Anda di halaman 1dari 17

BAB X

PENGGUNAAN INFORMASI
AKUNTANSI
PERTANGGUNGJAWABAN
DALAM PENYUSUNAN
ANGGARAN
Kelompok 3:
1. nur alfiyah oktaviani (114040)
2. Miftakhul arief (114040)
3. Rosniawati (114040)
4. Siti hanifah (114040)
5. Atika rima maulidiyah (114040)
Definisi Anggaran
Anggaran merupakan suatu rencana kerja
yang dinyatakan secara kuantitatif,yang
diukur dalam satuan moneter standar dan
satuan ukuran lain yang mencakup jangka
waktu satu tahun. Dan merupakan suatu
rencana kerja jangka pendek yang disusun
berdasarkan rencana kegiatan jangka
panjang yang ditetapkan dalam proses
penyusunan program.
Karakteristik Anggaran secara
Umum
1. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan
satuan selain keuangan.
2. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu
tahun.
3. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan
manajemen.
4. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak
yang berwenang lebih tinggi dari penyusun anggaran.
5. Sekali disetujui,anggaran hanya dapat diubah dibawah
kondisi tersebut.
6. Secara berkala,kinerja keuangan sesungguhnya
dibandingkan dengan anggaran dan selisihnya dianalisi
dan dijelaskan.
Perkiraan mempunyai karakter
sebagai berikut:
1. Perakiraan dapat dinyatakan dalam satuan
keuagan atau dalam satuan selain keuagan.
2. Perakiraan dapat mencakup berbagai macam
jangka waktu.
3. Penyusunan perakiraan tidak bertanggung jawab
untuk mencapai hasil yang diperakirakan.
4. Prakiraan tidak memerlukan persetujuan dari
pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi.
5. Prakiraan akan selalu dimutakhirkan (update) jika
informasi baru menunjukan perubahan kondisi.
Komitmen manajemen
Perbedaan yang mencolok antara anggaran dengan
prakiraan adalah adanya komitmen manajemen dalam
anggaran. Proses penyusunan angaaran pada dasarnya
merupakan proses penetapan peran (role setting) yang
setiap manajer dalam jenjang organisasi diberi peran
tertentu untuk melaksanakan kegiatan dalam pencapaian
sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.

Dengan demikian syarat yang harus dipenuhi mengenai


proses penyusunan anggaran yang berhasil:
1. Sasaran anggaran diterima dengan jelas oleh manajer
yang bertanggung jawab untuk mencapainya.
2. Manajer yang diberi peran untuk mencapai sasaran
anggaran diberi alokasi sumber daya yang memadai
untuk mencapai sasaran anggaran.
Jangka Waktu Anggaran Harus
Memenuhi Syarat Berikut Ini:

1. Jangka waktu anggran harus dibagi mejadi


jangka waktu bulanan.
2. Jangka waktu anggaran harus cukup untuk
menyelesaikan produksi berbagai macam
produk.
3. Jangka waktu anggaran harus mencakup siklus
musim untuk bisnis yang bersifat musiman.
Perubahan Anggaran

Karena anggaran berisi komitmen manajer


penyusun anggaran.maka anggaran merupakan
tolok ukur terbaik kinerja manajer. Oleh karena itu,
tidaklah mudah melakukan revisi anggaran,selama
kondisi yang dipakai sebagai dasar penyusunannya
tidak mengalami perubahan yang signifikan. Jika
anggaran sering direvisi, anggaran tidak lagi dapat
dipakai sebagai tolak ukur kinerja manajer.
Analisis Penyimpangan

Penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan


anggaran dianalisis dan dicari penyebabnya untuk
dasar bagi penyusun anggaran dalam merancang
tindakan koreksi yang diperlukan dan untuk
penilaian kinerja penyusunan anggaran.
Fungsi Anggaran
1. Aggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan rencana kerja.
2. Anggaran merupakan cetak biru aktivitas yang akan dilaksanakan
perusahaan dimasa yang akan datang.
3. Anggaran berfungsi sebagai alat komunikasi intern yang
menghubungkan berbagai unit organisasi dalam perusahaan dan
yang menghubungkan manajer bawah dengan manajer atas.
4. Anggaran berfungsi sebagai tolak ukur yang dipakai sebagai
pembanding hasil operasi sesungguhnya.
5. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendali yang memungkinkan
manajemen menunjuk bidang yang kuat dan lemah bagi
perusahaan.
6. Anggaran berfungsi sebagai alat untuk mempengaruhi dan
memotivasi manajer dan karyawan senantiasa bertindak secara
efektif dan efisien sesuai dengan tujuan organisasi
KEDUDUKAN ANGGARAN DALAM
PERENCANAAN MENYELURUH
PERUSAHAAN
Perencanaan menyeluruh perusahaan dilaksanakan
melalui 4 tahap:
Penetapan Filosofi Dan Misi

Penetapan Tujuan(goal)dan Strategi

Penetapan Program

Penetapan Anggaran
ORGANISASI PENYUSUNAN
ANGGARAN

Komite anggaran terdiri dari:


a. Direktur utama
b. Direktur pemasaran
c. Direktur produksi
d. Direktur keuangan
e. Manajer departemen keuangan
Tugas komite adalah:
1. Merumuskan sasaran anggaran dan kebijakan
2. Menyampaikan informasi mengenai tujuan
3. Menelaah rancangan anggaran
4. Melakukan negoisasi dengan para manajer pusat
pertanggung jawaban
5. Mengajukan rancangan anggaran perusahaan
6. Menelaah anggraan yang telah disetujui
7. Melakukan begoisasi dengan para manajer pusat
pertanggung jawaban
8. Melakukan revisi anggaran
2. Departemen Anggaran.
Fungsi yang dipegang departemen anggaran:
a. Menerbitkan prosedur dan formulir.
b. Mengkoordinasi dan menerbitkan asumsi-asumsi.
c. Membantu setiap manajer pusat pertanggung jawaban.
d. Mengolah rancangan anggaran pusat pertanggung
jawaban menjadi rancangan anggaran induk.
e. Menganalisi rancangan anggaran dan memberikan
rekomendasi kepada komite anggaran.
f. Menganalisi realisasi anggaran.
g. Mengadministrasikan proses perubahan dan
penyesuaian anggaran perusahaan.

3. Manajer Dari Pusat Pertanggungjawaban.


Struktur Organisasi Penyusunan
Anggaran
Karakteristik Anggaran Yang Baik
1. Anggaran disusun berdasarkan program
2. Anggaran disusun berdasarkan
karakteristik pusat pertanggung jawaban
yang dibentuk dalam organisasi
perusahaan.
3. Anggaran berfungsi sebagai alat
perencana dan alat pengendali.
TAHAP-TAHAP PROSES
PENGENDALIAN ANGGARAN
1. Penetapan Sasaran
Menetapkan sasaran yang akan dicapai
perusahaan.
2. Implementasi
Penerapan sasaran dalam perusahaan
3. Pengendalian dan Evaluasi Kinerja
Melakukan pemantauan terhadap sasaran
yang telah ditetapkan. Serta melakukan
evaluasi antara kinerja dan anggaran
yang ditetapkan.