut!
Jawab :
Lingkungan internal berupa cairan plasma dan cairan interstisial. Ketika sel-sel
tubuh memerlukan suatu asupan, sel tubuh tidak dapat mengambil langsung
dari cairan ekstra sel, zat yang diperlukan akan diambil dari cairan interstisial
yang dipasok oleh plasma darah. Ketika sel akan mengeluarkan sisa
metabolisme misalnya karbondioksida, maka tidak dapat secara langsung
dikeluarkan ke lingkungan eksternal, karbondioksida tersebut akan dikeluarkan
ke cairan interstisial terlebih dahulu. Agar sisa metabolisme pada cairan
interstisial tidak menumpuk maka sisa metabolisme tersebut dikeluarkan
melalui plasma darah kemudian menuju alat-alat ekskresi dan akhirnya
dikeluarkan ke lingkungan eksternal.