Anda di halaman 1dari 34

F.

2 KESEHATAN LINGKUNGAN

dr. Made Ngurah Arya Pradnyantara


dr. Gusti Pindo Asa Anindito

Pembimbing :

dr. Hadi Purnomo


PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur
kesejahteraan sebagaimana yang dimaksudkan dalam pancasila dan
UUD 45.
Tujuan dari pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang
Kebijakan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia bahwa
Puskesmas sebagai bagian dari sistem Kesehatan Nasional.
Program pokok Puskesmas merupakan program pelayanan
kesehatan yang wajib dilaksanakan karena mempunyai daya ungkit
yang besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya.
Ada 6 program pokok pelayanan kesehatan diantaranya :
1. Program Pengobatan,
2. Promosi Kesehatan,
3. Pelayanan KIA Dan KB,
4. Pencegahan Penyakit Menular Dan Tidak Menular,
5. Kesehatan Lingkungan
6. Perbaikan Gizi Masyarakat.
Program kesehatan lingkungan adalah salah satu
program pokok puskesmas yang berupaya untuk
menciptakan kondisi lingkungan yang mampu menopang
keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan
lingkungan untuk mendukung tercapainya kualitas hidup
manusia yang sehat dan bahagia.
Ada (5) upaya dasar yang dilakukan di bidang
kesling :
1.Penyehatan
sumber air
bersih (SAB)

Kegiatan upaya
penyehatan air meliputi ;
surveilans kjualitas air,
inspeksi sanitasi SAB,
pemeriksaan kualitas
air, pembinaan
kelompok pemakai air.
2. Penyehatan
lingkungan
pemukiman
(Pemeriksaan Rumah)

Sarana sanitasi dasar yang


dipantau meliputi jamban
keluarga (jaga), saluran
pembuangan air limbah
(SPAL), dan tempat
pengelolaan sampah (TPS).
3. Penyehatan
tempat-tempat
umum (TTU)

Penyehatan tempat-tempat umum


meliputi hotel dan tempat penginapan
lain, pasar, kolam renang dan
pemandian umum lain, sarana
ibadah, salon dan pangkas rambut,
dilakukan upaya pembinaan institusi
rumah sakit dan sarana kesehatan
lain, sarana pendidikan dan
perkantoran
4. Penyehatan
tempat pengelola
makanan (TPM)

Secara umum penyehatan TPM


bertujuan untuk melakukan
pembinaan teknis dan pengawasan
terhadap tempat penyehatan
makanan dan minuman, kesiap-
siagaan dan penanggulangan KLB,
keracunan, kewaspadaan dini serta
penyakit bawaan makanan
5. Pemantauan
Jentik nyamuk dan
PSN
(pemberantasan
Sarang Nyamuk)

Petugas sanitasi
puskesmas
melakukan
pemeriksaan
terhadap tempat yang
mungkin menjadi
perindukan nyamuk.
6. Konsultasi
kesling klinik
sanitasi

Pemberian konsultasi gratis


kepada masyarakat/pasien
yang menderita penyakit
yang berhubungan dengan
lingkungan seperti; diare,
kecacingan, penyakit kulit,
TB Paru, dan lainnya.
DATA PENDERITA DBD PADA BULAN
DESEMBER 2016 DI MOJOLEGI
HASIL DATA DBD TAHUN 2015
HASIL DATA DBD TAHUN 2016
PERBANDINGAN DATA TAHUN 2015 -2016
PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS TAHUN 2015
PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI

A. Perumusan Masalah
Adapun beberapa masalah yang akan di rumuskan dalam
memecahkan masalah demam berdarah antara lain :
1. Apa sebenarnya penyakit demam berdarah dengue dan apa
penyebabnya?
2. Bagaimana cara penularan penyakit demam berdarah dan
siklus hidup vektor penular penyakit DBD?
3. Seperti apa patogenitas DBD terhadap manusia?
4. Bagaimana cara pencegahan penyakit DBD ?
5. Bagaimana cara memberantas penyakit demam berdarah agar
tidak mewabah ?
6. Apa saja cara pengobatan penyakit demam berdarah ?
B. Tujuan
1. Memberi pengetahuan mengenai penyakit demam
berdarah dengue dan penyebabnya.
2. Memberi pengetahuan tentang cara penularan dan
vektor penyakit demam berdarah
3. Memberi pengetahuan tentang patogenitas DBD
4. Memberikan informasi tentang cara pemberantasan
penyakit demam berdarah.
5. Memberikan pengetahuan tentang cara pengobatan
penyakit demam berdarah.
6. Mengetahui gejala dan berbagai pencegahan untuk
penyakit demam berdarah tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan masalah yang telah
dibuat, dapat diambil kesimpulan bahwa fogging merupakan
salah satu upaya untuk memberantas nyamuk yang
merupakan vektor penyakit demam berdarah sehingga rantai
penularan penyakit dapat diputuskan.
Selain fogging juga dapat dilakukan abatisasi, yaitu
penaburan abate dengan dosis 10 gram untuk 100 liter air
pada tampungan air yang ditemukan jentik nyamuk.
Penyuluhan dan penggerakan masyarakat dalam PSN (
Pemberantasan Sarang Nyamuk ) dengan 3M, yaitu :
1. Menguras
2. Menutup tampungan air, dan
3. Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi
sarang nyamuk juga dapat menjadi cara untuk
memberantas DBD.
Banyak cara yang dapat dilakukan dalam
mengobati penyakit DBD diantaranya yaitu:
1. Mengatasi perdarahan.

2. Mencegah keadaan syok.

3. Menambah cairan tubuh dengan infus.

Untuk mencegah DBD, dapat dilakukan dengan


cara menghindari gigitan nyamuk pada waktu pagi
hingga sore hari dengan cara mengoleskan lotion
anti nyamuk.
B. SARAN
1. Setiap individu sebaiknya mengerti dan
memahami bahaya dari penyakit DBD tersebut,
sehingga setiap individu tersebut bisa lebih
merasa khawatir dan mampu menjaga diri dan
lingkungannya dari kemungkinan terserangnya
demam berdarah.
2. Perlunya digalakkan Gerakan 3 M plus,tidak hanya
bila terjadi wabah tetapi harusdijadikan gerakan
nasional melalui pendekatan masyarakat.
3. Early Warning Outbreak Recognition System
(EWORS) perlu dilakukan secara berdaya guna dan
berhasil guna.
4. Segenap pihak yang terkait dapat bekerja sama
untuk mencegah DBD