Anda di halaman 1dari 10

Oleh :

APRINAL ADILA.A,ST,M.Kom

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 1
Secara umum, cahaya bisa dipandang dengan
3 pendekatan, yakni: melihat cahaya sebagai
sebuah ray atau geometrical optic, melihat
cahaya sebagai sebuah electromagnetic wave,
dan melihat cahaya dengan sebuah
pendekatan teori kuantum

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 2
Maxwell menyatakan bahwa cahaya adalah gelombang
elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik terdiri dari distribusi
medan elektrik dan medan magnetik yang bergerak saling tegak
lurus. Dalam gambar 1diilustrasikan bentuk gelombang
elektromagnetik yang merambat dalam suatu medium.

Gambar 1 Ilustrasi Perambatan Gelombang Elektromagnetik

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 3
Gelombang elektromagnetik terdiri dari medan elektrik, E, dan medan magnetik, H

Persamaan di atas merupakan gelombang elektromagnetik yang merambat ke arah z positif, merambat
dalam medium konduktif.

Beberapa karakteristik gelombang elektromagnetik:


1.Gelombang elektromagnetik adalah transversal, artinya medan listrik dan medan magnetik bergetar
tegak lurus terhadap arah perambatan
2.Kecepatan fasa gelombang elektromagnetik di dalam vakum (udara) adalah c = 3 x 10 8 m/s.
3. Gelombang elektromagnetik di udara tidak mengalami redaman
4. Parameter-parameter gelombang dinyatakan dengan:
= panjang gelombang (m)
= konstanta redaman (Np/m)
= konstanta propagasi (rad/m)
f = frekuensi gelombang (Hz)
5. Gelombang elektromagnetik yang merambat dalam suatu
medium konduktif akan mempunyai karakteristik sbb:
vf < c
< di udara
f tetap Gambar 2.Perambatan Gelombang Elektromagnetik Dalam Vakum
0
6. Karakteristik penting dari gelombang elektromagnetik adalah polarisasi, yaitu: pola pergerakan medan
elektrik yang diamati dari arah perambatan.
SKSO BAB IIBy: APRINAL
ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 4
Parameter optik sebuah material adalah indeks bias. Di udara kecepatan fasa cahaya
adalah 3 x 108 m/s. Kecepatan fasa berkaitan dengan frekuensi dan panjang gelombang,
c = f . Indeks bias didefinisikan sbb:

Nilai n adalah 1.00 untuk udara, 1.33 untuk air, 1.50 untuk gelas, dan 2.42 untuk berlian.

Dengan melihat cahaya sebagai sinar, maka konsep pantulan dan pembiasan dapat diinterpretasikan
dengan mudah. Ketika sebuah sinar memasuki perbatasan dua media yang berbeda, sebagian
sinar dipantulkan kembali.

Gambar 3. Ilustrasi Cahaya Yang Melewati 2 Medium Yang Berbeda

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 5
Prinsip pantulan dan pembiasan dijelaskan oleh Snell dalam hukumnya.
n1 sin 1 = n2 sin 2

Hukum pantulan Snell:


a. sudut datang sama dengan sudut pantul, 1 =2
b. sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada bidang yang sama, yang tegak lurus
terhadap permukaan batas, yang disebut sebagai plane of incidence.

Hukum pembiasan Snell:


1) Cahaya merambat dari medium 1 (n1) ke medium 2 (n2) dengan n2 > n1, maka
cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal

Gambar 4. Cahaya Yang Dibiaskan Mendekati Garis Normal

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 6
2) Cahaya merambat dari medium 2 (n2) ke medium 1 (n1) dengan n2 > n1, maka cahaya akan
dibiaskan menjauhi garis normal

Gambar 5 Cahaya Yang Dibiaskan Menjauhi Garis Normal

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 7
Total Internal Reflection (TIR)
Berikut ini proses terjadinya TIR (Total Internal Reflection)

Gambar 6. Ilustrasi Terjadinya Pantulan Sempurna

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 8
Besarnya sudut kritis diturunkan dari hukum Snell adalah:

Sebagai tambahan, jika cahaya terpantul secara total, fasa akan berubah terjadi pada
gelombang pantul. Perubahan fasa ini bergantung pada sudut 1 < /2 - c

Di sini, N dan P adalah perubahan fasa componen medan elektrik normal dan paralel
terhadap plane of incidence. n = n1/n2.

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 9
Mode Perambatan Cahaya
Cahaya dapat merambat dalam serat optik melalui sejumlah lintasan yang berbeda.
Lintasan cahaya yang berbeda-beda ini disebut mode dari suatu serat optik.
Ukuran diameter core menentukan jumlah mode yang ada dalam suatu serat optik
Serat optik yang memiliki lebih dari satu mode disebut serat optik multimode
Serat optik yang hanya satu mode saja disebut serat optik single mode, serat optik
single mode memiliki ukuran core yang lebih kecil.

Prinsip Perambatan Cahaya Dalam Serat Optik


coating
3 cladding

core
2 1

1 Sinar merambat lurus sepanjang sumbu serat tanpa mengalami refleksi/refraksi

2 Sinar mengalami refleksi total karena memiliki sudut datang yang lebih besar dari sudut kritis dan
akan merambat sepanjang serat melalui pantulan-pantulan.
3 Sinar akan mengalami refraksi dan tidak akan dirambatkan sepanjang serat karena memiliki sudut
datang yang lebih kecil dari sudut kritis

SKSO BAB IIBy: APRINAL


ADILA.A,ST,M.Kom 26/09/17 10